
//////Bronze Hotel//////
Samuel dan Vallerie telah tiba sebelum David. Mereka hanya memesan satu kamar hotel untuk dirinya dan Vallerie. Samuel sengaja membuat Vallerie menurutinya karena selama mereka berpacaran tidak pernah sekalipun mereka melakukan hubungan badan. Oleh karenanya, Samuel sengaja memesan satu kamar untuk berdua dengan tujuan memuaskan nafsunya.
Disisi lain, sebenarnya Vallerie ingin menolak permintaan Samuel. Akan tetapi mengingat dendamnya kepada Alexa, ia terpaksa menuruti kemauan Samuel karena hanya Samuel yang mau ia ajak bekerjasama untuk membalaskan dendamnya ke Alexa.
Vallerie tiduran di tempat tidur sambil memainkan ponselnya bersama Samuel. Sesekali Samuel menciumi pipi, kening, dan leher Vallerie. Vallerie hanya diam dan menerima ciuman Samuel yang menghujaninya.
"Sayang, aku sudah tidak tahan.." kata Samuel kemudian melepaskan pakaiannya. Vallerie terkejut melihat Samuel melepaskan semua pakaiannya.
"Sayang apa yang kamu lakukan ?" tanya Vallerie sedikit takut.
"Aku ingin itu sayang !!! jika kamu mau aku membalaskan dendam kamu ke Alexa, maka turutilah keinginanku !!!" ancam Samuel.
"Tap..tapi..." belum sempat Vallerie menyelesaikan pembicaraannya, Samuel sudah melepaskan pakaian Vallerie.
"Aku tidak mau ada penolakan sayang!!!" kata Samuel dengan tegas. Vallerie hanya diam dan takut melihat sisi Samuel yang berbeda.
Samuel mulai menciumi Vallerie dengan rakus. Dari leher beralih ke dua gunung Vallerie. Vallerie hanya diam merasakan sentuhan bibir Samuel yang menjelajahi gunungnya yang besar.
"Maafkan gue Sean, seharusnya loe orang pertama yang menikmati tubuh gue, gue terpaksa melakukan ini untuk membalaskan dendam gue ke Alexa. Gue melakukan ini semua agar gue bisa mendapatkan cinta loe" batin Vallerie.
Tak lama kemudian, Samuel memasukkan juniornya ke sawah Vallerie. Vallerie merasakan sakit luar biasa hingga darah segar keluar dari pematang sawahnya. Samuel segera mencium kening Vallerie dan membiarkan Vallerie sedikit merasa rileks. Beberapa saat kemudian, Samuel memulai aktivitas bercocok tanam bersama Vallerie diatas tempat tidur.
"apakah masih sakit sayang ??" bisik Samuel sembari mencium telinga Vallerie. Vallerie hanya menggeleng.
Mereka terus bercocok tanam hingga berada di ujung kenikmatan. Samuel memuntahkan isi juniornya hingga membanjiri sawah Vallerie. Vallerie pun menangis karena takut jika ia hamil setelah melakukannya dengan Samuel.
"Kamu tidak apa-apa sayang ??" tanya Samuel sembari mengelus rambut Vallerie.
"Kamu mengeluarkannya di dalam Sam.. aku takut hamil...hiks..hiks.." kata Vallerie diiringi tangisnya.
"Jika kamu hamil, aku akan bertanggungjawab atas anak yang ada di rahim kamu. Kamu jangan takut yaa..." kata Samuel kemudian memeluk Vallerie.
Hari sudah mulai gelap. Samuel meminta Vallerie segera bersiap untuk hadir ke pesta Steve. Tiba-tiba ponsel Samuel berdering. Tertera nama David yang menghubunginya.
"Loe dimana Sam ??" tanya David dari seberang panggilan ponsel.
"Gue masih di hotel Vid.." kata Samuel.
"30 menit lagi kita berangkat, persiapkan diri loe.." kata David kemudian mengakhiri panggilannya. Samuel menuju kamar mandi dan meminta Vallerie mandi bersama. Vallerie pun terpaksa menuruti Samuel.
"gue harus segera mengakhiri ini semua !!! gue sudah muak menjalani hubungan palsu seperti ini !!!" batin Vallerie.
/////Glory Hotel/////
Sean dan Alexa masih asyik tiduran di kamar hotelnya. Sean memberikan lengan kekarnya untuk Alexa gunakan sebagai bantal. Sedangkan Alexa memeluk tubuh Sean. Sesekali ia menciumi wajah dan leher Sean.
"Sayang..kamu jangan menggodaku !! kamu mau aku makan ??" kata Sean yang mulai tergoda dengan sentuhan Alexa.
"enggak lah.. sebentar lagi kan pestanya di mulai sayang, aku tidak mau terlihat lelah !!! aku mau terlihat cantik... lagian aku cuma ingin menyentuhmu kok." kata Alexa.
Tiba-tiba Alexa menyentuh Junior Sean yang mulai bangun dari hibernasinya kemudian berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap ke pesta Steve dan Rachel.
"sayaaaaaaang... !!!! Awasss yaaa...aku akan memakanmu setelah pesta selesai!!!" teriak Sean.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa telah siap berangkat ke pesta Steve dan Rachel. Sean menghubungi anak buahnya untuk berkumpul di lobby hotel dan memberitahu mereka agar datang bersama ke lokasi pesta.
"Siap King !!!!" kata Martin yang kemudian menyampaikan perintah Sean kepada semua rekannya.
//////Pesta Steve dan Rachel//////
David dan anak buahnya tiba di lokasi pesta. Mereka memberi ucapan selamat kepada Steve dan Rachel. Samuel, Vallerie dan anak buah David lainnya memberikan ucapan selamat terlebih dahulu kemudian disusul oleh David.
"Dimana pasangan loe Vid ??" tanya Steve.
"Pasangan gue masih disimpan Tuhan Steve.." canda David. David, Steve dan Rachel tertawa bersama mendengar jawaban David.
"Steve..apakah loe juga mengundang Devils ??" tanya David.
"tentu saja.. King Devils adalah sahabat gue !!!" jawab Steve.
"Tolong perkenalkan gue ke King Devils dong Steve.. gue ingin sekali bekerjasama dengan mereka" pinta David. Steve terdiam sejenak. Ia berfikir apakah Sean mau bekerjasama dengan Fire.
"Nanti gue akan memperkenalkan loe kepadanya." jawab Steve dengan senyuman penuh keraguan.
Tiba-tiba Felix datang menghampiri Steve dan berbisik kepada Steve bahwa Sean dan anak buahnya telah tiba. David terkejut saat melihat Felix begitu akrab dengan Steve. Steve pun memperkenalkan Felix kepada David.
"Dia Felix.. adik kandung gue Vid !!" kata Steve memperkenalkan Felix. Felix tak kalah terkejut melihat David. Ingatannya masih sangat jelas saat ia dan David berkelahi karena Alexa.
"Gue tahu dia Kak !!! Dia adalah orang yang cinta mati kepada Alexa !!!" kata Felix dengan wajah kesalnya. David terdiam saat Felix berkata demikian.
"benarkah ??? bukankah loe juga cinta mati kepada Alexa Fel ??" sindir Steve.
"itu kan dulu !!! sekarang Alexa adalah sahabat gue kak !!!" kata Felix sambil tersenyum. David merasa tersindir dengan perkataan Felix karena Alexa tidak mau berteman dengannya. Davidpun berpamitan ke toilet kepada Steve untuk menghindari Felix. Akan tetapi pada kenyataannya ia hanya menjauh dari Felix. Samuel dan anak buah Fire lainnya masih mengerumuni Steve, bahkan Vallerie mencoba mengajak Rachel berbincang.
"Alexa kamu cantik sekali.." batin Felix. Kedatangan Sean dan Alexa tidak luput dari pandangan David yang duduk disudut pesta. Ia tampak terpesona melihat kecantikan Alexa yang semakin sempurna dengan gaun hitam yang elegan.
"gue harap di kehidupan selanjutnya gue bisa mendapatkan loe Lex.. Tapi kenapa mereka juga ada disini ???" batin David penuh tanya sambil melihat Sean dan teman-temannya. Samuel dan Vallerie menatap Sean dan Alexa dengan kesal.
"Seharusnya gue yang bersama Sean, bukan loe Lex.." batin Vallerie. "Gue harus segera mengakhiri ini semua" batin Vallerie.
Sean, Alexa, Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally menghampiri Steve dan Rachel. Mereka segera memberikan selamat kepada Steve dan Rachel.
"Steve !!! selamat brooo" kata Sean sembari memeluk Steve dan menatap tajam Felix yang berada di belakang Steve. Felix pun melotot kepada Sean.
"Akhirnya bisa belah duren juga loe broo.." kata Jonathan sembari bersalaman kepada Steve.
"Iya dong !! setelah ini gue akan belah duren !!" kata Steve kemudian tertawa. Rachel menunduk malu saat Steve berkata demikian. Martin dan Kenzo bersalaman kepada Steve dan memberikan selamat atas pernikahannya. Kini giliran para wanita yang memberikan selamat kepada Rachel.
"Steve, Rachel selamat yaa.. semoga cepat mendapat momongan.. hehehe" kata Jean asal ngomong.
"Nooo... gue masih mau sekolah Jean. Mungkin nyonya Astin tuh yang akan dapat momongan" sahut Rachel sembari merangkul Alexa. Alexa hanya tersenyum dan tidak mengelak saat Rachel berkata bahwa Alexa akan mendapat momongan. Ia hanya diam karena semua yang dikatakan Rachel benar. Akan tetapi tidak ada satupun orang yang ia beritahu tentang kehamilannya. Vallerie terkejut melihat keakraban Rachel dengan Alexa dan teman-temannya.
"Heh Alexa !! kenapa loe kemari ?? memangnya loe diundang ?? bawa pasangan pula!!" tanya Vallerie mencoba merendahkan Alexa.
"gue sahabat Rachel !!! memangnya ada masalah jika gue datang ???" tanya Alexa menantang balik Vallerie. Samuel memegangi Vallerie yang mulai terbawa emosi.
"Oh.. kalian saling mengenal ???" tanya Rachel penasaran.
__ADS_1
"gue berharap tidak mengenalnya Chel.." sahut Sally. Rachel bingung dengan maksud ucapan Sally.
"Memangnya kenapa sih ??" tanya Rachel semakin penasaran.
"Dia itu wanita jahat Chel.. dia ingin merebut Sean dari Alexa" bisik Rose kepada Rachel.
"Oh.. jadi dia bunga kentut yang loe ceritakan ke gue Lex ???" tanya Rachel. Alexa mengangguk sambil menatap Vallerie dengan songongnya.
"loe telah mempermalukan gue Lex.. tunggu saja sampai loe berakhir" batin Vallerie sembari menggenggam erat jemari Samuel untuk meredam emosinya.
Steve dan Rachel mempersilahkan Sean, Alexa beserta rombongan memakan hidangan yang telah disiapkan. Martin, Jonathan, Kenzo, Jean, Rose dan Sally terlihat antusias dengan makanan yang tersedia. Sedangkan Sean menemani Alexa yang terlihat tidak ingin makan apapun.
"Sayang.. perut aku mual.. antar aku ke toilet yaa ??" pinta Alexa.
"cium dulu dong !!!" kata Sean sembari menunjuk pipinya. Alexa pun mencium pipi Sean dengan singkat.
Sean mengantar Alexa ke toilet. Dari kejauhan Samuel dan Vallerie mengikuti Sean dan Alexa. Sean dengan sigap memijat tengkuk Alexa yang sedang muntah. Tiba-tiba ponsel Sean berdering. Tertera nama Papa Robbert yang menghubunginya. Alexa meminta Sean menjawab panggilan Papa Robbert sedangkan dirinya akan menuntaskan rasa mualnya.
Sean menjawab panggilan Papa Robbert ke tempat yang tidak terdengar suara musik pesta. Samuel dan Vallerie memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk kedalam toilet. Mereka sepakat menghabisi Alexa tanpa jejak pada saat itu juga. Samuel meminta Vallerie mengecek cctv. Vallerie telah memastikan tidak ada kamera cctv yang terpasang. Vallerie menepuk pundak Alexa yang masih membersihkan mulutnya di wastafel. Alexa pun menoleh ke arah Vallerie.
"Hai Lex.. kita berjumpa lagi kali ini. Semoga saja ini pertemuan terakhir kita !!" kata Vallerie.
"Apa maksud loe ??" bentak Alexa. Tanpa menjawab pertanyaan Alexa, Vallerie meminta Samuel memukul kepala Alexa menggunakan balok besi hingga berdarah.
"Loe gila Vall..!!!!" teriak Alexa sambil menahan rasa sakit.
"Yaa... gue gila !!! gue akan waras jika berhasil menghabisi loe !!! berikan padaku sayang !!" kata Vallerie sambil meminta balok besi yang dibawa Samuel. Samuel pun memberikannya kepada Vallerie.
"Jangan pukul gue Val !!!" kata Alexa sambil mundur beberapa langkah, akan tetapi Samuel mencegahnya. Samuel memegangi Alexa agar Vallerie dapat memukulnya dengan leluasa. Vallerie memukul dada Alexa hingga nafas Alexa sesak.
"Rasakan itu gadis *j*a*l*a*n*g* !!! Loe sudah membuat David menyalahkan gue hingga dia merenggut posisi king fire dari gue !!!" bentak Samuel. Kesadaran Alexa mulai menurun karena darah yang keluar dari kepala Alexa sangat banyak. Ditambah lagi dengan pukulan di dadanya.
"gue harus melindungi anak gue" batin Alexa. Vallerie kembali memukul dada Alexa hingga Alexa terjatuh ke lantai. Alexa sengaja memposisikan dirinya telungkup ke lantai agar Vallerie tidak memukul perutnya. Melihat Alexa yang kesakitan dan bersimbah darah Vallerie merasa bahagia. Ia memukul punggung Alexa berkali-kali menggunakan balok besi hingga Alexa meringkuk merasakan sakit yang luar biasa.
"Se..sean..to..tolong..aku..!!!" kata Alexa lirih dengan berderai air mata.
"loe mau minta tolong kepada lelaki tidak berguna seperti Sean ???!! hahahahaha..." kata Samuel merendahkan Sean.
"berteriaklah yang keras agar suami banci loe mendengarnya !!!" kata Samuel kemudian menendangi punggung Alexa berkali-kali. Vallerie tidak tinggal diam, ia menendangi kepala Alexa hingga Alexa tidak mampu menahan rasa sakit.
"to..tolong ampun..ampuni gu..gue Vall.. Ss..sam.. jang..jangan pukul lagi.." kata Alexa yang mulai melemah.
"Hahahahaha...Gue tidak menyangka, Alexa yang selama ini dengan sifat sombongnya meminta ampun kepada gue.." kata Vallerie sambil menginjak kepala Alexa yang terluka parah.
"sayang sekali tidak ada ampun buat loe..hahahaha.." kata Samuel sambil menendangi leher dan punggung Alexa.
"Se..sean..hiks..hiks.." kata Alexa lirih kemudian hilanglah kesadarannya.
"ayooo panggil terus pahlawan kesiangan loe..hahahaha" kata Samuel sambil terus menginjak punggung Alexa. Vallerie turut membantu Samuel menendang dada Alexa.
Samuel dan Vallerie menghentikan aksinya setelah merasakan Alexa tidak bergerak. Vallerie penasaran apakah Alexa masih hidup atau sudah tewas.
"sayang..coba kamu cek, apakah dia masih hidup ??" kata Vallerie. Samuel mendekat ke arah Alexa.
Belum sempat mengecek, Samuel dan Vallerie mendengar suara Sean berbicara via telepon dengan seseorang di dekat toilet. Samuel segera menggandeng Vallerie dan mengajaknya kabur sebelum ada yang mengetahui aksi mereka. Tak lupa Samuel membawa balok besi yang digunakan untuk memukuli Alexa. Akan tetapi Samuel tidak menyadari jika lencana anggota fire miliknya jatuh di toilet.
__ADS_1
~bersambung~