
/////Mansion Sean dan Alexa/////
Sean tiba di Mansionnya setelah menempuh perjalanan singkat dari Markas ke Mansion yang ia tempuh dengan kecepatan tinggi. Ia bergegas menemui Alexa yang beristirahat di kamar. Akan tetapi ia menemui Alexa di kamarnya. Sean berlari sambil memanggil Mbok Dian. Mbok Dian pun menghampiri Sean yang memanggilnya.
"Dimana Alexa !!!!" bentak Sean yang takut jika istrinya diculik kembali.
"Ta..Tadi non..nona ada di kamarnya tuan.." kata Mbok Dian terbata karena ketakutan.
"bantu saya mencarinya Mbok.." kata Sean kemudian berlari mencari Alexa.
Sean berteriak memanggil Alexa ke seluruh penjuru Mansion, akan tetapi tidak ada jawaban dari Alexa. Sean terus mencari Alexa di sekitar garasi. Ia kembali berteriak memanggil Alexa. Alexa yang berada di dalam garasi segera menjawab Sean.
"AKU DI GARASI SAYAAAANG...!!!!" Teriak Alexa sangat kencang. Sean merasa lega saat mendengar suara Alexa. Ia menghampiri Alexa yang sedang sibuk membuka tutup tangki motor sport Sean.
"Kamu sedang apa disini ??? kamu membuatku khawatir Alexa..." kata Sean sambil memeluk erat Alexa.
"Aku ingin mencium aroma bahan bakar motor ini sayang.. makanya aku kemari.." jawab Alexa dengan santai.
"Ya Tuhan.. kamu aneh sekali sayang..kenapa harus mencium aroma bahan bakar sih ??? itu tidak baik untuk kesehatan sayang.." kata Sean
"Aku tidak meminumnya kan ?? aku cuma ingin mencium aromanya Sean.." jawab Alexa.
Sean meminta Alexa mengakhiri aktivitas anehnya dan mengajak Alexa masuk kedalam Mansion. Alexa terpaksa menuruti perintah Sean. Ia ikut masuk bersama Sean dengan bibir yang cemberut karena kesal. Akan tetapi Sean masih belum peka dengan kekesalan Alexa. Ia pun meminta Alexa kembali beristirahat di kamarnya.
"Sayang, kamu istirahat ya.." kata Sean sembari mendudukkan Alexa ke tempat tidur.
"Sean..aku tidak sakit !! aku masih sehat, masih segar, bugar" protes Alexa. "bahkan untuk melayani kamu lima ronde pun masih sanggup." gumam Alexa akan tetapi Sean masih bisa mendengarnya.
"apa ??? benarkah bisa lima ronde sayang ???" tanya Sean penuh semangat.
"Noo.. !!! kenapa harus istirahat ?? aku ingin ikut ke markas sama kamu" kata Alexa mengalihkan pembicaraan
"Oke.. aku akan ajak kamu ke markas. Tapi besok, sekarang kamu wajib stay di Mansion. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa sayang" kata Sean sambil memegang jemari Alexa.
"Tapi kamu akan menemaniku kan ??? Aku tidak mau sendiri Sayang.." rengek Alexa.
"Iya..aku akan menemani kamu. Tapi kiss dulu dong.." kata Sean sembari menunjuk bibirnya. Alexa tersenyum kemudian mencium bibir Sean.
//////Ke Esokan Harinya//////
Sean mengantar Alexa ke sekolah. Sebenarnya Sean tidak mengizinkan Alexa berangkat ke sekolah terlebih dahulu pasca penculikannya kemarin. Akan tetapi Alexa bersikeras tetap berangkat ke sekolah. Sean terpaksa menuruti permintaan Alexa dengan syarat Alexa harus tetap di kelas, jika ingin ke toilet, maka dirinya harus bersama Jean dan Martin. Jika ingin membeli sesuatu, Sean telah memerintahkan Jonathan untuk melayani Alexa membeli makanan dan minuman.
"Kamu jangan keluar dari kelas sebelum aku menjemput kamu !!" kata Sean.
"Siap king !!!" kata Alexa sambil tersenyum dan hormat kepada Sean. Melihat tingkah Alexa, Sean menjadi gemas. Ia pun mencium bibir Alexa kemudian mencubit kedua pipi Alexa.
"Sayaaang.. jangan dicubit aaah..." rengek Alexa. Sean tersenyum manis kemudian mencium kedua pipi Alexa dengan lembut.
"Jangan tinggalkan aku sayang..Aku sangat mencintai kamu." kata Sean dengan wajah serius.
"aku juga mencintai kamu sayang. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Sean
Aku akan selalu bersama kamu, meskipun hanya jiwaku yang tersisa di dunia ini" kata Sean sembari mengelus pipi Sean.
"tolong jangan bilang seperti itu sayang, aku tidak sanggup jika kamu tidak ada. Kamu harus menemaniku sepenuh jiwa dan raga. Jika kamu tiada, aku akan ikut bersamamu" kata Sean. Tanpa sadar Alexa meneteskan air mata mendengar perkataan Sean. Sean pun memeluk Alexa dengan erat untuk menenangkannya.
__ADS_1
Dari kejauhan David melihat kemesraan Sean dan Alexa. Meskipun hatinya merasakan sakit, namun ia sadar bahwa Alexa tidak mungkin menjadi miliknya. Terlebih lagi ia juga dihantui rasa bersalah atas tindakan Samuel kepada Alexa kemarin.
Jean, Rose dan Sally menghampiri Alexa yang masih berpelukan dengan Sean. Alexa segera berpamitan kepada Sean untuk masuk ke kelasnya. Setelah memastikan Alexa masuk ke kelas, Sean melajukan mobilnya ke SA. Company. Jean telah menceritakan kejadian penculikan Alexa kepada Rose dan Sally. Mereka semua menjadi khawatir dengan keadaan Alexa.
/////Kelas Vallerie/////
Vallerie menghampiri Samuel yang melamun dengan luka lebam di wajahnya akibat pukulan David. Vallerie hendak bertanya kepada Samuel tentang misinya bersama anak buahnya.
"Loh.. wajah kamu kenapa sayang ??" tanya Vallerie.
"biasa lah.. kemarin habis latihan jadi luka seperti ini.." jawab Samuel dengan seutas senyuman manis.
Ia sengaja menyembunyikan masalah antara dirinya dengan David. Ia tidak ingi Vallerie tahu bahwa dirinya bukan lagi King Fire. Ia takut jika ia memberitahukan yang sebenarnya kepada Vallerie, Vallerie akan meninggalkannya.
"Lalu bagaimana dengan misi kamu kemarin ??? apakah berhasil ??" tanya Vallerie. Samuel mengangguk kurang yakin.
"Sean berhasil menyelamatkannya sebelum misi kita selesai", jawab Samuel dengan wajah lesu. Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Vallerie. Samuel menjadi tidak tega saat melihat Vallerie kecewa terhadap kegagalannya.
"Kamu jangan khawatir sayang, kita akan tetap membalas perbuatan Alexa. Kita hatus melakukan semua sendiri. Oke ??" kata Samuel.
"tapi bagaimana caranya ???" tanya Vallerie.
"Kita tidak perlu melibatkan orang lain, hanya kita berdua yang akan membalasnya. Kita hanya menunggu waktu yang tepat saja sayang.." kata Samuel diiringi senyuman seringainya. Vallerie tersenyum setelah faham dengan perkataan Samuel.
/////Kelas Alexa/////
Jean, Rose dan Sally mengerumuni Alexa yang duduk di bangkunya. Mereka sangat khawatir dengan sahabatnya.
"Lex... loe gapapa ??? Apa ada yang sakit Lex ?" tanya Sally khawatir.
"Gue baik-baik saja guys.. selagi ada Sean gue tidak akan kenapa-kenapa kok" kata Alexa yang bangga dengan suaminya.
"Eh.. perlu kalian tahu, kemarin gue melihat wajah Sean sangat menyeramkan guys.. dia tidak seperti Sean suami Alexa. Dia seperti iblis yang siap menerkam tumbalnya" kata Jean menceritakan apa yang ia lihat saat Sean menyelamatkan Alexa.
"Masa sih ??? gue jadi penasaran.... gimana wajah Sean saat sedang sedih ya ???" sahut Sally.
"bener banget, gue juga ingin lihat Sean menangis..hehehehe.." kata Rose asal ngomong.
"Heiii.... !!!!! Suamiku tidak akan pernah menangis Loje.. Dia adalah pria tertampan, tergagah, tergentle dan lelaki paling sempurna di dunia ini setelah Papa gue, nggak mungkin dia akan menangis" kata Alexa membanggakan Sean.
"Dasar Bucin Loe Lex !!!!!" ejek Sally.
"Enggak !!! siapa yang bucin ???" elak Alexa.
Sebenarnya Alexa penasaran dengan pelaku penculikan dirinya. Ia bertanya kepada Jean tentang pelaku tersebut. Jean memberitahu kepada Alexa, Rose dan Sally bahwa pelakunya adalah anak buah Fire. Alexa terkejut karena David juga bagian dari Fire.
"Berarti David juga terlibat dalam penculikan gue kemarin Jean ??" tanya Alexa.
"Dia bilang dia tidak tahu tentang penculikan loe Lex.. tapi jika difikirkan lebih dalam, mana mungkin dia tidak tahu sedangkan dia berada dalam kelompok yang sama." kata Jean.
"Tapi mana mungkin David menyakiti Alexa ?? Bukankah David mencintai Alexa ???" tanya Sally.
"David bucin banget loh sama Alexa.." sahut Rose.
Perbincangan mereka terpotong setelah bel masuk berbunyi. Pak Danang mengumumkan akan ada ujian kenaikan kelas yang dimulai hari senin. Jean, Rose dan Sally melihat Alexa secara bersamaan dengan maksud agar Alexa membantu mereka menjawab semua pertanyaan saat ujian berlangsung. Alexa tersenyum dan mengangkat jempolnya, tanda bahwa ia bersedia membantu Jean, Rose dan Sally.
__ADS_1
Bel pulang berbunyi. Jean, Rose dan Sally mengajak Alexa main di cafe dekat sekolah bersama Martin, Jonathan dan Kenzo. Alexa merasa sudah lama sekali ia tidak main bersama sahabat-sahabatnya. Oleh karenanya, ia menghubungi Sean dan meminta izin Sean agar diperbolehkan main bersama Jean, Rose dan Sally.
"boleh ya sayang ???" rengek Alexa melalui panggilan selular.
"Boleh, tapi aku harus ikut !!! kita berangkat bersama ya sayang. Tunggu di kelas sampai aku menjemput kamu sayang" kata Sean kemudian mengakhiri panggilan Alexa. Ia bergegas membereskan berkas yang ia pelajari kemudian pergi menjemput Alexa.
//////Hotel//////
Felix bersiap akan kembali ke Negara B untuk membantu persiapan pernikahan Steve dan Rachel. Saat ia akan meninggalkan hotel, ia mendapat kabar dari anak buahnya tentang penculikan Alexa. Felix terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ia segera menghubungi Alexa karena khawatir.
"kamu dimana Lex ?" tanya Felix.
"gue masih di sekolah Fel.. tapi kita akan main ke cafe dekat sekolah" kata Alexa.
"Tunggu aku di Cafe itu Lex.." pinta Felix kemudian mengakhiri panggilannya dan bergegas menuju ke lokasi yang akan dituju Alexa.
Sean telah meminta Darren memesan kalung berlian untuk Alexa yang telah terpasang alat pelacak yang telah terkoneksi langsung ke ponsel Sean dan Server di Markas Devil. Ia tidak Alexa mengalami kejadian yang sama seperti kemarin. Ia akan memasangkannya kepada Alexa saat bertemu nanti.
Tak lama setelah menempuh perjalanan, Sean tiba di sekolah. Ia menghampiri Alexa yang masih menunggunya di kelasnya. Martin, Jonathan dan Kenzo memberi hormat kepada Sean saat Sean memasuki kelas. Akan tetapi Sean mengabaikan mereka. Martin sadar jika Sean masih marah kepadanya dan teman-temannya karena telah lalai terhadap tugasnya. Oleh karenanya Martin, Jonathan dan Kenzo mencoba membujuk Sean agar mau memaafkan mereka.
"Sayang.. pakailah kalung ini.." kata Sean sambil memakaikan kalung kepada Alexa.
"kenapa tiba-tiba memberiku kalung sayang ??" tanya Alexa bingung.
"Kalung ini sudah terpasang alat pelacak yang terkoneksi langsung ke ponsel aku. Aku tidak ingin kamu diculik lagi sayang" kata Sean sembari memegang liontin kalung tersebut.
"Terimakasih sayang.." kata Alexa kemudian mencium bibir Sean. Sean tersenyum dan mengangguk.
"Ekhm..ekhm.. jadi ke cafe nggak nih ???" tanya Jonathan memecah suasana romantis Sean dan Alexa.
"Iya nih..keburu sore loh.." sahut Rose.
Akhirnya mereka semua berangkat ke cafe dekat sekolah. Beberapa saat kemudian mereka tiba di cafe yang dituju. Felix sudah terlebih dahulu tiba disana dan menunggu kedatangan Alexa. Ia bergegas menghampiri Alexa saat melihat Alexa turun dari mobil.
"kamu tidak apa-apa lex ??" tanya Felix sembari melihat Alexa dari atas hingga bawah.
"Gue tidak apa-apa Fel.. loe jangan khawatir" jawab Alexa.
"Syukurlah..." kata Felix kemudian memeluk Alexa.
"Hei.. jangan sentuh istri gue..!!!!" kata Sean dengan nada dinginnya sambil melepaskan pelukan Alexa dan Felix.
"Brengsek !!!! Loe jadi suami tidak becus menjaga istri !!!! Kalau loe tidak sanggup menjaga Alexa, serahkan tugas loe ke gue !!! gue bisa menjaga Alexa lebih baik dari loe !!!!" kata Felix sambil memukul wajah Sean. Sean hanya diam karena dirinya memang belum bisa menjaga istrinya dengan baik.
"Loe jangan mimpi !!!! Gue tidak akan membiarkan siapapun memisahkan gue dengan Alexa" kata Sean dengan tatapan tajam kepada Felix sambil menarik Alexa ke belakang tubuhnya. Emosi Sean mulai terpancing saat Felix memiliki niat merebut Alexa darinya.
"gue pernah bilang ke loe, gue rela Alexa bahagia bersama loe. Tapi jangan pernah sekalipun membuatnya menangis. Jangan sampai Alexa celaka atau gue akan merebutnya dari loe !!! tapi apa kenyataannya ??? loe tidak becus menjaganya !!!" teriak Felix sembari mencengkeram kerah baju Sean.
"Sudah Fel.. kita yang bersalah !!! Sean sudah memerintahkan kita menjaga Alexa tapi kita lalai sehingga anak buah Fire berhasil menculik Alexa" kata Martin mencoba memisahkan Sean dan Felix yang mulai bersitegang.
"Cukup Felix !!!! Hanya anak buah Fire yang bersalah !!! bukan Sean, bukan juga anak buah Devil. Yang penting gue baik-baik saja Fel. Jangan buat suasana tidak nyaman Fel.. Please.." kata Alexa. Felix melepaskan cengkeramannya dari baju Sean.
"Mending kita minum, biar otak kita adem, tidak bertengkar terus." kata Rose yang mencoba mencairkan suasana.
Tanpa berkata apapun, Sean mengajak Alexa pulang. Ia sudah tidak lagi ingin berkumpul bersama Felix. Alexa terpaksa menuruti Sean karena ia tidak ingin terjadi ketegangan antara Suami dan sahabatnya Felix.
__ADS_1
~bersambung~