Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Berkelahi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di sekolah. Seperti biasa, Martin, Jonathan dan Kenzo menunggu kedatangan Sean di parkiran. Sean dan Alexa turun dari mobil.


"King kita pagi ini terlihat fresh sekali ya..." sindir Jonathan.


"Fresh dong !!! Kan dapat asupan gizi dari Queen.. hahahahaha..." sahut Martin sambil tertawa. Sean pun melotot kepada Martin yang berbicara sembarangan.


Martin, Jonathan dan Kenzo tahu bahwa Alexa menginap di Mansion Sean. Oleh karenanya mereka menggoda Alexa dan Sean. Akan tetapi apa yang mereka lakukan sia-sia karena Alexa sama sekali tidak peka dengan candaan mereka.


"Kenzo !!! sudah loe kerjakan ???" tanya Sean dengan nada dinginnya.


"sudah King !!! kita tinggal memetik hasilnya" kata Kenzo dengan senyuman seringai di bibirnya.


Sean berjalan di samping Alexa karena ia khawatir jika Alexa bertemu dengan anak buah Steve, trauma Alexa akan kambuh. Dan benar saja, Lucas, Zidane dan Victor melihat Alexa dari kelasnya. Sean yang sadar bahwa Alexa tengah menjadi bahan pemandangan anak buah Steve pun segera memeluk pinggang Alexa dengan posesif. Alexa menatap Sean yang tiba-tiba memeluknya.


"Aku akan baik-baik saja jika bersamamu Sean" kata Alexa sembari menggenggam jemari Sean. Sean pun tersenyum senang karena Alexa mengandalkan dirinya.


Saat Alexa masuk ke dalam kelas, Jean melepaskan tangan Sean dengan paksa dari pinggang Alexa dan menggandengnya ke tempat duduk Alexa. Sean menatap aneh kepada Jean karena dia dengan berani merebut Alexa darinya. Jean memberitahu Alexa bahwa Vallerie dan teman-temannya terlibat masalah foto vulgar. Alexa terkejut saat Jean menceritakan kepadanya.


"Kenapa gue baru tahu Jean ?? Sejak kapan mereka berfoto seperti itu ??" kata Alexa dengan kata yang menggebu-gebu.


"Entahlah Lex.. tapi gue seneng banget. akhirnya dendam kita terbalaskan !!! hahahaha..." kata Jean sambil tertawa senang.


"Itu namanya azab Lex.. Dia sudah berbuat dosa ke kita. Jadi Tuhan membalas perbuatan mereka !!! hahahaha.." kata Sally dengan nada mengejek.


"Lex loe tidak apa-apa kan ?? kemarin loe terlihat ketakutan saat bertemu tiga cowok itu !!!" tanya Rose.


"Gue tidak apa-apa kok. Untung ada Sean yang mendampingi gue.." kata Alexa sambil tersenyum melihat Sean.


Sean pun tanpa sengaja juga melihat Alexa hingga akhirnya mereka saling memandang. Seab mengedipkan satu matanya kepada Alexa sambil tersenyum. Alexa pun tersenyum salah tingkah. Kenzo yang melihat Sean berkedip pun bertanya.


"King.. mata loe kemasukan nyamuk ya ?? kenapa berkedip seperti itu ??" tanya Kenzo dengan bodohnya. Sean hanya diam dan menatap Kenzo dengan tatapan kesal. Kenzo pun diam seketika saat Sean menatapnya seperti itu.


////////////////////


Papa Robbert dan Mama Ivanka bertekad pulang hari ini juga. Mereka takut jika Sean dan Alexa berbuat melewati batas. Akan tetapi Papa Kevin tidak setuju dengan Papa Robbert.


"Gue percaya sama Alexa dan Sean Rob.. mereka tidak akan melakukan apa-apa." kata Papa Kevin.


"Mereka saling mencintai Rob, mana mungkin mereka saling merusak satu sama lain. Gue juga yakin Sean tidak akan bertindak macam-macam kepada Alexa." kata Mama Nessa.


"Kita pulang besok saja ya Sayang ??!! Sekali-kali kita double date dong!!!" rayu Mama Ivanka sambil bergelayut manja di lengan Papa Robbert.


"Kalian tidak tahu kan, tatapan Sean kepada Alexa sudah lebih dari saling mencintai Nes. Dan loe Vin, gue yang bapaknya saja sulit percaya kepada Sean. Kenapa loe percaya sepenuhnya kepada Sean !!!! Dan kamu Ma, kita tidak boleh mementingkan ego kita. Apakah kita akan diam saja jika anak kita melakukan kesalahan !!! Aku yakin Sean tidak akan berfikir dua kali untuk membuat kesalahan itu Ma !!!!" kata Papa Robbert yang kesal dengan Papa Kevin, Mama Nessa dan Mama Ivanka.

__ADS_1


Mereka bertiga tertunduk dan merasa bersalah. Akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke Negara K setelah acara selesai.


/////////////////////


Vallerie, Yunna, Angel dan Anna dipanggil ke ruang kepala sekolah karena kasus foto vulgar yang tersebar di media sosial. Pak Danang tidak menyangka bahwa Vallerie dan teman-temannya yang selama ini ia bela juga melakukan kesalahan yang bisa mencoreng nama baik Einstein Highschool.


"Vallerie !!!! kamu sadar apa yang kamu lakukan ini bisa merusak nama baik sekolah !!!!" bentak Tuan Bennedict.


"Tapi aku tidak melakukannya ayah !!! hiks..hiks.. Aku yakin ada yang memfitnahku !!!! Percayalah padaku ayah.. hiks..hiks.." kata Vallerie sambil menangis.


"Iya Pak, kami tidak pernah berfoto seperti itu, kami juga tidak mengenal lelaki yang ada di foto itu...hiks..hiks.." kata Angel sembari menangis karena takut.


"Berikanlah bukti jika kalian tidak bersalah !!! saya beri waktu sampai besok pagi !!" kata Tuan Bennedict dengan perasaan kesal bercampur sedih.


Beberapa saat kemudian, Vallerie, Yunna, Angel dan Anna kembali ke kelas mereka. Kebetulan saat mereka kembali, bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelas untuk beristirahat. Disaat bersamaan, Alexa Jean, Rose dan Sally menuju ke kantin dan berpapasan dengan Vallerie dan teman-temannya.


Jean, Alexa, Rose dan Sally menahan tawa saat melihat Vallerie dan teman-temannya yang tampak lesu dan sedih. Vallerie dan teman-temannya yang merasa di tertawai pun menjadi kesal.


"Pasti kalian pelakunya kan !!!!" bentak Vallerie penuh amarah.


"Jangan asal bacot loe !!!! Loe itu nggak penting buat kita !!! lagian tidak ada untungnya membalas perlakuan kalian !!!! Loe kira kita tidak tahu jika loe dan teman-teman loe yang mengedit foto kita ???? Loe salah !!!" kata Jean sambil menyilangkan tangannya di depan dada dengan tatapan mengintimidasi.


"Dan loe emak-emak !!! ternyata loe benar-benar ****** ya !!!! bukannya insyaf setelah diperkosa anggota mafia, malah kelakuan loe semakin busuk !!!!! Loe kan yang mengedit foto kita ?!!! Gue nggak akan diam jika loe mengusik gue dan sahabat-sahabat gue !!!!" kata Sally sembari menarik kerah seragam Yunna.


"Brengsek !!!! beraninya loe mengungkit masalah itu !!!!!!" kata Yunna sembari mendorong Sally. Sally yang tidak ada persiapan menahan tubuh akhirnya tersungkur setelah didorong Yunna.


"Loe juga jangan menyentuh sahabat gue wanita ******!!!!" kata Vallerie yang hendak memukul Rose akan tetapi di tahan oleh Alexa. Alexa menarik rambut Vallerie hingga Vallerie kesakitan. Angel dan Anna mencoba membantu Vallerie, mereka menarik rambut Alexa bersama.


"Lepaskan Vallerie !!!!!" bentak Angel sembari menarik rambut Alexa. Alexa pun kesakitan saat dua orang menarik rambutnya.


"Aaargh...sakit !!!! Lepasin gue bunga tai !!!" keluh Alexa. Jean dan Rose dengan sigap menolong Alexa. Jean dan Rose menarik rambut Angel dan Anna agar mereka melepaskan rambut Alexa. Sebenarnya Jean, Rose dan Sally menahan tawa saat Alexa menyebut Angel dan Anna dengan sebutan bunga tai. Akan tetapi mereka harus tetap menjada image mereka di depan siswa lain yang menontonnya.


"Lepaskan Alexa atau gue botakin kepala loe !!!" ancam Jean sambil menarik rambut Angel dengan kuat. Melihat teman-temannya kesakitan, Yunna hendak menolong mereka. Akan tetapi Sally mencegahnya.


"Loe mau apa ha ???!!! urusan loe sama gue !!!" kata Sally dengan senyum seringai di bibirnya.


Semua siswa termasuk Lucas, Zidane dan Victor bergerombol menonton perkelahian antara Jean dan Vallerie beserta gengnya. Mereka terkejut saat mendengar omongan Sally. Lucas merekam perkelahian Alexa untuk kemudian dikirimkan kepada Felix. Bu Rini, wali kelas Vallerie yang melihat perkelahian siswa-siswanya segera melerainya sebelum mereka berurusan dengan kepala sekolah.


"Hentikan atau saya laporkan kalian semua ke BK dan Kepala Sekolah !!!!!!" ancam Bu Rini.


Mendengar ancaman Bu Rini, Alexa bergegas melepaskan rambut Vallerie. Begitupun Jean, Rose, Angel dan Anna juga menghentikan aksinya. Alexa, Jean, Rose dan Sally berlalu menuju kantin. Sedangkan Vallerie dan teman-temannya kembali ke kelas.


Semua siswa melihat Vallerie, Yunna, Angel dan Anna dengan tatapan jijik. Bahkan ada yang secara terang-terangan mencemooh Vallerie dan teman-temannya. Meskipun kesal Vallerie, Yunna, Angel dan Anna harus menahannya karena mereka tidak ingin terlibat dalam masalah yang lebih besar.

__ADS_1


Di kantin, Alexa, Jean, Rose dan Sally minum minuman dingin untuk meredakan emosi mereka. Mereka saling menatap satu sama lain kemudian tertawa terbahak-bahak bersama. Mereka merasa puas telah mengumpat kepada Vallerie dan teman-temannya.


"Lex.. loe yaa... mudah banget mengatai mereka bunga tai.. hahahahaha..." kata Rose sambil tertawa.


"Entahlah.. itu semua terlintas begitu saja di fikiran gue. Ada bunga kentut berarti juga ada bunga tai" kata Alexa dengan santainya. Jean, Rose dan Sally masih menertawai Alexa.


Beberapa saat kemudian, Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo menghampiri pacar mereka di kantin setelah mendengar berita perkelahian antara pacar mereka dengan Vallerie dan teman-temannya. Mereka khawatir jika terjadi sesuatu dengan orang yang mereka sayangi. Saat melihat Jean, Alexa, Rose dan Sally tertawa, mereka merasa lega karena sudah tahu bahwa pacar mereka baik-baik saja.


Mereka bergabung bersama Jean, Alexa, Rose dan Sally. Sean duduk dengan wajah dinginnya. Diam-diam Alexa memegang tangan Sean. Sean melirik ke arah Alexa kemudian menggenggam tangan Alexa.


"Kalian habis berkelahi ??? gimana menang nggak ???" tanya Kenzo penasaran.


"menang dong !!!" kata Sally dengan PeDenya.


"Nanti malam kita hang out yuk ?? kita rayakan hari jadian kita dengan makan malam bareng." ajak Martin. Alexa, Jean, Rose dan Sally hanya menyimak perkataan Martin.


"Gue setuju. Kita semua kan sudah jadian, tapi tidak ada satupun dari kita yang merayakannya. Nanti malam biar King yang mentraktir kita. Boleh kan King ???" tanya Jonathan antusias.


"Hmm.." jawab Sean dengan nada dingin khasnya.


Jean, Alexa, Rose dan Sally tersenyum senang. Beberapa saat kemudian, bel masuk berbunyi. Semua siswa pun masuk ke kelas mereka masing-masing.


////////////////////


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally telah siap berangkat ke restoran yang mereka. Mereka naik mobil sendiri karena ingin berduaan bersama pacar mereka masing-masing. Alexa masih memoles wajahnya dengan make up tipis yang semakin menambah kecantikannya. Tak lama kemudian Sean mengetuk pintu kamar tamu.


"Sayang.. ayo kita berangkat.." kata Sean yang sudah rapi dan siap berangkat.


Alexa bergegas keluar karena ia tidak mau Sean menunggunya terlalu lama. Sean terbengong saat melihat wajah cantik Alexa.


"Sayang.. kamu pakai make up ?" tanya Sean sambil mengelus pipi Alexa.


"iya.. kenapa sayang ?? jelek ya ?? aku hapus dulu ya.." kata Alexa hendak kembali masuk ke kamar.


"jangan dihapus !!!! kamu cantik banget sayang.." kata Sean sambil tersenyum dan mencium kening Alexa kemudian berangkat.


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally sudah menunggu kedatangan Sean dan Alexa di Cherry Resto. Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa tiba di Cherry Resto. Mata Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally tidak henti mengikuti langkah kaki Sean dan Alexa yang terlihat sangat serasi saat jalan berdua.




__ADS_1



~bersambung~


__ADS_2