Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Ulang Tahun Vallerie


__ADS_3

///////Parkiran///////


Bel masuk berbunyi. Semua siswa mulai memasuki kelas masing-masing untuk menjalani pelajaran lanjutan. Tidak seperti siswa lainnya, Sean menggandeng Alexa menuju ke mobilnya kemudian menghimpitnya di depan pintu mobil. Ia menanyakan kebenaran perkataan Rose.


"Jelaskan sekarang Alexa !!" pinta Sean dengan nada dinginnya.


"Oke.. tadi David mengajakku datang bersamanya ke ulang tahun Vallerie. Tapi aku sudah menolaknya kok" kata Alexa dengan santai.


"kamu jangan coba-coba bermain di belakangku Alexa.." kata Sean dengan nada dinginnya. Alexa tersenyum kemudian mendorong Sean.


"Kalau bermain di depan kamu gimana sayang ?" kata Alexa sambil mengalungkan tangannya ke belakang leher Sean. Sean terdiam atas tindakan Alexa. Ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menjawab Alexa.


"Kok diam ?? jawab dong sayang.." tanya Alexa sembari membuka kancing seragam Sean.


Sean masih terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Alexa semakin merasa tertantang dengan diamnya Sean. Ia mencium dan menjilat leher Sean. Sean memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya merasakan kelembutan bibir Alexa dan rasa geli dari jilatan Alexa. Alexa memberikan tanda kepemilikan di leher Sean. Sean pun semakin tidak tahan.


"Ayo kita bermain sekarang.." kata Sean sambil membuka pintu mobil dan mendorong Alexa masuk kedalam mobil. Ia mendudukkan Alexa di pangkuannya. Tanpa membuang waktu, Sean mulai membuka seragam Alexa kemudian membuka resleting celananya.


"Sean.. Aku hanya bercanda..jangan seperti ini Sean.." kata Alexa mulai panik sambil menutup kancing seragamnya.


"Kamu sudah menggodaku gadis nakal. Sekarang aku sudah tidak tahan.. Jadi layani aku dengan sebaik mungkin sayang" bisik Sean sambil sesekali menggigit telinga Alexa.


"tap..tapi kita masih di sekolah Sean.. kalau kita bermain disini, kita akan ketahuan." kata Alexa sembari mengelus rambut Sean.


Sean tidak lagi menjawab perkataan Alexa. Ia telah diselimuti gairah hingga tidak memperhatikan situasi dan kondisi mereka saat ini. Sean menyusuri dada Alexa dengan bibir indahnya. Sesekali ia bermain di dua gunung Alexa yang terdapat bebatuan indah di puncaknya. Sean mulai menyingkap rok Alexa dan memasukkan juniornya kedalam sumur Alexa. Mobil Ferrari Sean menjadi saksi betapa tidak tahannya Sean terhadap godaan Alexa.


Dari kejauhan Pak Danang yang hendak menuju ke aula sekolah melihat mobil Sean bergoyang dengan tidak wajar. Pak Danang merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Akhirnya ia menghampiri mobil Sean. Ia mencoba mengintip, akan tetapi kaca mobil Sean tidak terlihat dari luar sehingga Pak Danang tidak bisa melihat apa yang dilakukan Sean di dalam mobilnya. Sedangkan mobil Sean masih aktif bergoyang seirama. Pak Danang yakin jika dua siswa primadona di sekolahnya sedang melakukan tindakan mesum di dalam mobil.


"Aaah... emmmh... Aaahhh..." erang Sean yang mulai berada di puncak kenikmatan. Ia pun semakin mempercepat gerakannya.


"Aaaaah...eeemmmmhhh..." erang Alexa. Tanpa sadar ia menancapkan kukunya di pundak Sean.


"Aaaaaaah.. Aaaaahhhh... Aaaaaahhh..." erang Sean setelah sang junior menyemburkan lahar dinginnya di dalam sumur Alexa.


"Terimakasih sayang.." kata Sean sembari mencium bibir Alexa. Alexa tersenyum kemudian memeluk Sean.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan di jendela mobil mereka. Sean dan Alexa melihat ke arah jendela. Ternyata Pak Dananglah yang mengetuk kaca jendela mereka. Alexa terkejut sekaligus khawatir jika Pak Danang mengintip dirinya bersama Sean saat melakukan ritual suami istri. Sean meminta Alexa tetap tenang sedangkan dirinya akan keluar menemui Pak Danang.

__ADS_1


"Ada apa ?!!" tanya Sean dengan nada dinginnya. Pak Danang melihat Sean dari kepala hingga kaki.


"tutup dulu resleting celana kamu !!!" kata Pak Danang dengan nada yang tak kalah dingin dengan Sean. Sean pun segera menutup resleting celananya.


"saya akan adukan kamu kepada orang tua kamu Sean dan orang tua Alexa juga.." kata Pak Danang kemudian pergi meninggalkan Sean begitu saja. Sean mencoba mengejar Pak Danang, akan tetapi usahanya sia-sia. Pak Dang sudah lari terlebih dahulu. Kini Sean mulai panik, ia takut jika kedua orang tua dan mertuanya marah kepadanya dan Alexa. Ia pun berniat ingin menyembunyikan apa yang dikatakan Pak Danang kepada Alexa.


"Mampus !!!!!! Jangan sampai Alexa tahu, atau dia juga akan marah ke gue. bisa-bisa gue tidak dapat jatah jika Alexa marah." batin Sean. Ia mencoba bersikap biasa agar Alexa tidak curiga. Sean pun mengajak Alexa pulang ke Mansion mereka.


////////Rumah Rose///////


Jonathan menjemput Rose dengan mobil barunya yang merupakan bonus dari Sean setelah ia berhasil menyelesaikan racun yang diminta oleh Sean. Ia mengetuk pintu rumah Rose. Kebetulan saat ini, Jasmine sedang ada jadwal pemotretan sehingga ia tidak bisa menemui Jonathan.


"kamu cantik sekali honey.." puji Jonathan kepada Rose yang berpenampilan berbeda dari biasanya. Rose hanya tersenyum malu saat Jonathan memujinya. Setelah menjemput Rose, Jonathan bergegas mengajak Rose menuju ke Mansion Sean dan Alexa.


///////Rumah Jean///////


Jean dan Sally menunggu kedatangan pacar mereka. Sally sengaja datang ke rumah Jean karena ia tidak begitu mahir berdandan. Oleh karenanya ia meminta bantuan kepada Jean. Tak lama kemudian, Martin dan Kenzo datang dalam satu mobil. Mendengar suara mobil, Jean dan Sally segera keluar rumah. Mereka berdua tertegun melihat pacar mereka berubah menjadi pangeran yang tampan.


"Sally sayang.. kamu cantik banget. Coba saja tiap hari kamu dandan seperti ini.." kata Kenzo.


"terimakasih sayang.." kata Sally kemudian mengecup pipi Kenzo.


"Baby.. kamu sexy sekali" kata Martin dengan tatapan ingin segera memakan Jean.


"Hei... kalian belum menikah.. jaga mata dan nafsu loe Tin.." kata Sally mengingatkan Jean dan Martin.


"Apaan sih !!! ayo kita berangkat sekarang" ajak Martin. Martin, Jean, Kenzo dan Sally berangkat bersama menuju ke Mansion Sean dan Alexa.


//////Mansion Sean dan Alexa//////


Tak lama kemudian Jonathan dan Rose tiba di Mansion Sean dan Alexa. Mbok Dian mempersilahkan mereka masuk kedalam ruang tamu. Belum sempai mereka masuk, Martin, Jean, Kenzo dan Sally tiba di Mansion. Mereka pun masuk bersama kedalam Mansion Sean. Mbok Dian bergegas memberitahu majikannya bahwa teman mereka sudah menunggu di ruang tamu.


Sean dan Alexa sedang bersiap untuk pergi ke acara ulang tahun Vallerie. Sean merasa aneh saat mengenakan pakaian yang diberikan Martin, Jonathan dan Kenzo. Akan tetapi ia tidak mau ambil pusing. Sean menghampiri Alexa yang sedang memakai perhiasan. Ia memeluk Alexa dari belakang.


"Sayang.. jangan terlalu cantik gini dong !!! aku tidak mau kamu jadi perhatian orang-orang!!" kata Sean sembari menciumi pundak Alexa yang terbuka.


"Apa aku ganti baju saja ya sayang ?" tanya Alexa sembari memegang pipi Sean.

__ADS_1


Tiba-tiba Mbok Dian mengetuk pintu kamar Sean dan Alexa. Mbok Dian memberitahu bahwa teman-teman mereka telah menunggu di ruang tamu.


"tidak perlu sayang.. mereka sudah datang.." kata Sean sembari mencium leher Alexa.


Sean dan Alexa keluar dari kamar. Sean menggandeng Alexa saat menghampiri sahabat dan anak buah mereka. Mata Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally tertuju pada Sean dan Alexa yang sedang berjalan menuruni anak tangga.


"Gilaaaa...mereka benar-benar seperti King dan Queen" puji Kenzo.


"Ini harus gue foto guys.. mereka sangat sempurna.." kata Rose sambil mengambil ponselnya.


"Gue akui sahabat gue memang sangat cantik. Hanya Sean yang pantas bersanding dengan Alexa." kata Jean sembari menggenggam tangan Martin.


"Heii...!!!!! bengong mulu.." kata Alexa membuyarkan lamunan sahabat-sahabatnya.


"Yuk kita berangkat sekarang.." ajak Alexa. Semua mengangguk tanpa bersuara karena masih tersihir dengan penampilan Sean dan Alexa. Akhirnya mereka berangkat ke rumah Vallerie dengan naik mobil masing-masing.


////////Rumah Vallerie///////


Suasana pesta Vallerie sangat meriah. Dekorasi yang terpasang dengan indah dan elegan semakin menambah keindahan pesta Vallerie. Semua tamu undangan sudah datang dan memberikan ucapan selamat kepada Vallerie.


Vallerie terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna hitam, yang kontras dengan gaun tamu undangan. Disamping Vallerie, berdiri Samuel dan Tuan Bennedict selaku pacar dan ayah yang mendampingi Vallerie. Samuel dan Tuan Bennedict mengenakan tuxedo putih yang juga kontras dengan warna tamu undangan.


Anna dan Angel pun berbaur dengan teman-teman mereka. Sedangkan Yunna bersama David sedang duduk di sekitar pintu masuk. Sebenarnya David merasa risih dengan adanya Yunna yang selalu menempel padanya. Akan tetapi ia harus menahannya untuk mendapatkan sebuah bukti. David sengaja datang ke pesta Vallerie karena ia ingin memastikan bahwa Sean tidak memiliki hubungan apapun dengan Alexa sehingga ia bebas mengejar cinta Alexa.


Papa Robbert dan Mama Ivanka menerima undangan khusus dari Tuan Bennedict sehingga mereka hadir malam itu untuk menghormati Tuan Bennedict selaku teman Papa Robbert. Malam semakin larut sedangkan acara ulang tahun tak kunjung dimulai juga. Samuel tidak tahu jika Vallerie mengundang Sean dan teman-temannya. Ia mendesak Vallerie agar segera memulai acara inti, akan tetapi Vallerie bersikeras meminta waktu.


"Sayang.. ini sudah jam 20.00, kalau kita tidak segera memulai acara, nanti kita akan kemalaman. Semua tamu juga sudah datang kan ??" kata Samuel.


"Tapii.." kata Vallerie terpotong.


"Kita mulai sekarang saja sayang.. teman-teman kita sepertinya ingin segera pulang karena bosan." kata Samuel menyela pembicaraan Vallerie.


"Baiklah.. kalau begitu kita mulai sekarang deh" kata Vallerie dengan nada terpaksa.


Vallerie pun memulai acara inti di pesta ulang tahunnya. Yunna memaksa David untuk mendekati pusat acara. David pun dengan terpaksa menuruti Yunna untuk menghormati Vallerie sebagai penyelenggara pesta. Akhirnya pesta pun dimulai. Rangkaian acara yang dimulai dari acara tiup lilin, potong kue dan membuka kado dari orang spesial sudah terlaksana dengan lancar. Setelah acara inti selesai, Vallerie mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati jamuan yang tersedia. Sementara Vallerie masih celingukan mencari Sean.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Martin, Jean, Kenzo, Sally, Jonathan, Rose, Sean dan Alexa tiba di rumah Vallerie. Alexa dan sahabat-sahabatnya masih merasa ragu untuk ikut serta dalam acara Vallerie. Akan tetapi Sean menguatkan Alexa untuk tetap hadir di acara ulang tahun Vallerie.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2