
Jean, Alexa, Rose dan Sally makan di kantin. Alexa terlihat hanya mengaduk-aduk makanan tanpa memakannya. Jean, Rose dan Sally kembali merasa aneh dengan sikap Alexa.
"Lex.. loe kenapa ?? loe baik-baik saja kan ?? ceritakan ke kita Lex.. kita kan sahabat loe" kata Jean sembari menggenggam tangan Alexa. Alexa tetap diam dan menundukkan kepalanya karena ia tengah menahan tangis.
"Guys, kayaknya kita perlu pindah ke tempat yang lebih sepi deh" saran Sally. Jean, Rose dan Sally mengajak Alexa ke taman agar Alexa bisa bercerita dengan leluasa.
"ayo Lex..ceritakan ke kita" kata Jean. Alexa kembali menangis. Ia menceritakan semua yang terjadi kepadanya saat bersama Sean tadi malam hingga hukuman yang ia terima dari Papa Kevin untuk menebus kesalahannya.
"Gu...gue nggak bisa jauh dari Sean.. hiks..hiks.." kata Alexa sembari menghapus air matanya. Tanpa mereka sadari, Lucas, Zidane dan Victor melihat Alexa yang sedang menangis. Mereka memotret Alexa untuk kemudian dikirimkan kepada Felix.
"Kalian ceroboh banget sih.. kenapa bisa sampai ketahuan Lex ?? kalau gini kan kalian susah buat ketemu !!!" kata Rose yang juga ikut kesal.
"Kan orang tua kita sama-sama berada di luar negeri Roje.. Jadi gue diminta tidur di Mansion keluarga Sean. Kenapa loe juga ikut-ikutan marahin gue sih Roje... hiks..hiks.." kata Alexa manja sambil memeluk Jean.
"Gue nggak marahin loe sayaaang. Gue cuma heran aja.. otak kalian berdua kan termasuk aqdiatas rata-rata tapi cuma bercumbu doang bisa ketahuan semudah itu ?? Kan aneh.." kata Rose heran.
"iya juga yaa.. loe sama Sean kan sama-sama cerdas, tapi urusan *** kenapa bego banget ya ??" kata Sally yang juga merasa heran. Jean dan Rose menahan tawa mendengar perkataan Sally.
"Bego pala loe Sall !!!!! Kita tidak tahu jika orang tua kita akan pulang !!! Tiba-tiba mereka main masuk kemudian menggerebek kamar yang gue tempati. Biasanya juga gue tidurnya sama Mbok Yeti." kata Alexa dengan bibir yang cemberut. Jean, Rose dan Sally tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Alexa.
"Berarti kalian berdua sedang apes Lex.. hahahahaha..." kata Jean sambil tertawa.
"Emang !!! apes tingkat dewa Jean. Sampai gue harus di hukum selama 1 bulan tanpa boleh menemui Sean dan berbicara kepadanya." kata Alexa dengan bibir yang masih cemberut.
"Nggak papa Lex.. kan masih ada kertas, loe masih bisa mengirim surat kepada Sean !!!" saran Rose.
"Wah.. bener banget, kenapa gue nggak kepikiran ke situ ya ???!!" kata Alexa antusias.
"karena loe bego Lex.. hahahahaha" kata Sally sambil tertawa. Alexa yang sangat kesal dengan Sally bergegas melingkarkan tangannya ke leher Sally. Ia berpura-pura mencekik Sally.
"Ampun Queenn... hahahahaha" kata Sally sambil tertawa. Mereka semua tertawa, Alexa pun ikut tertawa dan berhenti menangis.
///////////////
Malam Hari
Tuan Bennedict dan Vallerie berkunjung ke Mansion keluarga Astin. Tuan Bennedict berniat ingin menuruti keinginan putri semata wayangnya. Mbok Yeti yang telah membuka pintu meminta Tuan Bennedict dan Vallerie masuk kedalam, sedangkan dirinya akan memanggil Papa Robbert. Sekilas ia melihat Vallerie yang duduk dengan angkuhnya.
"Masih cantikan juga nona Alexa, nona Alexa adalah gadis paling sempurna yang pernah kulihat" batin Mbok Yeti.
Papa Robbert dan Mama Ivanka turun dari lantai 2 kemudian menemui Tuan Bennedict dan Vallerie. Vallerie mencium tangan Mama Ivanka dan Papa Robbert secara bergantian. Mama Ivanka tersenyum saat Vallerie mencium tangannya. Papa Robbert bertanya kepada Tuan Bennedict alasannya datang ke Mansion keluarga Astin.
"Ada apa tuan ?? tumben sekali anda berkunjung kemari ?? biasanya juga lewat telepon" tanya Papa Robbert sambil tersenyum penuh wibawa.
Mbok Yeti tiba di ruang tamu. Ia menyajikan minuman kepada Tuan Bennedict dan Vallerie. Sambil memberikan minuman, Mbok Yeti melihat gadis yang bertamu dengan seksama. Ia melihat ada keangkuhan di wajah gadis itu. Menurutnya gadis itu sangat berbeda dengan Alexa.
"Kenapa aku jadi membanding-bandingkan begini sih !!!" batin Mbok Yeti kemudian berlalu kembali ke dapur.
Tuan Bennedict memberitahukan maksud kedatangannya bersama Vallerie ke Mansion keluarga Astin.
__ADS_1
"Tuan Robbert.. kita sudah berteman cukup lama. Saya ingin sekali menjadi lebih dekat dengan keluarga anda. Bagaimana jika Sean dan Vallerie kita jodohkan saja ?" kata Tuan Bennedict penuh harap.
Disaat bersamaan, Sean masuk kedalam Mansion. Ia melihat di ruang tamu ada Tuan Bennedict dan Vallerie. Papa Robbert meminta Sean duduk bersamanya dan Mama Ivanka.
"Mumpung ada orangnya, silahkan anda sampaikan sendiri kepada Sean. Karena semua keputusan ada padanya Tuan Bennedict" kata Papa Robbert. Tuan Bennedict pun mulai berbicara kepada Sean. Sedangkan Vallerie melihat Sean yang bajunya terdapat noda darah di bagian lengannya.
"Sean.. Saya dan Papa kamu sudah kenal cukup dekat. Jadi untuk mempererat ikatan persahabatan, kami berencana akan menjodohkanmu dengan anak saya Vallerie." kata Tuan Bennedict.
Sean seketika melotot kepada Papa Robbert. Ia tidak menyangka jika tujuan Papa Robbert menjauhkannya dari Alexa karena ia ingin menjodohkannya dengan Vallerie. Perasaan Mama Ivanka mulai tidak enak karena mood Sean terlihat berubah.
"Sampai mati pun aku tidak akan sudi dijodohkan dengan wanita manapun !!!! Ternyata tujuan Papa menjauhkanku dengannya hanya karena ini ??" kata Sean menahan emosi. Mama Ivanka mencoba menenangkan Sean dengan memegang lengan Sean yang saat ini emosinya mulai meluap.
"Mulai sekarang jangan pernah mengaturku !!! aku akan pergi dari mansion ini.!!!" kata Sean sembari melepas tangan Mama Ivanka dari lengannya kemudian keluar meninggalkan Mansion. Mama Ivanka bergegas mengikuti Sean dan mencegah agar Sean tidak pergi.
"Sean.. jangan pergi !!! kamu salah faham naaak.. Sean..!!!!! hiks...hiks..hiks.." teriak Mama Ivanka sembari mengejar Sean yang sudah pergi menggunakan mobilnya.
Mbok Yeti yang mendengar teriakan Mama Ivanka bergegas menghampirinya. Mbok Yeti mengajak Mama Ivanka masuk kedalam Mansion. Papa Robbert meminta Mama Ivanka duduk bersamanya. Akan tetapi Mama Ivanka menolaknya. Ia melotot kepada Papa Robbert kemudian pergi ke kamarnya.
"Maaf Tuan.. anda telah menyaksikan kejadian ini. Seperti yang anda saksikan, Sean menolak perjodohan ini Tuan. Jadi saya mohon maaf." kata Papa Robbert dengan sopan.
"Tapi Vallerie sangat mencintai Sean Tuan.." kata Tuan Bennedict. Papa Robbert mulai kesal, akan tetapi ia tetap harus menjaga attitude-nya.
"Maaf Tuan, Sean telah menolak. Jika kita memaksakan perjodohan ini, Vallerie tidak akan bahagia. Dia hanya akan tersakiti." kata Papa Robbert sembari menahan emosinya.
"Aku tidak masalah om jika tidak bahagia. Asal bersama Sean, aku sudah bahagia." kata Vallerie dengan raut wajah memohon.
"Brengsekkk !!!!!! anak sama bapak kok sama saja. Untung Sean menolaknya" umpat Papa Robbert dalam hati.
"Tapi Tuan ...." kata Tuan Bennedict terpotong.
"Maaf Tuan Bennedict, saya harus menemani istri saya yang merajuk" kata Papa Robbert kemudian meninggalkan Tuan Bennedict dan Vallerie.
Vallerie menangis di pelukan Tuan Bennedict karena lamarannya ditolak mentah-mentah oleh Sean. Tuan Bennedict mengajak Vallerie pulang ke rumahnya. Mbok Yeti mengantarkan mereka hingga ke gerbang kemudian mengunci pintu gerbang Mansion.
"Dari wajahnya saja kelihatan bukan wanita baik-baik. Mana mungkin tuan muda Sean mau sama dia??? Mau saingan sama nona Alexa ??? hahahahahaha.. Jangan mimpi !!!!" kata Mbok Yeti yang turut bahagia atas kemenangan telak Alexa.
///////////////////
Setelah makan malam, Alexa bergegas ke kamarnya. Ia hendak menulis surat cinta untuk Sean. Beberapa saat kemudian, surat sudah siap untuk diberikan kepada Sean. Akan tetapi ia bingung dengan cara menyampaikannya kepada Sean. Tiba-tiba ide muncul begitu saja di dalam otaknya. Ia turun ke lantai 2 kemudian menghubungi Jean menggunakan telepon rumah.
"Hallo.. ini siapa ??" tanya Jean dari seberang telepon.
"Hei.. ini cewek paling cantik sejagat." kata Alexa asal ceplos.
"Hahahaha...Alexa ??? PeDe banget loe..!!!" kata Jean menertawai Alexa.
"emang iya kan..!!! gue butuh bantuan loe Jean. Besok loe jemput gue ya ??" pinta Alexa.
"bantuan apa Lex ??" tanya Jean. Alexa tahu bahwa Papa Kevin telah mensetting telepon rumah untuk merekam semua percakapan. Sehingga Alexa harus berhati-hati.
__ADS_1
"Hari senin kita ujian kenaikan kelas kan ??!! kita harus belajar bersama. Kita belajar di cafe yuk ?? kan lebih menyenangkan." kata Alexa.
"Okeee .. apapun permintaan Queen akan hamba laksanakan!!" kata Jean.
Alexa menutup panggilannya dengan Jean. Papa Kevin tersenyum mendengar percakapan Alexa dan Jean. Papa Kevin lega karena menurutnya Alexa mematuhi hukuman yang diberikannya.
///////////////////
Sean tiba di Markas 666 dengan keadaan penuh amarah. Ia telah membeli 3 botol alkohol untuk meringankan beban fikirannya. Saat masuk kedalam markas, semua anak buah menunduk dan hormat kepadanya. Thomas dan Zayn telah menyambutnya di depan ruang sidang.
"Kok loe kembali ke Markas King ?? apa ada yang tertinggal ?" tanya Thomas.
"Hmm..." jawab Sean kemudian bergegas menuju ke dalam ruang pribadinya dan menutup pintu ruangannya dengan keras.
Thomas dan Zayn bertanya-tanya tentang keadaan Sean. Jika Sean menginap di Markas, itu berarti ia sedang mendapat banyak masalah dengan keluarganya. Thomas dan Zayn pun meninggalkan ruang pribadi Sean.
"Alexa.. aku kangen banget sama kamu sayang.." gumam Sean sembari meminum alkohol yang telah ia beli.
"Aku tidak sanggup jauh darimu Alexa..." guman Sean kemudian minum kembali.
"Satu-satunya cara adalah kawin lari !!! Ya.. aku akan menculikmu dari Papa Kevin, lalu aku akan menikahimu kemudian hidup bahagia diluar negeri bersama anak-anak kita" gumam Sean sembari tersenyum membayangkan ideNya.
Tanpa disadari, Sean telah menghabiskan 3 botol Alkohol. Kini ia merasa pusing dan sedikit mabuk. Ia berbaring di tempat tidur untuk mengurangi rasa pusingnya.
/////////////
Markas Dragons
Martin menyamar sebagai pedagang sate, sedangkan Jonathan menyamar sebagai pedagang bakso. Martin dan Jonathan pura-pura bertengkar di depan Markas Dragons.
"Loe sudah mencuri pelanggan gue !!!! loe harus bagi hasil dengan gue !!" teriak Martin.
"Enak aja !!!!! gue tidak pernah sekalipun mencuri pelanggan loe !!!" teriak Jonathan.
Suara gaduh dari Martin dan Jonathan mengganggu ketenangan Lucas, Zidane dan Victor. Mereka bertiga keluar untuk melihat apa yang terjadi. Mereka terkejut saat anak buah mereka melerai pedagang bakso dan pedagang sate.
"Stop !!!! apa yang terjadi ???" teriak Zidane.
"Dia mencuri pelanggan saya Tuan" kata Martin.
"Tidak Tuan, saya tidak pernah mencuri pelanggan. Merekalah yang datang dan membeli bakso saya." kata Jonathan sembari membuka panci baksonya.
Keluarlah aroma sedap bakso dari gerobak bakso Jonathan. Martin pun membakar arang dan memanggang daging ayam yang memunculkan aroma sate yang sangat lezat. Sebelumnya Jonathan telah mencampurkan racun aroma yang menyebabkan orang akan kecanduan jika menghirupnya.
Lucas, Zidane dan Victorpun mulai bernafsu untuk memakan bakso dan sate yang dijual Martin dan Jonathan. Saat mereka asyik memesan, Kenzo masuk kedalam markas mereka. Mereka tidak menyadari jika Markas mereka telah dimasuki oleh penyusup.
Kenzo memasang alat penyadap di seluruh ruangan termasuk kamar tidur dan kamar mandi. Setelah misinya selesai, ia keluar dari markas kemudian memberitahu Martin dan Jonathan bahwa tugasnya telah selesai. Sambil menunggu anak buah dragons selesai makan, Martin memasang kamera pengintai di gerbang Markas Dragons.
Beberapa saat kemudian, mereka berhasil menyelesaikan misinya. Mereka pun kembali ke Markas 666 tanpa ada yang mencurigai mereka sedikitpun.
__ADS_1
~bersambung~