Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Polos


__ADS_3

Alexa membantu Mbok Yeti memasak di dapur, sedangkan Sean masih sibuk berkutat dengan laptopnya di kamar.


"Nona Alexa jangan ke dapur..nanti tangan nona kotor.." cegah Mbok Yeti yang merasa tidak enak jika Alexa membantunya.


"Tidak apa-apa Mbok.. aku juga ingin masak buat Sean kok. Makanan kesukaan Sean apa ya Mbok ??" tanya Alexa.


"Tuan muda suka semua makanan asal nona Alexa yang memasak untuknya.. hehehehe.." canda Mbok Yeti.


"Hehehehe...Mbok Yeti pasti disuruh Sean buat menggombal ke aku yaa !!!" tuduh Alexa curiga.


"Jangankan menyuruh Mbok Non.. Ngomong sama Mbok saja jarang. Sekali ngomong sama mbok juga dengan nada dingin. Tapi semenjak bersama non Alexa, tuan muda berubah menjadi lebih hangat. Saya orang oertama yang merestui jika tuan muda Sean dan nona Alexa menikah" kata Mbok Yeti sembari tersenyum.


Alexa pun tersipu malu saat Mbok Yeti membicarakan tentang pernikahan. Beberapa saat kemudian, makan malam siap. Alexa memanggil Sean di kamarnya. Ia masuk ke kamar Sean tanpa mengetuk pintu. Sean yang masih sibuk mengutak-atik laptop terkejut saat tiba-tiba Alexa masuk ke kamarnya. Ia bergegas menutup laptopnya agar Alexa tidak bisa melihat apa yang tengah ia kerjakan.


Alexa melihat Sean menutup laptopnya dengan cepat, ia curiga jika Sean tengah menonton film dewasa. Alexa pun memastikannya dengan melihat ke arah junior Sean. Ia mengecek apakan junior Sean bereaksi atau tidak dengan pindaian matanya.


"Sepertinya tidak ada yang menonjol !! Lalu kenapa Sean buru-buru menutup laptopnya saat gue masuk kemari??" tanya Alexa dalam hati.


Sean tersenyum saat tahu Alexa melihat ke arah juniornya. Ia pun berniat menggoda Alexa. Ia mendekat ke arah Alexa yang masih fokus melihat juniornya.


"Sayang, kenapa mata kamu terus melihat ke arah juniorku ?? apa kamu mau memegangnya ??" bisik Sean di telinga Alexa sembari tersenyum nakal kepada Alexa. Pipi Alexa menjadi merah seketika. Ia sangat malu karena Sean mengetahui bahwa dirinya melihat juniornya sedari tadi.


"hah siapa yang melihat junior kamu ?? Aku nggak lihat kok.." kata Alexa mencari alasan.


"Melihat juga tidak apa-apa sayang. Ini juga milik kamu kok. Semua yang ada di tubuhku milik kamu juga. Begitupun yang ada di tubuh kamu adalah milikku juga. Jadi... jika aku ingin memegang gunung kembar kamu, kamu harus mengizinkannya ya..??!!" kata Sean.


"Dasar mesuuum !!!!!!" teriak Alexa kemudian turun dari kamar Sean dan menuju ruang makan. Sean tertawa melihat wajah Alexa semerah kepiting rebus. Sean pun mengikuti Alexa menuju ruang makan.


Sean dan Alexa makan bersama. Alexa tersenyum saat melihat Sean makan masakannya dengan lahap. Sean melirik ke arah Alexa yang masih melihatnya, Ia kedipkan satu matanya kepada Alexa yang sukses membuat Alexa tersenyum salah tingkah. Mbok Yeti yang mengintip mereka dari dapur pun ikut tersenyum menyaksikan manisnya hubungan sang Tuan Muda dengan kekasihnya.


Beberapa saat kemudian, makan malam mereka telah selesai. Alexa berpamitan tidur lebih dahulu kemudian berlalu ke kamar tamu. Sean mengangguk kemudian berlalu ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda. Kenzo telah mengirimkan draft (konsep) foto Vallerie dan teman-temannya yang telah ia edit kepada Sean. Kenzo telah mengedit foto Vallerie dan teman-temannya menjadi foto vulgar.


Sebagai seorang King, Sean bertanggungjawab menerima hasil pekerjaan anak buahnya. Ia pun mulai mengecek foto dari Kenzo. Beberapa saat setelah mengecek foto tersebut, Sean memerintahkan Kenzo untuk menyebarkan foto vulgar Vallerie dan teman-temannya. Ia pun kembali mematikan laptopnya karena pekerjaannya telah selesai.


Jam menunjukkan pukul 22.00. Sean tidak bisa tidur karena terus kepikiran senyum Alexa. Ia tersenyum saat mengingat Alexa yang menatap juniornya dengan polosnya. Sean semakin tidak tahan saat membayangkan Alexa yang saat ini tersenyum kepadanya. Ia pun turun ke kamar tamu untuk menemui Alexa. Saat ia tiba di depan kamar tamu, ia membuka pintu dengan pelan dan hati-hati. Beruntungnya, pintu kamar tamu tidak dikunci dari dalam sehingga Sean dapat masuk dengan mudah.


Ia terkejut saat melihat Mbok Yeti tidur di samping Alexa yang masih memainkan ponselnya sambil tiduran.

__ADS_1


"Siallll !!!! Kenapa Mbok Yeti bisa tidur bersama Alexa ???!!! Pasti Papa yang memintanya !!! Dasar pak tua kejam !!!!" batin Sean.


Alexa pun terkejut melihat Sean yang menyelinap masuk kedalam kamarnya. Untunglah Mbok Yeti saat ini sudah tertidur pulas.


"Sean.. kamu ngapain kesini ??!! Kalau Mbok Yeti tahu, kita bisa dilaporkan ke Papa Robbert" kata Alexa tanpa bersuara. Sean menggandeng Alexa keluar kamar sambil tersenyum.


"Sayang.. mumpung Mbok Yeti tidur nyenyak, kamu tidur di kamar aku saja.. Aku tidak bisa tidur karena kepikiran kamu terus sayaang" kata Sean dengan manja sembari meletakkan kepalanya ke pundak Alexa.


"Kalau Mbok Yeti tahu gimana Sean ?? Aku takut Papa Robbert marah sama kita" kata Alexa sedikit khawatir.


"Besok pagi kita akan bangun sebelum Mbok Yeti sayang. Jadi kita tidak akan ketahuan" kata Sean meyakinkan Alexa.


Akhirnya Alexa menuruti permintaan Sean. Sean menggandeng Alexa menuju ke kamarnya. Sean telah mengatur alarm agar ia dan Alexa bisa bangun pagi agar tidak ketahuan oleh Mbok Yeti. Sean dan Alexa mulai berbaring di tempat tidur Sean.


"Alexa.. aku sangat mencintaimu.." kata Sean sembari mencium kening Alexa.


"Aku juga sangat mencintaimu Sean.." jawab Alexa kemudian mencium dagu Sean.


Sean dan Alexa tidur sambil berpelukan yang membuat mereka berdua merasakan kenyamanan. Mbok Yeti yang merasa kedinginan terbangun dari tidurnya. Ia melihat kesamping untuk memastikan keberadaan Alexa. Ia terkejut saat tidak melihat Alexa di sampingnya. Ia bergegas mengecek keberadaan Alexa di kamar Sean.


Waktu berjalan begitu cepat. Pagi yang dingin menyapa dua insan yang masih tidur sambil berpelukan. Alexa yang merasa kedinginan menaikkan selimutnya hingga sebatas leher. Tangannya ia masukkan kedalam selimut. Saat pagi menjelang, naluri kejantanan Sean mulai bangkit. Tanpa Alexa sadari ia memegang sebuah benda keras dan tegak.


Sean terbangun saat merasakan ada yang menyentuh area sensitifnya. Ia tersenyum saat tahu bahwa Alexa memegang juniornya. Dengan keadaan setengah sadar, Alexa mulai menebak benda yang saat ini ia pegang.


"Apakah ini Mikrofon ?? atauuuu terong ?? Oh.. sepertinya sosis.. yaa.. sosis ukuran jumbo" gumam Alexa sambil tersenyum. Tangan Alexa menggenggam, menekan dan memainkan junior Sean dalam keadaan setengah sadar.


"Alexa... kalau kamu memainkan juniorku seperti ini bisa-bisa aku tidak tahan sayaang" bisik Sean ditelinga Alexa.


Alexa membuka matanya dan sadar seketika bahwa yang ia pegang bukanlah mikrofon, terong dan sosis ukuran jumbo, melainkan junior Sean. Alexa bergegas pergi dari kamar Sean karena ia merasa malu yang luar biasa kepada Sean. Langkah Alexa terhenti saat Mbok Yeti menghadangnya di depan pintu kamar Sean. Sean pun menghampiri Alexa yang berdiri di depan pintu.


"Mengapa non Alexa tidur di kamar tuan muda Sean ??!!!" selidik Mbok Yeti dengan tatapan dan kata yang dingin.


"Hah ??? anu mbok.. ak..aku.. tadi malam..." kata Alexa yang tiba-tiba menjadi gagap dan tidak mampu menyelesaikan bicaranya.


"Alexa tidur sambil berjalan. Dia tidak tahu jika yang dia tuju adalah kamar aku Mbok !!" kata Sean asal ceplos.


"Jadi benar non Alexa mengigau dan tidur sambil berjalan ??" tanya Mbok Yeti. Alexa harus berbohong agar Mbok Yeti tidak mengadukannya kepada Papa Robbert. Ia pun mengangguk dengan pasti.

__ADS_1


Alarm yang telah Sean atur agar bangun pagi pun tidak berbunyi. Oleh karena jam menunjukkan pukul 06.00, Sean dan Alexa bergegas mandi dan bersiap pergi ke sekolah. Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa sarapan bersama. Saat Mbok Yeti menyajikan makanan untuk Sean dan Alexa, tiba-tiba ponsel Sean berbunyi. Saat melihat, ternyata Papa Robbert lah yang menghubunginya.


Sean berniat mengabaikan panggilan dari Papa Robbert. Ia tahu bahwa Papa Robbert telah memantaunya melalui cctv yang Papa Robbert pasang di dalam Mansion. Alexa meminta Sean menjawab panggilan video dari Papa Robbert. Sean pun terpaksa menuruti permintaan Alexa.


"Sean !!!!! Apa yang kamu lakukan !!!! jangan macam-macam kamu !!!" bentak Papa Robbert yang disebelahnya juga ada Papa Kevin.


"Seperti yang Papa lihat, aku dan Alexa sedang sarapan !! kita tidak melakukan apa-apa !!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Kenapa kamu mengajak Alexa tidur bersama ??!!! Kalian sudah sama-sama dewasa. Kalian harus tahu batasan-batasan kalian!!!" teriak Papa Robbert.


"Tadi malam aku tidur di kamar tamu Pa.. tapi saat aku bangun, aku sudah di kamar Sean. Pasti aku mengigau dan tidur sambil berjalan Pa.." kata Alexa membela Sean yang dimarahi Papa Robbert.


"Sejak kapan kamu tidur sambil berjalan sayang ???" tanya Papa Kevin yang mengambil alih ponsel Papa Robbert.


"Kalian berdua jangan berbohong, Papa punya rekaman cctv kalian !!! Papa tahu jika Sean yang mengajak kamu tidur bersama !!!!" kata Papa Robbert marah-marah.


"Sean.. Alexa masih sangat polos. Tolong jaga dia yaa..." pesan Papa Kevin.


Mendengar ucapan Papa Kevin, Sean ingin sekali tertawa. Putri yang selama ini ia anggap polos ternyata sudah terlebih dulu mengenal dunia dewasa. Bahkan ia sering melihat Alexa mencuri pandang ke arah juniornya.


"Iya Pa.. Aku akan menjaga putri Papa Kevin yang POLOS ini.." kata Sean menekankan kata polos sambil menatap Alexa dengan tatapan nakal.


Papa Robbert melihat Sean menatap Alexa dengan tatapan yang aneh. Ia sangat khawatir jika Sean dan Alexa berbuat yang tidak semestinya. Oleh karenanya ia berfikir akan segera kembali ke Negara K sebelum Sean dan Alexa melakukan hal yang diluar kewajaran anak SMA. Papa Robbert mengakhiri panggilan videonya setelah berpamitan kepada Alexa.


"Sayang.. kamu sangat polos yaa ??" kata Sean menyindir Alexa dengan seringai di bibirnya.


"apaan sih !!!!" elak Alexa.


"Padahal tadi pagi kamu bermain sosis ukuran jumbo kan ???!!! untung sosisnya tidak mengeluarkan Mayones... hahahahahaha" kata Sean yang bertujuan untuk mengingatkan Alexa tentang kejadian tadi pagi saat di tempat tidur Sean.


"Seaaaaannnnn !!!!!" teriak Alexa sembari bangkit dari tempat duduknya dan mengejar Sean. Sean pun berlari menuju ke mobilnya yang telah disiapkan oleh sopir keluarga Astin. Tiba-tiba Sean berhenti dan tanpa sengaja Alexa menabraknya. Sean pun menangkap Alexa sebelum Alexa terjatuh. Ia mencium bibir Alexa dengan lembut. Alexa pun membalas ciuman Sean dengan mesra.


"I Love You sayang.." kata Sean sambil tersenyum kepada Alexa.


"I Love You more sayang.." jawab Alexa sambil tersenyum kepada Sean. Sean mencium kening Alexa kemudian mengajaknya berangkat sekolah.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2