
////////Pesta Ulang Tahun Vallerie/////////
Acara ulang tahun Vallerie dilanjutkan dengan pemilihan perfect couple. Vallerie menanyakan kepada Yunna, Anna dan Angel tentang Sean yang belum juga hadir. Di sisi lain perfect couple akan segera diumumkan.
"Yun.. kenapa Sean belum datang ?? rencana gue bisa gagal Yun !!!!" bentak Vallerie. Belum sempat Yunna menjawab perkataan Vallerie, teman-teman Sean sudah mulai memasuki area pesta.
"Nah.. itu.. !!!!" kata Yunna yang melihat Martin, Jonathan dan Kenzo sedang bersama teman-teman Alexa.
Vallerie beserta sahabat-sahabatnya, Samuel, David dan semua tamu undangan melihat kedatangan Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally. Mereka sedikit takjub dengan perubahan penampilan ketiga teman Sean dan pasangan mereka masing-masing. Vallerie sedikit tidak mempermasalahkan teman-teman Sean. Ia khawatir jika Sean juga membawa pasangan.
Sean dan Alexa mulai memasuki area pesta. Semua mata tertuju kepada mereka berdua. David seakan tersihir dengan kecantikan Alexa. Sedangkan Vallerie terpaku melihat ketampanan Sean.
"Perfect Couple !!!!!" teriak salah satu tamu undangan. Semua bertepuk tangan menyetujui bahwa Sean dan Alexa adalah perfect couple.
"Baru pertama kali gue melihat wanita secantik dan sebaik Alexa !! Gue harus mendapatkannya !!!" batin David dengan pandangan yang tidak bisa lepas dari Alexa.
"Sean sangat tampan !!! Dia milik gue !!! hanya milik gue !!!!" batin Vallerie dengan wajah kesalnya.
Samuel memegang tangan Vallerie dan menggenggamnya dengan posesif. Samuel menganggap bahwa Alexa memiliki niat bersaing dengan Vallerie. Ternyata anggapan Samuel salah. Vallerie justru melepaskan tangannya kemudian berjalan menghampiri Sean dan Alexa. Akan tetapi langkah Vallerie terhenti saat Sean dan Alexa hendak berjalan ke arahnya.
Sean dan Alexa menjadi bingung saat semua mata tertuju kepada mereka. Alexa pun menggenggam erat tangan Sean karena ia merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini. Jean, Rose dan Sally memberikan dukungan kepada Alexa agar ia tidak terlalu terbebani dengan situasi saat ini.
"Mereka kagum dengan kecantikan loe Lex.. Loe malam ini sangat cantik seperti dewi mitologi romawi Lex.. loe sempurna !!" kata Jean menyemangati Alexa.
"Makanya tadi kita juga terbengong saat melihat loe turun dari tangga bersama Sean Lex. Loe itu terlalu cantik lex.." kata Rose dari hati yang paling dalam.
"Semangat !!! jangan pedulikan mereka lex !!!" kata Sally.
"Masalahnya itu kita tidak diundang guys..cuma itu !!!" kata Alexa.
"Semangat Queen !!!" kata Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan.
Sean dengan mantap menggandeng Alexa mendekati area pesta. Dibelakang Sean terdapat Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally. Sean dan Alexa tiba di depan Vallerie dan Samuel. Wajah Samuel berubah menjadi kesal saat melihat Sean datang ke pesta ulang tahun kekasihnya. Semua tamu undangan mengerumuni Sean dan Alexa yang hendak mengucapkan selamat kepada Vallerie.
Alexa pun memberikan kado kepada Vallerie. Oleh karena merasa sangat kesal, marah dan kecewa Vallerie mengambil kado dari Alexa kemudian membuangnya tepat di depan para tamu undangan. Semua tamu undangan terkejut dengan tindakan Vallerie. Mereka tidak menyangka Vallerie berbuat demikian
"Loe ngapain datang kemari ??? Loe tidak diundang !!!! beraninya loe datang ke pesta gue dan merusak acara gue !!! Loe tidak tahu malu sekali ya Lex.. !!!! Lihat nih teman-teman.. orang yang selama ini gue benci, orang yang selama ini merebut semua harapan gue datang kemari dan kembali merusak kebahagiaan gue !!!" kata Vallerie sambil menarik tangan Alexa dan memperlihatkan Alexa kepada para tamu undangan.
"Sejak wanita ini muncul, semua harapan gue telah sirna !!! Dan sekarang, dia juga ingin merusak pesta ulang tahun gue !!! Dasar wanita tidak tahu malu !!! Gue benci banget sama loe hiks..hiks..hiks.." kata Vallerie sambil menangis karena kesal dengan kedatangan Alexa.
__ADS_1
Mama Ivanka yang sudah dibanjiri air mata menyaksikan menantunya dihina didepan umum ingin memeluk Alexa dan mengajaknya pulang. Akan tetapi Papa Robbert mencegahnya.
"Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri Ma.." kata Papa Robbert sambil menarik tangan Mama Ivanka.
"Tapi dia menantuku Pa, aku tidak rela jika dia dihina seperti itu hiks...hiks..hiks.. !!!!" kata Mama Ivanka dengan tangis tersedu-sedu. Papa Robbert pun memeluk dan menenangkan Mama Ivanka.
Alexa pun tidak tahan membendung air matanya. Penghinaan dan rasa malu yang ia terima terasa lebih menyakitkan saat semua orang mulai menggunjing dirinya. Sean mengepalkan tangannya menahan amarah. Ia hendak menghampiri Alexa akan tetapi Samuel mendahuluinya. Samuel tidak tega melihat Vallerie menangis. Ia pun menampar Alexa dengan sangat keras hingga Alexa tersungkur ke lantai. Jean, Rose dan Sally berlari dan membantu Alexa yang sedang terjatuh. Amarah Sean sudah tidak tertahankan.
"Bangsat !!!!!!" umpat Sean sambil berlari dan mencekik Samuel dan menusuk perut Samuel dengan belatinya hingga darah mengalir ke lantai.
"Beraninya loe menyentuh istri gue !!!!" bentak Sean dengan tatapan tajam seperti seseorang yang telah dikendalikan oleh iblis.
Semua orang termasuk Vallerie terkejut dengan pernyataan Sean. Amarah Sean kini telah memuncak saat seorang Samuel berani bertindak kasar kepada Alexa sehingga ia sudah tidak peduli lagi dengan kerahasiaan hubungannya dengan Alexa. David berlari menghampiri Samuel yang bersimbah darah dan membawanya ke rumah sakit.
"Loe Gila !!!!" bentak David kemudian pergi membopong Samuel dan membawanya ke rumah sakit. Sean menatap tajam kepada David yang pergi membawa Samuel.
"Gue beri tahu kepada kalian semua !!! dia.. gadis yang kalian hina saat ini adalah Alexa Georgia, putri George Kevin, pewaris tunggal GK Group. Dia istri Sean Astin !!!" teriak Sean.
Bagai disambar petir, Vallerie terkejut saat Sean mengatakan semua di depan semua orang. Vallerie sungguh sulit mempercayai semua yang dikatakan Sean. Selama ini ia menganggap bahwa Rachel adalah istri Sean, ternyata anggapannya adalah salah. Meski demikian, Vallerie masih tidak ingin mempercayai kenyataan yang sebenarnya.
"Loe jangan membelanya Sean !!! Gue tahu siapa istri loe yang sebenarnya !!! Loe jangan berpura-pura dan melindunginya" teriak Vallerie.
Hati Vallerie sangat sakit saat Sean mengatakan demikian. Ia tak sanggup lagi menahan tangisnya. Semua tamu undangan mulai menggunjing tentang Vallerie, ada pula yang berangsur pulang tanpa berpamitan kepada pemilik pesta. Papa Robbert dan Mama Ivanka berpamitan kepada Tuan Bennedict dan mengajak Sean serta Alexa pulang bersama mereka. Tuan Bennedict pun ingin mengantar Papa Robbert dan Mama Ivanka hingga ke pintu gerbang.
"Sean, Alexa.. kita pulang ke Mansion keluarga Astin sekarang" kata Papa Robbert dengan nada dinginnya. Tanpa berkata apapun, Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya pulang. Sean melemparkan kunci mobilnya kepada Martin karena ia dan Alexa akan ikut pulang bersama Papa Robbert dan Mama Ivanka.
"Saya tidak akan melupakan penghinaan yang putri anda lakukan kepada menantu saya Tuan Bennedict !!!" kata Papa Robbert dengan tatapan tajam. Tuan Bennedict terduduk lemas setelah Papa Robbert mengucapkan kata yang sulit dipahami. Tuan Bennedict yakin jika Papa Robbert akan melakukan sesuatu yang buruk bagi kariernya.
Setelah Sean dan keluarganya pergi dari pesta, Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally juga pergi dari pesta. Jean, Rose dan Sally juga merasa sakit hati karena sahabat mereka dihina di depan umum. Mereka berjanji akan membalas dendam untuk Alexa.
Papa Robbert, Mama Ivanka, Sean dan Alexa sedang dalam perjalanan menuju Mansion Keluarga Astin. Selama di perjalanan, Sean mendekap erat Alexa dalam pelukannya. Alexa yang sudah merasa tenang pun merasa kepanasan karena Sean memeluknya terlalu erat.
"Sayang.. aku tidak bisa bernafas.." keluh Alexa sembari melepaskan dirinya dari pelukan Sean.
"Oh.. maaf sayang.." kata Sean sambil melepaskan pelukannya.
"iya..kamu seharusnya minta maaf !!! Aku sudah bilang tidak usah datang ke acara ulang tahun bunga kentut tapi kamu memaksaku datang !!! Sekarang aku dihina.. kamu suka kan ??" kata Alexa yang marah kepada Sean.
"Jadi kamu yang memaksa Alexa datang ke acara itu Sean ??!!" tanya Papa Robbert.
__ADS_1
"Iii..iya Pa.. tap.. tapi ini semua gara-gara Papa sama Mama !!! Jika aku tahu Papa sama Mama datang, aku tidak akan memaksa Alexa datang !!!" kata Sean kesal dan mengalihkan kesalahan kepada orang tuanya.
"Kok jadi nyalahin kita ?? kita kan tidak tahu kalau kalian datang !!!" kata Mama Ivanka.
"Kenapa kamu jadi menyalahkan Papa sama Mama ?? kamu sendiri yang bersikeras datang Sean !!!" kata Alexa kepada Sean.
"Iya..iya.. aku salah.. maafkan aku ya istrikuuu.." kata Sean sambil memegang kedua pipi Alexa. Alexa tersenyum dan mengangguk. Papa Robbert dan Mama Ivanka tersenyum melihat putra dan menantu mereka berbaikan.
///////Rumah Sakit///////
David membawa Samuel ke Rumah Sakit seorang diri. Ia tidak menyangka jika Sean berani menusuk Samuel yang sebelumnya sudah mengaku sebagai seorang king mafia saat menjadi siswa baru di Einstein Highschool. Selama di perjalanan Samuel mencoba menghentikan darah yang terus keluar dengan menggunakan tangannya. Hal itu ia lakukan agar ia tidak terlalu banyak kehilangan darah. Sementara belati milik Sean masih menancap di perut Samuel.
"Gu..gue harus membalas semua yang sudah lelaki bangsat itu lakukan ke gue dan Vallerie. Gue tidak terima Vid.." kata Samuel sambil menahan rasa nyeri di perutnya.
"Loe jangan banyak ngomong Sam !!! Balas dendam itu urusan belakangan. Yang penting loe harus segera mendapatkan perawatan" kata David.
Beberapa saat kemudian David dan Samuel tiba di Rumah Sakit. David membopong Samuel masuk ke ruang IGD. David memanggil dokter agar segera merawat Samuel. Beberapa dokter dan perawat pun bergegas mendatangi Samuel dan merawat lukanya. Dokter mulai mencabut belati yang menancap di perut Samuel kemudian menjahit luka robek di perut Samuel.
Satu jam kemudian dokter telah selesai merawat luka Samuel. Dokter memberikan belati yang menancap di perut Samuel kepada David. Semula David mengira pisau yang digunakan Sean adalah pisau biasa. Akan tetapi setelah ia mengamati ternyata terdapat lambang huruf D dengan pedang yang menancap ditengahnya.
"Kenapa ada lambang seperti ini ?? lambang apa ini ??" batin David.
David menyimpan pisau tersebut di dalam saku jasnya untuk kemudian ia akan meminta anak buahnya menyelidiki pisau tersebut. Setelah para perawat menempatkan Samuel dalam ruang perawatan, David bergegas menemui Samuel di ruang perawatan. Ia melihat Samuel belum sadar karena masih dalam pengaruh obat bius. Ia pun masuk ke ruang perawatan Samuel dan menemaninya.
Vallerie dan Tuan Bennedict tiba di rumah sakit. Tuan Bennedict menanyakan kabar Samuel kepada David.
"Samuel masih dalam pengaruh obat bius Pak. Mungkin beberapa saat lagi dia akan sadar" kata David.
"Ayah pulang saja, aku mau menemani Samuel disini yah.." kata Vallerie sembari menggenggam tangan Samuel. Tuan Bennedict tersenyum dan mengangguk kemudian berpamitan kepada David.
"Vid.. loe pulang saja, biar gue yang menjaga Samuel" kata Vallerie.
"Loe jangan berpura-pura baik di depan gue !! loe tidak pernah mencintai Samuel. Loe hanya memanfaatkan Samuel kan ??" kata David dengan nada dinginnya.
"Apa yang loe katakan ??!! gue mencintai Samuel Vid.. loe jangan sembarangan ngomong !!! Loe seharusnya menghormati gue !! Gue adalah kekasih Samuel. Samuel itu king Fire. Secara tidak langsung gue adalah Queen loe. Loe tidak boleh berbicara seenak jidat loe !! sekarang loe pergi dari sini Vid !!! atau gue aduin loe ke Samuel !!!" ancam Vallerie.
"Dasar Pelacur Brengsek !!!!!" umpat David kemudian meninggalkan Samuel bersama Vallerie.
__ADS_1
~bersambung~