
Sally menceritakan semua yang ia alami kepada Jean, Alexa dan Rose.
"Cie... Sally di tolongin pangerannya nih. Mending kalian jadian aja deh.. Cocok banget loh .." kata Jean menggoda Sally.
"Hellooo... seharusnya loe dulu yang jadian sama Martin Jean. Pasti Martin sudah berasa terbang ke bulan saat memeluk loe Jean.. hahahaha..." kata Sally sambil tertawa.
"Kok bisa gitu Sall ??" tanya Alexa dengan polosnya.
"Yah... kan saat berpelukan Martin merasakan kenyalnya dada Jean Lex.. hahahahaha..." kata Sally asal ceplos.
Jean yang merasa kesal melemparkan bantal kepada Sally. Rose dan Alexa tertawa mendengar ocehan tidak penting dari Sally.
"Loe cewek tapi mesum banget yaa Sall...!!!" kata Jean dengan kesal sambil melemparkan bantal ke arah Sally.
Mendengar kata mesum, Rose memiliki ide untuk mengisi kekosongan di malam sebelum berangkat study tour. Rose menyarankan kepada Jean, Alexa dan Sally untuk menonton film dewasa. Awalnya Jean dan Alexa tidak setuju dan mengatai Rose dengan master bokep. Akan tetapi Sally kembali menguatkan pendapat Rose. Akhirnya Jean setuju untuk menonton film dewasa.
"tapi kita masih di bawah umur Jean.." tolak Alexa.
"tidak apa-apa Lex.. anggap aja kita sedang belajar tentang kesehatan reproduksi. hehehehe..." kata Jean.
Alexa pun setuju karena ia menonton dengan alasan belajar kesehatan reproduksi. Alexa mengajak Jean, Rose dan Sally menonton di kamarnya. Ia takut ketahuan Mbok Ningsih jika menonton di ruang keluarga. Alexa yakin Mbok Ningsih akan mengadukannya kepada Papa Kevin dan Mama Nessa jika dirinya ketahuan menonton film dewasa. Sally mengeluarkan Flashdisk dari ranselnya. Ia mulai memutar film dari laptop Alexa.
"Loe dapat film terkutuk ini dari mana Sall??" tanya Alexa.
"Hei.. loe bilang terkutuk tapi loe nonton juga kan ?? Gue ambil dari laptop Kenzo saat kita belajar kelompok bersama. Hahahaha.." kata Sally.
"Loe bener-bener yaa Salll...!!!" kata Jean yang tidak habis fikir dengan sahabatnya itu.
Mereka mulai fokus menonton. Muncullah adegan-adegan yang mendebarkan jantung mereka. Jean, Alexa, Rose dan Sally sama sekali tidak merespon teman disamping mereka. Fikiran mereka pun mulai berkelana kemana-mana.
"Apa punya Sean juga sebesar itu ya ???" batin Alexa penasaran.
"Kenzo pasti pernah melakukannya. Gue yakin dia pernah melakukannya !!!" batin Sally.
"Apa Jonathan bisa gaya seperti itu ??" batin Rose.
"Gimana rasanya melakukan seperti itu ya ??" batin Jean penasaran.
Film pun selesai. Mereka berempat masih terdiam di tempat mereka. Sally melihat jam menunjukkan pukul 00.25. Mereka merasa lapar setelah fikiran mereka lelah berkelana. Alexa dan Jean turun ke dapur untuk membuat mie instan. Setelah makan, mereka tidur bersama di ruang keluarga.
Mentari mulai muncul dari ufuk timur. Mbok Ningsih membangunkan Alexa, Jean, Rose dan Sally yang masih tidur dengan sangat nyenyak. Akan tetapi mereka tetap tidak mau bangun. Mbok Ningsih pun kembali ke dapur untuk mengambil panci. Ia memukul panci tersebut dengan keras hingga Alexa dan teman-temannya terbangun karena kaget mendengar suara pukulan panci.
"Mbok Ningsih apaan sih ?? berisik Mbok !!!" kata Alexa sembari bangun dari tidurnya.
"Ayo lari guys !!!! ada gempa !!!" kata Sally yang masih setengah sadar. Sally berlari menuju pintu utama.
__ADS_1
"Kakaaaaak.. jangan ganggu gue !!! Gue sedang mimpi indah !!!!" teriak Rose yang tidak sadar bahwa ia sedang berada di Mansion Alexa.
"Nona-nona.. sekarang sudah jam 06.30, katanya mau berangkat Study Tour ????" teriak Mbok Ningsih.
Mendengar kata Study Tour, Jean, Alexa, Rose dan Sally segera membuka matanya. Mereka berlari ke kamar mandi setelah melihat jam. Rose dan Sally mandi bersama di kamar tamu, sedangkan Jean dan Alexa mandi bersama di kamar Alexa. Hanya butuh waktu 10 menit untuk mereka bersiap-siap. Mereka bergegas berangkat menuju ke sekolah.
///////////////
Sean, Jonathan, Martin dan Kenzo sudah menunggu kedatangan para gadis. Dari kejauhan, Vallerie datang menghampiri Sean. Ia hendak mengadukan apa yang sahabat Sean lakukan kepadanya. Ia pun menarik Sean dengan paksa.
"Sean.. loe tahu, kemarin teman-teman loe jahat banget sama gue. Gue hampir diperkosa orang suruhan sahabat loe Sean" kata Vallerie sembari memegang kedua tangan dengan menunjukkan wajah sedih.
Tiba-tiba Alexa muncul dibelakang Sean. Oleh karena merasa kesal dengan Sean, Alexa bergegas naik ke bus. Sean terkejut melihat Alexa dibelakangnya, ia segera melepaskan tangan Vallerie dan mengejar Alexa.
"Sean... gue belum selesai ngomong !!!!" teriak Vallerie yang diabaikan oleh Sean.
"Brengsek !!!!! Ini semua gara-gara Alexa !!!!" umpat Vallerie.
Sean menghampiri Alexa yang sudah duduk di dalam bus. Alexa memilih duduk bersama Jean. Jonathan bersama Rose, Kenzo bersama Sally. Sedangkan tempat yang tersisa hanya di sebelah Martin. Sean meminta Jean pindah dari tempatnya. Akan tetapi Alexa meminta Jean tetap bersamanya. Sean menatap Jean dengan tatapan dinginnya hingga membuat Jean takut. Ia pun pindah bersama Martin.
"Lex.. aku bisa jelasin. Kamu jangan salah faham ya.. ??" kata Sean sembari memegang tangan Alexa.
Jonathan, Rose, Kenzo, Sally, Martin dan Jean menyaksikan Sean dan Alexa yang sedang berbicara sambil menikmati snack yang mereka bawa. Alexa melepaskan genggaman tangan Sean.
"Jangan gini dong sayang.. wanita itu yang menarikku." kata Sean kembali menggenggam tangan Alexa.
"Aku sudah mencoba melepaskan tanganku tapi dia tidak mau melepaskannya. Kemudian kamu datang dan salah faham. Please.. maafin aku ya ??" kata Sean.
Alexa berfikir tentang semua yang Sean dan Vallerie lakukan. Ia percaya bahwa Sean tidak mungkin mengkhianatinya. Ia pun memaafkan Sean. Pak Danang masuk ke dalam bus. Ia menyampaikan bahwa keberangkatan akan ditunda 1 jam karena akan ada arahan dari kepala sekolah.
"Semua siswa silahkan berkumpul di aula sekolah untuk mendengarkan arahan dari Bapak Bennedict." perintah Pak Danang.
Semua siswa turun dan menuju ke aula. Sean menarik tangan Alexa dan mengajaknya ke kelas.
"Tapi kita diminta ke aula Sean !!" kata Alexa.
"Nggak perlu ikut sayang. Nanti kita bisa tanya-tanya ke Martin atau Jean kan ??" kata Sean.
Alexa pun menurut kepada Sean. Mereka menuju ke kelas. Di dalam kelas, Alexa bertanya-tanya tentang Prince yang sekarang.
"Sayang.. kenapa semua orang di sekolah takut sama kamu ?? Kenapa mereka menuruti semua perintah kamu ??" tanya Alexa.
"Tentu saja mereka harus takut dan menurut padaku sayang. Jika tidak, aku akan membunuh mereka." kata Sean asal ngomong.
"Tapi aku tidak takut sama kamu" tantang Alexa.
__ADS_1
"Benarkah ???" tanya Sean memastikan. Alexa pun mengangguk.
Sean bertanya kepada Alexa bagaimana cara ia berani kepadanya. Alexa pun menarik kerah baju Sean berharap agar Sean tahu bahwa ia berani kepada Sean. Akan tetapi harapan tinggal harapan. Dengan mudah Sean melepaskan kedua tangan Alexa dari bajunya. Ia mendorong Alexa hingga tubuhnya terhimpit tembok. Sean pun mengungkung tubuh Alexa dengan tubuhnya. Tangan Alexa ia sandarkan keatas kepala Alexa.
"Sa..sayang.. apa yang kam..kamu lakukan ?" tanya Alexa yang sedikit takut.
"kamu seharusnya takut padaku sayang. Aku bisa saja menculik dan menikahimu saat ini juga." kata Sean dengan senyuman seringai.
Tanpa membuang waktu Sean mencium bibir Alexa dengan lembut. Perlahan ia melepaskan tangan Alexa kemudian memeluk pinggang Alexa dengan erat. Ia jelajahi bibir indah Alexa dengan bibir dan lidahnya. Alexa mengalungkan tangannya ke leher Sean. Berbekal dari menonton film dewasa semalam, ia membalas ciuman Sean dengan pagutan lembut.
Sean tidak menyangka jika Alexa akan membalas ciumannya dengan penuh kelembutan. Sean pun semakin bergairah dengan ciuman mereka saat ini. Ia mainkan lidah Alexa menggunakan lidahnya.
Tanpa mereka sadari, Martin, Jonathan, Kenzo,Jean, Rose dan Sally melihat Sean dan Alexa berciuman di dalam kelas. Jean hendak menegur Alexa, akan tetapi mulutnya dibungkam terlebih dahulu oleh Martin.
"sssttt...!!!!!! kalau Sean tahu kita mengintipnya, dia bisa mencongkel bola mata kita." bisik Martin. Jean seketika ketakutan mendengar akibat dari bibir julidnya.
Mereka masih asyik melihat Sean dan Alexa yang berciuman dengan durasi yang cukup lama. Kini tangan Sean mulai tidak bisa diam. Tangan Seanpun mulai aktif meremas p*n*** Alexa. Merasa asetnya dipegang sembarangan, Alexa segera menghentikan ciumannya.
"Pllllllttthhhhhaaakkk !!!!!!" Alexa menyentil kening Sean hingga memerah.
"Maaf sayang, aku terbawa suasana.." kata Sean sambil tersenyum.
"Kalau ada yang lihat gimana ??" tanya Alexa dengan pipi yang merona merah.
Tiba-tiba Rose terjatuh dan tersungkur tepat di depan pintu kelas mereka. Sean dan Alexa terkejut saat tiba-tiba teman mereka muncul. Akhirnya upaya Martin, Jean, Kenzo, Sally, Jonathan dan Rose untuk bersembunyi gagal total. Mereka semua tersenyum kepada Sean dan Alexa.
"Apa kalian mengintip kita ??" tanya Alexa sangat khawatir.
"Oh... tidak kok Lex.. kita baru aja datang" jawab Kenzo berbohong. Alexa pun menjadi lega setelah Kenzo berkata bahwa ia dan lainnya baru datang.
Sean tahu bahwa mereka berenam sedang mengintipnya bersama Alexa. Ia pun melotot kepada Martin, Jonathan dan Kenzo. Jean, Rose dan Sally mengajak Alexa ke Aula. Sedangkan Martin, Jonathan dan Kenzo masih terdiam di dalam kelas.
"Semoga mata gue aman.." doa Kenzo dalam hati.
"Please.. jangan sampai ada hukuman. Kasihan mata gue kan.." batin Jonathan.
"Gue tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan mata gue" batin Martin.
Kenzo berusaha memecah ketegangan dengan melaporkan sebuah informasi kepada Sean tentang datangnya anak buah Dragons ke Negara K.
"Ada 3 orang yang datang kemari King. Tapi kita belum tahu apa tujuan mereka kemari." kata Kenzo.
"Terus awasi mereka." perintah Sean dengan nada dingin. "Sekali lagi kalian mengintip gue bersama Alexa, gue pastikan kalian tidak akan bisa melihat selamanya !!!!" ancam Sean kemudian berlalu meninggalkan Martin, Kenzo dan Jonathan.
Martin, Jonathan dan Kenzo menunduk takut dengan ancaman Sean. Akan tetapi mereka juga merasa lega karena kini Sean tidak menghukumnya. Biasanya, saat anak buah Sean membuat kesalahan, Sean tidak akan pernah membebaskan mereka dari hukuman. Akan tetapi saat ini berbeda. Sean mulai menunjukkan sikap hangatnya kepada orang terdekatnya.
__ADS_1
~bersambung~