Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Upaya Sean


__ADS_3

Pagi yang dingin menyapa dua gadis yang masih tertidur pulas. Sesekali mereka berebut selimut untuk melindungi diri mereka dari serangan dingin yang menusuk tulang. Alexa terbangun saat Rachel menguasai penuh selimut yang mereka gunakan bersama. Ia melihat ponselnya sudah menunjukkan pukul 07.00. Ia membangunkan Rachel yang masih terbalut selimut.


Setelah beberapa kali membangunkan, Rachel tak kunjung bangun juga. Tiba-tiba Alexa merasakan mual. Ia pun berlari ke kamar mandi untuk melepaskan rasa mualnya. Rachel mendengar samar suara orang sedang muntah. Ia pun bergegas menghampiri Alexa ke kamar mandi.


"Loe kenapa Lex ?? Loe baik-baik saja kan ?" tanya Rachel khawatir.


"Pasti gue masuk angin gara-gara loe merebut selimut gue Chel !!! Tadi malam dingin banget kan.." kata Alexa.


"Yaaah.. sorry ya Lex, gue kan tidak sadar saat tidur" kata Rachel sedikit menyesal.


"Yaudah gapapa santai saja Chel.. Gue mandi duluan yah.." kata Alexa. Rachel pun mengangguk.


Beberapa saat kemudian, Alexa dan Rachel telah bersiap berangkat ke sekolah. Rachel mengantar Alexa ke Einstein Highschool terlebih dahulu, selanjutnya ia akan berangkat ke sekolahnya sendiri.


"Nanti jemput gue ya Chel.. gue masih ingin jauh dari Sean.." pinta Alexa.


"Oke..tapi loe bilang ke suami tercinta loe dulu. Kalau tidak, dia bisa membunuh gue Lex" kata Rachel. Alexa mengangguk dengan pasti.


Alexa berjalan menuju kelasnya. Dari belakang, Jean, Rose dan Sally mengagetkan Alexa, akan tetapi upaya mereka membuat Alexa terkejut selalu gagal karena Alexa melihat mereka terlebih dahulu. Alexa pun mengajak Jean, Rose dan Sally ke kelas bersama. Saat melewati taman, langkah Alexa dihentikan oleh Vallerie dan sahabat-sahabatnya.


"Hai.. Alexa !! loe tahu nggak kemarin adalah hari bahagia gue. Gue tidak menyangka Sean mencium bibir gue dengan lembut. Ciuman kemarin adalah ciuman paling romantis yang pernah gue rasakan." kata Vallerie yang mulai memancing amarah Alexa.


Mendengar perkataan Vallerie, Alexa merasa sangat kesal hingga ia mengepalkan tangannya dengan erat. Akan tetapi ia tidak ingin menunjukkan rasa kesalnya kepada Vallerie.


"Hahahaha...loe kira gue percaya dengan omong kosong yang loe karang ?? Sean tidak mungkin mau dengan loe." kata Alexa meremehkan Vallerie.


"percaya atau tidak itu urusan loe. Yang jelas kemarin kami berciuman dan loe tahu sendiri kan ?? Dan gue yakin tak lama lagi gue dan Sean akan melakukan lebih dari berciuman. hehehehe..." kata Vallerie kembali menyulut emosi Alexa. Kini Alexa sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


"jangan mimpi loe !!!! gue tahu loe wanita *******. Tapi gue tidak akan membiarkan loe menggoda suami gue !!! tidak akan pernah !!" kata Alexa sambil mencengkeram rahang Vallerie dengan keras hingga Vallerie merasa kesakitan.


Melihat sahabatnya diserang oleh Alexa, Yunna, Anna dan Angel segera membantu Alexa. Akan tetapi Jean, Rose dan Sally memegangi mereka agar tidak ikut campur dengan urusan Alexa dan Vallerie. Jean, Rose dan Sally membawa Yunna, Anna dan Angel menjauh dari Alexa dan Vallerie.


"Gue tidak segan-segan membunuh loe jika gue tahu loe menggoda suami gue!!! Camkan itu ******* !!!" ancam Alexa kemudian mendorong Vallerie hingga jatuh ke tanah dan berlalu meninggalkan Vallerie yang masih terduduk di tanah.


"Harshhhhh !!!! Brengsekkk !!!! gue bersumpah akan merebut Sean dari loe !!!!" teriak Vallerie kepada Alexa yang mulai menjauh darinya. Alexa mendengar dengan jelas perkataan Vallerie. Ia pun tersenyum sinis sambil mengacungkan jari tengahnya dan mengarahkannya ke arah Vallerie.


"Bangsattttt !!!!" umpat Vallerie.


Jean, Rose dan Sally membawa Yunna, Angel dan Anna ke kantin. Mereka mendudukkan sahabat Vallerie di salah satu kursi yang tersedia di kantin.


"Kalian mau apa !!!" bentak Yunna.


"sebenarnya kami mau uang kalian, Tapi kalian lebih miskin dari kita !!! Kalian tidak berharga sama sekali !!! tidak ada yang istimewa dari kalian !!!" hina Jean hingga membuat Yunna tersinggung. Yunna hendak memukul Jean, akan tetapi Sally dengan sigap menahan Yunna melakukannya.


"Hei.. para kacungnya bunga kentut !!! Kalian tidak usah ikut campur urusan majikan kalian. Urus saja hidup kalian sendiri. Hidup kalian saja sudah berantakan, ingin membantu urusan majikan ??? sungguh terlalu sekali yaa !!!" kata Rose. Yunna, Anna dan Angel semakin geram dengan perkataan yang dilontarkan Rose. Bel masuk berbunyi. Sally meminta teman-temannya melepaskan sahabat Vallerie.


"Kita harus segera masuk kelas guys.." kata Sally kemudian mendorong Yunna hingga tersungkur ke lantai. Anna dan Angel membantu Yunna berdiri.


"Brengsek !!!!!" umpat Yunna.


"Berani sekali mereka membully kita !!" kata Anna kesal.


"Kita ke kelas sekarang yuk !!" ajak Angel. Yunna, Anna dan Angel pun menuju ke kelas mereka.


/////Markas 666/////

__ADS_1


Sean terbangun dari tidurnya. Ia melihat ponselnya menunjukkan pukul 08.30. Ia bergegas bersiap untuk pergi ke kantor menyelesaikan semua tugas yang tertunda. Ia menghubungi Darren agar menjemputnya di Markas.


Setelah Sean selesai bersiap, ia keluar dari ruang pribadinya. Martin, Jonathan dan Kenzo telah menunggunya di depan pintu. Sean terheran karena mereka bertiga tidak pergi ke sekolah.


"Kenapa kalian masih disini ??" tanya Sean dengan bingung.


"Kami menunggu loe keluar king" jawab Jonathan sambil tersenyum ragu.


"Gue di skorsing 2 minggu. Kalian pergilah ke sekolah" kata Sean kemudian berlalu meninggalkan Martin, Jonathan dan Kenzo.


"Siap king !!!!" kata Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan.


Tak lama kemudian Darren tiba di Markas. Ia menghampiri Sean yang menunggunya di depan pintu gerbang. Darren membuka pintu mobil untuk Sean kemudian mereka pergi ke S.A Company. Di perjalanan, Darren memberitahu Sean bahwa Steve mengundangnya hadir di acara pernikahannya.


"apa ?? Steve ?? Dia akan menikah ??" tanya Sean yang terkejut karena berita dari Steve yang datang tiba-tiba.


"Iya King.. Loe akan terkejut jika tahu siapa calon istri Steve.." kata Darren yang mencoba membuat Sean penasaran.


"Putri Tuan Leon, Rachel William rekan bisnis kita" kata Daren yang mengharapkan Sean terkejut dengan berita yang ia sampaikan.


Akan tetapi kenyataan tak sesuai dengan apa yang Darren harapkan, Sean terlihat biasa saja tanpa menanggapi berita yang disampaikan Darren. Ia hanya diam seperti memikirkan sesuatu.


"Loe memikirkan Rachel ya king ? Apa loe memang ada rasa sama Rachel ??" tanya Darren.


"Loe mau mati ??!!!! siapa yang memikirkan Rachel ??? Gue memikirkan Alexa. Jika gue hadir di acara Steve, Felix pasti kembali mendekati Alexa !!" kata Sean.


"Ya Ampun King, loe mikir sampai sejauh itu ?? Gue yakin Queen tidak akan berpaling dari loe. Loe harus percaya sama Queen" saran Darren.


"cerewet loe !!!' ejek Sean.


"King.. jangan usir gue king.. gue naik apa ??" kata Darren yang tidak terima diturunkan di jalan begitu saja.


"Banyak taksi, bajaj juga ada !!!" kata Sean kemudian melajukan mobilnya. Sean pun mulai melacak keberadaan Alexa melalui gps yang terpasang di ponsel Alexa.


///////Sekolah///////


Alexa sudah berada di kelasnya terlebih dahulu. Sedangkan Jean, Rose dan Sally baru saja masuk ke kelas setelah memberi pelajaran kepada sahabat-sahabat Vallerie. Jean, Rose dan Sally segera meminta penjelasan dari Alexa tentang apa yang Vallerie bicarakan. Alexa pun mulai bercerita dengan wajah sedihnya.


"Loe percaya dengan semua yang dibilang bunga kentut Lex ?" tanya Sally.


"Sebenarnya gue tidak percaya, tapi gue lihat dengan mata kepala gue sendiri Sall.." kata Alexa yang merasakan keraguan.


"Gue yakin Sean pasti dijebak sama bunga kentut Lex" kata Jean.


"Gue juga yakin 100% Sean tidak akan sudi berciuman dengan bunga kentut" imbuh Rose.


Saat asyik bercerita dengan ketiga sahabatnya. Alexa merasa mual. Ia bergegas lari ke toilet untuk meluapkan rasa mualnya. Jean, Rose dan Sally mengikuti Alexa yang berlari ke toilet. Setelah Alexa menuntaskan rasa mualnya, Jean, Rose dan Sally menatapnya dengan curiga.


"Kenapa loe tiba-tiba merasa mual dan muntah-muntah Lex???" tanya Jean penuh curiga.


"Lex.. loe hamil ya ???" tanya Rose to the point.


"Hah ??? mana mungkin, gue minum obat penunda kehamilan kok. Mungkin gue masuk angin" kata Alexa.


"Loe jangan bohong Lex !!!" kata Sally.

__ADS_1


"Gue nggak bohong kok.." kata Alexa.


Bel istirahat berbunyi. Alexa, Jean, Rose dan Sally pergi ke kantin bersama. Saat berjalan melewati taman, Alexa melihat Rachel sudah menjemputnya di parkiran. Akhirnya Alexa, Jean, Rose dan Sally menemui Rachel di parkiran.


"Kita pulang sekarang yuk Lex ??" ajak Rachel.


"Rachel ??? loe tidak sekolah ??" tanya Jean.


"Gue males sekolah gue ingin main.." kata Rachel.


"Yaudah kita main ke taman kota yuk ??" ajak Sally.


"Gue mau..gue mau !!!!!" kata Rose antusias.


"Nggak bisa !!!! kalian harus belajar !!! nilai kalian berada di bawah gue, jangan sampai kalian bolos belajar dan tidak lulus sekolah !!!" kata Alexa.


"Nggak asyik loe Lex.." kata Jean.


Alexa meminta Jean, Rose dan Sally kembali masuk ke sekolah, sedangkan dirinya akan pulang bersama Rachel. Di perjalanan, Rachel ingin mengajak Alexa jalan ke Mall terdekat. Akan tetapi Alexa tidak setuju dengan permintaan Rachel karena ia ingin membeli bahan makanan untuk makan malam di apartment Rachel. Akhirnya mereka memutuskan membeli bahan makanan di pasar tradisional.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di pasar tradisional. Alexa menarik tangan Rachel dan memintanya membeli ikan lele. Akan tetapi Rachel menolaknya dengan alasan ia tidak suka bau ikan mentah.


"Ayolah Chel.. belikan yaa.. gue pengen banget makan ikan lele" pinta Alexa dengan ekspresi memelas. Rachel pun tidak tega melihat wajah melas Alexa. Dengan terpaksa, Rachel menuruti Alexa.


Setelah membeli bahan makanan, Rachel dan Alexa pulang ke apartment. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari kejauhan. Setelah mobil Rachel mulai melaju, mobil seseorang itu mengikuti mobil Rachel. Beberapa saat kemudian, Rachel dan Alexa tiba di apartment.


Rachel dan Alexa segera masuk ke apartment untuk menyiapkan makan malam bersama. Seseorang tersebut mengikuti Rachel dan Alexa hingga ke depan pintu apartment. Alexa mulai membongkar bahan makanan yang ia beli di pasar. Ia melihat kantong plastik yang bergerak sendiri. Oleh karena penasaran, Alexa membuka kantong plastik itu.


Alangkah terkejutnya ia saat beberapa ikan lele menggelepar tepat di depannya. Alexa secara refleks melempar kantong plastik hingga ikan lele yang dibeli berserakan di lantai. Alexa berteriak ketakutan saat semua ikan lele yang berserakan di lantai seperti mengepungnya. Mendengar suara teriakan dari dalam apartment, seseorang yang mengikuti Rachel dan Alexa bergegas mendobrak pintu dan masuk ke dalam Apartment Rachel. Disaat bersamaan, Rachel keluar dari kamarnya dan menghampiri Alexa yang berteriak.


"Alexa !!! apa yang terjadi ?? kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Sean khawatir. Seseorang yang mengikuti Rachel dan Alexa adalah Sean. Ia tidak tahan harus berjauhan dengan Alexa sehingga ia nekat menjadi penguntit untuk bisa dekat dengan Alexa. Sean menggandeng Alexa keluar dari dapur. Alexa terdiam karena terkejut saat melihat Sean tiba-tiba datang ke apartment Rachel.


"Sean ??? kamu sedang apa disini???" tanya Rachel yang baru keluar dari kamar tidur.


"Gue mau menjemput istri gue !!" kata Sean sambil menggenggam jemari Alexa.


"Tidak !!! aku tidak mau pulang !!" tolak Alexa.


Sadar bahwa pasangan suami istri di depannya sedang menyelesaikan masalah rumah tangganya, Rachel pun masuk ke kamar tidur kembali agar tidak mengganggu Sean dan Alexa.


"Aku jelasin semua, aku tidak pernah mencium Vallerie sayang !!! Saat aku lengah, dia memaksaku !!! Dia yang melecehkanku sayang.." kata Sean memberikan penjelasan


"Tapi kamu mau kan ??!!!" tuduh Alexa.


"Tidak akan pernah !!! bagaimana bisa aku mau berciuman dengannya !! melihatnya saja aku sudah jijik !!!" kata Sean mulai kesal karena Alexa tak kunjung mengerti.


"Jijik bagaimana ??? kamu menikmatinya Sean !!!" kata Alexa yang mulai menangis saat mengingat kejadian itu.


"aku bersumpah, aku tidak pernah menginginkannya sayang. Tolong percayalah padaku !!" kata Sean sambil memeluk Alexa yang menangis. Akan tetapi Alexa mendorong Sean sehingga pelukan mereka terlepas.


"jangan sentuh aku !!!" bentak Alexa.


Kesabaran Sean sudah habis. Ia menarik paksa tangan Alexa dan membawa Alexa pergi dari apartment Rachel. Alexa pun mencoba melawan Sean, akan tetapi ia tidak berdaya karena tenaga Sean lebih kuat darinya.


"Rachel.. terimakasih !!! Alexa akan pulang bersama gue !!!" teriak Sean sebelum membawa Alexa pergi dari apartment Rachel.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2