
1 jam kemudian Jean, Alexa, Rose dan Sally tiba di pantai. Mereka berempat lari berhamburan mendekat ke arah air laut. Mereka bermain air dengan gembira.
"Baru kali ini gue ke pantai..hahahahaha" kata Jean senang sambil melompati ombak kecil yang mendekat ke arahnya.
"Gimana ?? menyenangkan kan ??" tanya Alexa. Jean mengangguk dengan semangat.
Beberapa saat kemudian Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo tiba di Pantai. Mereka tersenyum saat melihat keempat gadis itu bermain air.
"Mereka benar-benar bahagia" kata Kenzo sembari tersenyum melihat Rose.
"Bagaimana tugas kalian ??" tanya Sean dengan nada dinginnya.
Martin menjelaskan kepada Sean bahwa Peter, King Scorpions berhasil di takhlukkan. Mereka telah menyekapnya dalam ruang penyekapan di Markas 666. Martin menyarankan kepada Sean untuk mengambil alih kepemimpinan Scorpions. Jonathan dan Kenzo pun turut mendukung saran Martin. Akan tetapi Sean menolak karena peristiwa kemarin bukan sepenuhnya salah Peter, jadi Sean tetap mengembalikan Scorpions kepada Peter.
"Gue cuma ingin membuat King Scorpions bertekuk lutut kepada Devils. Jika Peter tidak mau kehilangan anak buah beserta markasnya, ia harus patuh sama Gue. Jika suatu saat kita berperang melawan musuh, kita akan memanfaatkan Scorpions untuk membantu kita" kata Sean dingin. Martin, Jonathan dan Kenzo mengangguk mengerti.
Alexa, Rose dan Sally telah lelah bermain air. Mereka membeli kelapa muda untuk menghilangkan dahaga mereka. Sedangkan Jean masih asyik berenang. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo menghampiri Alexa, Rose dan Sally.
"Kalian ngikutin kita ya ??" tuduh Sally.
"Gue cuma mau ikut bebeb gue kok" kata Jonathan sembari mencium kening Rose. Rose tersipu malu saat Jonathan menciumnya di depan sahabat-sahabatnya.
Sean melihat Alexa yang basah kuyup terkena air laut. Sean menelan ludah saat mata tajamnya berhenti pada salah satu bagian tubuh Alexa. Terlihat jelas oleh mata Sean sebuah ukiran dua gunung yang dibalut dengan bra berwarna merah. Ia pun segera memakaikan jaketnya kepada Alexa sebelum orang lain melihat aset yang seharusnya jadi miliknya. Alexa melihat Sean yang memakaikan jaket padanya.
"Kamu mau menggodaku dengan bra berwarna merah itu yaa ??" bisik Sean sambil menaik turunkan alisnya. Tangan Alexa secara refleks menutup dadanya.
"Dasar mesum !!!!!" bisik Alexa dengan kesal kepada Sean. Alexa pun mendorong Sean dengan keras, ia sangat kesal dengan ucapan Sean. Sean pun tersungkur akibat dorongan Alexa. Martin, Jonathan, Kenzo, Rose dan Sally syok melihat Sean terjatuh. Mereka tertawa seketika saat melihat ekspresi kebingungan seorang Sean yang bangun dari jatuhnya.
"Hahahahahahaha.... kenapa bisa nyungsep gitu sih Sean ??" kata Sally di iringi dengan tawa
"Loe tidak mengantuk kan King ? Hahahahaha.." tanya Martin sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha... gimana ceritanya bisa jatuh seperti itu King?? Hahahahaha" kata Kenzo yang tidak bisa berhenti tertawa.
"Hahahaha...lucu bang.... uhhukk !!! uhhukk !!!" kata Jonathan yang tidak terselesaikan karena batuk.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan ???" tanya Rose yang berhenti tertawa saat tahu Jonathan terbatuk.
"Rasain loe keselek !!!!" kata Alexa kemudian meninggalkan teman-temannya. Alexa merasa sedikit kesal karena Sean ditertawai oleh teman-temannya. Ia pun menuju mobil Sean untuk mengambil box makanan yang telah ia siapkan tadi pagi.
__ADS_1
"Martin, Jonathan dan Kenzo !!! Tunggu pembalasan dari gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya kemudian mengikuti jejak Alexa.
Sally dan Rose terdiam mendengar ucapan Sean. Sedangkan Martin, Jonathan dan Kenzo menelan ludahnya dengan kasar saat Sean mengancamnya. Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally kembali mengobrol tanpa mempedulikan Martin yang asyik mengamati Jean berenang. Tiba-tiba Martin tidak melihat Jean. Ia pun berdiri dari duduknya ia menoleh kesana kemari mencari keberadaan Jean. Sekilas ia melihat tangan melambai-lambai dari laut. Martin pun menajamkan matanya untuk memastikan pengelihatannya.
"JEAN !!!!!" teriak Martin kemudian berlari menghampiri Jean yang tenggelam.
Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally terkejut karena Martin berteriak memanggil Jean. Mereka segera mengikuti Martin. Rose dan Sally ikut berlari sembari menangis karena khawatir terhadap sahabatnya yang tenggelam.
Dengan sekuat tenaga Martin mempercepat laju kakinya. Ia segera melompat ke laut saat jarak dirinya dengan jarak Jean mulai dekat. Ia berenang menghampiri Jean yang mulai kesulitan mencari oksigen. Dengan cepat Martin menggendong Jean yang sudah pingsan menuju ke tepi pantai.
"Jean hiks..hiks.. bangun Jean..hiks..hiks.." ucap Sally di iringi dengan derai air mata.
"Coba loe kasih nafas buatan Tin !!" saran Kenzo.
Tanpa membuang waktu, Martin memberikan nafas buatan kepada Jean. Beberapa saat kemudian Jean terbangun dengan memuntahkan air laut. Jean yang baru saja tersadar dari pingsannya memeluk Martin seketika.
"Gue takut banget Martin hiks..hiks..hiks.." kata Jean yang menangis dipelukan Martin. Martin pun membalas pelukan Jean.
"Loe sudah aman Jean.. tenang yaa.." kata Martin sembari mengelus kepala Jean.
Rose dan Sally merasa lega karena Jean berhasil diselamatkan. Dari kejauhan terlihat Alexa dan Sean yang membawa box berisi makanan. Alexa melongo saat melihat Martin dan Jean berpelukan yang disaksikan oleh sahabat-sahabatnya.
"Cieee... kalian udah jadian yaa...???" celetuk Alexa sambil tersenyum yang memecahkan suasana haru diantara Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally.
"Loe gapapa Jean ???" tanya Alexa sambil memeluk Jean.
Jean mengangguk sembari membalas pelukan Alexa. Rose dan Sally pun turut serta memeluk Jean. Terdengar suara berisik dari perut Rose. Pelukan mereka pun terlepas. Alexa mengajak semuanya makan siang. Ia juga memberitahu bahwa ia sendiri yang memasak semua.
Rose pun sangat antusias saat ditawari makanan. Mereka memasang alas duduk di bawah pohon kelapa. Jean dan Alexa menata makanan diatas alas duduk. Setelah selesai mempersiapkan, Jean mempersilahkan semua segera makan. Jonathan dan Rose terlihat sangat lahap saat memakan masakan Alexa.
"Masakan loe enak banget Lex..." kata Rose dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Bener... rasanya seperti memakan makanan dari restoran bintang 5" sahut Jonathan.
"Kalian mah tinja digoreng aja pasti kalian anggap enak" kata Jean asal ceplos. Sally, Kenzo dan Martin tertawa mendengar ucapan Jean.
"Jean... jahat banget sih mulutnya..." kata Jonathan sembari merangkul Rose.
"Emang kenyataannya gitu kan Jo.. Loe sama Rose cocok banget !!!! Tukang makan !!!" kata Martin.
__ADS_1
"Kalian berdua juga cocok kok, sesama Tukang Julid !!!!! Hahahahaha.." kata Sally sambil menertawai Martin dan Jean. Kenzo pun ikut menertawai Martin dan Jean.
Sean dan Alexa tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Mereka berenam pun merasa bahwa suara Alexa dan Sean sama sekali tidak terdengar. Mereka melihat Alexa menyuapi Sean dengan penuh cinta. Sean pun menerima suapan Alexa sambil memandangnya dengan penuh kelembutan.
"Kalian sweet banget siiiih...!!!!" puji Rose. Alexa dan Sean seketika menjadi salah tingkah.
"Apaan sih ? Apanya yang sweet ?? tangan Sean sakit, jadi gue membantunya makan" kata Alexa asal ceplos. Sean tidak peduli dengan pandangan sahabat-sahabatnya. Ia tetap makan dengan tenang akan tetapi aura dinginnya tetap terasa.
"Apa kalian sudah jadian ??" tanya Sally yang penasaran dengan kedekatan Sean dan Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo tidak berani bertanya kepada Sean karena sebelumnya Sean telah mengancam akan membalas semua yang mereka lakukan kepadanya.
"Enggak, kita tidak berpacaran kok" jawab Alexa.
Mendengar jawaban Alexa, hati Sean menjadi sakit. Ia membuang minuman yang ia bawa kemudian meninggalkan Alexa bersama sahabat-sahabatnya. Martin, Jonathan dan Kenzo saling melihat satu sama lain. Mereka tahu bahwa Sean sedang marah.
Makanan yang disiapkan Alexa sudah habis tanpa sisa. Alexa mulai merasa bahwa Sean marah kepadanya. Ia meminta Jean, Rose dan Sally pulang ke Mansionnya terlebih dahulu. Martin, Jonathan dan Kenzo pulang bersama. Tinggallah Sean dan Alexa di parkiran. Alexa menghampiri Sean yang duduk di dalam mobilnya. Ia duduk disamping Sean.
Tanpa berkata apapun, Sean melajukan mobilnya. Diperjalanan, Sean dan Alexa saling diam. Kini Alexa yakin bahwa Sean memang marah kepadanya.
"Sean.." panggil Alexa sembari menarik lengan baju Sean. Akan tetapi Sean tetap diam tanpa melihat ke arah Alexa sedikitpun.
"Sean.. kamu marah ???" tanya Alexa. Sean masih tetap diam. Merasa di abaikan oleh Sean, Alexa meminta Sean menghentikan mobilnya dan meminta diturunkan saat itu juga akan tetapi Sean tetap diam tanpa mempedulikan Alexa sedikit pun. Alexa memaksa keluar dari mobil Sean. Sean segera mencegah Alexa
"Kamu mau apa !!!" bentak Sean.
Hati Alexa sangat sakit saat Sean membentaknya. Bahkan Mama Nessa dan Papa Kevin tidak pernah sekalipun membentaknya. Tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi wajah cantiknya. Ia pun membuang pandangannya dari Sean.
Sean masih melajukan mobilnya hingga berhenti di S.A Group. Ia mengajak Alexa masuk kedalam ruangannya. Darren terkejut melihat Sean datang ke perusahaan bersama seorang gadis. Semua karyawan S.A Group pun menjadi gempar saat berita Presdir mereka membawa gadis ke kantor.
Sean memaksa Alexa masuk ke ruangan pribadinya. Di dalam ruang kerja Sean terdapat satu kamar khusus untuk Sean beristirahat. Sean tidak memperbolehkan seorangpun masuk ke kamar rahasianya. Bahkan Darren pun tidak pernah di izinkan untuk memasukinya. Darren yang melihat kejadian itu pun terkejut. Karena Sean membawa orang luar ke ruang kerjanya. Di dudukkan lah Alexa diatas tempat tidur. Alexa semakin takut karena sikap Sean kini telah berubah. Sean mengambil kursi untuk ia duduki dan meletakkannya tepat di depan Alexa.
"Kenapa kamu bilang kita belum jadian ?? Sebenarnya kamu menganggapku apa !!!!" bentak Sean. Alexa menundukkan kepalanya karena takut.
"jawab Alexa !!!!" bentak Sean. Alexa masih diam dan menundukkan kepalanya.
Sean mulai merasa ada yang aneh dari Alexa. Perlahan ia melihat Alexa yang menunduk ketakutan.
"Oh My... apa yang gue lakukan ?? Gue sudah membuat Alexa takut !!!" batin Sean.
Kini Sean mulai merasa bersalah. Ia menggenggam tangan Alexa akan tetapi Alexa menyingkirkan tangan Sean.
__ADS_1
"Sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat kamu takut. Aku cuma ingin bertanya kepadamu" kata Sean sembari menggenggam tangan Alexa. Kini Alexa menangis histeris, ia memukuli Sean berkali-kali. Sean pun menerima pukulan Alexa karena ia merasa bersalah. Oleh karena lelah memukul, Alexa pun memeluk Sean sambil menangis.
~bersambung~