
Sean memaksa Alexa ikut dengannya. Akan tetapi Alexa terus menolak. Oleh karena telah habis kesabarannya, Sean terpaksa harus menggendong Alexa dan mendudukkannya kedalam mobil.
"Sean hiks..hiks.. !!! Aku tidak mau pergi denganmu hiks..hiks... Izinkan aku bersama Rachel Sean.. hiks..hiks.." kata Alexa dengan tangisan terisak.
"Oke.. !!! aku akan mengizinkanmu bersama Rachel tapi setelah kamu ikut denganku Alexa !!" bentak Sean.
Alexa terdiam seketika setelah Sean membentaknya. Ia tidak menyangka Sean mengingkari janjinya dan kembali membentaknya. Ia menghadap kearah luar sambil menahan tangisnya. Sean pun merasa bersalah telah membentak Alexa.
"Maaf sayang.. aku tidak bermaksud membentakmu !! Aku cuma ingin kamu menurut kepadaku sayang !!" kata Sean sembari menggenggam jemari Alexa.
Alexa segera melepaskan tangannya dari genggaman Sean. Sean hanya diam sembari menatap Alexa dengan wajah putus asa. Ia segera melajukan mobilnya menuju ke sekolah.
//////Markas Fire///////
Kondisi Samuel dan David mulai membaik. Perut Samuel masih terasa sedikit sakit karena lukanya masih belum terlalu kering. Luka lebam di wajah dan tubuh David perlahan mulai pulih. Meskipun demikian, mereka berencana akan kembali bersekolah.
"Gue kangen banget sama Vallerie Vid.." kata Samuel.
"Loe jangan terlalu mencintainya Sam..Loe bisa terluka. Dia tidak mencintai loe !! Dia hanya memanfaatkan loe Sam.." kata David memperingatkan Samuel.
"Loe belum tahu dia Vid, Vallerie benar-benar mencintai gue !!! loe ingat saat gue masuk Rumah Sakit malam itu, dia meninggalkan pestanya demi menemani gue di Rumah Sakit Vid" kata Samuel dengan raut wajah serius.
"terserah loe !!!" kata David.
Saat mereka asyik berbincang, salah satu anak buah Fire memberikan kartu undangan kepada Samuel. Samuel menerimanya kemudian memberikan kartu undangan tersebut kepada David karena pada dasarnya yang mendapatkan adalah King Fire. David pun membuka kartu undangan.
"Dua minggu lagi Steve akan mengadakan pesta pernikahan !!" kata David saat membaca kartu undangan.
"Steve ??? Apakah Steve King Dragon itu ?" tanya Samuel. David mengangguk.
"Itu kesempatan bagus buat kita untuk memperkuat relasi Fire dengan Dragon. Bukankah seperti itu Vid ??" tanya Samuel.
"Benar.. Tapi gue harus menjalin relasi dengan kelompok terkuat. Gue ingin Fire mendapat dukungan dari kelompok itu. Gue tidak mau Fire dipandang sebagai kelompok lemah." kata David.
"Bukankah kita sudah kuat Vid ?? Memangnya selain Dragon, adakah yang kelompok lain yang lebih kuat ?" tanya Samuel. David kembali mengangguk.
"Devils. Kelompok terkuat diantara yang paling kuat. Tapi Devils ini sungguh misterius Sam. Banyak yang tidak tahu tentang kelompok ini. Bahkan gue pernah meminta anak buah gue meretas data mereka. Tapi hasilnya mereka justru merusak sistem kita" kata David.
"Lalu apa rencana loe Vid ?" tanya Samuel.
"Gue ingin mendekati Steve dan memintanya memperkenalkan gue kepada King Devils. Gue dengar King Devils adalah sahabat baik Steve" jawab David.
"Oke.. jika itu rencana loe, gue hanya bisa mengikutinya." kata Samuel.
//////Sekolah///////
__ADS_1
Hari sudah semakin sore. Sean mengajak Alexa ke sekolah mereka. Setelah mereka tiba, Sean meminta Alexa segera turun dari mobil. Akan tetapi Alexa hanya diam dan tidak beranjak dari tempatnya sedikitpun. Akhirnya Sean terpaksa membuka pintu mobil untuk Alexa dan menarik tangan Alexa agar ia turun dari mobil. Alexa terpaksa mengikuti kemauan Sean daripada ia merasakan sakit akibat tangannya ditarik oleh Sean.
Sean membawa Alexa ke ruang kontrol sekolah. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah melalui rekaman CCTV pada saat itu. Saat memasuki ruang kontrol, petugas melarang Sean dan Alexa masuk.
"Kalian tidak diizinkan masuk !!! Disini bukan tempat kalian, silahkan pergi dari sini" kata petugas ruang kontrol.
"Loe jangan halangi gue, gue pemilik sekolah ini. Jika loe menghalangi gue, gue akan memecat loe !!" kata Sean sambil mencekik leher petugas ruang kontrol.
Melihat kemarahan Sean, petugas segera menyingkir dari ruang kontrol. Sean pun mulai mengotak-atik monitor untuk menemukan bukti rekaman di toilet. Tak lama kemudian Sean berhasil menemukannya. Ia menunjuk bukti rekaman itu kepada Alexa.
"Kamu lihat ini baik-baik !!!" kata Sean menunjukkan layar monitor kepada Alexa.
Alexa melihat layar monitor dengan malas. Ia mulai kesal saat melihat Vallerie mencoba menggoda Sean. Ia kepalkan tangannya dengan erat saat Vallerie mencuri ciuman dari Sean. Sean pun menyaksikan rasa kesal Alexa yang terlihat jelas di raut wajahnya. Setelah rekaman selesai, Sean mengajak Alexa keluar dari ruang kontrol.
"Aku terbukti tidak bersalah, jadi untuk selanjutnya terserah kamu !!! Tadi kamu bilang ingin kembali ke Apartment Rachel kan ?? Baiklah aku akan mengantarkan kamu kesana." kata Sean sembari berjalan mendahului Alexa. Alexa hanya diam sambil mengikuti langkah Sean.
"Please pulanglah bersamaku Alexa.." batin Sean yang mengharapkan Alexa mengurungkan niatnya untuk kembali ke Apartment Rachel.
Tak lama kemudian Sean dan Alexa tiba di parkiran. Sean mulai naik ke mobilnya, disusul dengan Alexa. Kini Sean dan Alexa saling diam, hanya mata mereka yang sesekali saling pandang satu sama lain. Sean melajukan mobilnya menuju ke Apartment Rachel.
"kenapa Sean tidak memintaku pulang ke Mansion ?? apakah dia marah kepadaku ?? Tapi dia sudah membentakku, dia mengingkari janjinya. Seharusnya aku yang marah kepadanya" batin Alexa sambil memandangi Sean yang menyetir mobil dengan serius.
Terjadi kebimbangan di hati Alexa. Ia ingin sekali pulang bersama Sean, akan tetapi Sean tak juga menawarinya pulang ke Mansion. Alexa pun memutuskan menunggu Sean mengajaknya pulang ke Mansion. Tak lama kemudian, Sean dan Alexa tiba di depan kawasan apartment Rachel. Sebenarnya Sean sangat berat pulang tanpa Alexa. Akan tetapi ia juga tidak ingin memaksa Alexa.
"Kenapa kamu tidak turun sayang ?" tanya Sean.
"Jadi kamu mengusirku ??" protes Alexa.
"Hah ??? aku tidak pernah mengusir kamu sayang." elak Sean.
"Kalau tidak mengusirku, kenapa kamu tidak mengajakku pulang ?? kenapa kamu menurunkanku di depan Apartment Rachel !!!" teriak Alexa.
"Tapi tadi kamu sendiri kan yang min.." kata Sean terputus.
"Tau ah.." kata Alexa memotong pembicaraan Sean.
"salah lagi.. salah lagi....!!!!" gumam Sean yang terdengar di telinga Alexa. Sayangnya, Alexa tidak mendengar dengan jelas gumaman Sean.
"Kamu bilang apa ???" tanya Alexa dengan nada kesal.
"Aku bilang, ayo kita pulang ke Mansion sayang.." kata Sean dengan lembut. Alexa tersenyum sedikit kemudian mengangguk.
Hari sudah mulai gelap. Sean dan Alexa tiba di Mansion. Alexa bergegas masuk ke kamarnya kemudian mandi sedangkan Sean menunggu Alexa sambil rebahan di tempat tidur. Sean sangat senang karena kini Alexa sudah berada di Mansion bersamanya. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika Alexa meninggalkannya terlalu lama.
Tak lama kemudian Alexa telah selesai dengan ritual mandinya. Alexa berganti baju setelah mengeringkan rambutnya. Sean terus melihat langkah Alexa. Ia ingin sekali melepas rindu dengan memeluk istrinya. Saat Alexa menyisir rambutnya di depan cermin, Sean beranjak dari tempat tidur kemudian memeluk Alexa dari belakang. Alexa tidak menolak saat Sean memeluknya karena ia juga merindukan pelukan Sean.
__ADS_1
Oleh karena Alexa tidak menolak, Sean melanjutkannya dengan mencium leher Alexa. Alexa menutup matanya merasakan bibir lembut Sean saat menyentuh lehernya. Tangan Sean mulai bergerilya di dada Alexa. Ia remas dua gunung Alexa secara bersaman dengan kedua tangannya. Nafas Alexa mulai tidak beraturan. Tanpa ia sadari, tangannya sudah menyentuh junior Sean. Hampir 10 menit Sean dan Alexa menikmati sentuhan satu sama lain.
Tiba-tiba Alexa teringat dengan kejadian saat Vallerie mencium bibir Sean. Alexa pun segera melepaskan tangannya dari junior Sean dan melepaskan dirinya dari pelukan Sean. Kini Sean dan Alexa saling berhadapan.
"Kenapa berhenti sayang ?" tanya Sean bingung.
"Tidak apa-apa Sean." jawab Alexa sambil menunduk.
"Aku mau kamu melayaniku Alexa" pinta Sean sembari meraih pinggang Alexa dan mendekatkannya di depan juniornya. Alexa kembali melepaskan tangan Sean dari pinggangnya. Sean pun menjadi kesal karena Alexa menolaknya.
"Kamu itu istriku Alexa !!! tidak seharusnya kamu menolak permintaan suami kamu !! aku berhak mendapatkannya !!! dan kamu berkewajiban memberinya !!!" kata Sean dengan nada kesalnya.
"Tapi aku tidak mau Sean !!!" jawab Alexa dengan kesal. Sean mulai emosi mendengar jawaban Alexa yang tidak mau melayaninya.
"Kenapa ??? kenapa kamu tidak mau !!! itu kewajiban kamu Alexa !!!!" bentak Sean yang membuat Alexa menjadi takut.
"di bibir kamu ada bekas bibir wanita lain !!!! Aku tidak suka Sean !!!" teriak Alexa dengan wajah sedikit takut mengutarakannya.
Sean menatap Alexa dengan tatapan tajam. Ia menggendong Alexa dan membaringkannya di tempat tidur. Sean mulai menindih tubuh Alexa. Alexa pun melawan dengan sekuat tenaga.
"Sean apa yang kamu lakukan !!!!" bentak Alexa yang tidak bisa bergerak karena Sean memegang kedua tangannya.
"Kamu tidak mau melayaniku karena di bibirku ada bekas bibir wanita lain kan ?? Oke.. sekarang kamu harus menghapus bekas bibir wanita lain dengan bibir kamu !!!" kata Sean dengan nada kesalnya.
Sean pun mencium bibir Alexa dengan lahap. Akan tetapi Alexa hanya diam tanpa membalas ciuman Sean. Sadar jika Alexa tidak menerima ciumannya, Sean pun menggigit bibir Alexa hingga Alexa membuka mulutnya karena kesakitan. Disaat mulut Alexa terbuka, Sean menjulurkan lidahnya ke dalam mulut Alexa dan mulai memainkan lidah Alexa menggunakan lidahnya.
Sean seakan kehilangan kontrol atas dirinya. Ia membuka kimono Alexa secara paksa kemudian menciumi dan menghisap dada Alexa dengan rakus. Alexa yang merasa sangat kesal mencoba menendang kaki Sean. Akan tetapi sayang sekali, Sean tidak merasakan apapun saat Alexa menendangnya. Sean membuka celananya dan memasukkan juniornya kedalam sumur Alexa kemudian memompa sang junior dengan cepat.
Alexa merasa kesakitan karena permainan Sean cukup keras. Beberapa saat kemudian, setelah sang junior memuntahkan mayonesnya Sean menyelimuti Alexa yang menunjukkan wajah kesalnya sedangkan dirinya membersihkan diri di kamar mandi. Saat Alexa duduk, ia melihat terdapat setitik darah di tempat tidur.
"Sean memang cowok brengsek !!!! berani sekali dia memper*k*osa gue sampai berdarah gini!!! Gue harus memberinya pelajaran !!!" gumam Alexa kemudian beranjak dari tempat tidur dan memakai kembali kimono yang telah dirobek oleh Sean.
Tak lama kemudian, Sean selesai dengan prosesi mandinya. Ia tidak melihat Alexa di tempat tidur. Ia pun bergegas keluar dari kamar mandi karena takut jika Alexa kembali meninggalkannya. Tanpa ia sadari, Alexa tengah menghadangnya di samping pintu kamar mandi. Melihat Sean keluar dari kamar mandi, Alexa pun menarik rambut Sean hingga Sean kesakitan.
"Aaargh.. sakit..!!!!!!ampun sayang.." rintih Sean menahan sakit.
"Sakit kamu bilang ??? Beraninya kamu memperk*o*saku !!! Kamu telah menodaiku Sean !!!" kata Alexa sembari menarik rambut Sean.
"Arrrgh... sakit sayang..kamu kan istriku, tentu saja aku harus menodaimu sayang. Jika bukan aku, lalu siapa ??" tanya Sean. Alexa terdiam dan mencoba memikirkan jawaban atas pertanyaan Sean. Disaat itulah Alexa menjadi lengah. Seanpun memeluk Alexa dengan erat saat Alexa lengah.
"Sayang.. maafkan aku, tadi siang aku sudah membentak kamu dan sekarang aku memaksamu melayaniku. Tapi itu semua aku lakukan agar kamu mengerti bahwa aku hanya milik kamu !! aku ingin kamu percaya kepadaku sayang!! maafkan aku yaa.." kata Sean dengan nada yang lembut hingga hati Alexa luluh. Alexa mengangguk memaafkan semua kesalahan Sean.
"jangan membentakku lagi Sean, aku takut !!!" kata Alexa lirih sembari memeluk Sean dengan erat.
~bersambung~
__ADS_1