Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Rencana Dinner


__ADS_3

Alexa turun dari mobil. Vallerie dan teman-temannya terkejut saat melihat pemilik mobil sport itu adalah Alexa.


"Kalau dia anak beasiswa kenapa dia bisa naik mobil semewah itu Val ?" tanya Angel.


"Yaa..bisa saja kan dia nyewa mobil biar kelihatan seperti orang kaya ?!" kata Vallerie kemudian mengajak gengnya masuk ke kelas mereka.


Yuna kembali mengingatkan Vallerie tentang pembalasan kepada Alexa. Vallerie pun selalu teringat dengan tujuannya itu. Ia berencana memberikan Alexa pelajaran di waktu yang telah ia tentukan.


Jean, Sally dan Rose sudah menunggu Alexa di tempat parkir sekolah. Alexa bergegas menemui sahabatnya. Jean menanyakan keadaan Alexa karena ia melihat sendiri Alexa tertimpa meja saat di cafe.


"Gue baik-baik aja kok Jean" jawab Alexa.


Apa yang Alexa katakan berbanding terbalik dengan kondisi sebenarnya. Setelah tertimpa meja, Alexa merasakan sakit di punggungnya. Namun ia hanya memendamnya tanpa memberitahukan kepada siapapun. Ia tidak ingin orang yang ia sayangi mengkhawatirkannya.


Mereka bergegas masuk ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi. Saat masuk ke dalam kelas, Alexa melihat Sean yang duduk di tempatnya. Sean pun melihat Alexa yang memasuki kelas. Saat pandangan mereka bertemu, mereka bergegas membuang pandangan mereka.


"Kenapa Sean ngliatin gue terus sih..!!" batin Alexa sembari duduk di tempatnya.


"Alexa cantik banget... Tapi gue tetap harus membatalkan ajakan gue kemarin. Gue nggak mau menghianati Gia." batin Sean sembari melihat punggung Alexa.


Beberapa saat kemudian, bel istirahat berbunyi. Jean, Alexa, Sally dan Rose menuju ke kantin. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo sudah berada di kantin terlebih dahulu. Vallerie dan teman-temannya bergabung bersama Sean dan teman-temannya.


Rose memesan makanan sedangkan Alexa, Jean dan Sally mencari tempat duduk untuk makan. Setelah makanan datang, mereka makan sambil berbincang dan bercanda. Rose memberitahu teman-temannya bahwa nanti malam ia dan Jonathan akan pergi dinner. Jean dan Sally terkejut karena mereka juga mendapatkan ajakan dinner dari Martin dan Kenzo. Hanya Alexa yang tidak bersuara sama sekali.


"Lex.. apa Sean tidak mengajak loe ?" tanya Jean. Alexa menghentikan aktifitas mengunyahnya dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak memberitahu teman-temannya bahwa Sean telah mengajaknya Dinner. Ia tidak ingin teman-temannya menggoda ia dan Sean saat tahu mereka bersama.


"Waaah... sayang banget yaa.. padahal kita bisa pergi sama-sama kalau Sean ngajak loe" kata Sally. Jean, Sally dan Rose sepakat akan berangkat bersama saat Dinner nanti.


Vallerie dan teman-temannya sangat bangga bisa bergabung bersama Sean dan sahahatnya. Sean dan sahabatnya adalah orang yang populer di sekolah. Banyak siswa dan siswi yang mencoba mendekati mereka akan tetapi mereka mundur sebelum mendekat karena sikap dingin Sean dan para sahabatnya.


"Sean.. nanti malam kita dinner yuk ?" ajak Vallerie. Sean hanya diam tanpa menanggapi Vallerie yang ada di dekatnya.


Meskipun Sean hanya diam, Vallerie pantang menyerah, ia menggenggam tangan Sean berharap agar Sean bersedia dinner dengannya.


"Jangan ganggu gue !!!" kata Sean dingin sembari menarik tangannya yang dipegang erat oleh Vallerie.


Sean merasa tidak nyaman dengan adanya Vallerie yang bergabung dengannya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Alexa.


"Kenapa saat bersama Alexa rasanya berbeda.." batin Sean sembari melihat Alexa yang tertawa bersama sahabatnya. Tanpa ia sadari Sean tersenyum saat melihat tawa Alexa. Vallerie yang berada di samping Sean sangat bahagia karena ia bisa melihat senyum Sean. Ia merasa Sean tersenyum kepadanya.


"Sean.. loe mau kan ??" tanya Vallerie dengan penuh harapan. Tanpa menjawab, Sean bergegas pergi dari tempatnya karena risih dengan sikap Vallerie.


Bel masuk berbunyi yang menandakan semua siswa harus kembali ke kelas mereka untuk mendapatkan pelajaran selanjutnya. Jean, Alexa, Sally dan Rose pun segera kembali ke kelas mereka. Akan tetapi langkah mereka dihadang oleh Vallerie dan teman-temannya.


"Waaaah... anak beasiswa punya mobil bagus tuh guys.. sama seperti milik Sean pula" kata Vallerie dengan suara lantang hingga semua siswa yang ada di kantin mendengar suara Vallerie.


"Dia sepertinya sangat berambisi kepada Sean deh guys.." kaya Yuna yang juga ingin memancing emosi Vallerie.


"Padahal mobil sewaan guys... hahahaha..." kata Anna yang berniat menghina Alexa. Alexa pura-pura tidak mendengar perkataan Vallerie dan teman-temannya.


"Permisiii orang cantik mau lewat" kata Alexa sambil menabrak Vallerie hingga tersungkur ke tanah.

__ADS_1


Saat menabrak Vallerie, Alexa merasakan nyeri pada punggungnya, akan tetapi ia tidak memperlihatkan rasa sakitnya kepada teman-temannya. Alexa pun bergegas kembali ke kelasnya. Jean, Sally dan Rose tertawa terbahak-bahak menertawai Vallerie yang jatuh ke tanah kemudian menyusul Alexa ke kelas.


"Brengsek !!!!!!! Loe tunggu pembalasan gue !!!! Dasar wanita ****** !!!!" teriak Vallerie yang menahan malu karena di lihat oleh banyak orang.


///////////////////


Martin, Jonathan, Kenzo dan Sean sedang membahas tentang akan datangnya anak buah kelompok mafia Dragons dari negara B ke negara ini. Kenzo mendapatkan informasi bahwa anak buah Dragons sedang mencari pacar dari adik King Dragons yang melarikan diri ke negara ini.


"Apa kita akan membantu mereka King ??" tanya Martin.


"Selagi Steve masih diam, kita tidak akan bertindak apapun" jawab Sean dingin.


Steve Marquiese adalah sahabat Sean sekaligus King Dragons. Sean tahu bahwa Steve memiliki adik yang seumuran dengannya. Akan tetapi ia tidak begitu dekat dengan adik Steve.


Jean, Alexa, Rose dan Sally masuk ke dalam kelas. Mereka masih menertawakan Vallerie yang jatuh saat disenggol Alexa. Martin, Sean, Jonathan dan Kenzo melihat mereka.


"Guys.. nanti malam gue sama rose akan dinner. Gimana kalau kita fourth date ?" ajak Jonathan.


Martin dan Kenzo setuju dengan ajakan Jonathan. Lain halnya dengan Sean yang hanya diam sembari menatap Alexa. Ia teringat bahwa ia harus membatalkan acara dinnernya dengan Alexa.


Bel pulang berbunyi. Semua siswa mulai berangsur meninggalkan sekolah. Jean, Rose dan Sally pulang terlebih dahulu karena harus shopping untuk persiapan dinner nanti. Sedangkan Alexa masih menyalin tulisan yang ditulis Pak Danang di papan tulis. Martin, Jonathan dan Kenzo pamit pulang terlebih dahulu karena harus mempersiapkan diri untuk dinner bersama sahabat Alexa.


Tinggallah Sean dan Alexa berdua di dalam kelas mereka. Sean menatap Alexa yang sedang serius menyalin tulisan di papan tulis. Ia hendak berbicara kepada Alexa untuk membatalkan ajakan dinnernya, akan tetapi ia merasa tidak enak. Ia pun mencoba menyusun kata yang pantas, yang akan ia ucapkan kepada Alexa untuk membatalkan ajakannya. Setelah siap, ia memanggil Alexa. Alexa pun menoleh kepadanya.


"Ada apa Sean ?" tanya Alexa sembari menoleh ke arah Sean.


Sean terdiam seketika saat melihat wajah cantik Alexa. Jantung Sean berdebar saat matanya fokus kepada mata, hidung dan bibir Alexa. Semua kata yang telah ia susun musnah seketika.


"Ada apa Sean ? kenapa loe manggil gue ?" kata Alexa yang menyadarkan Sean dari aktifitas bengongnya.


"Apa dia sudah gila ?? kenapa dia bilang seperti itu ?? bukankah itu hal yang memalukan ??" batin Alexa heran. Ia pun bergegas mengemasi buku dan tasnya kemudian pulang.


Sean yang masih bersembunyi di toilet sekolah mengusap wajahnya dengan kasar. Tak dapat dipungkiri bahwa wajah Sean juga menjadi merah karena malu. Pasalnya hati dan otaknya sangat bertolak belakang. Ia tidak bisa mengontrol hatinya saat bersama Alexa.


"Siiiaalll !!!!! Kenapa gue jadi bilang begitu siih !!!! Kenapa mulut gue tidak bisa diajak kompromi ?? gue bener-bener udah gila !!!!! Maafin aku Gia.." batin Sean.


//////////////


Matahari mulai terbenam. Sean sudah berpakaian rapi dan siap untuk menjemput Alexa. Saat ia menuruni anak tangga, Mama Ivanka melihatnya. Mama Ivanka heran karena tidak biasanya Sean memperhatikan penampilannya seperti saat ini.


"Sayang.. kamu mau kemana ??" tanya Mama Ivanka yang penasaran.


"Aku ada urusan Ma, jadi tidak bisa makan malam di rumah" jawab Sean dengan nada dingin yang menjadi ciri khasnya. Mama Ivanka tersenyum sembari melihat Sean dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Kamu mau kencan ya sayang ? Pasti sama cewek itu kan" tanya Mama Ivanka.


"Apaan sih Ma.." elak Sean kemudian berlalu dari ruang keluarga. Sean tersenyum akan tetapi ia sembunyikan dari Mama Ivanka. Ia segera melajukan mobil sportnya menuju Mansion Keluarga George.


"Oooh...Jadi begini rasanya pergi berkencan ??" tanya Sean dalam hati sambil tersenyum.


"Padahal cuma dinner tapi kenapa gue deg-degan gini ya??" batin Sean.

__ADS_1


"Dada gue serasa ditumbuhi bunga matahari" batin Sean sambil tersenyum.


"Oh... Tuhan.. gue bener-bener sudah menghianati Gia" batin Sean.


"Aku janji ini yang terakhir Gia. Selanjutnya aku tidak akan melakukannya lagi." kata Sean.


Beribu tanya muncul dalam otaknya hingga tanpa ia sadari, ia sudah tiba di Mansion Keluarga George. Ia mengetuk pintu utama. Tak lama kemudian Mbok Ningsih, Asisten Rumah Tangga (ART) Keluarga George membuka pintu untuk Sean. Ia terkesima melihat ketampanan pria di depannya.


"Permisi tante, Alexa ada ??" kata Sean dengan nada dinginnya yang membuyarkan lamunan Mbok Nungsih. Mbok Ningsih meminta Sean masuk terlebih dahulu, sedangkan ia akan memberitahu Alexa bahwa ada tamu untuknya.


"Nona, ada cowok tampan mencari nona.." kata Mbok Ningsih.


"Suruh dia nunggu mbok, tolong buatin minum buat dia. Terimakasih Mbok.." kata Alexa sambil merias wajah cantiknya.


Beberapa saat kemudian Alexa selesai bersiap. Ia pun turun menemui Sean. Saat Alexa menuruni anak tangga, mata Sean tak henti menatapnya. Alexa mengajak Sean segera berangkat akan tetapi Sean masih terpaku memandangnya sambil tersenyum.


"Pllttthhaaakkkk !!!!!" Alexa menyentil kening Sean lumayan keras hingga kening Sean merah.


"Arrghhhh... !!!! sakit..!!!!!" teriak Sean sambil mengusap keningnya.


"Gue tahu kalau gue cantik, tapi liatnya biasa aja dong !!!!" kata Alexa dengan sombongnya kemudian menarik Sean agar segera berangkat.


Di perjalanan, Alexa memainkan ponselnya sambil tertawa. Ia melihat foto Mama Nessa dan Papa Kevin selama mereka berada di luar negeri. Sean yang sedari tadi menahan rasa kesalnya pun mulai membuka suara.


"Gue akan membalas apa yang loe lakukan ke gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Lagian salah loe juga sih.. pakai acara bengong segala.." kata Alexa. Bibir Sean mengerucut karena kesal.


Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di Restaurant Elit. Sean memilih tempat yang tidak biasa agar tidak bertemu dengan teman-temannya yang juga dinner bersama teman-teman Alexa. Alexa turun dari mobil terlebih dahulu. Sean tersenyum sinis di belakang Alexa. Ia berniat ingin membalas perbuatan Alexa. Ia pun memanggil Alexa. Oleh karena merasa namanya dipanggil, Alexa menoleh ke arah Sean.


"Plltthhakk..!!!" Sean menyentil kening Alexa.


"Awh... !!! Sakit bego !!!??" teriak Alexa yang sangat kesal dengan Sean. Sean tertawa melihat Alexa yang kesal dengannya.


"Hahahahaha... satu sama" kata Sean sembari memegang pipi Alexa.


Sean mengajak Alexa masuk ke dalam Restaurant. Dengan bibir yang mengerucut karena kesal, Alexa menuruti perintah Sean. Sean melihat kening Alexa sangat merah akibat dari tangan jahilnya.


"Hei.. kening loe merah banget" kata Sean sembari menunjuk kening Alexa.


"Ya.. iya lah merah.. ini sakit banget loh.." keluh Alexa sembari mengusap keningnya. Sean mulai merasa bersalah karena menyentil kening Alexa terlalu keras.


"Sini biar gue tiup !!!" kata Sean sembari mendekatkan bibirnya ke kening Alexa. Alexa hanya menurut dengan Sean.


Dari kejauhan datanglah Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally. Mereka melihat orang yang sepertinya tidak asing bagi mereka. Mereka pun mendekati dua orang yang asyik di pojok gedung Restaurant.


"Sean, Alexa ?? ternyata kalian sudah jadian ya ?? Pakai acara ciuman di depan Restaurant lagi" kata Jean yang membuat Sean dan Alexa kaget bagai pasangan yang terpergok mesum di tempat umum.


"Kenapa kalian tidak bilang ke kita kalau kalian udah jadian ??" protes Sally.


"Siapa yang jadian ?? kita belum jadian !!! kita nggak ngapa-ngapain kok" kata Alexa yang mulai panik. Sean hanya diam tanpa ekspresi. Sebenarnya dari lubuk hatinya ia merasa senang saat teman-temannya menganggap ia dan Alexa berpacaran.

__ADS_1


"King.. selamat yaa.. akhirnya kita punya queen !!" kata Martin sembari mengulurkan tangannya kepada Sean. Sean menangkis tangan Martin dan menggandeng Alexa masuk ke dalam Restaurant.


~bersambung~


__ADS_2