Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Malam Pertama


__ADS_3

Kedua orang tua Sean dan Alexa pulang ke Mansion mereka masing-masing setelah Sean memutuskan akan menginap di hotel. Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya menuju Suite Room. Orang tua Sean memang tidak menyediakan kamar khusus bagi pemilik hotel. Jadi Sean mengajak Alexa ke Suite Room yang kualitasnya hampir setara dengan kamar pribadinya.


Selama berjalan menuju ke suite room, Alexa hanya mendiamkan Sean. Bahkan Alexa lebih memilih menggandeng kopernya daripada Sean, suaminya. Ia masih ingat dengan jelas saat Sean membentaknya di UKS, akan tetapi Sean belum meminta maaf. Sebenarnya Sean sudah sadar jika Alexa sedang marah kepadanya. Ia akan berbicara dengan Alexa setelah tiba di kamar tempat mereka menginap.


Tak lama kemudian Sean dan Alexa tiba di suite room. Sean hendak merangkul pinggang Alexa agar dirinya dan Alexa masuk bersama kedalam kamar. Akan tetapi niat Sean sia-sia karena Alexa mempercepat laju kakinya sehingga Alexa masuk kedalam kamar terlebih dahulu. Tanpa berbicara sepatah katapun Alexa bergegas mandi dan mengganti pakaiannya di kamar mandi. Sedangkan Sean hanya bisa duduk di tempat tidur sembari matanya mengikuti langkah Alexa yang sedang masuk ke kamar mandi.


"Sial.. bisa-bisa gue nggak dapat jatah malam ini !!!" batin Sean.


"Gue harus merayunya. Alexa tidak boleh mendiamkan gue" batin Sean.


Alexa keluar dari kamar mandi. Wajah Alexa terlihat segar dan bersih.Tanpa mempedulikan Sean, Alexa berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Sean memandangi Alexa yang berbaring dengan memakai kimono pendek hingga paha mulus Alexa terlihat sangat jelas. Sean hanya bisa menelan ludah menahan godaan dari tubuh Alexa. Tanpa ia sadari, mata dan fikirannya sudah berkelana menyusuri tubuh Alexa yang terbalut kimono putih hingga sang junior terbangun dari tidur panjangnya.


"Hah !!!!! bisa gila nih gue !!!!" gumam Sean kemudian berlalu ke kamar mandi untuk menjinakkan juniornya yang sedang meraung ingin keluar dari kandangnya.


Di dalam kamar mandi Sean terus memikirkan kesalahan apa yang ia perbuat hingga Alexa mendiamkannya. Ia terus mengingat-ingat hingga ia terfikirkan pada suatu kejadian saat di ia dan Alexa di UKS. Sean masih ingat bagaimana ia membentak Alexa hingga Alexa ketakutan. Ia pun segera menyudahi ritual mandinya. Oleh karena terburu-buru, Sean hanya menutup tubuhnya dengan handuk kecil yang menutupi pinggang hingga lututnya. Ia menemui Alexa dan meminta maaf kepadanya.


"Sayang... maafkan aku, saat itu aku terbawa emosi. Aku tidak memikirkan bagaimana perasaan kamu. Aku salah sayang maafkan aku ya.." kata Sean sembari duduk di tempat tidur dan memegang kedua pipi Alexa. Alexa masih diam dengan pandangan yang tertunduk.


"Aku bersumpah tidak memiliki hubungan apapun dengan Rachel sayang. Cuma kamu yang aku cintai, cuma kamu wanita yang spesial di hatiku tidak pernah sekalipun terfikirkan di benakku untuk berpaling darimu. Aku mencintaimu Alexa, sangat mencintaimu. Tolong percayalah kepada suamimu ini wahai istriku.." kata Sean yang sudah putus asa menjelaskan perasaannya kepada Alexa. Alexa tersenyum dan mengangguk mendengar rayuan Sean.


"Aku percaya sama kamu Sean. Tolong jaga kepercayaanku ini yaa...?? Aku hanya tidak suka saat kamu membentakku. Aku takut Sean.." kata Alexa dengan bibir cemberut. Sean tersenyum melihat bibir Alexa.


"Aku janji tidak akan membentak kamu lagi sayang.." kata Sean sambil menggenggam kedua tangan Alexa. Alexa tersenyum sambil melihat Sean.


Hari sudah semakin siang. Sean meminta manager hotel mengirimkan makan siang untuknya dan Alexa. Sambil menunggu makan siang datang, Sean membuka tabletnya untuk memantau perkembangan kerjasama antara S.A Group dengan PT. Leam. Darren mengirimkan pesan kepada Sean bahwa besok sore Tuan Leon mengajaknya meeting sebelum memulai kerjasama. Sean pun bersedia datang dalam meeting tersebut.


Alexa melihat Sean yang fokus menatap tablet didepannya. Ia merasa Sean mengabaikannya sehingga ia juga memainkan ponselnya. Alexa menghubungi Jean, Rose dan Sally dalam group chat yang hanya beranggotakan mereka berempat.


Keputusan Alexa untuk menghubungi sahabatnya menjadi keputusan yang salah. Jean, Rose dan Sally justru menggoda dirinya. Mereka dengan kompak bertanya tentang rencana malam pertama Alexa dengan suaminya. Bahkan Sally dan Rose memberikan saran dan tips melakukan hubungan suami istri agar terasa menyenangkan. Alexa tertawa seketika saat membaca chat teman-temannya.


Sean menoleh ke arah Alexa setelah mendengar suara tawa. Ia penasaran apa yang membuat Alexa tertawa hingga melupakan kehadirannya. Ia semakin curiga saat Alexa tertawa sambil memainkan ponsel. Ia pun segera menghampiri Alexa. Saat Sean mendekat kepadanya, ia bergegas meletakkan ponselnya. Ia akan sangat malu jika percakapannya dengan sahabat-sahabatnya diketahui Sean. Sean memeluk Alexa yang duduk membelakanginya.

__ADS_1


"Sayang..kamu menertawakan apa sih ??" tanya Sean penasaran sambil menciumi tengkuk Alexa.


"Biasa lah sayang.. anak-anak sedang kumat sakit jiwanya.. hehehehe.." jawab Alexa sambil tersenyum menahan geli.


Tangan Sean mulai meraba perut Alexa. Alexa memejamkan matanya merasakan sentuhan Sean. Sean semakin memperdalam ciumannya di tengkuk Alexa.


"Sayaang.. geli nih.. ini masih siang loh.." kata Alexa sambil mengelus wajah Sean masih menciumi tengkuknya.


"Tapi aku ingin memakanmu sekarang sayang.. boleh kan ??" jawab Sean. Alexa mengangguk menuruti keinginan Sean.


Tanpa membuang waktu, kini Sean mulai menciumi telinga Alexa. Alexa pun memejamkan matanya merasakan sentuhan bibir Sean di telinganya.


"Kenapa nafas Sean sedikit panas yaa.." batin Alexa.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Alexa meminta Sean menghentikan aksinya. Akan tetapi Sean enggan berhenti. Oleh karena Sean tidak mau mendengar perkataanya, Alexa melepaskan tangan Sean kemudian berdiri dari tempat duduknya dan membuka pintu.


"Brengsek !!!!!" umpat Sean. Ia sangat kesal karena seseorang telah mengganggu dirinya saat sang junior mulai bangkit dari tidur panjangnya.


"Sayang.. jangan marah dong.. kan bisa kita lanjutkan nanti malam. Kita isi energi dulu yaa, biar nanti malam bisa tahan lama.." kata Alexa merayu Sean agar tidak marah lagi. Sean menahan tawanya saat mendengar rayuan Alexa. Ia mengangguk kemudian mencium pipi Alexa.


Sean dan Alexa makan siang bersama di dalam kamar. Alexa melihat ada yang aneh dengan wajah Sean. Sean terlihat pucat dan lemas. Alexa pun memegang kening Sean dan ternyata Sean sedang demam. Alexa bergegas menghubungi manajer hotel agar membawakan obat penurun panas ke kamarnya.


"Sayang.. kamu demam. Setelah makan kamu minum obat dan istirahat yaa.." pinta Alexa.


"Tapi aku ingin minta jatahku sayang..." kata Sean dengan nada manjanya.


"Kalau kamu sudah sembuh, kita bisa melakukannya sayang. Yang paling penting kamu harus sehat dulu." kata Alexa sembari menggenggam tangan Sean.


Tak lama kemudian makan siang selesai. Kebetulan manajer hotel sudah mengirimkan obat penurun panas, sehingga Alexa memaksa Sean meminum obat tersebut kemudian meminta Sean tidur siang. Alexa dengan setia menemani di samping Sean. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00. Setelah Sean tertidur, Alexa bergegas mandi karena badannya terasa lengket. Beberapa saat kemudian Alexa telah selesai dengan ritual mandinya. Ia keluar hanya mengenakan handuk pendek yang membalut dada hingga pangkal paha. Saat hendak ganti baju, Alexa melihat ponsel Sean tergeletak diatas meja.


"Mumpung Sean sedang tidur, gue operasi dulu ponselnya.. hehehehe..." gumam Alexa sambil mengambil ponsel Sean.

__ADS_1


Alexa membuka ponsel Sean dengan kata sandi tanggal ulang tahunnya. Dan benar saja, kunci ponselpun terbuka. Alexa mengecek pesan-pesan yang terdapat di di ponsel Sean. Ia tidak menemukan satupun kejanggalan ataupun nomor wanita di ponsel Sean. Tiba-tiba terfikir di benak Alexa untuk berfoto menggunakan ponsel Sean. Ia pun berfoto dengan gaya se-seksi mungkin.


Setelah sekian banyak pose, ia memilih salah satu foto untuk dijadikan wallpaper di ponsel Sean. Alexa meletakkan telapak tangannya di kening Sean untuk mengecek perkembangan kondisi Sean. Alexa menjadi panik karena demam Sean tak kunjung turun. Ia bergegas ganti baju kemudian mengompres kening Sean. Hampir semalaman Alexa mengompres Sean hingga ia tertidur sambil duduk lantai.


Malam telah berganti pagi. Sean terbangun dari tidurnya. Ia melihat Alexa tertidur sambil membawa waslap. Sean tersenyum kemudian memindahkan Alexa yang tidur sambil duduk dilantai ke tempat tidur. Saat Sean menggendongnya, Alexa terbangun.


"Sayang, kenapa kamu menggendongku ?? kamu masih sakit sayang.. lebih baik istirahat.." kata Alexa dengan wajah penuh rasa khawatir.


"Aku sudah sembuh sayang.. terimakasih sudah merawatku" kata Sean sembari mencium kening Alexa.


"Sudah menjadi tugas seorang istri merawat suaminya yang sedang sakit sayang.." jawab Alexa kemudian mencium hidung Sean.


"Aku sangat mencintaimu Istriku.." kata Sean yang mendekatkan keningnya ke kening Alexa.


"Aku juga sangat mencintaimu suamiku.." jawab Alexa sambil tersenyum.


"Sayang.. aku mau sekarang.." bisik Sean di telinga Alexa.


"Aku juga mau Sayang... tapii sekarang kita harus sekolah.." bisik Alexa sambil menggigit lembut telinga Sean dan meraba dada bidang Sean.


"Alexa... apa kamu sedang menggodaku ??" kata Sean kesal.


"Apa kamu tergoda sayang ??" tantang Alexa kemudian mendorong Sean dan berlari ke kamar mandi. Seanpun berlari mengejar Alexa yang masuk ke kamar mandi. Ia ingin mandi bersama Alexa sebelum berangkat sekolah. Akan tetapi sungguh sial bagi Sean karena Alexa telah mengunci pintunya.


"Sayang.. ayo kita mandi bersama.." teriak Sean sambil menggedor pintu kamar mandi.


"Noooo.. nanti kita terlambat Sean.." teriak Alexa dari dalam kamar mandi.


"Kamu liat saja nanti malam sayang. Akan ada hukuman yang menantimu.." batin Sean dengan senyum seringai di bibirnya.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2