Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
King Fire


__ADS_3

Vallerie sedang bersama teman-temannya di dalam kelas. Suasana di dalam kelas Vallerie sangat gaduh. Para siswi membicarakan tentang siswa baru yang akan masuk di kelas mereka. Begitupun Yunna, Anna dan Angel yang sangat antusias dengan kabar adanya siswa baru.


"Val... gue dengar salah satu dari siswa baru itu adalah king Mafia" kata Anna dengan antusias.


"Benarkah ???" tanya Vallerie yang tidak percaya dengan perkataan Anna.


"Bener Vall.. dia berasal dari Negara J. Kalau tidak salah, dia membawa serta tangan kanannya untuk bersekolah disini" imbuh Angel.


"Kalau begitu ini kesempatan buat loe Val.. loe harus buat dia jatuh cinta sama loe." saran Yunna.


"Kenapa harus gue ?? yang gue cinta cuma Sean Yun !!! Loe harus ingat itu !!!" kata Vallerie.


"Loe kurangi bego loe deh Val... Jika loe pacaran sama anak baru yang katanya king mafia itu, loe bisa dengan mudah menyingkirkan Alexa dan istrinya Sean. Dan pada akhirnya loe bisa mendapatkan Sean." kata Yunna. Mendengar saran dari Yunna, Vallerie berfikir, ternyata apa yang disarankan Yunna memang masuk akal.


"Baiklah.. gue coba deh.." kata Vallerie dengan senyum sinisnya.


//////////////


Sean dan Alexa tiba di sekolah. Seperti biasa, sahabat Sean dan Alexa menunggu mereka di parkiran. Alexa hendak turun dari mobil, akan tetapi Sean menahannya.


"Ada apa sayang ?? ini sudah siang loh.. keburu bel masuk berbunyi." kata Alexa.


Tanpa menjawab perkataan Alexa, Sean tiba-tiba mencium bibir Alexa dan mel*u*matnya kemudian memainkan lidah Alexa dengan lidahnya. Alexa pun memejamkan matanya merasakan permainan Sean. Bel masuk telah berbunyi. Sean dan Alexa segera menghentikan ciumannya kemudian turun dari mobil secara bersamaan.


Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally terbengong melihat penampilan Sean dan Alexa. Sean dan Alexa melupakan tanda kepemilikan di tubuh mereka.


"Kalian kenapa sih ??" tanya Alexa dengan wajah tanpa dosa.


"Ka.. kalian dapat kutukan ya ??? ken..kenapa tubuh kalian seperti macan tutul ?? Atau jangan-jangan kalian berubah menjadi siluman ??" sindir Rose.


Alexa menutupi lehernya seketika. Berbeda dengan Sean yang cuek dengan sindiran Rose. Sean dan Alexa terdiam karena tidak tahu harus memberikan jawaban apa kepada Rose. Sally yang pada dasarnya sangat faham tentang hal yang berbau reproduksi pun merasa tidak heran.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Lex.. kalian suami istri jadi sah-sah saja melakukan apapun. Hehehehe..." kata Sally.


Sebenarnya banyak pertanyaan dalam benak Martin, Jonathan dan Kenzo, akan tetapi mereka tidak berani bertanya kepada Sean sehingga mereka lebih memilih diam daripada menantang maut. Jean memberikan cream foundation kepada Martin agar mengoleskannya kepada Sean. Sedangkan ia akan mengoleskannya kepada Alexa. Beberapa saat kemudian, bekas kemerahan di leher Sean dan Alexa telah tertutup dengan sempurna. Sean, Alexa dan teman-temannya pun berjalan bersama ke kelas mereka.


Saat mereka semua tiba dikelas, suasana di kelas mereka sangat gaduh. Banyak siswa dan siswi yang membicarakan tentang king mafia. Martin, Jonathan dan Kenzo khawatir jika king mafia yang dimaksud teman-teman mereka adalah Sean. Mereka telah bersumpah untuk menyembunyikan identitas king Devil. Jonathan bertanya kepada salah satu siswa tentang apa yang sebenarnya terjadi. Siswa tersebut menceritakan bahwa akan ada siswa baru, dia adalah king mafia.


Jonathan memberitahu Sean tentang informasi tersebut. Sean menatap Kenzo dengan tatapan intimidasi karena Kenzo bisa ketinggalan informasi seperti ini. Oleh karenanya, Sean meminta Martin, Jonathan dan Kenzo berkumpul ke Markas setelah pulang sekolah. Pak Danang memasuki kelas yang menandakan pelajaran segera dimulai.


Saat pelajaran berlangsung, mata Sean tidak lepas dari Alexa. Ia terus menerus menatap Alexa dengan tatapan nakalnya. Kini otak Sean sudah dipenuhi dengan hal-hal mesum tentang Alexa.


"Saat melihat Alexa seperti ini, gue jadi ingin ninu nina.. hehehehe..." batin Sean sambil tersenyum menatap Alexa.


Sean kembali teringat bagaimana agresifnya Alexa terhadap dirinya. Ia berfikir akan memarahi kedua orang tuanya dan orang tua Alexa. Meskipun ia sangat senang karena Alexa bisa se agresif tadi malam, tetapi ia tidak suka jika gairah Alexa disebabkan oleh obat perangsang.


///////////////


Kelas Vallerie menjadi gaduh saat dua siswa baru masuk dan memperkenalkan diri mereka di depan kelas. Mereka adalah David dan Samuel. Samuel menekankan bahwa dirinya adalah King Fire, kelompok mafia terkuat di negara J. Sedangkan David adalah orang kepercayaannya. Paras Samuel dan David yang sangat tampan membuat para siswi di kelas Vallerie terkagum-kagum termasuk Yunna, Anna dan Angel.


"Si David mirip banget sama Sean ya Yun.." bisik Vallerie kepada Yunna. Yunna pun mengangguk karena ia juga merasakan hal yang sama seperti Vallerie.


"Loe jangan jatuh cinta sama David.. dia jatah gue Vall.." kata Yunna memperingatkan Vallerie.


"Ngapain juga jatuh cinta sama David, cinta gue tetap buat Sean !!" kata Vallerie dengan tegas.


"Tapi rencana kita tetap lanjut kan ?? sepertinya dari tadi Sam cuma menatap ke arah loe doang deh Vall.." kata Yunna. Vallerie pun menatap Sam hingga membuat Sam salah tingkah.


"Oke.. demi Sean, gue rela mengikuti rencana kita" kata Vallerie.


Setelah memperkenalkan diri, Sam dan David duduk tepat dibelakang Vallerie dan Yunna. Mata Sam tak pernah sedikitpun teralihkan dari Vallerie. Ia pun mengajak Vallerie berkenalan. Vallerie juga memperkenalkan dirinya dengan penuh keramahan. Lain halnya dengan David yang hanya diam melihat King-nya berkenalan dengan dua wanita di depannya.


Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berangsur meninggalkan kelas. Ada yang menuju kantin, perpustakaan, taman dan tempat lain di sekolah. Sam meminta Vallerie menemaninya ke kantin dengan alasan ia belum mengetahui letak kantin. Yunna, Anna, Angel dan David turut serta dibelakang Vallerie. Yunna mencoba mencari perhatian kepada David, karena ia masih memimpikan memiliki kekasih seorang mafia.

__ADS_1


Suasana di kelas Sean semakin sepi karena sebagian siswa sudah keluar kelas. Alexa dan Sean masih sibuk mengerjakan tugasnya. Sedangkan Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally menunggu Sean dan Alexa dengan lemas karena lapar. Melihat teman-temannya bosan menunggu, Sean meminta mereka berangkat ke kantin terlebih dahulu selagi ia dan Alexa menyelesaikan tugas mereka.


Setelah kepergian teman-temannya, suasana kelas menjadi sangat sepi karena hanya Sean dan Alexa yang masih tinggal di kelas. Setelah menyelesaikan tugasnya, Sean menggoda Alexa yang masih sibuk. Ia menciumi pipi Alexa berulang kali hingga Alexa merasa risih.


"Sayang.. jangan gini ah.. tugas aku belum selesai niiih.." keluh Alexa. Sean tersenyum sembari mengelus rambut Alexa.


"Sayang.. mumpung kita sedang berdua di kelas, gimana jika kita ninu nina disini ??" tawar Sean yang memang sangat ingin melakukannya saat ini juga.


"Kamu jangan gila Sean, kita sedang disekolah.." kata Alexa mengingatkan Sean.


"Jika kita melakukannya disini, pasti rasanya akan berbeda sayang. Sekali-kali kita lakukan di kelas pasti sangat menyenangkan." kata Sean.


Alexa menghentikan aktivitas menulisnya. Ia hendak pergi ke kantin untuk menghampiri teman-temannya, akan tetapi Sean menghalanginya.


"Sayang.. aku mau sekarang..!! kita cari kelas yang tidak terpakai ya ?? ya ?? ya ??" rengek Sean.


Alexa masih tidak percaya jika Sean bisa bersikap seperti anak kecil saat meminta haknya. Ia kembali meyakinkan Sean tentang tempat mereka berada saat ini. Akan tetapi Sean tidak mau tahu dengan alasan Alexa. Ia menggandeng Alexa menuju ke kelas kosong yang tak terpakai. Setelah masuk kedalam kelas kosong, Sean mencium bibir Alexa. Alexa pun membalas ciuman Sean sambil mengalungkan tangannya ke leher Sean.


Sean mulai memanfaatkan tangannya untuk menyusuri tubuh Alexa. Alexa hanya diam merasakan sentuhan Sean. Ia pun mulai meraba benda keras yang menonjol dibawah perut Sean. Alexa terkejut saat ia menyentuhnya. Meskipun semalam ia tak henti memegangnya, akan tetapi ia tidak sadar karena ia dalam pengaruh obat perangsang.


"pantas saja sakit, ternyata ukurannya cukup besar juga..." batin Alexa.


Tanpa membuang waktu, Sean mendorong Alexa dengan pelan kemudian ia himpit tubuh Alexa dengan tubuh kekarnya. Mulailah tangan Sean menyusuri seluruh penjuru tubuh Alexa tanpa membuka seragam Alexa. Saat ia hendak membuka baju seragam Alexa, tiba-tiba seseorang membuka pintu. Terkejut lah Sean dan Alexa yang masih terbakar dalam panasnya suasana yang mereka berdua ciptakan. Alexa segera mendorong Sean hingga Sean jatuh di antara kursi yang tidak terpakai.


"Brengsek !!! beraninya loe ganggu gue dan istri gue!!!!" bentak Sean dengan mata melotot tajam kepada penjaga sekolah.


"Ma...Maaf tuan. Saya tidak sengaja masuk kemari Tuan. Saya diminta kepal sekolaj meletakkan kursi yang tidak terpakai di kelas ini Tuan." kata Penjaga Sekolah.


"Sudah sayang, kita lanjutkan di rumah saja ya ??" kata Alexa mencoba menenangkan Sean. Setelah tenang, Sean menggandeng Alexa menuju ke kantin untuk menghampiri teman-temannya.


~bersambung~

__ADS_1


__ADS_2