Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Persiapan Lamaran


__ADS_3

Penolakan yang diucapkan Papa Kevin membuat semua orang kecewa.


"Kenapa loe menolak lamaran Sean Vin ? Loe lupa Alexa juga sangat mencintai Sean ??" kata Papa Robbert yang berusaha tenang.


"Enggak.. gue nggak lupa !! Coba loe fikir, loe melamar anak orang tetapi tidak ada mahar yang loe bawa untuk anak gue !!! Anak gue biasa hidup mewah Bro.. Bawa berlian untuk Alexa dulu, baru gue akan menerima lamaran kalian" kata Papa Kevin.


"what !!!??? Dasar brengsek loe !!!!! udah kaya masih matre juga !!!??!!!" kata Papa Robbert sembari melemparkan sepatu kepada Papa Kevin.


Mama Nessa, Mama Ivanka, Sean dan Alexa tersenyum seketika saat mengetahui alasan Papa Kevin menolaknya.


"Oke... besok gue akan bawa berlian sekaligus pabriknya untuk Alexa." kata Papa Robbert dengan gaya songongnya.


Setelah pembicaraan mengenai mahar selesai, Mama Ivanka mengusulkan agar dilaksanakan lamaran secara resmi. Hal itu juga disetujui oleh Mama Nessa. Akhirnya para orang tua sepakat bahwa besok malam, keluarga Astin akan melamar Alexa secara resmi. Alexa dan Sean tersenyum bahagia dengan mata saling memandang.


"Tapi ingat !!!!! lamaran ini hanya berlaku untuk mengikat kalian dalam perjodohan. Pernikahan akan dilaksanakan setelah kalian lulus sekolah" kata Papa Kevin dengan tegas.


"Tapi Pa, jika hanya diikat, aku takut Alexa akan terlepas. Aku ingin kita bertunangan Pa." kata Sean dengan berani.


Mama Ivanka dan Mama Nessa membenarkan perkataan Sean. Alexa pun hanya pasrah dengan keputusan para orang tua. Setelah perdebatan melawan Mama Ivanka dan Mama Nessa, Papa Robbert dan Papa Kevin mengalah dan memperbolehkan Sean dan Alexa bertunangan.


Hari sudah mulai gelap. Papa Robbert dan Mama Ivanka berpamitan pulang kepada Papa Kevin dan Mama Nessa. Mama Ivanka pun mengajak Sean pulang ke Mansion keluarga Astin karena kesalah pahaman yang membuat Sean pergi dari rumah sudah tidak ada lagi. Sebelum pulang, Sean memeluk Alexa dengan erat.


"Sayang.. hari ini aku bahagia sekali. Satu langkah lagi untuk kita menjadi suami-istri." bisik Sean di telinga Alexa. Alexa juga tersenyum dan mengangguk. Sean hendak mencium kening Alexa, akan tetapi Papa Kevin sudah terlebih dahulu menarik kerah baju Sean hingga Sean tidak dapat bergerak.


"Kalian boleh bahagia, tapi jangan berbuat seenaknya di depan kami !!" kata Papa Kevin dengan nada dingin.


"Berarti jika melakukannya di belakang mereka, boleh kan ??!!!" tanya Sean dalam hati dengan senyum jahatnya.


Sean tersenyum kemudian bergegas mengajak orang tuanya pulang. Ia tidak sabar ingin mempersiapkan keperluan untuk melamar Alexa besok. Saat Sean dan keluarganya sudah pulang, Papa Kevin melihat Alexa yang tersenyum senang.


//////////////////


Felix tiba di Negara K saat dini hari. Ia tidak sabar ingin segera bertemu kekasihnya yang telah lama pergi darinya. Lucas dan Victor menjemput Felix di bandara. Setelah bertemu, Lucas dan Victor segera mengajak Felix ke Markas mereka.


Lucas dan Victor menceritakan semua tentang gadis yang mereka anggap mirip dengan kekasih Felix.


"Siapa lelaki yang menjadi pacar Gia ?" tanya Felix penasaran.


"Kami tidak tahu dengan jelas Tuan, yang kami tahu namanya adalah Sean. Identitasnya seperti di tutupi Tuan. Mungkin dia siswa bermasalah di sekolah itu tuan" kata Lucas sambil mengemudikan mobil.

__ADS_1


"Yang gue takutkan jika Sean yang mereka maksud adalah Sean Astin, King Devils" batin Felix.


Felix larut dalam fikirannya hingga tanpa ia sadari, mobil yang ia naiki bersama Lucas dan Victor telah tiba di Markas Dragons. Lucas dan Victor meminta Felix segera istirahat. Felixpun segera istirahat karena ia juga merasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang.


///////////////


Papa Robbert, Mama Ivanka dan Sean tiba di Mansion keluarga Astin. Papa Robbert dan Mama Ivanka bergegas masuk ke dalam Mansion. Muncul perasaan bersalah di hati Sean karena telah menuduh Papa Robbert dan Mama Ivanka menjodohkan dirinya dengan Vallerie. Sean pun memanggil Papa Robbert dan Mama Ivanka untuk meminta maaf kepada mereka.


"Pa.. Ma.. maafkan aku, aku sudah menuduh kalian seenakku. Maafkan aku Ma.. Pa.." kata Sean yang menundukkan wajahnya karena merasa bersalah.


"Tidak apa-apa sayang. Kami juga tahu, kamu hanya salah faham. Jadi kamu tidak sengaja berbuat salah kepada kami" kata Mama Ivanka dengan lembut.


Sean berterimakasih kepada Mama Ivanka sambil memeluknya. Papa Robbert mengelus punggung Sean yang masih memeluk Mama Ivanka.


"Tapi jangan di ulangi lagi Sean. Kamu harus menurut kepada kami. Karena kami hanya melakukan yang terbaik buat kamu Sean", kata Papa Robbert. Sean mengangguk dan berterimakasih kepada Papa Robbert.


Ke esokan harinya


Sean sudah bangun pagi sebelum matahari terbit. Ia tidak bisa tidur karena memikirkan acara yang akan dilaksanakan besok malam di Mansion keluarga George. Waktu menunjukkan pukul 08.00. Sean terlihat terburu-buru menuruni anak tangga. Mama Ivanka yang melihat Sean turun dengan terburu-buru pun menyapanya.


"Sayang.. kamu mau kemana pagi-pagi gini ?" tanya Mama Ivanka penasaran.


"Kamu tidak perlu membelinya Sean. Kami sudah mempersiapkannya. Kamu tidak perlu khawatir sayang" kata Mama Ivanka santai.


Sean tidak menyangka jika orang tuanya telah menyiapkan semua yang diperlukan untuk melamar Alexa. Saat Sean hendak berterimakasih kepada Mama Ivanka, tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata Kenzo yang menghubunginya. Sean pun menjawab panggilan Kenzo.


"King... Felix Marquise sudah tiba di Markas Dragons" kata Kenzo.


"Hmm... panggil semuanya, kita sidang sekarang !!!!" kata Sean kemudian menutup panggilan Kenzo.


Setelah mengakhiri panggilan Kenzo, Sean berpamitan kepada Mama Ivanka untuk pergi ke Markas.


/////////////


Oleh karena masalah terbesar dalam hidupnya sudah selesai, kini Alexa dapat tidur dengan nyenyak. Waktu menunjukkan pukul 08.00 akan tetapi Alexa masih asyik berpelukan dengan gulingnya. Mama Nessa membangunkan Alexa yang masih tidur karena teman-temannya telah tiba di Mansion.


"Sayang, ada Jean, Rose sama Sally di bawah tuh" kata Mama Nessa sembari menggoyang-goyangkan tubuh Alexa.


Alexa segera bangun, ia teringat dengan acara yang telah disepakati bersama keluarga Astin tadi malam. Ia meminta Mama Nessa tidak memberitahukan rencana lamaranya kepada Jean, Rose dan Sally karena ia ingin memberitahu mereka sendiri. Mama Nessa pun mengangguk sembari mengelus rambut Alexa.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian setelah Alexa selesai mandi, ia menghampiri Jean, Rose dan Sally yang sudah menunggunya di ruang makan bersama Mama Nessa. Saat Alexa menuruni anak tangga, Jean, Rose dan Sally bergegas menghampirinya.


"Lex.. loe baik-baik saja kan ? kita kemari karena khawatir sama loe. Kita takut loe bersedih Lex" kata Jean sembari menggandeng lengan Alexa.


"Gue gak papa kok guys, gue sama Sean baik-baik saja. Kalian jangan khawatir ya..." kata Alexa sembari memeluk Jean. Alexa merasa beruntung karena memiliki sahabat yang peduli dan perhatian kepadanya.


Alexa mengajak Jean, Rose dan Sally ke kamarnya, sementara Mama Nessa akan menyiapkan segala keperluan untuk acara nanti malam.


"Lex.. sepertinya tante Nessa sibuk banget ya ??" tanya Rose sembari memakan snack yang telah disediakan Alexa.


"Eng..enggak kok, nanti malam ada acara di perusahaan Papa, jadi yaa Mama harus bersiap-siap" kata Alexa asal ngomong.


Sally mulai mengeluarkan laptop dari ranselnya. Alexa, Jean dan Rose sudah hafal jika Sally sudah mengeluarkan laptop, maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah menonton film dewasa. Jean meminta Alexa mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang menganggu saat mereka menonton film dewasa.


///////////////


Sean tiba di Markas 666 saat semua devils sudah berkumpul di ruang sidang. Sean mulai membuka persidangan. Kenzo melaporkan semua informasi yang ia dapatkan.


"Felix sudah tiba di negara ini King. Besok dia akan bersiap untuk bersekolah di Einstein Highschool. Lucas, Zidane dan Victor memberitahu Felix bahwa Loe dan Alexa sudah putus sehingga kini Felix mulai berharap mengambil Alexa dan berencana membawa Alexa ke negara B King" kata Kenzo yang memperoleh informasi dari alat penyadap yang telah mereka pasang di seluruh ruangan markas Dragons.


"Brengsek !!!!!!! Berani sekali dia mengincar Alexa !!!!" bentak Sean dengan raut wajah penuh amarah. Selanjutnya, Martin menyampaikan informasi yang ia terima dari anak buahnya.


"Penyerang Markas kita sudah di temukan King. Mereka hanya kelompok Gangster yang belum kami ketahui siapa pemimpin mereka. Gue akan menyelidikinya lebih lanjut" kata Martin dengan serius.


Saat sedang serius membicarakan informasi yang di dapatkan anak buahnya, tiba-tiba ponsel Sean berdering. Saat ia melihat, tertera nama Steve yang menghubunginya. Ia pun menjawab panggilan Steve.


"Hello Sean !!!!! Bagaimana kabar loe ?" tanya Steve dari ujung panggilan telepon.


"Kabar gue baik !!! Tumben loe menghubungi gue ?" tanya Sean dengan dingin. Sebenarhya Sean sudah tahu arah pembicaraan Steve dengannya.


"Gue mau minta tolong. Adik gue Felix berada di negara loe. Dia sedang mencari kekasihnya yang pergi darinya sejak satu tahun yang lalu. Tolong loe jagain adik gue ya Sean ??!!" pinta Steve selaku sahabat baik Sean.


"Oke, tapi jika adik loe melakukan sesuatu yang berkaitan atau menyakiti orang terdekat gue, maka gue tidak akan segan-segan membunuhnya !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Heii... jangan asal bunuh dong !!!! adik gue tidak mungkin mengusik kehidupan loe dan orang terdekat loe Sean !!!" kata Steve mencoba menenangkan Sean.


"Oke.. gue sedang sibuk Steve !!!" kata Sean sembari mengakhiri panggilannya.


Kini Sean telah dihadapkan oleh tiga permasalahan. Pertama tentang Felix yang akan merebut Alexa darinya. Kedua, Gangster yang menyerang Markasnya. Ketiga, permintaan Steve untuk menjaga adiknya. Sean masih belum tahu langkah apa yang akan ia ambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang menghadangnya.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2