Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Bel Istirahat


__ADS_3

Mentari bersinar memancarkan kehangatan di pagi yang dingin. Papa Robbert membangunkan Sean yang baru saja terlelap setelah semalam tidak bisa tidur. Sedangkan Mama Ivanka dan Alexa memasak untuk sarapan. Sean menghampiri Alexa yang berada di dapur. Ia celingukan mengecek keberadaan Mama Ivanka dan ternyata Mama Ivanka tidak ada di dapur. Sean memeluk manja pinggang Alexa.


"Sayaaang.. aku nggak bisa tidur. Mata aku kayak panda.." kata Sean dengan manja sembari mengusap-usapkan wajahnya ke pundak Alexa. Alexa tersenyum sembari mengelus rambut Sean.


"Uhh.. kasian banget sih suamiku..sini aku peluk.." kata Alexa kemudian berbalik memeluk Sean.


"Morning kiss dong sayang.." pinta Sean kemudian memonyongkan bibirnya.


Tiba-tiba Mama Ivanka datang sambil membawa ayam mentah yang hendak dimasak. Mama Ivanka mengarahkan kepala ayam ke depan bibir Sean sehingga bibir Sean mencium kepala ayam yang dibawa Mama Ivanka bukan mencium Alexa sang pujaan hatinya. Merasakan sensasi dingin dari kepala ayam yang baru diambil dari lemari pendingin, Sean segera membuka matanya. Ia merasa mual saat mengetahui bahwa bibirnya menyentuh kepala ayam.


"Mama ada masalah apa sih sama aku !!! kenapa selalu menggangguku !!!! aku juga ingin berduaan dengan Alexa Ma.." kata Sean kesal.


"Hahahaha.. mama suka sekali mengerjai kamu sayang.. lagian kamu itu king devils, kenapa manja banget sama Alexa ??" ejek Mama Ivanka.


"Siapa yang manja ?? aku tidak pernah manja !!" kata Sean kemudian menggandeng Alexa menuju ke kamarnya. Mama Ivanka tidak percaya jika Sean bisa bersikap kekanakan seperti itu. Ia sangat bersyukur karena berkat Alexa, Sean menjadi lebih hangat dari biasanya.


Sean meminta Alexa segera bersiap karena waktu sudah siang. Ia khawatir akan mendapat hukuman jika datang terlambat ke sekolah. Beberapa saat kemudian mereka siap berangkat ke Sekolah. Papa Robbert dan Mama Ivanka telah menunggu mereka di ruang makan untuk sarapan bersama.


"Ekhm.... Papa tahu pertanyaan Papa kali ini adalah urusan pribadi kalian. Tapi kami perlu tahu sesuatu demi kebaikan kalian. Apa kalian sudah melakukannya ?" tanya Papa Robbert sedikit ragu.


Mendengar pertanyaan Papa Robbert, Sean dan Alexa pun tersedak bersamaan. Mereka tidak menyangka jika Papa Robbert menanyakan hal yang memalukan seperti itu. Sean pun memanfaatkan kesempatan ini untuk melampiaskan kekesalannya akibat kegagalan dirinya melakukan hubungan dengan Alexa.


"Bagaimana kami melakukannya ??? tiap kami ingin melakukannya selalu ada yang mengganggu !!! termasuk kalian berdua !!!" kata Sean dengan kesal.


Alexa menunduk malu karena perkataan Sean yang terlalu terang-terangan. Mama Ivanka menahan tawa mendengar jawaban Sean yang seperti keluar dari hati.


"Kalian boleh melakukannya, tapi jangan sampai Alexa hamil. Kalian masih sekolah, masa depan kalian masih panjang. Papa harap kalian bisa mengerti permintaan kami semua" kata Papa Robbert.


"Lalu gimana caranya biar tidak hamil Pa ??" tanya Alexa dengan polosnya. Mendengar pertanyaan Alexa, Mama Ivanka tidak mampu menahan tawanya.


"Hahahahaha... menantuku ini polos sekali sih.. !! gini aja, nanti malam kalian menginap di Mansion Mama Nessa, kalian cari tahu dari mereka bagaimana cara agar tidak hamil." saran Mama Ivanka.


"Baiklah.. nanti malam kami akan menginap di Mansion keluarga George" kata Sean.


"Semoga jatah gue bisa terlaksana nanti malam.." batin Sean. Sean pun tersenyum membayangkan ia mendapatkan jatahnya nanti malam. Papa Robbert pun turut tersentil hatinya untuk ikut menggoda putra semata wayangnya.


"Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?? Singkirkan otak mesum kamu..!!!" kata Papa Robbert sambil menahan tawa.


"Siapa yang mesum ??? Fikiranku selalu suci Pa.. Papa tuh yang mesum !!! kita berangkat yuk sayang.. jangan pedulikan orang tua mesum itu.." kata Sean kemudian menggandeng Alexa untuk berangkat ke sekolah bersama. Papa Robbert dan Mama Ivanka tertawa mendengar jawaban Sean.


////////////////


Jean, Rose dan Sally menunggu kedatangan Alexa. Mereka khawatir karena kemarin Alexa tidak masuk sekolah. Mereka memutuskan menunggu Alexa di parkiran sekolah. Di saat bersamaan Martin, Jonathan dan Kenzo juga menunggu kedatangan Sean. Tak lama kemudian, Sean dan Alexa tiba di sekolah. Jean, Rose dan Sally menghampiri Alexa kemudian mengajaknya ke kelas. Sambil berjalan menuju ke kelas, Jean, Rose dan Sally mewawancarai Alexa tentang malam pertamanya bersama Sean.


"Gimana lex ?? enak nggak malam pertamanya ??" tanya Jean penasaran.


"Apanya yang enak ?? sekalipun kami belum pernah melakukannya !!" kata Alexa kesal.


"Kok bisa ??!!!" tanya Sally penasaran.

__ADS_1


"Ya... bisa lah.. Malam pertama Sean sakit, malam kedua Mama Ivanka minta gue tidur bersamanya.." kata Alexa dengan wajah sedihnya.


Jean, Rose dan Sally tertawa seketika mendengar cerita Alexa. Tanpa mereka sadari, mereka telah tiba di depan kelas. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo masih menunggu bel masuk sekolah di parkiran. Kenzo memberitahu Sean bahwa Felix telah berangsur pulih dan diperbolehkan pulang. Kenzo juga memberitahu bahwa Felix dan ketiga anak buahnya akan kembali ke Negara B.


Bel masuk berbunyi. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo menuju ke kelas mereka. Seperti halnya sahabat Alexa, Martin, Jonathan dan Kenzo juga penasaran dengan malam pertama Sean. Mereka ingin bertanya akan tetapi takut Sean akan memukul mereka. Martin pun memberanikan diri bertanya kepada Sean untuk menjawab rasa penasarannya.


"King.. gimana malam pertama loe ??" tanya Martin.


"iya king.. coba loe cerita ke kita king. Kelihatannya loe kurang bersemangat setelah menikah" kata Kenzo sambil memijat pundak Sean.


"Sharing lah king, siapa tahu kita bisa membantu memecahkan masalah loe.." kata Jonathan. Tanpa berkata apapun Sean berlalu meninggalkan Martin, Jonathan dan Kenzo.


//////////////////


Bel istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelas mereka. Jean, Rose dan Sally mengajak Alexa ke kantin. Sedangkan Martin, Jonathan dan Kenzo mengajak Sean bermain basket. Sebelum bermain basket, Sean telah meminta Martin, Jonathan dan Kenzo pergi terlebih dahulu. Begitupun Alexa yang meminta Jean, Rose dan Sally pergi ke kantin terlebih dulu.


Tinggallah Sean dan Alexa hanya berdua di kelasnya. Sean tersenyum kemudian memeluk Alexa dengan erat. Alexa pun membalas pelukan Sean.


"Sepertinya nanti malam aku akan mendapatkan jatahku sayang..hehehehe.." bisik Sean di telinga Alexa.


"Semoga saja sayang.. sepulang sekolah kita ke mall yuk ??" ajak Alexa.


"Ngapain sayang ??" tanya Sean penasaran.


"Beli lingerie untuk persiapan nanti malam sayang" bisik Alexa sembari menggigit pelan telinga Sean.


Alexa melepaskan pelukannya dengan Sean kemudian meninggalkannya di kelas. Sean masih tertegun di tempatnya. Ia senang bercampur heran saat tahu Alexa juga telah menantikan saat-saat melakukan itu.


Alexa berjalan menuju kantin. Wajah Alexa menjadi merah ketika mengingat perkataannya kepada Sean saat di kelas.


"Kenapa gue jadi gila gini sih ?? Gue berkata seolah gue yang menginginkannya.." batin Alexa menyesali licinnya sang mulut dalam berkata.


"Pasti Sean berfikir yang tidak-tidak tentang gue.." batin Alexa yang kini tidak tenang memikirkan penilaian Sean terhadapnya.


Tanpa Alexa sadari, ia sudah tiba di kantin. Alexa mulai mencari ketiga sahabatnya, Sally melambaikan tangan kepada Alexa mengisyaratkan keberadaannya. Alexa pun menghampiri mereka.


"Lama banget sih Lex.." tanya Jean.


"Biasa.. urusan rumah tangga..." kata Alexa dengan senyuman indah di bibirnya.


"Sombong.. mentang-mentang udah...." kata Sally terpotong karena Alexa menutup mulut Sally. Sally hendak menyindir bahwa setelah menikah yang difikirkan Alexa selalu rumah tangga.


"Jangan diteruskan atau gue sumpal mulut loe pakai kaos kaki gue !!!" ancam Alexa. Jean dan Rose tertawa seketika mendengar ancaman Alexa.


"Alexaaaaa...." teriak Sally yang kesal dengan ancaman Alexa.


Alexa, Jean, Rose dan Sally memakan makanan mereka dengan santai. Tiba-tiba para siswi berlarian menuju ke lapangan olah raga. Jean yang penasaran pun bertanya kepada salah satu dari siswi tersebut. Ternyata Sean dan teman-temannya sedang bermain basket dan mereka semua ingin menyaksikan pemandangan langka di sekolah mereka.


Alexa melihat ke arah Rose. Ia ingat Rose sempat bercerita bahwa ia dan Jonathan sudah pernah melakukannya. Tapi ia melihat Rose baik-baik saja dan tidak terlihat tanda-tanda kehamilan padanya. Alexa ingin bertanya bagaimana caranya agar tidak hamil. Akan tetapi ia ragu, ia takut jika Jean dan Sally menertawakannya.

__ADS_1


Rose yang sedang makan dengan lahapnya, merasakan ada seseorang yang mengawasinya. Ia pun penasaran mengapa Alexa menatapnya seperti itu.


"Kenapa loe liat gue sampai segitunya Lex ?? Gue tahu, gue emang cantik dan gue nggak heran jika loe mengagumi gue." kata Rose membanggakan dirinya.


"Cantik dari mana ??? Paling cuma Jonathan yang bilang loe cantik Roje.. hahahaha..." kata Jean menggoda sahabatnya.


"Gue emang cantik Jean.." kata Rose kesal.


"Roje.. loe pernah melakukan itu dengan jonathan kan ?? tapi kenapa loe tidak hamil ??" tanya Alexa penasaran.


"Karena Jonathan mengeluarkannya di luar lah Lex.." kata Rose terang-terangan.


"Apanya yang dikeluarkan diluar Roje??" tanya Jean mulai bingung dengan jawaban Rose.


"Yaa...apa yaa... Mayonais.. yaa.. mayonaisnya dia keluarkan diluar" kata Rose yang membuat Alexa dan Jean semakin bingung dengan perkataan Rose.


Sally yang dasarnya sudah faham dengan hal yang berbau reproduksi pun segera memberikan pencerahan kepada kedua sahabatnya.


"Spermanya ia keluarkan di luar itunya Rose guys.. sama seperti di film yang pernah kita tonton itu loh" kata Sally. Alexa dan Jean mengangguk bersama setelah faham dengan penjelasan Sally.


Saat Alexa, Jean, Rose dan Sally asyik mengobrol, tiba-tiba Vallerie dan teman-temannya datang menghampiri mereka. Yunna belum menceritakan apa yang ia, Anna dan Angel lihat di restoran Steak kepada Vallerie.


"Gue lihat, tadi pagi loe masih berangkat bersama Sean. Dasar tidak tahu malu" kata Vallerie dengan gaya angkuhnya.


"Bukan urusan loe..." jawab Alexa dingin.


"Asal loe tahu, Sean itu sudah beristri dan istrinya sangat seksi. Kemarin gue, Yunna sama Anna melihat mereka di restoran Steak sedang makan bersama. Dan mereka terlihat bahagia.." kata Angel yang ingin mematahkan hati Alexa.


Alexa beranjak dari tempat duduknya kemudian menggandeng Jean dan Rose, lalu pergi tanpa mempedulikan perkataan Angel. Sally menggebrak meja dengan keras kemudian menyusul Alexa, Jean dan Rose. Vallerie menatap Angel dengan penuh tanya. Angel menjelaskan apa yang ia, Yunna dan Anna lihat di restoran steak. Vallerie pun merasa sakit hati mendengar cerita Angel. Ia pun berlari menuju ke lapangan untuk menenangkan dirinya sambil melihat Sean bermain basket.


Alexa, Jean, Rose dan Sally berjalan melewati lapangan olah raga. Mereka melihat pasangan mereka bermain basket. Alexa merasa bahwa Sean sedang menebarkan pesonanya kepada siswi yang menonton mereka bermain basket.


"Apa mereka sedang tebar pesona ??" kata Alexa dengan nada sinisnya saat melihat Sean memperlihatkan lengan kekarnya yang bercucuran keringat.


"Gue juga kesal sekali dengan Martin. Ngapain dia senyum-senyum seperti itu !!!" kata Jean kesal.


"Loe liat saja Jonathan.. gue nggak bakalan ngasih jatah ke loe..." gumam Rose.


"Aaaaaa... Kenzo ganteng banget siih.." kata Sally sembari tersenyum melihat Kenzo yang memberikan kiss bye kepadanya.


Bel masuk berbunyi. Semua siswa mulai masuk ke kelas mereka masing-masing termasuk Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo. Alexa dan sahabatnya duduk di tempat mereka masing-masing tanpa mempedulikan pasangan mereka. Jonathan mengacak rambut Rose, akan tetapi Rose menyingkirkan tangan Jonathan. Jonathan pun menatap Rose.


"Tidak akan ada jatah buat kamu !!?" bisik Rose kepada Jonathan. Jonathan yang tidak tahu apa-apa pun menjadi bingung. Martin pun juga bingung karena Jean tiba-tiba mendiamkannya.


"Sayang.. kenapa kamu mengacuhkanku ??!!" protes Martin kepada Jean.


"Fikir sendiri.." kata Jean dengan nada juteknya.


Sally dan Kenzo masih harmonis seperti biasanya. Sally sangat bangga memliki kekasih yang cerdas, tampan dan populer seperti Kenzo. Sean menatap Alexa, Alexa pun menatap Sean. Sean mengedipkan satu matanya kepada Alexa berharap agar Alexa salah tingkah seperti dahulu sebelum menikah. Akan tetapi harapan Sean sia-sia. Alexa justru mengalihkan pandangannya dari Sean. Sean pun bingung dengan sikap Alexa kepadanya.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2