Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Bimbang


__ADS_3

Sean dan anak buahnya memulai meeting. Sean meminta anak buahnya melaporkan semua informasi yang mereka dapatkan.


"Dari data yang gue dapat, Fire itu kelompok mafia terkuat di Negara J. King Fire adalah Samuel Posch. David Morreta adalah tangan kanan Samuel. Mereka berdua sekarang bersekolah di sekolah yang sama dengan kita king" jelas Kenzo yang berhasil menelusuri jejak peretasan anak buah Fire. Sean mendengarkan dengan serius sambil memainkan belatinya.


"Ada lagi ?" tanya Sean singkat.


"Gue belum pernah bertemu dengan utusan dari Fire saat ada pelelangan senjata king. Gue belum tahu apa dan bagaimana wujud senjata andalan mereka." kata Zayn.


"Darren dari mana mereka memperoleh sokongan dana ?" tanya Sean.


"Gue sudah menyelidiki semua perusahaan di Negara J. Gue rasa DM Group, perusahaan terbesar di Negara J yang membiayai segala urusan Fire. Pemilik DM Group tidak diketahui King" kata Darren.


"Oke..setidaknya kita tahu sedikit tentang mereka" kata Sean.


"Lalu bagaimana kita membalas mereka King ?" tanya Martin.


"Kita selidiki dulu apa yang akan mereka lakukan dengan identitas Devils. Setelah kita tahu tujuan mereka, baru kita akan bergerak." kata Sean.


Setelah selesai membahas rencana Devils, Sean menutup pertemuan dengan anak buahnya. Tak lupa Sean mempersilahkan semua anak buahnya makan sepuasnya.


"King... Thomas berpesan untuk dibawakan makanan, boleh tidak king ??" kata Jonathan yang mendengar permintaan Thomas kepada Zayn.


"kalian bawa semua setelah itu pergi dari sini !!" kata Sean.


"King.. kalau Queen yang kita bungkus dan kita bawa pulang boleh tidak ? hehehehehe..." canda Zayn.


Tanpa menjawab perkataan Zayn, Sean melempar pisau yang dibawanya saat pertemuan tadi. Pisau tersebut tepat mengenai apel yang tersaji diatas meja makan. Zayn, Darren, Martin, Jonathan dan Kenzo kaget bukan main. Mata mereka membulat dengan sempurna karena mereka kira Sean benar-benar melemparkan pisaunya kepada Zayn.


"Berani kalian menyentuh Alexa sehelai rambut pun, gue akan kirim kalian semua ke dunia lain" ancam Sean kemudian berlalu menghampiri Alexa yang beristirahat di kamar.


////////////////


Malam yang dingin berganti pagi yang hangat. Sean dan Alexa kembali ke rutinitas biasa setelah melaksanakan perjalanan bisnis ke Kota D. Setelah melalui berbagai persiapan, Sean dan Alexa berangkat ke sekolah. Beberapa saat kemudian mereka tiba di sekolah. Sean dan Alexa turun dari mobil.


Suasana sekolah masih sangat sepi. Alexa bingung dengan situasi yang terjadi saat ini, karena tidak biasanya sekolah sepi disaat hari yang mulai siang. Ia celingukan mencari keberadaan Jean, Sally dan Rose. Biasanya ketiga sahabat Alexa selalu datang terlebih dahulu sebelum ia datang dan menyambutnya di parkiran bersama anak buah Sean.


Sean tersenyum melihat istrinya kebingungan mencari teman-temannya. Sean segera mengajak Alexa menuju ke kelas mereka. Setiba mereka di kelas, Alexa duduk di tempatnya, sedangkan Sean duduk disebelah Alexa.


"Kok kamu duduk disini sayang ? ini kan tempat Jean. Tempat kamu dibelakang kan ??" kata Alexa mengingatkan Sean.


"Aku tahu sayang..Tapi aku ingin duduk disini sebentar" jawab Sean sembari mendekatkan tubuhnya kearah Alexa. Alexa mengangguk dan tersenyum. Sean tersenyum sambil memegang jemari Alexa.


"Sayang.. aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dariku" kata Sean sembari menciumi tangan Alexa.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang. Aku tidak akan pernah pergi dari kamu. Jika kamu mencoba bermain dengan wanita lain, aku akan memotong junior kamu" ancam Alexa.


"Hahahaha... apa kamu mau memotongnya sekarang sayang???" kata Sean sambil melepaskan resleting celananya kemudian memegang tangan Alexa dan mengarahkannya ke juniornya.


"Sean !!!!! kamu jangan gila !!!! kita sedang disekolah !!!" bisik Alexa yang mencoba menarik tangannya dari junior Sean. Terlihat wajah Alexa sangat merah karena malu.


"Hehehehehe.. kamu lucu sekali saat salah tingkah seperti ini sayang.." goda Sean kepada Alexa. Alexa yang merasa kesal pun mencubit perut sixpack Sean.


"Kamu suka sekali menggodaku Sean.. Rasakan nih jurus kepiting dariku !!!!! hahahahaha.. " kata Alexa sambil tertawa sembari mencubit perut Sean berulang kali.


"Argh...ampun sayaang..aku tidak akan menggodamu lagi" kata Sean.

__ADS_1


"Kenapa seperti itu ?? aku suka saat kamu menggodaku Sean !!!" kata Alexa dengan bibir mengerucut.


Melihat bibir Alexa, Sean menjadi gemas. Ia mengecup singkat bibir Alexa. Alexa tersenyum saat Sean mengecup bibirnya. Oleh karena Alexa menyukainya, Sean kembali mencium bibir Alexa. Alexa memejamkan matanya merasakan bibir Sean yang menyentuh bibirnya. Sean dan Alexa semakin memperdalam ciumannya hingga tidak sadar ada beberapa teman sekelas mereka yang akan masuk kedalam kelas.


"Ups !!! Sorry..!!! Kita tidak melihatnya.." kata teman sekelas mereka yang kembali keluar kelas setelah melihat temannya berciuman di dalam kelas. Sean dan Alexa terkejut bukan main. Mereka segera melepaskan ciuman pagi mereka. Sean tersenyum kepada Alexa kemudian bangun dari duduknya.


"Aku ke taman dulu ya sayang.." kata Sean kemudian pergi ke taman setelah mencium kening Alexa. Alexa tersenyum dan mengangguk dengan wajah yang memerah.


Tak lama kemudian, Jean, Rose dan Sally masuk ke kelas. Mereka melihat wajah Alexa merah. Jean segera mengecek kening Alexa. Ia khawatir jika sahabatnya demam. Alexa hanya diam melihat Jean yang menempelkan tangan ke keningnya.


"Loe tidak demam kok Lex.. tapi kenapa wajah loe merah sekali ??" tanya Jean penasaran.


"Tadi kita berpapasan dengan Sean dan kita melihat wajah Sean juga merah." kata Rose dengan tatapan selidik.


"Jangan-jangan kalian sudah berbuat mesum dan ketahuan yaa.." tebak Sally.


"Ap..apaan sih kalian ini.. Buat apa gue mesum di dalam kelas. Mending di Mansion sendiri lah.. kan aman tanpa ada pengganggu" sangkal Alexa.


"Loh.. kita tidak bilang mesum di dalam kelas loh Lex..." kata Jean. Pandangan Jean, Rose dan Sally tertuju pada Alexa dengan tatapan yang seakan mengintimidasi. Alexa terdiam, ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Hmmmmm... jadi benar kan kalian telah berbuat mesum !!!" kata Sally menyimpulkan semua yang terjadi. Belum sempat Alexa menjawab, bel masuk telah berbunyi. Semua siswa berangsur masuk ke kelas.


///////Kelas Vallerie///////


Suasana ruang kelas Vallerie sangat sepi. Sebagian dari siswa ikut serta membantu persiapan acara ulang tahun Vallerie termasuk Samuel. Sedangkan David masih tetap belajar di kelas seperti biasa. Anna dan Angel juga turut serta mempersiapkan acara ulang tahun Vallerie. Sedangkan Yunna sedang berusaha menarik hati David agar mau datang bersamanya nanti malam.


"Vid.. nanti malam loe sama gue ya ?? Pleease.." ajak Yunna dengan menangkupkan kedua tangannya di depan David.


"Nanti malam gue sibuk" jawab David singkat.


"Martin ??? Berarti Sean juga diundang ?" tanya David.


"Tentu saja. Tapi sayang, khusus untuk Sean dilarang membawa pasangan karena akan ada kejutan untuknya dari Vallerie." jelas Yunna.


"Baiklah.. gue akan datang bersama loe" kata David dengan nada dinginnya.


Bel istirahat berbunyi. Alexa meminta sahabatnya dan anak buah Sean berkumpul di taman sekolah. Alexa kembali meminta agar dirinya tidak perlu datang di acara Vallerie. Sebenarnya Jean, Rose dan Sally juga setuju dengan keinginan Alexa.


"Kemarin sudah kubilang kamu harus ikut Alexa !!! Kamu itu istriku !!! sudah tugas kamu mendampingiku kemanapun aku berada" kata Sean kesal.


"Aku takut dipermalukan sayaang.." kata Alexa dengan raut wajah khawatir.


"Aku akan membunuh orang yang mempermalukan kamu Alexa.. Aku tidak mau tahu, kamu harus ikut !!!!" kata Sean kemudian berlalu karena kesal. Martin, Jonathan dan Kenzo pun memperingatkan pasangan mereka masing-masing kemudian menyusul Sean.


Oleh karena pasangan mereka menolak keinginan mereka untuk tidak ikut pada acara nanti malam, Alexa, Jean, Rose dan Sally terpaksa harus hadir di acara Vallerie. Alexa, Jean, Rose dan Sally kembali ke kelas mereka. Rose baru ingat bahwa gaun titipan Alexa ada bersamanya. Rose pun memberikan gaun yang akan Alexa kenakan nanti malam.


/////Kantin Sekolah/////


Sean memesan strawberry milkshake kesukaannya. Disaat bersaman, Martin, Jonathan dan Kenzo menghampirinya. Kenzo merasa bahwa apa yang dikatakan Alexa ada benarnya juga. Ia pun mencoba membahasnya kembali bersama Sean dan teman-temannya.


"King.. menurut gue ucapan Queen ada benarnya juga sih !!! loe kan tahu sendiri Queen dan Vallerie seperti musuh bebuyutan, pasti Queen khawatir jika kehadirannya mengganggu tamu-tamu yang lain King" kata Kenzo.


Sean berfikir sejenak, ia pun juga merasa perkataan Alexa ada benarnya. Akan tetapi ia tidak bisa datang tanpa Alexa. Jika ia tidak datang, sama saja dia tidak menghormati tuan bennedict. Sean mulai bimbang dengan keputusannya.


"Gue yakin tidak akan terjadi apa-apa dengan Alexa dan teman-temannya. Nanti malam, kalian datang ke Mansion gue bersama pasangan kalian masing-masing. Kita akan berangkat ke rumah Vallerie bersama-sama" kata Sean kemudian meminum Milkshake Strawberrynya.

__ADS_1


"Siap king !!!" kata Martin, Jonathan dan Kenzo bersamaan. Akhirnya Sean memutuskan tetap datang bersama Alexa.


"Nih.. pakaian loe king !!! Kita rasa loe belum menyiapkan pakaian untuk pergi ke pesta kan ??" tanya Jonathan sembari memberikan paperbag berisi pakaian untuk Sean kenakan saat acara nanti malam.


"Kenapa kalian bisa tahu ?" tanya Sean sembari menerima paperbag dari Jonathan.


"Soalnya Queen juga minta cewek kita membelikannya gaun untuk pesta ulang tahun Vallerie King" kata Martin.


/////////////////////


David mencari keberadaan Alexa. Ia mencari Alexa di kantin, akan tetapi Alexa tidak ada disana, hanya Sean dan teman-temannya yang terlihat di kantin. Oleh karena tidak menemukan Alexa di kantin, David mencari Alexa di kelasnya. Dan benar saja, Alexa sedang bercanda dengan sahabat-sahabatnya di dalam kelas. Ia tersenyum dan menghampiri Alexa. Jean, Rose dan Sally terdiam melihat kedatangan David. Mereka masih teringat dengan penghinaan yang Samuel lontarkan kepada mereka dan David hanya diam saja.


"Ngapain loe kemari ?? loe mau menghina kita lagi ??" tanya Jean dengan juteknya.


"Apa maksud kalian ? Gue tidak pernah menghina kalian !!" elak David.


"Loe diam saja saat teman loe menghina kami. Itu sama saja loe setuju dengan penghinaan terhadap kami Vid." kata Sally yang tak kalah jutek dari Jean.


"Loe bukan lagi teman kita !!!! kita putus Vid !!!" kata Rose asal ngomong. Alexa menyenggol lengan Rose.


"memangnya loe jadian sama David ??" bisik Alexa di telinga Rose.


"Maksud gue putus pertemanan Lex.. loe bego banget sih !!!" kata Rose. Tanpa basa basi, David segera mengemukakan maksud kedatangannya di kelas Alexa.


"Gue kemari ingin mengajak Alexa datang ke acara ulang tahun Vallerie nanti malam. Loe mau kan Lex ??" tanya David. Jean, Rose dan Sally terbengong saat David meminta Alexa datang bersamanya.


"Berani banget loe ngajak Alexa, dia itu punya Sean goblok !!!" batin Sally.


"Cari mati nie orang !!!" batin Rose.


"Untung Sean tidak ada disini.." batin Jean.


"Maaf Vid.. gue tidak bisa. Gue sudah ada acara buat nanti malam. Maaf ya.." tolak Alexa dengan halus.


David terlihat kecewa dengan jawaban Alexa. Akan tetapi ia tidak bisa memaksa Alexa karena ia tidak mau Alexa membencinya. David pun mengangguk dan pergi dari kelas Alexa. Saat David keluar dari kelas Alexa, ia berpapasan dengan Sean dan anak buahnya. David tidak mempedulikan adanya Sean dan anak buahnya. David berlalu dari kelas Alexa begitu saja. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo menjadi penasaran dengan maksud David datang ke kelasnya.


"Sedang apa dia kemari beb?" tanya Martin kepada Jean. Jean berfikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Martin.


"Mungkin dia salah kelas beb.. hehehehe.." jawab Jean sembarangan. Jawaban aneh Jean membuat Sean dan anak buahnya semakin curiga.


"Rose !!!!! Jelaskan !!!!" bentak Sean.


Sean tahu bahwa Rose adalah orang yang paling penakut diantara empat sekawan. Oleh karena itu ia memanfaatkan rasa takut Rose agar ia menjawabnya dengan jujur.


"David kemari ingin mengajak Alexa datang bersama ke acara ulang tahun Vallerie" jawab Rose. Jean dan Sally mencubit Rose yang dengan mudahnya berkata demikian.


"Brraaaakkkkk !!!!!!" Sean menendang meja di depannya.


Aura wajah Sean berubah menjadi menyeramkan. Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally takut terjadi sesuatu dengan Alexa. Sean menghampiri Alexa yang duduk terdiam di tempatnya. Sally takut jika Sean bertindak kasar kepada Alexa. Ia pun menghentikan langkah Sean.


"Alexa tidak bersalah !!! dia sudah menolaknya Sean." kata Sally sambil menarik lengan Sean.


"Jangan sentuh gue !!!!" bentak Sean. Sally melepaskan lengan Sean seketika.


"Aku tunggu kamu di parkiran !!!" kata Sean kepada Alexa dengan nada dinginnya. Alexa bergegas mengikuti Sean tanpa berkata sepatah kata pun.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2