
Alexa terus menangis di pelukan Sean. Sean pun terus menerus meminta maaf kepada Alexa.
"hiks...hiks...Kenapa kamu membentakku Sean ? hiks..hiks.. bahkan Papa sama Mama saja tidak pernah membentakku hiks...hiks.." kata Alexa sambil menangis.
"Aku salah sayang. Maafkan aku.." kata Sean sembari mengelus rambut Alexa. "Hati aku sakit saat kamu bilang kita tidak berpacaran, sedangkan kamu adalah calon istriku.
Tapi kenapa kamu bilangnya seperti itu ?? Bahkan kamu tidak pernah memanggilku dengan kata sayang kan ?" tambahnya dengan nada lembut.
"Kita memang tidak berpacaran kan !!!! Bahkan kamu tidak pernah memintaku menjadi pacar kamu. Saat kita kecil juga kamu tidak pernah menyatakan cinta kepadaku Sean !!! Aku selalu mengikuti kemanapun langkah kamu pergi. Sekarang aku tidak bisa seperti itu. Kita bukan anak kecil lagi Sean. Bagaimana bisa aku memanggilmu sayang jika aku bukan siapa-siapa kamu !!!" kata Alexa sedikit emosi.
Sean melepaskan pelukannya. Kini ia mulai berfikir bahwa yang dikatakan Alexa semuanya benar. Kini Sean terdiam, ia tidak tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Melihat Sean yang terdiam, Alexa berpamitan pulang kepada Sean.
"Aku akan mengantarmu.." kata Sean sembari menarik tangan Alexa.
Alexa memegang tangan Sean kemudian melepaskannya dan berlalu meninggalkan Sean. Sean pun tidak tinggal diam. Ia mengejar Alexa dan memaksanya masuk kedalam mobilnya.
Dari ruang kerjanya, Darren menyaksikan Sean mengejar Alexa. Ia heran dengan apa yang Sean lakukan. Baru kali ini ia melihat Sean seperti bertekuk lutut kepada orang lain. Terlebih orang itu adalah seorang wanita.
"Atau jangan-jangan Sean sudah berhasil move on dari kekasih masa kecilnya ??" batin Darren.
Selama perjalanan Alexa mengalihkan pandangannya dari Sean. Sementara Sean masih asyik berkelana dengan fikirannya.
"apa yang dikatakan Gia benar. Gue belum pernah memintanya menjadi pacar gue. Kenapa gue PeDe banget minta dia memanggil gue sayang ? " batin Sean.
Beberapa saat kemudian Sean dan Alexa tiba di Mansion Keluarga George. Alexa hendak turun dari mobil Sean akan tetapi Sean menahannya.
"Alexa, aku akui aku memang salah. Aku memang belum pernah meminta kamu menjadi pacar aku." kata Sean sembari menggenggam tangan Alexa. Alexa hanya diam tanpa menanggapi perkataan Sean.
"Alexa.. aku tidak akan memintamu menjadi pacarku..." belum sempat Sean menyelesaikan penjelasannya, Alexa sudah terlebih dahulu salah paham. Alexa menarik tangannya dari genggaman Sean. Alexa sudah terlanjur kecewa dengan Sean, ia pun bergegas turun dari mobil Sean.
Sean kembali mengejarnya, ia berlari dengan cepat kemudian menghadang langkah Alexa. Ia memberitahu Alexa bahwa ia belum selesai menjelaskan apa yang ada dalam hatinya. Dengan malas Alexa mendengarkan ucapan Sean. Sean memegang tangan Alexa dengan lembut. Ia tersenyum kepada Alexa.
"Alexa.. Aku membutuhkanmu seperti jantung membutuhkan detak. Aku adalah aku karenamu. Kamu adalah setiap alasan, setiap harapan dan setiap mimpi yang pernah kumiliki. Alexa.. aku mencintaimu, dan itulah awal dan akhir dari segalanya. Jadilah istriku Alexa Georgia...." kata Sean sambil tersenyum dan menggenggam tangan Alexa.
Alexa kembali menangis. Kali ini bukan air mata kekecewaan, melainkan air mata haru dan kebahagiaan. Sean meminta Alexa menjawab pernyataan cintanya. Alexa pun memberikan jawabannya pada saat itu juga kepada Sean.
"Sean.. Aku tidak memiliki kesempurnaan seperti wanita lain, tapi aku memiliki satu hati yang akan selalu setia kepadamu. Aku mencintaimu Sean. Aku akan mendampingimu bukan hanya sebagai teman dan sahabat, tetapi juga sebagai istrimu." kata Alexa sembari tersenyum penuh cinta kepada Sean.
Sean melompat-lompat karena bahagia mendengar jawaban Alexa. Ia pun memeluk Alexa dengan erat. Tanpa sadar ia meneteskan air mata karena terlalu bahagia.
"Terimakasih sayang..." kata Sean tercekat menahan tangis kebahagiaan.
__ADS_1
"Sayang kamu menangis ???" tanya Alexa hendak melepaskan pelukannya. Akan tetapi Sean menahannya. Ia tidak mau Alexa melihatnya menangis. Setelah tenang, Sean melepaskan pelukannya. Ia hendak mencium bibir Alexa. Alexa pun menutup matanya bersiap menerima ciuman dari Sean.
"Ekhm...ekhm..!!!!" seseorang berdehem di samping Sean dan Alexa. Sean dan Alexa pun membatalkan ciuman mereka.
"Brengsekkkkkk !!!!!! selalu saja ada yang mengganggu !!!!!" kata Sean kesal.
Terlihat Mbok Ningsih yang tiba-tiba muncul dari dalam Mansion untuk membuang sampah di tempat sampah dekat gerbang. Ia melihat Sean dengan tatapan tegasnya.
"Mbok Ningsih sedang apa disini ???" tanya Alexa dengan wajah yang memerah karena malu.
"Saya akan membuang sampah di depan non. Teman-teman Nona Alexa sudah menunggu di dalam loh." kata Mbok Ningsih sambil melihat Sean.
Wajah Sean tampak sangat kesal dengan Mbok Ningsih. Alexa meminta Sean segera pulang agar besok saat berangkat study tour tidak terlambat. Akan tetapi Sean masih saja menunjukkan wajah kesalnya. Alexa menoleh ke semua penjuru arah. Setelah merasa aman, ia mencium pipi Sean dengan cepat kemudian masuk kedalam Mansion. Sean pun terkejut, ia tidak menyangka Alexa berani menciumnya terlebih dahulu. Ia tersenyum kemudian kembali pulang ke Mansion Keluarga Astin.
///////////////////
Semenjak kejadian di Markas Scorpions, Yunna menjadi sosok yang pendiam. Ia lebih sering mengurung diri didalam kamarnya. Orang tua Yunna merasa menyesal kepada putrinya karena pernah mengurung Yunna di dalam kamarnya hingga Yunna kini tidak mau keluar dari kamarnya. Orang tua Yunna sudah berusaha membujuk Yunna agar mau bersekolah kembali. Akan tetapi tidak ada respon dari Yunna.
Vallerie, Anna dan Angel sedang berkunjung ke rumah Yunna. Mereka disambut baik oleh orang tua Yunna. Mama Yunna meminta Vallerie untuk membujuk Yunna agar Yunna mau bersekolah lagi. Vallerie, Anna dan Angel pun masuk ke kamar Yunna.
"Hai Yunna.. gimana kabar loe ?" tanya Vallerie sembari duduk di tempat tidur Yunna.
"Yun.. kenapa loe makin kurus siih.." kata Anna.
"Gimana gue bisa bangkit Ngel.. kesucian gue sudah direnggut. Gue sudah tidak punya masa depan lagi Ngel. Mereka sudah merenggutnya dari gue Ngel.. hiks...hiks..hiks..". kata Yunna sambil menangis terisak. Vallerie segera memeluk Yunna untuk menenangkannya.
"Ini semua salah Alexa !!! Dia yang menyebabkan semua ini terjadi. Kita tidak boleh lemah Yun.. kita harus membalas Alexa !!!" kata Vallerie dengan mengeratkan rahangnya. Yunna mengangguk. Mendengar ucapan Vallerie, Yunna seakan mendapat semangat untuk melanjutkan hidupnya. Ia berjanji akan membalas semua yang Alexa lakukan kepadanya.
Vallerie meminta Yunna ikut serta dalam Study Tour, akan tetapi ia belum siap bertemu dengan teman-teman di sekolahnya. Yunna akan bersekolah setelah acara Study Tour selesai dilaksanakan. Vallerie, Anna dan Angel berpamitan pulang kepada Yunna.
/////////////
Tepat pukul 18.00 Sean tiba di Mansion Keluarga Astin. Saat hendak menaiki anak tangga, Mama Ivanka memanggilnya. Sean pun berhenti dan mendengarkan Mama Ivanka yang berbicara.
"Sayang, bukannya Kevin sama Nessa keluar negeri ya ?? Lantas gimana dengan Alexa ?? kenapa kamu tidak menemaninya ?" tanya Mama Ivanka.
"Jangankan menemaninya Ma, masuk ke kamarnya aja aku tidak diperbolehkan oleh Mbok Ningsih Ma.." kata Sean sangat kesal saat mengingat perlakuan Mbok Ningsih kepadanya.
"Hahahahaha... ya jelas lah sayang. Mbok Ningsih takut jika kamu sama Alexa kebablasan" kata Mama Ivanka. Sean kembali terlihat kesal. Ia pun berlalu menuju ke kamarnya.
Sean teringat moment ketika Alexa bersedia menjadi istrinya. Ia kembali tersenyum sembari tiduran dan memeluk gulingnya.
__ADS_1
/////////////
Alexa mengajak teman-temannya tidur di ruang keluarga. Sebelum tidur, Rose baru ingat bahwa ia belum membeli snack untuk dibawa saat Study Tour.
"Gimana nih.. pasti boring banget kalau tidak ada snack.." kata Rose bersedih.
"Oke.. gue beliin sekarang yaa.. di dekat sini bukannya ada mini market ya Lex ??" tanya Sally.
"Ada kok, loe pakai motor Mbok Ningsih aja Sall kalau mau kesana, sekalian gue nitip snack juga yaa..." kata Alexa.
Sally pun berangkat ke Minimarket menaiki sepeda motor matic milik Mbok Ningsih. Ia membeli banyak snack, bahkan ia juga membeli banyak mie instan untuk jaga-jaga jika kelaparan di malam hari. Saat membayar belanjaan di kasir, tanpa sengaja ia menabrak seseorang. Sally meminta maaf kepada lelaki itu, akan tetapi lelaki itu bukannya memaafkan, malah menjadi marah.
"Loe sengaja menabrak gue kan??? Dasar ****** !!!" bentak lelaki itu.
"Heh... gue sudah minta maaf, tapi loe malah nyolot !!! yang salah itu loe, kenapa loe nyalahin gue !!! Tahu gini gue nggak sudi minta maaf sama loe" bentak Sally yang sangat kesal.
"Loe berani yaa membentak gue !!!! Loe tahu siapa gue ??? Gue ketua preman disini !!!!" kata lelaki itu sembari mendorong Sally hingga Sally terjatuh.
"ada apa ini.." tanya Kenzo dengan nada dingin yang tiba-tiba muncul membantu Sally berdiri.
"Oh.. jadi loe pacar wanita ****** ini ?? Asal loe tahu, wanita ****** ini berani menabrak gue hingga belanjaan gue berantakan!!!" bentak lelaki itu.
"Benarkah ?? Apakah begini cara dia menabrak loe ?" tanya Kenzo sembari mendorong lelaki iku dengan kuat hingga lelaki itu terjatuh.
"Brengsek !!!!!! beraninya anak ingusan seperti loe melawan gue !!!!" bentak lelaki itu sambil berdiri dari tempatnya. Ia mendekati Kenzo. Kenzo menarik kerah jaket lelaki itu dengan satu tangannya.
"Loe jangan berani sama gue. Gue anggota Devils. Kalau loe berani, gue pastikan peluru di pistol ini akan bersarang di paru-paru loe" bisik Kenzo untuk mengancam lelaki itu. Lelaki itu pun melihat kenzo mengarahkan pistol tepat di depan dadanya. Ia terlihat sangat ketakutan hingga bergegas lari tanpa mempedulikan belanjaannya yang berserakan.
Setelah selesai membayar di kasir, Kenzo mengajak Sally keluar dari mini market. Ternyata Kenzo bersama Jonathan juga membeli snack untuk dibawa besok.
"Loe sendirian Sall ?? Ayo gue antar ke rumah loe" ajak Kenzo
"iya.. gue sendirian tapi gue sedang menginap di rumah Alexa. Rumahnya juga dekat dari sini kok." jawab Sally sembari menaiki motor Mbok Ningsih. Kenzo melihat Jonathan sekilas. Kenzo meminta Sally bergeser ke belakang. Ia akan mengantar Sally ke rumah Alexa.
"Jo.. loe ikuti gue sama Sally ya.. ??? gue tidak tega membiarkannya pulang sendiri" kata Kenzo kepada Jonathan. Jonathan mengangkat ibu jarinya.
Beberapa saat kemudian Sally dan Kenzo tiba di Mansion Alexa. Kenzo terkejut melihat Mansion Alexa.
"Katanya dia anak beasiswa ??" gumam Kenzo akan tetapi Sally mendengarnya.
"Loe di tipu Vallerie. Alexa tinggal di Mansion seindah ini Ken.. Mamanya baiiiiik banget sama kita" kata Sally.
__ADS_1
Setelah mengantar Sally, Kenzo berpamitan tanpa masuk ke Mansion Alexa. Ia dan Jonathan ingin segera beristirahat agar besok tidak terlambat saat berangkat ke sekolah.
~bersambung~