
Sean bergegas mendatangi sekolah untuk mengecek cctv di sekitar taman. Sementara Martin, Jonathan dan Kenzo mencari jejak mobil anak buah Fire.
/////Sekolah/////
Samuel menghampiri Vallerie dan teman-temannya di dalam kelas. Samuel terlihat senang karena misi memberi pelajaran kepada Alexa telah berhasil dilaksanakan. Ia ingin membagi kebahagiaannya kepada kekasih yang paling ia cintai, Vallerie.
"sayang..aku telah berhasil memberi pelajaran kepada Alexa" bisik Samuel kepada Vallerie. Mendengarnya, Vallerie tersenyum senang.
"bagaimana bisa ? apa yang kamu lakukan kepada wanita j*a*l*a*n*g itu sayang ?" tanya Vallerie sangat antusias.
"aku akan membuatnya menjadi wanita j*a*l*a*n*g !! Aku meminta anak buahku untuk memp*er*k*o*sanya sayang." kata Samuel dengan senyuman seringai di bibirnya. Mendengar misi Samuel, Vallerie tersenyum senang.
"kamu pinter banget sih sayang ??? aku jadi semakin cinta sama kamu" kata Vallerie sembari memeluk manja lengan kekar Samuel.
Dari kejauhan David melihat Samuel dan Vallerie yang sedang bermesraan. Ia sudah lelah mengingatkan Samuel tentang Vallerie dan selalu mendapat sanggahan dari Samuel. Oleh karenanya kini David akan membiarkan Samuel melakukan semua keinginannya.
Bel Istirahat berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelasnya termasuk David. Di saat yang sama, Sean tiba di sekolah. Dengan tergesa-gesa, Sean berlari menuju ke ruang kepala sekolah untuk melihat rekaman cctv. Saat sean hendak masuk ke dalam ruang kepala sekolah, tanpa sengaja David menabraknya hingga membuat Sean sangat marah. Ia pun melampiaskan amarahnya kepada David
"Brengsek !!!!! kemana loe membawa istri gue !!!!" bentak Sean dengan wajah penuh dengan amarah.
"apa maksud loe ??? kenapa loe menanyakan Alexa ke gue ??? bukankah loe suaminya ??? Memangnya gue akan membawanya kemana ???" bentak David yang bingung dengan tuduhan Sean.
Tanpa berkata apapun, Sean menarik kerah seragam David dan menyeret David masuk kedalam ruang kepala sekolah. Sean mulai memutar rekaman cctv yang terpasang di taman. David pun ikut menyaksikannya. David terkejut saat rekaman menunjukkan anak buahnya sedang menculik Alexa.
"Brengsek !!!!! ini pasti ulah Samuel !!!!" gumam David akan tetapi Sean mendengarnya. David bergegas menemui Samuel yang saat ini berada di kantin sekolah.
Samuel yang sedang bercanda dengan Vallerie melihat kedatangan David dengan wajah marahnya. Ia menendang meja yang ditempati oleh Samuel hingga makanan diatasnya berantakan. Ia menarik kerah seragam Samuel dengan keaal.
"Dimana loe membawa Alexa !!!!" bentak David. Samuel terkejut karena David sudah mengetahui misinya.
"Gu..gue hanya membalaskan dendam loe kepada Alexa Vid.." kata Samuel yang mulai takut dengan kemarahan David.
"Gue sudah peringatkan loe untuk tidak menyentuh Alexa !!!!" bentak David.
"Tapi dia menyakiti loe Vid !!!" kata Samuel dengan nada bergetar.
"Jangan ikut campur urusan gue Sam !!!! Loe berubah semenjak bertemu iblis ini !!!!" bentak David.
"Hei.. dia king loe !!! beraninya loe bertindak kasar kepada Samuel !!!" sahut Vallerie.
"Diam pela*cur !!!! gue tidak ada urusan sama loe !!!" bentak David dengan tangan yang masih mencengkeram kerah seragam Samuel. Vallerie terdiam seketika saat menatap mata tajam David.
"katakan !!!! dimana loe membawa Alexa !!!!" bentak David.
"Mo..Motel dekat mar..markas kit..kita Vid.." kata Samuel yang ketakutan saat menatap wajah David.
"ap.. apa ?? bukankah tempat itu..." kata David David yang tidak sanggup melanjutkan perkataannya. "Bangsattt loe Sam !!!! teganya loe membawa orang yang gue cintai ke tempat prostitusi ??!" teriak David kemudian memukuli Samuel secara bertubi-tubi dan mendorong Samuel hingga Samuel tersungkur dan tertimpa meja. Vallerie segera menolong Samuel yang terlihat kesakitan karena tubuhnya tertimpa meja sedangkan David segera menghampiri Sean yang masih berada di ruang kepala sekolah.
__ADS_1
"Sean !! Alexa dibawa ke Mo..motel dekat markas fire" kata David sambil menunduk. Amarah Sean mulai memuncak mendengar istrinya dibawa ke Motel yang terkenal dengan aktivitas pela*c*u*r*an di dalamnya Ia mencengkeram kerah baju David dan memukulinya tanpa henti.
"Jika terjadi sesuatu pada istri gue, gue habisi loe dan seluruh keluarga loe brengsek !!!!" kata Sean kemudian memukul wajah David kembali. David sengaja tidak melawan karena semua yang terjadi adalah akibat kesalahannya. Sean bergegas pergi ke motel yang diberitahukan David. David mengejar Sean yang hendak menyelamatkan Alexa.
"Sean !!!! gue ikut loe !!! Gue bersumpah gue tidak tahu jika anak buah gue melakukan ini kepada Alexa !!! Gue akan menghukum mereka dengan tangan gue sendiri Sean !!!!" kata David yang merasa bersalah kepada Sean dan Alexa.
"Loe jangan munafik Vid.. loe adalah salah satu dari mereka, mana mungkin loe tidak tahu ??? bagaimana gue bisa percaya dengan ucapan sampah seperti loe !!!" kata Sean sambil berjalan menuju tempat parkir.
"Samuel !!!! dia yang melakukan ini kepada Alexa. Gue sudah melarangnya tapi dia tetap nekat Sean !!!!!" kata David.
Sean tidak lagi mempedulikan David. Ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya menuju motel yang dikatakan David. Rasa bersalah kepada Sean dan Alexa kini menghantui hati David. Ia bergegas naik ke mobilnya dan pergi ke motel yang dikatakan oleh Samuel.
Kenzo mencoba melacak keberadaan Alexa melalui gps dari ponsel Alexa yang pernah Sean hubungkan dari ponselnya dan ponsel Kenzo. Setelah mengetahui keberadaan Alexa, mereka bergegas menuju lokasi yang ditunjukkan oleh gps dari ponsel Alexa.
//////Motel//////
Empat orang anak buah Samuel tiba di Motel. Mereka memesan satu kamar untuk mereka gunakan bersama. Anak buah Samuel sangat senang karena mendapatkan misi yang menguntungkan bagi mereka. Ditambah lagi korban dari misi mereka adalah wanita secantik Alexa.
Salah satu anak buah Samuel mendudukkan Alexa yang masih tidak sadar ke kursi kemudian mengikatnya di kursi itu. Setelah mengikat Alexa, ia menyiram wajah Alexa dengan segelas air hingga Alexa tersadar dari pingsannya. Ia melihat tempat di sekitarnya dan melihat empat orang anak buah Samuel mengelilinginya.
"Siapa kalian ??? kenapa kalian mengikat gue disini ??? lepasin gue !!!" bentak Alexa sambil menatap tajam ke empat anak buah Samuel.
Anak buah samuel tidak menjawab perkataan Alexa. Mereka justru menyiram wajah Alexa dengan segelas air hingga membasahi seragam yang Alexa kenakan. Oleh karena seragam Alexa basah, penutup dada Alexa terlihat jelas oleh keempat anak buah Samuel. Mereka menelan ludah saat melihat dada Alexa.
"Apa yang kalian lakukan !!!! Kenapa kalian diam saja !!!! cepat lepaskan gue !!!! Siapa sih yang menyuruh kalian ???" bentak Alexa.
"Brengsek !!!! kenapa kalian terus menyiram gue !!!! apa salah gue !!!!" bentak Alexa.
"Loe cerewet sekali !!! nih pegang punya gue.." kata salah satu anak buah Samuel sambil mengarahkan juniornya ke tangan Alexa.
"Jangan !!!! gue nggak mau !!!! jangan lakukan itu !!!" bentak Alexa yang mulai ketakutan.
Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga tidak memerlukan waktu lama baginya untuk tiba di Motel. Ia menanyakan keberadaan anak buah samuel dan Alexa kepada pemilik Motel. Akan tetapi sang pemilik tetap bersikukuh tidak mau memberitahu Sean.
"Saya tidak pernah menerima tamu yang membawa anak SMA tuan" kata Pemilik Motel. Sean tahu bahwa pemilik motel berbohong kepadanya.
"saya melihat kebohongan di mata anda !!" kata Sean dengan nada dinginnya sambil menodongkan pistol ke dahi pemilik motel.
"am..ampun tuan.. !!! saya terpaksa berbohong karena mereka mengancam akan membunuh saya jika saya memberitahukan keberadaan mereka kepada siapapun !!!!" kata pemilik Motel.
"tunjukkan atau saya ledakkan isi kepala anda !!" ancam Sean. Pemilik motel segera menunjukkan kamar yang disewa oleh anak buah Samuel.
Alexa berontak karena tidak mau memegang benda milik lelaki lain. Akan tetapi usahanya sia-sia karena tangannya terikat di kursi.
"tolong jangan lakukan ini ke gue hiks..hiks...hiks.." pinta Alexa sambil menangis.
Tangis Alexa semakin kencang setelah anak buah Samuel semakin berusaha mengarahkan juniornya ke telapak tangan Alexa. Ia berontak sekuat tenaga hingga tali yang mengikatnya terlepas. Ia mendorong anak buah Samuel dan berlari menuju pintu. Sayangnya usaha Alexa berhasil digagalkan oleh anak buah Samuel lainnya. Alexa menginjak kaki anak buah Samuel dan berlari menjauh dari mereka.
__ADS_1
"Ayolah cantik.. jangan lari-larian seperti ini.." kata anak buah Samuel sambil mendekat bersamaan ke arah Alexa.
"jangan mendekat !!! hiks...hiks...hiks.." pinta Alexa kepada keempat orang di depannya.
Salah satu anak buah Samuel berhasil meraih tangan Alexa dan mengunci pergerakan Alexa. Sedangkan anak buah lainnya memaksa Alexa menghisap juniornya. Alexa menutup mulutnya dengan rapat agar junior anak buah Samuel tidak bisa menembus mulutnya.
Disaat bersamaan Sean menendang pintu hingga engsel pintu terputus. Keempat anak buah Samuel terkejut melihat ada orang mendobrak pintu kamar yang mereka sewa. Darah Sean seakan mendidih melihat anak buah Samuel memaksa Alexa dengan keji. Disaat bersamaan, Martin, Jonathan, Kenzo dan Jane menemukan kamar yang disewa oleh anak buah Samuel. Jean segera menutup matanya saat melihat salah satu anak buah Samuel mengeluarkan juniornya.
Martin, Jonathan dan Kenzo segera meringkus tiga orang anak buah Samuel. Sedangkan Sean menatap tajam salah satu anak buah Samuel yang memaksa Alexa dengan keji. Aura membunuh bangkit dari diri Sean saat menyaksikan anak buah Samuel memaksa Alexa. Ia mencekik anak buah Samuel dengan erat hingga anak buah Samuel kesulitan bernafas.
"King.. jangan bunuh dia.. kita harus menginterogasinya terlebih dahulu!!!" kata Jonathan.
Alexa merasakan mual yang luar biasa setelah anak buah Samuel memaksa Alexa menghisap juniornya. Sean tidak tega melihat istrinya menahan mual. Ia meminta Jean menemani Alexa untuk menuntaskan rasa mualnya.
"Kalian bawa mereka semua ke markas !!!" perintah Sean dengan nada dinginnya.
Ia bergegas menghampiri Alexa ke kamar mandi. Saat ia hendak pergi ke kamar mandi, ia melihat David datang ke kamar tersebut. Sean pun menghampiri David dan memukulinya tanpa ampun.
"tega sekali loe melakukan ini kepada istri gue !!!! Apa salah istri gue hingga loe tega melakukan ini kepadanya !!!" bentak Sean yang masih memukuli David tanpa ampun.
"Maaf.." hanya itu yang mampu David katakan atas rasa bersalahnya kepada Sean dan Alexa.
Jean memijat tengkuk Alexa yang sedang muntah. Alexa menangis ketakutan mengingat paksaan yang ia alami dan takut dengan penilaian Sean terhadapnya. Jean pun dengan sigap memeluk sahabatnya.
"Jean.. gue takut Jean.. gue takut Sean kecewa sama gue.. mereka memaksa gue menyentuh benda mereka Jean.. hiks..hiks.." kata Alexa sambil menangis di pelukan Jean.
"tidak apa-apa Lex.. Sean tidak mungkin kecewa sama loe. Loe itu korban Lex, Sean pasti percaya sama loe. Dia mencintai loe Lex, loe jangan berfikir macam-macam ya.." kata Jean menenangkan Alexa.
"Kalau dia jijik sama gue gimana Jean.. hiks..hiks... gue takut Sean ninggalin gue Jean.. hiks..hiks.. gue nggak mau Sean ninggalin gue..hiks...hiks.." kata Alexa diiringi tangisan yang tersedu-sedu.
Belum sempat Jean menjawab perkataan Alexa, Alexa kembali pingsan. Jean menjadi panik saat mengetahui Alexa pingsan. Ia berteriak memanggil Sean.
"Sean !!!! Tolong !!!!!! Alexa pingsan !!!" teriak Jean. Mendengar Jean berteriak, Sean segera melepaskan David dan menghampiri Alexa di kamar mandi. Ia segera mengambil alih Alexa dari Jean.
"Sayang.. bangun.. kamu kenapa sayang ??" kata Sean mencoba membangunkan Alexa. Rasa khawatir terhadap Alexa terlihat jelas di wajah Sean.
"sepertinya dia sangat shock, loe ajak dia pulang sekarang Sean, dia butuh istirahat" saran Jean.
"terimakasih Jean.." kata Sean kemudian menggendong Alexa dan membawanya pulang tanpa mempedulikan David yang sudah babak belur.
Jean keluar dari kamar mandi. Ia terkejut melihat David dalam keadaan babak belur. Ia ingin pergi tanpa menyapa David, akan tetapi hatinya berkata lain. Ia sangat kecewa dengan tindakan David yang ia anggap tidak berperikemanusiaan. Jean memukuli David sambil menangis.
"teganya loe Vid.. Alexa tidak pernah jahat ke loe, kenapa loe jahat ke dia ??? apa salahnya Vid ??? gue benci banget sama loe Vid.. jangan pernah loe muncul di hadapan Alexa lagi !!! Karena gue tidak akan membiarkan loe mendekati Alexa... bahkan gue tidak akan membiarkan loe untuk berteman dengannya !!!" kata Jean kemudian meninggalkan David.
"Jean.. !!!! dengarkan penjelasan gue dulu Jean !!!!" kata David. Akan tetapi Jean tetap tidak ingin mendengar penjelasan David. Ia tetap pergi meninggalkan motel.
"Brengsek !!!! ini semua karena Samuel !!!!" umpat David kemudian pergi meninggalkan motel.
__ADS_1
~bersambung~