Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Undangan


__ADS_3

Darren menemani Sean yang sedang minum alkohol di bar. Setelah meneguk 7 botol alkohol, Sean mulai mabuk. Oleh karena mabuk, Sean mulai bicara sembarangan hingga tak terkendali. Darren pun mengantarnya pulang ke Mansion.


/////////////


David dan Samuel mengerjakan tugas sekolah bersama. Disela-sela mereka mengerjakan tugas, David ingin mengingatkan Samuel tentang perasaannya terhadap Vallerie. David meyakini bahwa Vallerie hanya akan memanfaatkan Samuel saja. Oleh karenanya, sebagai sepupu, David memiliki kewajiban untuk memberikan saran kepada Samuel.


"Sepertinya cewek yang loe suka hanya akan memanfaatkan loe Sam.." kata David.


"Loe jangan sembarangan Vid.. Vallerie tidak mungkin seperti itu. Lagian gue tahu kok Vallerie itu cewek baik-baik" kata Samuel sambil tersenyum membayangkan senyum Vallerie.


"Yang penting gue sudah mengingatkan loe. Selanjutnya tinggal loe yang memutuskan" kata David.


"Gue benar-benar mencintai Vallerie Vid


Bahkan jika gue dimanfaatkan Vallerie pun gue rela" batin Samuel.


/////////////////


Sean dan Darren sudah tiba di Mansion Sean. Darren membopong Sean yang sudah tidak sanggup jalan sendiri. Saat mereka masuk kedalam Mansion, terlihat Mama Ivanka yang duduk di ruang tamu bersama Alexa. Mama Ivanka mendapatkan kabar dari Mbok Dian bahwa Sean dan Alexa bertengkar sehingga ia ingin melihat keadaan Alexa. Mama Ivanka dan Alexa terkejut melihat Sean pulang dalam keadaan mabuk.


"Sean !!!! sejak kapan kamu suka mabuk-mabukan seperti ini !!!" bentak Mama Ivanka yang kecewa dengan tindakan Sean.


"Sssttt !!!! Mama diam saja. Aku mau ngomong sama menantu Mama yang paling cantik ini" kat Sean yang sudah sangat mabuk sambil mendekat ke Alexa.


"Berhenti Sean !!!!!" teriak Mama Ivanka. Sean pun menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah Mama Ivanka.


Mama Ivanka menampar Sean dengan keras agar Sean tersadar dari mabuknya. Akan tetapi Alexa dengan sigap memasang dirinya di depan Sean sehingga Alexa yang terkena tamparan Mama Ivanka. Sean mencekik Mama Ivanka yang masih berdiri di depan Alexa. Alexa terkejut karena tindakan Sean semakin tidak terkendali. Ia segera melepaskan tangan Sean yang mencekik Mama Ivanka.


"Sean.. jangan lakukan itu. Kamu lihat baik-baik, dia Mama Ivanka, Mama kamu !!!" teriak Alexa sembari melepaskan tangan Sean dari baju Mama Ivanka. Alexa meminta Mama Ivanka pulang terlebih dahulu sebelum keadaan semakin runyam kemudian membopong Sean menuju ke kamar. Alexa hendak pergi setelah menidurkan Sean di tempat tidur. Saat hendak beranjak, tangan Alexa ditarik oleh Sean.


"Sayang, aku mohon jangan marah lagi. Aku benar-benar tidak ada hubungan apapun dengan Rachel. Aku tidak tahu jika dia akan memelukku, andai saja aku tahu, aku akan menghindar. Tolong jangan marah padaku sayang... aku hanya mencintaimu... cuma kamu Alexa.." kata Sean lirih sembari memegang pipi Alexa dengan lembut. Alexa menatap mata Sean. Tidak ada setitik kebohongan pun di mata Sean.


"Aku percaya sama kamu Sean. Aku akan memaafkanmu asal kamu minta maaf sama Mama Ivanka" kata Alexa dengan seutas senyum manisnya. Sean bangkit dari tempat tidurnya kemudian memeluk Alexa dengan erat.


"Jangan pernah lagi berkata kamu membenciku sayang. Aku tidak mau kamu meninggalkanku" kata Sean sambil memeluk erat tubuh Alexa. Alexa membalas pelukan Sean dan mengangguk.


"Aku tidak akan berkata seperti itu lagi, asalkan kamu bisa menjaga hati dan fisik kamu dari wanita lain Sean" kata Alexa. Sean tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


//////Keesokan Harinya//////


Tuan Leon hendak ke S.A Group untuk memastikan kehadiran Sean di kota D. Rachel hendak ikut bersama Tuan Leon, akan tetapi tuan Leon melarangnya. Ia khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Aku tetap mau ikut Pa.." kata Rachel memaksa Tuan Leon.


"Baiklah.. nanti sekitar pukul 2 yaa, jam segini Sean masih bersekolah kan.." kata Tuan Leon. Rachel hanya mengangguk setuju dengan perkataan Tuan Leon.


Rachel penasaran dengan wanita yang berada di kantor Sean kemarin. Dalam lubuk hatinya, ia merasakan sakit saat melihat Sean mengejar wanita dengan wajah takut dan khawatir. Ia berniat memberanikan diri bertanya kepada Sean.


//////////////////


Alexa bangun terlebih dahulu. Ia menatap Sean yang masih tidur dengan lelapnya. Alexa hendak bersiap pergi ke sekolah, setelah itu baru ia membangunkan Sean. Alexa kembali teringat saat Rachel memeluk Sean dengan sembarangan sehingga muncullah rasa kesal, cemburu dan marah yang bercampur menjadi satu dalam hatinya.


"Gue nggak akan membiarkan wanita-wanita ular berada di sekitar Sean. Sean hanya milik gue !!!!" kata Alexa kesal sambil meremas puff scrub yang ia pegang.


Beberapa saat kemudian, Alexa selesai mandi. Ia membangunkan Sean yang masih tidur. Sean pun bangun dari tidurnya. Ia melihat Alexa di depannya. Tanpa berkata apapun Sean memeluk erat tubuh Alexa.


"Sayang.. maafkan aku.." kata Sean penuh penyesalan.


"Kamu tidak salah sayang..tapi kamu harus minta maaf sama Mama" kata Alexa mengingatkan Sean. Sean mencoba mengingat kejadian semalam. Mata Sean membulat sempurna saat ingat apa yang ia lakukan kepada Mama Ivanka.


/////////////


Martin, Jonathan, dan Kenzo menunggu kedatangan Sean di parkiran sekolah. Disaat bersamaan, Vallerie bersama teman-temannya menghampiri mereka dan memberikan undangan ulang tahun kepada Martin, Jonathan dan Kenzo.


"Ini undangan spesial untuk Sean. Gue minta tolong kepada kalian berikan kepada Sean ya ??" kata Vallerie dengan ramah. Martin, Jonathan dan Kenzo hanya diam, akan tetapi tetap menerima undangan yang diberikan Vallerie.


"Kalian harus datang ya.. pastikan Sean juga datang. Ini ulang tahun spesial gue loh.." kata Vallerie dengan gaya centilnya kemudian pergi meninggalkan Martin, Jonathan dan Kenzo.


Setelah kepergian Vallerie dan teman-temannya, Jean, Rose dan Sally tiba di sekolah bersamaan dengan Sean dan Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo bergegas menghampiri mereka. Martin memberikan undangan kepada Sean. Alexa, Jean, Rose dan Sally penasaran dengan undangan yang diberikan Martin kepada Sean.


Setelah membaca, Sean membuang undangan tersebut ke sembarang arah. Tidak ingin terus-menerus diliputi rasa penasaran, Rose pun bergegas mengambil undangan yang telah dibuang oleh Sean. Rose terkejut saat membaca undangan tersebut kemudian menunjukkannya kepada Alexa, Jean dan Sally. Sally juga melihat Martin, Jonathan dan Kenzo juga membawa undangan yang sama.


"Jadi kalian diundang sama bunga kentut itu ?" tanya Jean. Martin, Jonathan dan Kenzo mengangguk.


"Aku tidak mau datang tanpa kamu baby" kata Martin hingga membuat pipi Jean merona.

__ADS_1


"Kalau begitu kita ajak aja cewek-cewek kita. Kan enak, gak bosen kalau ada mereka" kata Kenzo sembari merangkul pundak Sally. Sally hanya tersenyum sambil melihat tangan Kenzo di pundaknya.


"Gimana king ?? gue juga pengen banget ngajak yayang gue" kata Jonathan sambil menoel dagu Rose. Rose pun tersipu malu.


Martin, Jonathan dan Kenzo menatap Sean dengan penuh harap agar diizinkan untuk hadir di acara ulang tahun Vallerie. Sean pun mengizinkan ketiga anak buahnya hadir bersama pasangan mereka masing-masing.


Bel masuk berbunyi. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo masih berbincang di parkiran. Sementara Alexa, Jean, Rose dan Sally menuju ke kelas mereka. Dari sudut kanan taman, terlihat David yang secara intens menatap Alexa dari kejauhan. Ia tersenyum saat melihat Alexa bersenda gurau dengan sahabatnya. Ia kembali teringat bahwa dirinya harus mencari tahu tentang Sean dan Alexa. Setelah memastikan Alexa masuk kedalam kelasnya, David pergi meninggalkan taman dan menuju ke kelasnya sendiri.


Di kelas David, Vallerie dan teman-temannya sedang sibuk memberikan undangan ulang tahun Vallerie yang akan dilaksanakan hari senin mendatang. Samuel tersenyum melihat wajah bahagia Vallerie. Ia telah berjanji bahwa ia akan menyatakan cintanya kepada Vallerie sebelum acara ulang tahun berlangsung. Tibalah saat David diberikan undangan oleh Yunna.


"Vid.. loe datang sama gue ya ?? Gue nggak ada teman nih.." pinta Yunna. David hanya diam dan menerima undangan yang diberikan Yunna. Meskipun David tidak menjawab permintaannya, Yunna tetap menganggap David bersedia pergi bersamanya.


/////////////////


Bel Istirahat berbunyi. Para siswa berhamburan pergi meninggalkan kelas mereka termasuk Sean, Alexa dan teman-temannya. Mereka bergegas pergi ke kantin karena Alexa sudah tidak sabar ingin makan bakso. Suasana kantin sangat riuh setelah Vallerie memberikan undangan ulang tahunnya kepada teman-temannya.


"Sayang, aku tidak punya gaun warna putih..kenapa harus ada dresscode sih !!!!" kata salah satu siswa yang mendapat undangan dari Vallerie.


"Kan yang punya acara putri kepala sekolah, pasti harus tertib sayang.. Nanti kita beli gaun buat kamu yaa.." kata siswa di depannya yang merupakan kekasih siswa tersebut.


"Oouhh.. terimakasih sayang.." kata sang siswi sambil memeluk mesra lengan sang kekasih.


Alexa, Jean, Rose dan Sally terlihat illfeel dengan pasangan yang mereka lihat saat ini. Sean, Alexa dan teman-temannya duduk bersama dalam satu meja besar. Dari kejauhan, David yang duduk bersama Samuel, Vallerie dan teman-temannya menatap Alexa yang asyik makan.


"Cowok itu siapa ?? kenapa semua takut dan seolah menghindarinya ?" tanya David kepada Yunna.


"Dia itu Sean Astin, Putra Robbert Astin, orang terkaya di negeri ini. Sifatnya dingin dan arogan hingga tidak ada yang berani berteman dengannya." jelas Yunna.


"Apakah cewek disebelahnya adalah pacarnya ??" tanya David penasaran.


"Alexa ??? Dulu iya, tapi sekarang Sean sudah menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Alexa saja yang ganjen, suka dekat-dekat dengan Sean. Dia itu, cewek paling tidak tahu diri Vid.. Vallerie sudah memberitahunya bahwa Sean sudah menikah, bahkan Alexa juga sudah diperlihatkan foto istrinya Sean. Tapi Alexa tetap saja mendekati Sean. Dia memang pelakor murahan.." ejek Yunna. Mendengar Yunna menjelekkan Alexa, David menjadi kesal. Ia pun meninggalkan kantin


///////////////////


Waktu pulang telah tiba. Sean dan Alexa sedang dalam perjalanan menuju ke Mansion mereka. Sean telah memutuskan bahwa ia akan hadir di acara ulang tahun Vallerie bersama Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo tersenyum senang karena mereka juga akan mengajak kekasih masing-masing.


Saat asyik melihat-lihat pemandangan di luar jendela mobil, Alexa melihat gaun yang indah di sebuah butik. Alexa pun meminta Sean untuk menghentikan mobilnya. Alexa dan Sean menghampiri butik tersebut kemudian membeli gaun dan Tuxedo yang dipamerkan secara berdampingan. Sean dengan setia menemani Alexa yang sedang membeli gaun. Sean melihat ada sebuah cincin berlian yang cantik Ia pun membelinya untuk Alexa.

__ADS_1


Setelah selesai membeli gaun dan tuxedo, Sean dan Alexa kembali melanjutkan perjalanan menuju mansion mereka. Belum sempat Sean melajukan mobilnya, Darren sudah terlebih dahulu menghubunginya. Darren memberitahu Sean bahwa pukul 14.00 Tuan Leon akan kembali ke SA. Company. Oleh karenanya, Sean harus hadir di kantor saat ini juga. Sean dan Alexa pun bergegas ke kantor bersama-sama.


~bersambung~


__ADS_2