Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Mandi di Sungai


__ADS_3

Alexa, Jean, Rose dan Sally masih asyik mengobrol sambil rebahan di kamar mereka. Kamar yang tidak di lengkapi dengan AC membuat mereka kepanasan dan berkeringat. Sally pun menyarankan agar berjalan-jalan sebentar di luar kamar untuk merasakan udara sejuk.


"Gue dengar dari warga, tidak jauh dari sini ada sungai yang airnya sangat jernih guys... Kita jalan-jalan kesana yuk ??" ajak Rose.


"Benarkah ??? yuk.. gue setuju sama Rose" kata Sally sangat antusias.


"Kita bawa baju renang juga yaa guys.." kata Alexa dengan semangat.


"Gue sama Alexa udah siapin bikini buat kita.. hahahahaha..." kata Jean.


"Hei.. sejak kapan kalian menyiapkannya ??" tanya Sally yang tidak habis pikir dengan kedua sahabatnya.


"rahasia dong.. Yuk kita berangkat sekarang mumpung belum sore" kata Jean kemudian menggandeng Alexa keluar kamar.


Alexa, Jean, Rose dan Sally pergi berjalan-jalan memasuki hutan. Dari kejauhan, Angel melihat Alexa dan teman-temannya berjalan menuju ke hutan. Ia memanggil Vallerie dan Anna untuk mengikuti mereka. Saat hendak masuk kedalam hutan, mereka berpapasan dengan teman sekelas mereka.


"Hei kalian mau kemana ?" tanya teman sekelas mereka.


"Kita mau jalan-jalan sebentar, nyari udara segar. Loe mau ikut ?" ajak Rose sambil tersenyum.


"Ooohh.. noo..gue mau masak mie instan, gue lapar banget nih.." tolak teman sekelas mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju hutan. Saat tiba di tengah hutan, mereka disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah. Terdapat aliran sungai yang tidak begitu deras dan airnya sangat jernih. Di sekitar sungai di hiasi dengan bebatuan besar dan pepohonan yang semakin menambah keindahan sungai tersebut.


Mereka mendekat dan mulai bermain dengan air. Lambat laun, mereka ingin sekali berenang di sungai alami tersebut. Jean mengajak Alexa, Rose dan Sally mengganti baju mereka dengan pakaian bikini yang telah Jean dan Alexa siapkan. Tidak lupa mereka berfoto bersama untuk mengabadikan momen indah yang mereka lihat saat ini.


"Disini tidak ada signal guys.." kata Sally sembari memasukkan ponselnya di saku celana.


"Guys.. gue punya firasat buruk loh.." kata Alexa yang merasa ragu untuk berenang.


"Tidak apa-apa Lex.. kita akan kembali ke Villa sebelum matahari terbenam. Lagian loe lihat deh, air disini jernih banget. Sayang kalau di sia-siakan." kata Jean mencoba mempengaruhi Alexa agar mau berenang di sungai.


"Benar kata Jean, kita tidak akan menemukan ini di kota Lex.. jadi ini adalah kesempatan yang langka." kata Rose.


Setelah dibujuk oleh Jean dan Rose, akhirnya Alexa pun setuju untuk mandi di sungai. Mereka meletakkan pakaian mereka di bebatuan dekat sungai. Sally adalah orang yang pertama kali masuk kedalam sungai.


"Waaa.. seger banget !!!! Rojeeeee, ayo lompat biar gue yang nangkap loe !!!!" teriak Sally yang kegirangan mandi di sungai.


Di iringi tawa Rose pun melompat ke air dengan penuh semangat. Ia dan Sally saling mencipratkan air ke wajah mereka. Sally dan Rose melihat Jean dan Alexa yang baru selesai berganti pakaian. Mereka sedikit minder dengan bentuk tubuh Jean dan Alexa yang mereka kategorikan sebagai bentuk tubuh yang tergolong sexy.


"Lex.. baru kali ini gue lihat tubuh loe.. Kalian berdua benar-benar sempurna" puji Rose kepada Jean dan Alexa sembari memindai tubuh Alexa dari atas hingga bawah. Jean bergegas masuk ke dalam sungai tanpa mempedulikan ocehan Rose.


"Apaan sih.. tubuh kalian juga sempurna kok. Syukuri apa yang telah Tuhan ciptakan kepada kita Rose" kata Alexa kemudian turun ke sungai dengan gaya se-anggun bidadari yang hendak mandi ke sungai.


Jean, Rose dan Sally memastikan Alexa benar-benar turun ke sungai. Setelah yakin, mereka bergegas berenang menghampiri dan berusaha memeluk Alexa. Melihat sahabat-sahabatnya berenang dengan cepat menuju kearahnya seakan sedang menyerbu musuh, Alexa pun menghindar dan berenang menjauh dari Jean, Rose dan Sally.


"Alexa... berhenti loee !!!!" teriak Sally.


"Noooo.. kalian akan menyerang jika gue berhenti. Hahahaha.." kata Alexa sembari tertawa dengan riang.


Jean, Rose dan Sally tidak mudah menyerah. Mereka mengepung Alexa dari segala arah hingga Alexa kesulitan mencari jalan.


"Hahahahaha...mau kemana loe putri duyung ??!!! Hahahaha.." kata Rose sembari mendekati Alexa.

__ADS_1


"Gue bukan putri duyung, gue putri malu !!!! hahahahaha.." sahut Alexa yang kini telah terkepung.


"Hahahahaha...Putri malu tapi kerjaannya malu-maluin.. hahahahaha..." sahut Jean sembari menarik tangan Alexa. Alexa berteriak karena dirinya kini sedang berada di ambang kekalahan. Tak lama kemudian Jean, Rose dan Sally berhasil menangkap Alexa


"Loe kan sahabat kita Lex. Dalam kamus persahabatan kita, ada tradisi pegang buah dada untuk anggota baru. Dulu Jean sudah pernah, sekarang giliran loe Lex... hahahaha..." kata Sally sambil tertawa yang hendak memegang dada Alexa.


"Jangan sentuh gue... Sean aja belum pernah menyentuhnya !!!!!" kata Alexa yang mulai khawatir dengan kegilaan ketiga sahabatnya.


"Masa bodoh dengan Sean !!!!! hahahaha.." kata Rose. Jean, Rose dan Sally memegang dada Alexa secara bergantian.


"Aaaaargggghhh.... !!!!!! Sean....!!!!!! Kesucianku ternoda..!!!!!!" teriak Alexa dengan keras.


///////////////////


Vallerie, Angel dan Anna tersenyum senang karena mereka telah menemukan cara untuk mempermalukan Alexa. Vallerie mengambil baju Alexa dan membawanya ke Villa. Ia berharap Alexa kembali ke Villa dengan memakai bikini. Dengan begitu, dia akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Loe bego banget sih Vall !!! Ambil semua !!! Kalau Alexa doang mah yang lainnya bisa mengambilkan baju untuk Alexa !!!" kata Angel.


"Oh.. ?? bener juga loe Ngel !!" kata Vallerie.


Anna mengambil pakaian Jean, Rose dan Sally. Tidak lupa Angel memotret Alexa, Jean, Rose dan Sally yang sedang berenang di sungai dengan mengenakan bikini. Setelah pekerjaan mereka selesai, Vallerie, Angel dan Anna membawa pakaian Alexa, Jean, Rose dan Sally di kamar Alexa dan teman-temannya.


///////////////////


Martin, Jonathan dan Kenzo tidak bisa tidur. Mereka kepanasan karena tidak ada AC dikamar mereka. Sedangkan Sean yang masih tidur seketika terbangun. Ia mendengar suara Alexa memanggil namanya. Ia pun beranjak dari tempat tidur dan bergegas mencari Alexa. Martin, Jonathan dan Kenzo mengikuti Sean. Mereka khawatir jika Sean tidur sambil berjalan.


Sean mencari Alexa di kamarnya, akan tetapi di kamar Alexa tidak ada satu orangpun yang ada didalam. Sean mulai khawatir. Ia takut terjadi sesuatu dengan Alexa.


"Loe ngapain King ?" tanya Martin.


Martin, Jonathan dan Kenzo membantu Sean mencari Alexa. Martin bertanya kepada teman sekelasnya yang kebetulan lewat di depannya.


"Loe tahu Alexa dan teman-temannya kemana ?" tanya Martin dengan nada dinginnya.


"Tadi gue ketemu mereka, katanya mereka mau jalan-jalan. Mereka berjalan menuju ke hutan" jawab teman sekelas Martin.


Martin memberitahu Sean bahwa Alexa dan teman-temannya sedang jalan-jalan menuju ke hutan. Oleh karena khawatir terjadi sesuatu dengan Alexa, Sean pun memerintahkan Martin, Jonathan dan Kenzo untuk mencari Alexa.


///////////////////


Setelah berhasil memegang dada Alexa, Jean, Rose dan Sally tertawa dengan penuh kemenangan. Sedangkan Alexa menutupi dadanya dengan kesal. Jean mengajak Alexa, Rose dan Sally lomba berenang.


"Nanti kalau kaki loe kram gimana ??? gue nggak mau yaa ngasih nafas buatan ke loe!!!" kata Alexa dengan nada kesal.


"Kali ini tidak akan kram Lex.." kata Jean dengan keyakinan penuh.


Mereka pun mulai lomba berenang. Dengan sekuat tenaga Alexa mencoba memenangkan perlombaan ini. Ia akan merasa terhina jika ia kalah dalam perlombaan. Beberapa saat kemudian Alexa berhasil memenangkan perlombaan.


"Yeeeayy.. gue berhasil... !!!! gue berhasil.. !!!! gue berhasil..!!!! hahahahaha..." kata Alexa sembari berjoget merayakan kemenangannya. Jean, Rose dan Sally yang melihat Alexa berjoget pun menjadi illfeel.


"Cantik sih.. tapi gila!!!" kata Jean. Rose dan Sally setuju dengan pemikiran Jean. Rose dan Sally tertawa mendengar ocehan Jean.


Matahari mulai terbenam. Alexa mengajak Jean, Rose dan Sally kembali ke Villa. Walau berat, mereka memutuskan untuk kembali ke Villa. Mereka hendak mengambil pakaian yang mereka letakkan di bebatuan. Mereka terkejut karena pakaian mereka tidak ada.

__ADS_1


Sally mulai panik. Mereka semua mencari pakaian mereka di sekitar sungai, akan tetapi mereka tetap tidak menemukannya. Muncullah fikiran yang tidak-tidak di benak mereka.


"Jangan-jangan baju kita di ambil monyet ??" pikir Jean.


"Atau jangan-jangan di ambil penunggu sungai ???!!!!" pikir Sally. Alexa segera menutup mulut Sally. Ia takut dengan hal-hal yang berbau mistis.


"jaga omongan loe Sal.." kata Alexa yang merasa takut.


"Aduuh.. gimana niih..." kata Rose yang membuat mereka semua semakin panik.


/////////////////


Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo sudah berada di tengah hutan untuk mencari Alexa dan teman-temannya. Sean berteriak memanggil nama Alexa, akan tetapi tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Sean tidak patah semangat. Ia kembali memanggil Alexa.


"Alexaaaa..." teriak Sean hingga suaranya menggema ke seluruh hutan.


Alexa mendengar suara Sean. Akan tetapi Jean, Rose dan Sally tidak mendengarnya. Alexa mencoba memanggil Sean dengan harapan apa yang ia dengar barusan benar-benar suara Sean.


"Seaaaannnn.. Aku di sungai !!!!!!" teriak Alexa.


Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo mendengar suara teriakan Alexa. Mereka bergegas menuju ke sungai. Saat Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo dekat dengan sungai, Alexa dan teman-temannya bersembunyi di balik batu.


"Alexa kamu dimana ???" teriak Sean.


"Sean.. aku, Jean, Rose dan Sally bersembunyi dibalik batu besar. Saat kita mandi, seseorang mengambil pakaian kami. Jadi kami tidak bisa kembali ke Villa." kata Alexa.


Mendengar penjelasan Alexa, Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo menjadi lega. Kini, mereka tinggal berfikir bagaimana caranya agar para gadis bisa kembali ke Villa. Sean memiliki ide untuk dilakukan.


"Sayang.. kamu pakai baju aku yaa ?? Aku ke kembali ke Villa bertelanjang dada tidak masalah." kata Sean.


"Lalu Jean dan yang lainnya gimana sayang ??" tanya Alexa.


"Mereka akan memakai baju Martin, Jonathan dan Kenzo" jawab Sean. Sean memerintahkan Martin, Jonathan dan Kenzo melepas baju mereka.


"Tapi nanti kita pakai apa King ?" tanya Kenzo.


"Kalian mau orang-orang di Villa melihat orang yang kalian sukai dalam keadaan berbikini ??!!!" bentak Sean. Martin, Jonathan dan Kenzo pun menggeleng dengan pasti.


Sean meminta Alexa mendekat kepadanya. Ia akan memberikan baju para cowok kepada Alexa. Sebelumnya ia telah memerintahkan Martin, Jonathan dan Kenzo untuk menjauh dari area sungai.


Tanpa pikir panjang, Alexa mendekati Sean. Terpampang lah pemandangan indah di depan Sean. Kulit putih bersih yang kontras dengan bikini warna hitam yang Alexa kenakan. Sean menelan ludah saat melihat belahan dada, perut dan paha Alexa. Sean seakan terhipnotis dengan tubuh Alexa. Tanpa ia sadari, juniornya berdiri tegak. Alexa segera membelakangi Sean saat ia tahu Sean melihatnya dengan tidak wajar. Sean merasa tidak enak karena saat ini Alexa membelakanginya.


"Sayang, jangan lihat aku seperti itu dong. Aku malu tauuu..." kata Alexa sembari menunduk memainkan bebatuan kecil di kakinya.


"Oh.. maaf sayang !!! ini baju milik Martin, Jonathan dan Kenzo" kata Sean sembari menyodorkan baju sahabatnya.


Alexa pun berbalik dan menerima baju dari Sean. Sean membuka bajunya untuk kemudian diberikan kepada Alexa. Alexa melihat sekilas tubuh Sean.


"Waaaah.. itu perut atau roti ???? tubuh Sean lebih bagus daripada aktor di film dewasa" batin Alexa.


Kini Alexa penasaran dengan bagian bawah Sean. Ia melihat ada sesuatu yang menonjol di balik celana Sean. Ia memastikan sesuatu yang menonjol itu dengan pengamatan yang lebih dalam. Sean melihat Alexa tengah fokus menatap bagian bawahnya.


"Kalau kamu ingin memegangnya, pegang lah sayang !!! Aku ikhlas kok..." kata Sean sambil tersenyum manis kepada Sean.

__ADS_1


"Apaan sih...!!!!" kata Alexa sambil merebut baju Sean kemudian berlalu dengan wajah semerah kepiting rebus.


~bersambung~


__ADS_2