
Darren, Tuan Leon dan Rachel berangkat bersama menuju kota D, sedangkan Sean dan Alexa hanya berangkat berdua dengan jet pribadi keluarga Astin. Sean dan Alexa tiba di kota D tepat pukul 03.00. Setelah tiba, Sean mengajak Alexa menuju ke hotel untuk beristirahat. Selama perjalanan menuju ke hotel, Sean selalu teringat kata-kata nakal Alexa yang akan memberikan haknya malam ini. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di hotel. Sean hendak meminta haknya, akan tetapi ia tidak tega saat melihat wajah Alexa yang lemah. Alexa merasa sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan udara. Akhirnya Sean pun mengurungkan niatnya untuk meminta haknya.
Pagi telah tiba. Alexa mengerjapkan matanya. Ia melihat Sean masih tidur dengan nyenyak. Ia hendak membangunkan Sean, akan tetapi ia tidak tega sehingga ia memutuskan mandi terlebih dahulu. Sean terbangun saat mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Ia pun tersenyum kemudian bergegas menyusul Alexa yang sedang mandi.
Sean mencoba membuka pintu kamar mandi. Ternyata Alexa tidak menguncinya. Sean pun segera masuk ke kamar mandi dan melepaskan pakaiannya. Setelah melepas pakaian, ia memeluk punggung Alexa yang tengah berdiri di bawah derasnya guyuran shower. Alexa terkejut saat seseorang tiba-tiba memeluk dirinya yang tengah mandi.
"Sayang.. kamu mengejutkanku !!!!" teriak Alexa.
Sean tersenyum tanpa melepaskan pelukannya. Alexa merasakan ada benda yang mengeras di pinggang belakangnya. Ia pun memegangnya karena penasaran. Sean menggigit bibir bawahnya saat jemari lembut Alexa menyentuh sang junior yang sudah terbangun dari hibernasinya.
"Sayang.. kamu sudah membangunkan adikku. Kamu harus tanggung jawab yaa.." bisik Sean di telinga Alexa.
Tanpa menunggu jawaban dari Alexa, Sean meremas dua gundukan gunung Alexa yang menjulang indah. Merasa sudah tidak tahan, Sean menggendong Alexa ke bathup. Seakan tersihir, Alexa tidak protes sekalipun terhadap tindakan Sean. Ia menuruti semua yang Sean katakan. Setelah menidurkan Alexa di bathup, Sean menciumi tubuh Alexa tanpa terlewatkan satu inci pun. Tak lupa pula Sean menghisap bebatuan keras yang terdapat diatas puncak gunung Alexa hingga membuat Alexa menggigit bibir bawahnya untuk menahan nyanyian kenikmatan agar tidak keluar dari mulutnya.
"Sayang.. aku sudah tidak tahan !!!" kata Sean yang sudah diliputi gairah.
"Masukkan sayang !!" bisik Alexa di telinga Sean.
Kesadaran Alexa telah dikalahkan oleh panasnya suasana yang mereka ciptakan di kamar mandi. Mendapat lampu hijau, Sean mendorong sang adik kedalam gua yang lembab nan licin. Setelah memastikan sang adik telah masuk sempurna, Sean mulai memompanya dengan lembut. Semakin lama, gerakan Sean semakin cepat sehingga Alexa tidak mampu menahan suara kenikmatan untuk keluar dari mulutnya.
"Ahh...Emmmh... Say..sayaang.. emh.." erang Alexa yang sudah tidak mampu menahan kenikmatan.
"Aaahh... emmmh.. sayang..aku mau.." kata Sean yang terpotong karena sang adik telah memuntahkan saus mayones di dalam gua Alexa. Setelah melakukan pergulatan panas, Sean dan Alexa bergegas mandi dan bersiap pergi ke lokasi proyek pembangunan pusat perbelanjaan.
Tepat pukul 08.00 Darren menghubungi Sean dari telepon Resepsionis. Sean bergegas menghampiri Darren yang kini berada di Lobby hotel. Sambil menunggu Alexa yang masih bersiap, Sean berbincang dengan Darren.
"King.. sepertinya Rachel patah hati karena tahu loe sudah menikah" kata Darren. Tanpa Darren dan Sean sadari, Alexa sudah tiba di belakang mereka. Alexa yang merasa kesal dengan pertanyaan Darren pun mewakili Sean menjawabnya.
__ADS_1
"Masa bodoh !!! Sean sudah pernah menolaknya, tapi dia masih saja mengharapkan Sean !!" kata Alexa yang tiba-tiba muncul diantara Sean dan Darren. Darren menunduk mendengar jawaban Alexa. Sean tersenyum mendengar jawaban Alexa.
Saat mereka bertiga asyik berbincang, ponsel Sean berbunyi. Ternyata Kenzo yang menghubungi Sean. Sean segera menjawab panggilan Kenzo.
"King.. gue menemukan ada objek penyusup yang ingin menerobos sistem cyber kita" kata Kenzo.
"Siapa ?" tanya Sean dengan nada dinginnya.
"Fire.. kemungkinan besar mereka ingin tahu siapa king devils. Setahu gue Fire itu kelompok si anak baru itu kan ?" tanya Kenzo.
"Entahlah... Loe handle semua yang ada disana. Saat ini gue masih ada urusan. Loe laporkan ke gue semua hasil yang loe dapatkan secepatnya." kata Sean dingin kemudian menutup panggilan Kenzo.
Darren menatap Sean dengan pandangan penasaran. Sean pun memberitahu Darren bahwa ada penyusup yang sedang mencuri data Devils. Tiba-tiba Darren terbengong tidak percaya, karena tidak pernah ada satu kelompok mafia pun yang berani mencuri data Devils.
Sean segera menyadarkan Darren dari lamunannya dan meminta Darren mempersiapkan keperluan untuk peninjauan lokasi proyek. Setelah semua persiapan selesai, Darren meminta Sean dan Alexa segera menuju ke lokasi proyek karena Tuan Leon dan Rachel sudah menunggu mereka.
Mereka mulai berjalan-jalan mengamati jalannya proyek. Rachel mengikuti Sean, Alexa, Darren dan Tuan Leon di belakang. Lain halnya dengan sang ayah yang sangat ramah, Rachel justru memperlihatkan wajah kesalnya melihat Sean dan Alexa yang memamerkan kemesraan didepannya. Tampak pula mata Rachel yang sembab seperti habis menangis. Muncullah ide dalam benak Alexa untuk membuat Rachel cemburu dan menyadarkan Rachel bahwa Sean sudah mencintai wanita lain dan itu adalah Alexa.
Alexa menggandeng lengan Sean dan menggenggam jemari Sean dengan mesra. Rachel yang berada di belakang Sean dan Alexa sedikit terpancing perasaannya. Saat berkeliling lokasi proyek, Alexa melihat ada tumpukan semen di depannya. Ia berpura-pura jatuh agar Sean menolongnya di depan Rachel.
"Auuh... " teriak Alexa yang berpura-pura jatuh hingga baju dan kakinya kotor terkena debu. Seperti yang ia perkirakan, Sean dengan sigap membantu Alexa berdiri.
"Sayang.. kenapa tidak hati-hati sih..!!! kamu tidak apa-apa ?? apa ada yang terluka ??" kata Sean yang khawatir sembari membantu Alexa berdiri. Alexa menggeleng dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Sean pun membersihkan debu yang menempel di dress dan lutut Alexa.
Melihat rasa khawatir di wajah Sean dan perlakuan Sean kepada Alexa membuat hati Rachel sangat sakit. Ia baru sadar bahwa Sean benar-benar telah menemukan orang yang ia cintai. Sean meminta Rachel untuk menemani Alexa beristirahat di tempat yang teduh agar Alexa tidak terjatuh kembali. Mengingat bahwa Sean adalah pemegang saham tertinggi dari proyek yang berlangsung saat ini, Rachel pun dengan terpaksa menuruti perintah Sean. Ia mengajak Alexa di tempat yang teduh seperti perintah Sean.
Alexa dan Rachel berjalan beriringan menuju pohon yang tidak jauh dari lokasi proyek. Tidak ada pembicaraan sedikitpun antara Alexa dan Rachel. Alexa yang pada dasarnya tidak suka diam, mulai merasakan ketidaknyamanan. Oleh karenanya Alexa mulai membuka pembicaraan dengan Rachel.
__ADS_1
"Chel.. Loe sudah tahu kan kalau Sean sudah menikah ?" kata Alexa memulai pembicaraan.
"Iya gue tahu kok." jawab Rachel singkat.
"Gue harap loe berhenti dekat-dekat suami gue. Gue juga tahu loe hanya teman SMP Sean. Gue juga tahu kalau loe pernah mencintai suami gue. Tapi loe juga harus tahu perasaan gue sebagai istrinya Chel. Hati gue sakit saat loe mendekati suami gue Chel. Gue harap loe tahu batasan loe Chel. " kata Alexa memperingatkan Rachel.
"Loe tenang saja Lex. Gue tidak pernah berniat merebut suami orang. Gue juga baru tahu kalau Sean sudah menikah. Gue juga minta maaf karena telah mendekati Sean dan menyakiti perasaan loe" kata Rachel dengan santai. Alexa tersenyum dan mengangguk.
Rachel meminta penjelasan kepada Alexa tentang ia dan Sean. Alexa pun menjelaskan semua tentang dirinya dan Sean, termasuk masa kecil mereka. Setelah mendengar penjelasan Alexa, Rachel menjadi kagum dengan kisah cinta Sean dan Alexa. Cinta Sean dan Alexa sangat kuat hingga mereka bisa menemukan cinta mereka setelah terpisah bertahun-tahun lamanya. Sean pernah bercerita kepadanya bahwa ia hanya mencintai teman masa kecilnya. Terbukti hingga sekarang hati Sean masih milik teman masa kecilnya.
"Jadi loe adalah Gia yang selama ini meninggalkan Sean" tanya Rachel mengharap kepastian.
"Hei.. kata siapa gue meninggalkan Sean ??!!!Gue tidak pernah meninggalkan Sean. Orang Tua gue pindah ke negara B untuk memajukan bisnisnya. Saat itu gue masih kecil, jadi gue harus ikut mereka. Tapi semua itu berlalu, kami sudah bersatu kembali dan tidak akan ada yang bisa memisahkan kami lagi" kata Alexa dengan senyuman indah terukir dibibir cantiknya.
Dari kejauhan, Tuan Leon memanggil Rachel dan Alexa. Tuan Leon hendak mengajak mereka makan siang, akan tetapi Sean menolaknya.
"Maaf Tuan.. saya dan Alexa harus segera kembali ke hotel karena ada urusan mendesak" kata Sean. Darren melihat Sean dengan pandangan tidak percaya.
"Bilang saja loe mau ninu nina kan king.." bisik Darren kepada Sean. Tanpa menjawab bisikannya, Sean melotot kepada Darren hingga Darren ketakutan.
"Ba..baiklah.. Mohon maaf Tuan Leon, Tuan Muda Sean dan Istrinya sedang ada urusan. Jadi untuk makan siang, biar saya yang mewakilinya" kata Darren dengan sopan.
Tuan Leon pun memaklumi keadaan Sean. Rachel memeluk Alexa dengan tulus, Alexa pun membalas pelukan Rachel. Rachel dan Alexa kini mulai berteman semenjak Rachel menyadari bahwa Sean tidak bisa lagi ia miliki. Kini ia sadar bahwa ia harus merelakan dan mengubur perasaannya kepada Sean.
Setelah saling berpamitan, Tuan Leon, Darren dan Rachel pergi ke restoran untuk makan siang, sedangkan Sean dan Alexa kembali ke hotel kemudian bersiap untuk jalan-jalan ke pantai.
~bersambung~
__ADS_1