Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Fitnah


__ADS_3

Setelah memakai baju milik Sean, Alexa memberikan baju Martin, Jonathan dan Kenzo kepada Jean, Rose dan Sally. Setelah ganti baju, Alexa, Jean, Rose dan Sally menghampiri Sean dan teman-temannya. Martin, Jonathan dan Kenzo terkejut melihat Jean, Rose dan Sally. Pandangan Martin tidak berhenti melihat ke paha Jean. Jean pun mencuri pandang perut Martin yang ada bekas goresan senjata tajam.


"Martin Macho banget siih. Bekas lukanya semakin menambah hot tubuh Martin" batin Jean sambil tersenyum melihat perut Martin.


Bukan hanya Jean. Sally pun mulai memindai tubuh atletis Kenzo. Ia berbisik kepada Rose dan menggunjing tentang tubuh Kenzo.


"gimana yaa rasanya memegang dada cowok ?? Dada Kenzo sungguh kekar Rojee.." bisik Sally kepada Rose.


Dengan rasa tanpa dosa, Rose memberitahukan kepada Kenzo apa yang Sally bisikkan ke dirinya. Sally merasa sangat malu kepada Kenzo karena telah memujinya secara terang-terangan.


"Kalau loe mau megang dada gue.. loe harus jadi pacar gue Sall !!!" kata Kenzo sembari tersenyum kepada Sally.


Tanpa menunggu komando, wajah Sally pun memerah. Jonathan, Martin, Rose, Sally dan Alexa menyoraki Kenzo yang berani menyatakan cinta kepada Sally. Sedangkan Sean tetap diam dengan wajah dinginnya. Jean, Alexa dan Rose meminta Sally menerima permintaan Kenzo.


"Udah... terima aja.. daripada jomblo kaan.." kata Alexa sembari menepuk lengan Sally.


"Terima aja Sall.. biar diantara kita hanya Jean yang jomblo" bisik Rose. Sally tersenyum mendengar bisikkan Rose.


Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Sally menerima ajakan Kenzo. Ia bersedia menjadi pacar Kenzo. Kenzo pun tertawa bahagia karena kini dirinya telah memiliki kekasih. Dengan percaya diri ia mengolok-olok Martin yang sampai saat ini betah menjomblo.


"bujang lapuk loe Tin.. loe lihat niiih.. gue sudah punya cewek. Lha loe masih main lirik-lirikan !!! Di embat orang baru tahu rasa loe.." ejek Kenzo sembari merangkul Sally.


"Sombong banget loe !!! Jadian aja belum ada satu jam, pede banget pamer-pamer ke gue !!!" jawab Martin yang sedang kesal.


Oleh karena merasa menjadi seorang jomblo "ngenes", Jean mengajak Alexa, Rose dan Sally segera kembali ke Villa. Ia tidak tahan melihat tiga pasangan kekasih di depannya. Akhirnya mereka berdelapan pun memulai perjalanan kembali ke Villa.


///////////////


Setiba Vallerie, Angel dan Anna di Villa, mereka melemparkan pakaian yang ia ambil ke kamar Alexa, Jean, Rose dan Sally. Setelah itu mereka memberitahu Pak Danang bahwa Alexa dan teman-temannya sedang melakukan hal buruk di dalam hutan.


"Pak... tadi kita melihat Alexa, Jean, Rose dan Sally sedang melakukan foto bugil di sungai Pak. Tolong tindak mereka Pak !!! Kita takut jika ada warga yang melihat, itu akan merusak nama baik sekolah kita Pak !!!" lapor Vallerie kepada Pak Danang.


Karena menurut laporan Vallerie tindakan Alexa dan teman-temannya dapat mencoreng nama baik sekolah, Pak Danang pun bergegas menghampiri Alexa, Jean, Rose dan Sally di sungai dekat hutan. Vallerie, Angel dan Anna mengikuti Pak Danang dari belakang. Mereka ingin menyaksikan langsung Alexa dan teman-temannya mendapatkan hukuman dari Pak Danang.


Pak Danang berlari dengan sekuat tenaga agar segera sampai ke sungai. Akan tetapi, di tengah perjalanan, Pak Danang telah menemukan Alexa, Jean, Rose dan Sally beserta Sean dan teman-temannya. Pak Danang syok melihat siswa siswinya berpakaian yang tidak pantas. Bahkan Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo hanya bertelanjang dada.


"Kalian berbuat apa !!!! Kalian bertindak tidak senonoh ????!!! kalian sadar atau tidak, kalian telah mencoreng nama baik sekolah !!!!" bentak Pak Danang.


"tidak Pak, kami tidak berbuat apa-apa.. kami hanya.." kata Alexa terpotong.

__ADS_1


"Hanya apa ha ??!!! bukti sudah jelas !!!! Saya tidak menyangka, harga diri kamu ternyata serendah ini Alexa!!!" bentak Pak Danang.


Mendengar perkataan Pak Danang, hati Alexa sangat sakit. Baru kali ini ia merasakan sakit karena dihina oleh orang lain. Sebelumnya ia pernah dihina Vallerie, akan tetapi ia bisa memakluminya karena Vallerie merasa cemburu saat Sean lebih memilihnya daripada Vallerie. Kali ini Pak Danang, wali kelasnya sendiri menghinanya di depan sahabat-sahabatnya.


Alexa mencoba menahan tangisnya, akan tetapi air mata Alexa tetap saja lolos dari mata indahnya. Jean, Rose dan Sally memeluk Alexa yang sedang menangis. Melihat kekasihnya menangis, hati Sean pun turut merasakan sakit.


"Brengsekkkk !!!!! Jaga mulut loe!!!!" kata Sean sembari menarik kerah baju Pak Danang. Martin segera mencegah Sean agar tidak melukai Pak Danang.


"Sudah Sean.. kita pergi saja.." kata Martin sembari membawa pergi Sean.


"Heeeii.. !!! Kalian mau kemana ??!!!! Pastikan setelah acara study tour ini orang tua kalian datang ke kantor kepala sekolah !!!!" teriak Pak Danang.


"Terserah loe...!!!" kata Kenzo kemudian mengikuti Sean dan Martin. Jean, Rose dan Sally membawa Alexa kembali ke Villa. Sedangkan Jonathan mengikuti di belakangnya.


Sean tidak ingin terlalu lama berada dalam kegiatan Study Tour ini. Ia mengajak Alexa segera kembali ke kota. Sedangkan teman-teman Sean dan Alexa dapat memilih sesuka hati mereka, jika ingin tinggal, Sean tidak akan memaksa. Jika ingin ikut pulang, Sean akan menampungnya. Akhirnya Martin, Jean, Jonathan, Rose, Kenzo dan Sally memutuskan ikut pulang bersama Sean dan Alexa. Sean pun menghubungi Darren.


"Kirim 2 mobil ke lokasi gue !!!" kata Sean dengan nada dinginnya.


"Siap king !!!" jawab Darren.


Belum sempat Darren menanyakan kabar, Sean sudah terlebih dahulu mengakhiri panggilannya. Sesuai permintaan Sean, Darren segera mengirimkan 2 mobil ke tempat Study Tour dilaksanakan.


////////////////


"Pasti ada yang menjebak kita nih guys.." kata Sally dengan nada kesalnya. Alexa tidak merespon perkataan Sally. Ia masih diam dan menunduk.


"Udah Lex.. jangan fikirkan omongan Pak Danang. Dia emang orangnya mudah terpengaruh sama orang lain. Tadi gue liat Vallerie disana, gue yakin pasti Vallerie yang menjebak kita." kata Jean menenangkan Alexa.


"Bener kata Jean Lex.. loe anggap perkataan Pak Danang tadi seperti sebuah kentut saja. Sekali meledak, perut akan terasa lega.." kata Rose.


"Bener kata Rose Lex.. Pak Danang itu gila, kan dia tidak tahu yang sebenarnya. Dia emang suka main judge tanpa mencari bukti. Kalau loe tetap memikirkan perkataannya itu berarti loe sama gilanya seperti Pak Danang. Hahahahaha" kata Jean asal ceplos.


"Enak aja.. gue nggak gila...!!!" kata Alexa kemudian tersenyum kepada teman-temannya.


Alexa memeluk Jean, Rose dan Sally. Ia berterimakasih kepada sahabat-sahabatnya yang selalu menghiburnya di saat ia sedang bersedih.


/////////////////


Vallerie merasa puas karena kini rencananya berjalan lancar. Ia berencana akan meluncurkan rencana tambahan untuk mempercepat jalannya mendapatkan Sean. Ia menghubungi Yunna dan mengirimkan foto Alexa, Jean, Rose dan Sally yang tengah mandi di sungai. Ia meminta Yunna untuk mengedit foto-foto Alexa dan teman-temannya menjadi foto vulgar, kemudian akan ia kirimkan ke group chat sekolah.

__ADS_1


"Yun.. gue sama Angel dan Anna telah berhasil mendapatkan foto Alexa dan gengnya. Loe edit foto itu menjadi foto plus plus. Nanti gue akan mengirimnya ke Group Chat" kata Vallerie via telepon.


"Oke... gue suka cara kerja loe Vall.. hahahahaha.." kata Yunna dari seberang telepon.


Yunna segera melaksanakan tugasnya. Ia mengganti foto Alexa, Jean, Rose dan Sally dengan tubuh orang telanjang. Ia samakan perpaduan warna kulit dari wajah Alexa, Jean, Rose dan Sally dengan warna kulit tubuh telanjang. 3 jam kemudian, foto bugil Alexa, Jean, Rose dan Sally sudah siap dikirimkan kepada Vallerie. Tanpa membuang waktu, ia mengirimkannya kepada Vallerie.


Setelah menerima foto dari Yunna. Vallerie mengirimkan foto telanjang Alexa, Jean, Rose dan Sally ke group chat sekolah. Ia memanfaatkan ID ayahnya untuk membuat akun baru. Setelah akun baru masuk ke Group Chat, Vallerie meminta Anna untuk mengirimkan foto Alexa dan teman-temannya ke dalam Group Chat.


Anna pun dengan cepat mengirimkan foto yang telah diedit oleh Yunna ke group chat sekolah. Dalam waktu 2 jam, banyak sekali yang mengomentari foto Alexa, Jean, Rose dan Sally. Foto tersebut tidak lepas dari pantauan Pak Danang dan Pak Bennedict selaku kepala sekolah. Sebagai admin group, Pak Danang diminta oleh Pak Bennedict agar segera menghapus foto yang terdapat pada group chat sekolah.


Kabar tentang foto telanjang Alexa, Jean, Rose dan Sally tidak luput dari ponsel Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo. Sean terlihat marah besar saat tahu seseorang mengedit foto kekasihnya. Begitupun Kenzo yang sangat faham bahwa foto tersebut merupakan hasil editan.


"Brengsek !!!!!! siapa yang berani mengedit foto bebeb gue !!!!" kata Jonathan kesal.


"King.. ini menyangkut harga diri cewek kita !!! Apa kita harus diam saja ??" tanya Kenzo.


"Loe cari pelakunya sampai tuntas Ken" kata Sean dengan nada dinginnya.


Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo bergegas menghampiri Alexa, Jean, Rose dan Sally. Mereka khawatir jika pacar mereka bersedih atas hal yang menimpa mereka saat ini.


////////////////


Alexa, Jean, Rose dan Sally tidur dengan nyenyak karena merasa lelah setelah berenang di sungai. Oleh karena sedang tidur, mereka tidak tahu bahwa foto mereka telah menimbulkan kontroversi di group chat sekolah.


Selain menghapus foto, Pak Danang juga menemui Alexa, Jean, Rose dan Sally di kamar mereka. Mereka masih tidur saat Pak Danang masuk ke kamar mereka. Entah apa yang merasuki Pak Danang hingga ia melupakan tata krama dan sopan santun.


"Bangun !!!!" bentak Pak Danang dengan suara keras hingga menggema di seluruh ruangan.


Alexa, Jean, Rose dan Sally terbangun seketika saat mendengar suara bentakan seseorang. Saat melihat Pak Danang sudah di kamarnya, Jean merasa sangat kesal.


"Bapak adalah seorang guru. Dimana sopan santun bapak ???!!! Masuk ke kamar wanita dengan se-enaknya, bapak bisa saya laporkan ke polisi kalau saya mau !!!!" kata Sally dengan tegas.


"Kamu tahu apa tentang hukum ha ??? kalian ini benar-benar benalu di sekolah kita !!!! Apa maksud kalian berfoto tanpa memakai baju ??" bentak Pak Danang. Jean yang semula tenang kini juga merasa kesal.


"Kapan kami foto tidak memakai baju ???? Kami tidak pernah foto seperti itu. Kalau pakai bikini masih mungkin karena kami habis berenang. Bapak jangan asal tuduh. Kami bisa melaporkan bapak ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik !!!!!" kata Jean meluapkan emosinya.


Pak Danang hendak menampar Jean. Kebetulan Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo tiba di kamar Alexa, Jean, Rose dan Sally. Melihat Jean hendak di tampar, Martin dengan lincah berlari dan menangkis tangan Pak Danang.


"Jangan coba-coba menyentuh Jean, atau loe mau gue patahkan tangan loe !!!!" kata Martin dengan tatapan tajam kepada Pak Danang. Pak Danang pun mengurungkan niatnya untuk menampar Jean. Jean terlihat senang saat Martin membelanya.

__ADS_1


Di saat bersamaan, mobil yang dikirimkan oleh Darren telah tiba di Villa. Sean menggandeng Alexa dan mengajaknya pulang. Martin, Jonathan dan Kenzo juga mengajak Jean, Rose dan Sally pulang ke kota. Mereka menaiki mobil di belakang Sean. Sedangkan Sean dan Alexa naik mobil sendiri.


~bersambung~


__ADS_2