Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Gagal


__ADS_3

Markas 666


Sean menunggu kedatangan Martin, Jonathan dan Kenzo di ruang pribadinya. Sambil menunggu, ia videocall bersama Alexa.


"Kamu dimana Sean ? Sepertinya itu bukan pemandangan kamar kamu deh.." tanya Alexa


"Aku di Markas sayang. Kapan-kapan aku ajak kemari yaa ??" ajak Sean. Alexa hanya mengangguk dan tersenyum manis. Sean pun melihat Alexa dengan senyuman lembutnya.


"Kamu cantik banget sih sayang?" puji Sean. Alexa tersenyum malu saat Sean memujinya.


"Sean..aku belum mandi loh.. masak dibilang cantik sih ?? hahahaha.." kata Alexa di iringi tawa.


"Meskipun kamu belum mandi, kamu tetap cantik kok. Wangi lagi... Hahahaha.." kata Sean.


"Kamu gombal banget sih.." jawab Alexa sambil menampakkan senyum cantiknya.


Saat Sean dan Alexa sedang asyik bercengkrama, terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang pribadi Sean. Sean meminta Alexa menutup panggilan videonya. Terlihat Thomas lah yang mengetuk pintu ruang pribadi Sean, ia memberitahu bahwa Martin, Jonathan dan Kenzo telah tiba di Markas. Sean pun keluar dari ruang pribadinya dengan pancaran aura dingin yang mengikuti langkahnya.


Martin, Jonathan, Darren, Zayn, Kenzo dan Thomas menunggu Sean di ruang sidang. Setelah duduk di singgasananya, Sean menanyakan tentang Peter, King Scorpions kepada Martin, Jonathan dan Kenzo.


"Kita belum membawa Peter King" kata Martin. Mendengar ucapan Martin, Sean menjadi sangat marah.


"Kalian bodoh atau gila ???? Kenapa kalian tidak membawanya !!!!!" bentak Sean dengan menunjukkan sorot mata penuh amarah.


Martin, Jonathan dan Kenzo hanya menunduk tanpa menjawab perkataan Sean. Mereka memang mengaku bersalah karena telah lalai dalam menjalankan tugasnya. Sebenarnya Darren, Zayn dan Thomas belum faham dengan apa yang Sean dan ketiga anak buahnya bicarakan. Akan tetapi mereka bertiga tetap menyimak jalannya persidangan.


"Sebenarnya ada apa King ?" tanya Darren penasaran. Tanpa diperintah oleh Sean, Jonathan menceritakan semua yang terjadi kemarin kepada Darren, Zayn dan Thomas.


"Tunggu King, sebenarnya siapa gadis itu ?? Mengapa kita harus berurusan dengan Scorpions ?? Bukannya Scorpions itu salah satu kelompok kecil ? Memangnya ada yang spesial dengan gadis itu King ?" tanya Zayn. Martin, Jonathan dan Kenzo melotot seketika.


Mereka bertiga sebenarnya mengetahui bahwa Sean menyukai Alexa meskipun ia berkata tidak peduli. Dari sorot mata Sean terlihat jelas bahwa Sean menyukai Alexa.


"waaaah...cari mati nih orang" batin Kenzo.


"mulut loe bisa mancing kemarahan harimau Zayn" batin Jonathan.


"Sejak kapan loe berani mempertanyakan perintah gue !!!!" bentak Sean dengan sorot mata tajam ke arah Zayn. Semua terdiam dan menunduk karena Sean mulai marah.


"Gue tidak mau tahu, dalam waktu 24 jam kalian semua harus membawa Peter kemari !!!!" bentak Sean kemudian meninggalkan ruang sidang. Ia bergegas ke Mansion keluarga George untuk menemui Alexa, kekasihnya.


Martin menceritakan semua tentang Sean dan Alexa kepada Darren, Zayn dan Thomas. Ia tidak ingin sahabatnya terkena amarah mematikan Sean. Martin, Jonathan dan Kenzo mulai bergerak menuju ke Markas Scorpions.


////////////////


Jean, Rose dan Sally berpamitan pulang kepada Alexa dan Mama Nessa. Mereka sangat berterimakasih atas sambutan hangat dari Mama Nessa. Alexa pun mengantar mereka hingga pintu utama. Saat Jean, Rose dan Sally tiba di pintu utama, mereka terkejut karena melihat Sean berkunjung ke Mansion Alexa.

__ADS_1


"Sean.. loe ngapain kemari ??" tanya Jean yang melihat Sean dengan tatapan julidnya. Sean hanya diam dan bersikap dingin seperti biasanya.


"Papa gue minta tolong ke Sean untuk mencari tukang pijat hehehe.." kata Alexa asal ngomong.


"Memangnya siapa yang akan dipijit ??" tanya Sally mulai curiga. Alexa mulai bingung menjawab pertanyaan Sally. Ia melihat Mbok Ningsih yang sedang mengangkat jemuran.


"mmmm...Mbok Ningsih, iya.. Mbok Ningsih kemarin terpeleset katanya pinggangnya sakit. Papa nyuruh Mbok Ningsih ke Rumah Sakit tapi Mbok Ningsih tidak mau. Mbok Ningsih cuma mau dipijit" jelas Alexa ngawur. Jean, Rose dan Sally mengangguk mengerti. Mereka pun memeluk Alexa kemudian pulang ke rumah mereka masing-masing.


Setelah teman-teman Alexa pulang, dengan gerakan cepat Sean memeluk Alexa. Sean benar-benar merindukan Alexa. Ia memeluk Alexa sangat erat hingga Mbok Nungsih yang tidak sengaja melihat mereka menjadi senyum-senyum sendiri.


"Kamu pinter banget nyari alasannya.." kata Sean sembari mencubit pelan pipi Alexa. Alexa hanya tertawa kemudian mengajak Sean ke ruang keluarga.


"Sean kita jalan-jalan yuk ? Aku sudah baik-baik saja kok. Aku sudah tidak sakit" ajak Alexa.


"Oke.. kamu mau kemana ??" tanya Sean dengan senyuman lembutnya.


"Ke taman aja gimana ?" tanya Alexa. Sean pun menuruti keinginan Alexa.


Setelah berpamitan kepada Mama Nessa, Sean dan Alexa berangkat menuju ke taman. Setelah menempuh perjalanan 40 menit, Sean dan Alexa tiba di taman kota. Oleh karena hari sudah sore, banyak anak-anak kecil yang bermain di sekitar taman. Ada juga orang yang jogging sore. Sean mengajak Alexa duduk di kursi taman. Sambil duduk, Alexa bermanja kepada Sean dengan melingkarkan tangannya ke pinggang Sean. Sean pun menempatkan kepala Alexa pada lengan kekarnya.


"Prince.. kamu tahu ?? aku sangat ingin bertemu kamu. Sejak berpisah denganmu, aku sudah memutuskan menutup hatiku untuk lelaki manapun. Aku sangat berharap kamu segera kembali kepadaku Prince" kata Alexa sembari memainkan jemari Sean.


"Aku juga begitu Gia. Sejak kepergianmu aku menjadi mati rasa hingga tidak ada wanita manapun yang berani mendekatiku" kata Sean.


"Bohong banget sih !!! padahal Vallerie gencar banget deketin kamu. Hampir tiap hari kan ??" kata Alexa sangat kesal.


"Tapi hati aku kan cuma buat kamu sayang" kata Sean serius. Alexa tersenyum mendengar ucapan Sean. Sean hendak mencium kening Alexa. Alexa pun bersiap menerima ciuman dari Sean.


"Ekhem..ekhem.. " orang itu berdehem untuk membatalkan aksi Sean.


"Brengsek !!!! Siapa sih !!! Ganggu aja !!!!" umpat Sean yang merasa kesal karena lagi-lagi ia gagal mencium Alexa. Sean dan Alexa menoleh kebelakang. Alangkah terkejutnya mereka saat tahu bahwa orang yang dibelakang mereka adalah Pak Danang, Wali Kelas Sean dan Alexa.


"Jadi kalian bolos sekolah karena berkencan ?? bukan karena sakit ??" tanya Pak Danang dengan nada kesal.


"Kami sakit kok pak, kami baru saja selesai berobat." kata Alexa asal ngomong.


"Jadi kalau kalian sakit, berobatnya ke Taman ??" sindir Pak Danang.


Sean tidak ingin lama-lama berdebat dengan Pak Danang. Ia pun menggandeng Alexa dan mengajaknya pulang karena kebetulan hari mulai gelap. Tanpa berpamitan, Sean dan Alexa meninggalkan Pak Danang di taman begitu saja.


//////////////


Negara B


Anak buah Felix melaporkan kepada Felix bahwa mereka tidak mendapatkan informasi apapun tentang kekasih Felix. Felix sangat marah karena anak buahnya tidak bekerja secara maksimal.

__ADS_1


"Bangsat !!!!! hanya mencari seorang gadis saja kalian tidak becus !!!!!" umpat Felix. Anak buahnya, Lucas, Zidane dan Victor hanya menunduk tanpa berani melawan.


"Dalam waktu 3 hari kalian harus mendapatkan informasi tentang dia !!!" perintah Felix.


"Siap Tuan !!!" kata Lucas, Zidane dan Victor bersamaan.


Felix hendak pergi ke kamarnya. Saat akan menaiki anak tangga, ia melihat Steve sedang berlatih menggunakan samsak. Ia pun menghampiri Steve.


"Kak.. mengapa anak buah kakak bodoh sekali sih ? Cuma mencari seorang gadis saja tidak bisa !!!" keluh Felix sambil duduk di kursi.


"Negara K itu luas Fel, loe harusnya faham jika proses pencarian mereka lama." kata Steve.


"Akan lebih baik loe mencari gadis lain, jangan paksa gadis itu Fel.." imbuh Steve.


"Huft.... gue tidak bisa melupakannya kak !! Gue hanya mencintainya" kata Felix.


"Cobalah loe berkencan dengan gadis lain. Gue yakin dari sekian banyak gadis akan ada yang loe sukai.." kata Steve.


"Sorry kak, gue tidak bisa." jawab Felix kemudian berlalu menuju kamarnya.


Felix memang sosok yang sangat keras kepala. Akan tetapi Steve sangat menyayangi adiknya. Ia rela memberikan apapun untuk adiknya termasuk statusnya sebagai King Dragons.


////////////////


Sean dan Alexa tiba di Mansion Keluarga George. Sean mengantar Alexa hingga depan pintu utama.


"Besok berangkat sekolah aku jemput ya ??" tanya Sean.


Alexa menolak karena Mansion Keluarga Astin dengan Mansion keluarga George berlawanan arah. Jika Sean menjemputnya, ia akan menempuh perjalanan dengan waktu lebih lama. Akan tetapi Sean bersikeras mengajak Alexa berangkat bersama. Alexa pun hanya bisa menuruti permintaan Sean. Sean berpamitan pulang kepada Alexa karena hari sudah malam.


"Sayang, aku pulang dulu yaa.." kata Sean sembari memegang kedua tangan Alexa. Alexa hanya tersenyum dan mengangguk. Sean hendak mencium bibir Alexa. Alexa pun menutup matanya, bersiap menerima ciuman dari Sean.


"Ekhem....ekhem.." Terdengar suara seseorang berdehem yang membuat Sean dan Alexa terkejut. Dan lagi-lagi bibir Sean gagal mendarat di bibir Alexa.


"Bangsat !!!! siapa lagi yang berani menggagalkan ciuman gue !!!" umpat Sean dalam hati yang merasa sangat Kesal.


"Sean.. kamu sedang apa ?" tanya Papa Kevin yang baru pulang dari kantor. Sean terkejut saat mendengar Papa Kevin lah yang berbicara.


"Mmmmm... tadi mata Alexa kelilipan Pa, jadi aku meniup matanya" kata Sean asal nyeplos. Mendengar jawaban Sean, Alexa menahan tawa. Ia tidak menyangka jika Sean juga pandai mencari alasan.


"Sean, besok pagi Papa dan Mama Nessa akan ke berangkat Negara S. Papa sama Mama titip Alexa ya.. tolong kamu jaga Alexa. Cuma kamu yang kami percayai menjaga Alexa." pinta Papa Kevin.


"Siap Pa.." jawab Sean dengan semangat. Sean pun berpamitan pulang kepada Papa Kevin.


Sebenarnya Papa Kevin tahu jika Sean hendak mencium Alexa. Papa Kevin ingin sekali menegur Sean, akan tetapi niatnya ia urungkan karena takut Sean akan merasa malu dan canggung kepadanya. Papa Kevin meminta Alexa segera masuk kedalam karena malam sudah mulai larut.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2