Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Gairah Malam ke Empat


__ADS_3

Sean dan Alexa merasakan keanehan pada orang tua mereka. Sean mengambil pistol dan belati yang ia sembunyikan di ikat pinggangnya kemudian memberikannya kepada Papa Robbert dan Papa Kevin.


"Aku dan Alexa pergi dulu, silahkan kalian berkelahi dengan tenang.." kata Sean kemudian menggandeng Alexa meninggalkan pesta. Mama Nessa dan Mama Ivanka memanggil Sean dan Alexa untuk memberitahukan yang sebenarnya, akan tetapi Papa Kevin dan Papa Robbert tidak memperbolehkannya.


Darren sudah menunggu Sean dan Alexa di Lobby hotel. Darren bertugas mengantar Sean dan Alexa ke Mansion mereka. Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba Alexa merasa tidak nyaman dengan posisi duduknya. Ia pun terus bergerak mencari kenyamanan. Sean menatap Alexa yang terlihat tidak nyaman.


"Kamu kenapa sayang ?" tanya Sean sembari menggenggam tangan Alexa.


"Aku tidak apa-apa sayang.." jawab Alexa sambil melepaskan genggaman tangan Sean kemudian melepaskan ikat rambutnya.


Kini rambut Alexa tergerai dengan indah yang semakin menambah kecantikannya. Darren melihat kegiatan Sean dan Alexa yang duduk dibelakang melalui kaca mobil. Sesaat Darren terpana melihat kecantikan Alexa malam ini.


"Sungguh queen kita memang sangat cantik. Loe beruntung banget Kiing.." batin Darren sembari melihat Alexa dari kaca mobil.


Alexa mulai merasa tidak nyaman di sekujur tubuhnya. Ia menggenggam erat tangan Sean untuk menahan ketidaknyamanannya. Sean pun tersenyum senang karena Alexa berinisiatif menggenggam tangannya. Rasa tidak nyaman semakin menyerang Alexa. Bahkan saat ini ia mulai merasa kepanasan.


"Apa yang terjadi dengan diriku ?? kenapa aku kepanasan gini sih ?? Aku ingin melepas pakaianku, tapi didepan ada Darren. Akan sangat memalukan jika gue membuka pakaian gue disini. Dan ini juga .. kenapa aku ingin sekali melakukan itu sekarang juga.. Apa aku sudah gila ???? Oh... Tuhan... tolonglah aku.." batin Alexa


Ia mencium bibir Sean tepat di belakang Darren. Sean pun dengan senang membalas ciuman Alexa. Bahkan ia mulai memainkan lidah Alexa menggunakan lidahnya.


Darren masih memantau pergerakan Sean dan Alexa yang mulai tidak terkendali. Sebenarnya Sean merasa ada yang aneh dengan Alexa. Akan tetapi ia terlampau senang karena Alexa tidak pernah se-agresif ini. Alexa semakin tidak bisa mengendalikan dirinya. Ia mulai melepas pakaiannya. Akan tetapi Sean menahannya, ia tidak mungkin membiarkan Alexa memperlihatkan tubuhnya di depan umum. Terlebih lagi ada Darren yang berada di kursi kemudi.


Oleh karena Sean melarangnya membuka gaun, Alexa mengalihkan tangannya ke celana Sean. Ia membuka resleting celana Sean. Hal itu yang membuat Sean curiga karena Alexa tidak pernah bertindak se berani ini.


"Dari tingkahnya, sepertinya Alexa telah minum obat perangsang", batin Sean. Tak lama kemudian ponsel Sean berdering. Papa Robbert menghubunginya.


"Sean.. kamu layani Alexa sebaik mungkin. Alexa tidak sengaja meminum minuman yang sudah Papa campurkan obat perangsang.." kata Papa Robbert sedikit malu.


"Apa ??? Apa Papa Gila ??!!!" bentak Sean.


"Maaf nak, kami tidak sengaja.. kam..." kata Papa Robbert terpotong karena Sean mengakhiri panggilan Papa Robbert.


Setelah mendengar kabar dari Papa Robbert, Sean meminta Darren menghentikan mobilnya. Kemudian meminta Darren keluar dari mobil dan memindahkan Alexa di bangku depan, samping kursi kemudi.


"King.. jika gue turun, gue pulang naik apa king ??" kata Darren.

__ADS_1


"Loe cari taksi.." kata Sean sembari melemparkan sejumlah uang kepada Darren kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"King.. jangan tinggalin gue !!!!" teriak Darren. Akan tetapi suaranya terbuang sia-sia karena Sean tidak mempedulikannya.


Di sisa perjalanan, Alexa terus menerus mencoba melepaskan gaunnya akan tetapi Sean mencegahnya. Beberapa saat kemudian, Sean dan Alexa tiba di Mansion mereka.


"Sayang.. aku sudah tidak tahan.." kata Alexa sambil menahan tangis.


"Kita ke kamar dulu ya sayang.." kata Sean sambil menggendong Alexa menuju bilik cinta mereka.


Setelah tiba dikamar, Sean mendudukkan Alexa di tempat tidur. Alexa mulai melepas pakaiannya karena tubuhnya sudah seperti terbakar. Mata Sean terbelalak saat melihat Alexa tanpa ada sehelai benang pun di tubuhnya. Si Junior mulai terpanggil agar keluar dari semedinya.


"Kamu yang minta yaa sayang.." kata Sean dengan senyum nakalnya sambil melepas semua pakaiannya. Tanpa membuang waktu Alexa menghampiri Sean yang masih melepas baju kemudian mencium bibir, leher hingga seluruh bagian tubuh Sean. Tak lupa pula ia meninggalkan bekas kepemilikan di seluruh tubuh Sean.


Setelah semua pakaian terlepas, Sean mendorong Alexa ke tempat tidur dan menindih tubuh Alexa dengan tubuhnya. Sesaat Sean menatap mata sayu Alexa yang mengharapkan sebuah kenikmatan.


"Ayolah Sean.. aku sudah tidak tahan..." rengek Alexa yang sudah tidak sabar.


"kamu nakal sekali sayang.. aku suka jika tiap hari kamu se-liar ini" kata Sean sambil berbisik di telinga Alexa dan sesekali menggigit lembut telinga Alexa. Sean menggigit bibirnya melihat tubuh polos Alexa. Ia amati setiap inci hingga Alexa memaksa Sean agar segera mendorong sang junior kedalam sumur. Sean pun mulai mendorong pelan sang junior untuk masuk ke gawang Alexa. Sean mengalami kesulitan saat hendak mencetak gol.


"cepatlah sayang..." kata Alexa menahan rasa perih.


"Baiklah.. tapi kamu jangan menangis ya sayang.. mungkin ini akan terasa sakit diawal.." kata Sean sembari mengusap bibir Alexa dengan ibu jarinya. Alexa mengangguk pasrah.


Akhirnya Sean memperkuat serangannya hingga terbobollah gawang sempit Alexa. Alexa mendengus menahan sakit hingga air mata keluar dari pelupuk mata indahnya.


"Maaf sayang.. aku tidak bermaksud membuat kamu kesakitan.." kata Sean dengan wajah penuh penyesalan.


"Sayang...hiks..hiks.. aku sudah tidak tahan lagi.. cepatlah..." pinta Alexa sembari menangis penuh harapan.


Sean kembali menyerang gawang Alexa semakin kuat dan cepat hingga sang junior memuntahkan santan kentalnya kedalam gawang Alexa. Sean terkejut saat melihat tempat tidur terdapat bercak darah. Akan tetapi sebagai laki-laki, ia masih belun sepenuhnya puas. Ia kembali menyerang gawang Alexa hingga Alexa mendesah merasakan nikmatnya surga dunia.


"Emmmhh.. lebih cepat sayang.. aaahh.." lenguh Alexa merasakan kenikmatan.


"Ahhhh.. Kamu tenang saja sayang, sepuluh aaah.. kalipun aku sanggup melayanimu.. Emmmhhh.." kata Sean yang terbata karena merasakan kenikmatan luar biasa

__ADS_1


Sean kembali menambah kecepatan sang junior hingga menyemburlah mayones kedalam gawang Alexa. Alexa menggigit bibir bawahnya untuk menahan agar ******* tidak lolos dari mulutnya. Tidak ada rasa sakit lagi yang Alexa rasakan, yang tersisa hanya kenikmatan yang tiada tanding baginya.


"Sayang.. sudah.. aku sudah tidak sanggup.." pinta Alexa yang tubuhnya mulai melemah karena kelelahan.


"Kamu sendiri yang memintanya sayang. Jadi layani aku hingga aku puas.." kata Sean sembari menciumi leher, punggung, dada, dan perut Alexa. Tak lupa pula ia meninggalkan bekas kepemilikan di tubuh Alexa.


Sean kembali melakukan serangan bertubi-tubi hingga tempat tidur mereka basah akibat semburan santan kental, mayonais dan jus strawberry yang dihasilkan dari ritual cinta mereka. Alexa sudah tertidur lelap dan tidak mampu melanjutkan permainan karena kelelahan. Sean menjadi tidak tega melihat wajah lelah Alexa yang terus menerus ia hajar hingga kelelahan. Akhirnya Sean menyudahi ritual sucinya.


"Terimakasih sayang. I Love You.." bisik Sean di telinga Alexa kemudian mencium sekilas bibir Alexa. Alexa hanya mengangguk dan tersenyum karena ia sudah tidak ada tenaga untuk berbicara sepatah katapun. Sean dan Alexa berpelukan tanpa ada sehelai benangpun yang menghalangi jarak mereka.


////Keesokan harinya////


Sean bangun terlebih dahulu. Ia menatap Alexa yang masih tidur dengan wajah lelahnya. Ia tersenyum kemudian menciumi wajah cantik Alexa. Ia merasakan ada dua bola kenyal yang menyentuh dada bidangnya. Ia pun menyentuh dan memainkan dua bola tersebut dengan kedua tangannya. Merasakan ada yang menyentuhnya, Alexa pun terbangun. Ia menatap Sean yang masih memainkan dua bola kenyalnya.


"Selamat pagi baby..." kata Sean sambil tersenyum manis dengan tangan yang masih berada di dada Alexa.


Alexa kembali teringat betapa liar dirinya semalam. Matanya memindai tubuh Sean mulai dari leher, dada, punggung dan perut yang ternyata penuh dengan kissmark yang ia ciptakan. Ia melihat tubuhnya yang juga dipenuhi dengan kissmark yang Sean ciptakan. Oleh karena malu, Alexa bergegas ke kamar mandi dengan menutup dirinya menggunakan selimut. Akan tetapi saat ia hendak berdiri, bagian bawahnya terasa sangat sakit hingga ia tidak mampu berdiri.


"Kamu mau kemana sayang ?? biar aku yang menggendongmu.." kata Sean.


"Aku mau mandi sayang, tubuhku lengket semua." kata Alexa dengan mata mengarah ke junior Sean yang tidak tertutup sehelai benang pun.


Sean menggendong Alexa ke kamar mandi. Ia turunkan Alexa di dalam bathtup. Ia pun turut masuk kedalam bathtup bersama Alexa.


"kamu ngapain masuk ke bathtup ??" tanya Alexa heran.


"memandikan kamu sekaligus minta jatah pagi dong ..hehehe.." kata Sean sambil tersenyum penuh harap.


"Tapi kita harus sekolah sayang.." kata Alex dengan lembut.


"Masa bodoh dengan sekolah, aku nggak mau tahu alasan apapun dan tidak mau ada penolakan !!!" kata Sean dengan nada dinginnya. Alexa hanya diam dan pasrah saat Sean mulai bermain dengan tubuhnya.


/////////////////


Sean dan Alexa telah selesai bersiap. Mereka bergegas berangkat ke sekolah karena hari sudah siang. Sean dan Alexa terlalu asyik dengan dunia mereka sehingga lupa dengan waktu sekolah. Akhirnya mereka berangkat tanpa memakan sarapannya.

__ADS_1


~bersambung~


__ADS_2