
Martin, Jonathan dan Kenzo mengikuti Sean di belakangnya. Sean menghampiri Alexa kemudian memeluknya. Lucas, Zidane dan Victor pun terkejut karena gadis yang mereka ketahui sebagai kekasih Felix sudah memiliki pacar.
"Sayang..apa yang terjadi ??" tanya Sean sembari memeluk Alexa.
"Mereka asal ceplos aja kalau ngomong. Masak Alexa di panggil Gia !!!" kata Jean pura-pura kesal.
"Kalian jangan ngawur, sembarangan memanggil orang !!!!" kata Martin dengan logat sinisnya.
Tiba-tiba ponsel Sean berbunyi. Sean pun bergegas mengangkat ponselnya karena Papa Kevin yang menghubunginya. Sementara itu, Lucas, Zidane dan Victor kabur terlebih dahulu meninggalkan meja Alexa, Jean, Rose dan Sally.
"ya Pa ??" tanya Sean.
"Sean, tolong kamu jaga Alexa untuk sementara ya ?? Papa sama Mama akan ada perjalanan bisnis mendadak ke negara S sama Papa dan Mama kamu. Tolong jaga Alexa ya..??" pinta Papa Kevin.
"Oke Pa" kata Sean.
Papa Kevin menutup panggilannya setelah Sean menyetujui permintaannya. Sean tahu bahwa tiga orang yang mengganggu Alexa dan teman-temannya adalah anak buah Steve. Sean segera mengajak Alexa pulang ke Mansion Keluarga Astin. Menurutnya tempat yang paling aman bagi Alexa adalah Mansion keluarganya.
///////////////
Lucas, Zidane dan Victor bergegas masuk ke Markas Dragons. Mereka menghubungi Felix untuk memberitahu keberadaan Gia.
"apa kalian sudah menemukannya ?" tanya Felix dengan dingin.
"belum tuan..tapi kami baru saja bertemu seorang gadis yang mirip dengannya." kata Lucas. Mendengar laporan dari Lucas, Felix merasa sangat senang. Kini ia mulai memiliki harapan untuk menemukan Gia, kekasihnya.
"Benarkah ???" tanya Felix meyakinkan dirinya.
"Kami belum yakin tuan.. tapi kami akan menyelidikinya. Dia satu sekolah dengan kami" kata Lucas.
"Baiklah..kalian selidiki !!! jangan banyak membuang waktu !!!" kata Felix dingin kemudian mengakhiri panggilan Lucas, Zidane dan Victor.
///////////////
Mama Ivanka dan Papa Robbert bersiap berangkat ke Luar Negeri bersama Mama Nessa dan Papa Kevin. Mereka sama-sama menghadiri event bisnis yang diselenggarakan di Negara S.
"Mbok.. nanti Alexa akan menginap disini. Tolong Mbok Yeti awasi mereka. Jangan sampai mereka berbuat macam-macam." pesan Mama Ivanka kepada Mbok Yeti.
"Jangan biarkan mereka tidur satu kamar mbok !! laporkan pergerakan mereka setiap jam kepada kami" tambah Papa Robbert.
"Siap Tuan !!!" kata Mbok Yeti dengan semangat.
Papa Robbert dan Mama Ivanka berangkat ke Mansion Keluarga George untuk berangkat bersama Papa Kevin dan Mama Nessa.
Di perjalanan, Alexa hanya diam tanpa berbicara apapun kepada Sean. Sean pun penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Alexa sampai ketakutan seperti tadi.
"Aku tidak faham dengan apa yang sebenarnya terjadi sama kamu sebelumnya sayang. Ceritakan semua kepadaku sekarang !!! Aku harus mengetahuinya.." kata Sean dingin. Alexa menunduk dan mulai menceritakan kepada Sean.
//////////FLASH BACK ON////////////
__ADS_1
Alexa masih sekolah tingkat menengah di Negara B. Suatu ketika saat ia sedang dalam perjalanan pulang, ia dihadang oleh empat orang penjahat. Mereka hendak merampok tas sekolahnya. Dua orang dari mereka membawa senjata tajam. Alexa berteriak meminta tolong, akan tetapi tidak ada orang sama sekali.
Di saat bersamaan, Felix yang juga baru pulang dari belajar kelompok melihat ada gadis yang seumuran dengannya tengah ditodong menggunakan senjata tajam. Ia pun bergegas menolongnya. Felix yang pada dasarnya adik seorang King Mafia memiliki kemampuan bela diri yang cukup mahir merasa sangat mudah jika hanya melawan empat orang.
Ia memukuli perampok itu dengan tangan kosong. Dua diantara empat perampok itu berhasil dilumpuhkan oleh Felix. Hanya dua orang yang membawa senjata tajam yang tersisa. Perampok itu mencoba menusuk Felix dengan pisau yang mereka bawa. Mereka pun menyerang Felix tanpa ampun. Saat mereka menyerang, Felix selalu menghindarinya.
Ia melihat sekilas gadis yang terduduk di jalanan sepi dengan wajah khawatirnya. Baru kali ini ia melihat gadis secantik dia. Ia terhipnotis oleh kecantikan gadis itu hingga lupa bahwa saat ini ia menghadapi dua orang perampok yang membawa senjata tajam. Oleh karena ia lengah, perampok tersebut berhasil menggores lengannya.
"Aaargh.. brengsek !!!!" umpat Felix karena terkejut saat lengannya tergores pisau.
"Loe masih kecil. Sebaiknya jangan ikut campur urusan kami !!" bentak salah satu perampok.
"Jangan panggil gue anak kecil !!! panggil gue Felix !!!" kata Felix dengan kesal.
Perampok itu kembali menyerang Felix menggunakan senjata tajamnya.Felix mulai hilang kesabaran. Sambil merasakan sakit di lengannya, Ia mengambil pisau dari saku celananya. Ia mulai melawan perampok tersebut. Berulang kali perampok mencoba menusuknya akan tetapi tidak berhasil. Ia melihat titik lemah dari perampok itu kemudian menyerangnya secara bertubi-tubi. Ia menendang bagian vital salah satu perampok hingga perampok itu merasa kesakitan.
Felix menusuk punggung perampok yang kesakitan menggunakan pisaunya. Perampok yang lain menolong teman mereka yang sedang tertusuk. Felix mengambil tas si gadis itu yang masih berada di dekat perampok tersebut. Ia menghampiri gadis itu dan mengajaknya pergi dari tempat itu. Felix menggandeng gadis itu dan berlari menuju mobil Felix. Saat tiba depan mobil Felix, gadis itu melepaskan pegangan tangan Felix.
"Terimakasih sudah menolong gue.." kata Alexa sambil tersenyum. Felix terbengong menatap kecantikan Alexa saat tersenyum. Alexa melihat lengan Felix terluka.
"Ayo gue antar pulang !!" kata Felix sembari tersenyum manis.
"Nggak usah.. gue bisa naik taksi kok.." tolak Alexa.
"Lengan gue terluka, memangnya loe nggak mau mengobati luka gue ?? Luka ini juga karena nolongin loe kan ??" tanya Felix.
Ia pun terpaksa menerima ajakan Felix untuk mengantarnya pulang agar ia bisa mengobati luka Felix.
"Gue Felix.." kata Felix sambil mengemudikan mobil.
"Gue Gia..!!!! Sepertinya loe dari sekolah seberang ya ??" tanya Alexa.
"Iya.. sekolah yang sering ngajak sekolah loe tawuran. Ternyata bener yaa..kata orang, sekolah seberang ceweknya emang cantik-cantik" kata Felix sambil tersenyum.
"Emangnya ada yang bilang seperti itu ??" tanya Alexa.
"yaa ada.. kabar itu sudah tersebar di kalangan cowok-cowok di sekolah gue.." jawab Felix.
Beberapa saat kemudian Alexa dan Felix tiba di Rumah Keluarga George. Alexa meminta Felix masuk kedalam rumahnya untuk mengobati luka Felix akibat menolongnya. Mbok Ningsih membuka pintu untuk Alexa.
"Mama mana mbok ?" tanya Alexa.
"Ada di dalam nona.." jawab Mbok Ningsih.
Alexa meminta Felix masuk ke ruang tamu. Sebelumnya ia meminta Mbok Ningsih membuatkan minum untuk Felix. Sementara ia mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Felix. Mama Nessa yang hendak menyiapkan makan malam melihat ada anak laki-laki di ruang tamu. Mama Nessa pun menghampirinya.
"Temannya Gia ya ??" tanya Mama Nessa ramah.
"mmm..ii..iiya tante.." jawab Felix sambil tersenyum canggung.
__ADS_1
Mama Nessa terkejut saat melihat lengan baju seragam Felix terdapat noda darah yang cukup banyak.
"Hei.. nak.. lengan kamu kenapa ?" tanya Mama Nessa sambil duduk disebelah Felix dan mengecek lengan Felix.
"GIAAAAA... Ambilkan kotak P3K !!!!" teriak Mama Nessa sangat kencang.
Felix pun tertawa mendengar suara keras Mama Nessa. Papa Kevin yang baru datang dari kantor pun mendengar suara Mama Nessa dari garasi mobil. Papa Kevin bergegas masuk karena mendengar Mama Nessa menyebut kotak P3K. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan keluarganya.
"Siapa yang terluka Ma ???!!" tanya Papa Kevin dengan nafas ngos-ngosan karena berlari dari garasi ke ruang tamu.
"Papa sudah pulang ??? ini loh Pa.. teman Gia tangannya terluka.." kata Mama Nessa.
"Kenapa bisa Ma ??" tanya Papa Kevin.
"Tadi dia nolong aku Pa.." kata Alexa yang menuruni anak sambil membawa kotak P3K.
Alexa mulai menceritakan semua yang terjadi tadi siang kepada Papa Kevin dan Mama Nessa. Felix pun banyak tersenyum saat Papa Kevin dan Mama Nessa bercerita banyak tentang Alexa.
Setelah tangan Felix selesai diobati, ia berpamitan pulang kepada Mama Nessa dan Papa Kevin. Akan tetapi Mama Nessa dan Papa Kevin tidak memperbolehkannya pulang sebelum makan malam terlebih dahulu. Mereka memaksa Felix makan malam bersama mereka sebagai wujud terimakasih mereka karena telah menolong putri kesayangannya.
Felix pun terpaksa menerima tawaran orang tua Alexa untuk makan malam di rumah mereka. Sambil makan, Papa Kevin, Mama Nessa Felix dan Alexa saling bercanda. Felix yang melihat mereka ikut merasa bahagia.
"Jadi begini rasanya punya keluarga utuh" batin Felix sembari tersenyum melihat Papa Kevin, Mama Nessa dan Alexa secara bergantian. Felix adalah anak yatim piatu sejak ia berumur 6 tahun. Selama ini dia diasuh oleh kakak kandungnya Steve Marquise.
Malam semakin larut. Felix berpamitan pulang kepada Papa Kevin, Mama Nessa dan Alexa. Felix memberitahu Alexa bahwa besok ia akan menjemputnya saat berangkat sekolah. Mereka pun saling bertukar nomor ponsel.
Ke esokan harinya, Felix benar-benar menjemput Alexa. Mama Nessa memintanya sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah. Saat di perjalanan, Alexa banyak bercerita tentang orang tuanya dan kehidupan sekolahnya. Mereka saling bercanda di sepanjang perjalanan.
Satu tahun kemudian, Felix dan Alexa sudah biasa berangkat sekolah bersama. Bahkan setelah lulus sekolah menengah pertama, Felix mendaftar di sekolah yang sama dengan Alexa. Setiap hari Felix selalu menjemputnya untuk berangkat dan pulang bersama saat sekolah.
Felix dan keluarga Alexa pun juga semakin dekat. Bahkan Papa Kevin dan Mama Nessa sudah menganggapnya seperti kakak Alexa.
"Gia... cepat.. nanti kita terlambat.." teriak Felix dari dalam mobil sambil memencet klakson mobilnya.
"iya..iya.. nggak sabaran banget siiih..." kata Alexa sembari mencubit hidung Felix.
Felix tersenyum senang ketika Alexa merasa gemas padanya. Entah apa yang terjadi pada diri Felix sehingga ia mulai merasa nyaman bersama Alexa. Lambat laun, rasa nyaman yang dirasakan Felix berubah menjadi cinta. Ia berniat ingin mengutarakan cintanya kepada Alexa jika ada waktu yang tepat..
Beberapa saat kemudian, Felix dan Alexa tiba di sekolah. Felix merangkul pundak Alexa dengan posesif. Yang semua siswa ketahui dari Felix dan Alexa adalah keduanya berpacaran. Akan tetapi pada kenyataannya mereka adalah sahabat.
Bel pulang sekolah berbunyi. Felix dan Alexa pergi ke suatu cafe untuk berjalan-jalan. Disana Felix akan menyatakan cintanya kepada Alexa. Saat perjalanan menuju ke Cafe, Alexa dan Felix saling mengobrol. Beberapa saat kemudian mereka tiba di cafe.
Felix Marquise
~bersambung~
__ADS_1