
Bel masuk berbunyi. Semua siswa masuk ke kelas masing-masing untuk menerima pelajaran di jam pertama. Pak Danang masuk ke kelas kemudian di susul oleh Sean dan Alexa. Martin bersorak untuk Sean dan Alexa yang masuk kelas secara bersamaan.
"Cie..king dan queen kita baru masuk kelas nih guys.." kata Martin.
Oleh karena terprovokasi oleh Martin, semua teman satu kelas pun ikut-ikutan bersorak untuk Sean dan Alexa. Pak Danang memukul meja dengan keras karena suara berisik semua siswa. Semua siswa pun terdiam karena Pak Danang mulai kesal. Pak Danang memberikan pengumuman penting kepada semua siswa di kelasnya.
"Perhatian semuanya !!!! Tiga hari lagi sekolah kita akan mengadakan study tour ke luar kota. Acara ini wajib di ikuti siswa kelas X." kata Pak Danang yang antusias.
Semua siswa senang mendengar pengumuman dari Pak Danang. Saking senangnya hingga mereka ramai sendiri. Pak Danang lagi-lagi menggebrak meja agar para siswa tenang.
"Kalian jangan senang dulu.. Akan ada tugas kelompok untuk kalian semua !!!" kata Pak Danang dengan menampakkan senyuman seringai di bibirnya. Banyak siswa yang protes dengan adanya tugas saat study tour. Akan tetapi pak Danang tidak mempedulikan protes mereka, ia tetap melanjutkan pengumumannya.
"Pembentukan kelompok sesuai dengan kelompok bahasa kemarin. Tapi ingat tidak boleh pacaran saat mengerjakan tugas kelompok !!!" kata Pak Danang sambil melihat Sean dan Alexa secara bergantian hingga semua siswa melihat kearah mereka berdua.
"Kenapa lihatnya ke saya Pak ??" protes Alexa.
"Bukannya cuma kalian yang memasang foto mesra saat presentasi tugas kelompok kemarin ???" kata Pak Danang menyindir Sean dan Alexa.
"Cieee... udah pacaran aja nih.. mana traktirannya.." goda Rose sambil melihat Alexa dan Sean bergantian.
"iya nih mana pajak jadiannya ???" kata Kenzo sembari melihat Sean. Terlihat aura suram dari Sean yang membuat Kenzo kembali terdiam.
"Diaaammm.. !!! kenapa kalian berisik sekali sih ?" kata Pak Danang kesal.
"Sally, ambil kertas di meja saya. Kamu bagikan ke semua teman-teman kamu. Dan untuk semuanya silahkan kerjakan soal-soal yang dibagikan Sally. Saya ada rapat bersama para komite sekolah. Saat jam istirahat, kumpulkan ke kantor saya." kata Pak Danang kemudian pergi dari kelas. Sally membagikan kertas yang telah diberikan Pak Danang.
///////////////////
Markas Dragons, Negara B
Steve Marquise dan Felix Marquise sedang berdebat tentang pencarian kekasih Felix. Steve meminta Felix melupakan gadis itu, akan tetapi Felix bersikeras ingin mencarinya hingga ketemu. Oleh karenanya, Felix meminta setengah dari pasukan Dragons untuk membantunya mencari gadis itu. Setelah melalui perdebatan panjang, Steve mengizinkan Felix membawa setengah pasukannya.
"Memangnya loe sudah tahu dimana gadis itu Fel?" tanya Steve.
"belum kak, tapi anak buah gue mendapatkan informasi katanya dia berada di Negara K " kata Felix sedikit ragu. Ia memerintahkan tiga anak buahnya untuk menelusuri keberadaan kekasih Felix di Negara K.
////////////////
Waktu istirahat tiba. Jean, Alexa, Sally dan Rose berada di kantin. Mereka sepakat setelah pulang sekolah mereka akan pergi ke Mall bersama untuk membeli perlengkapan Study Tour.
"Gue mau beli bikini buat berenang guys.." kata Jean dengan senyum sumringahnya.
"Memangnya ada acara berenang ??" tanya Alexa yang memang tidak tahu tentang acara study tour.
"Kayaknya nggak ada deh. Bukannya Study Tour kita saat ini berada di kawasan hutan ya ??" kata Sally ragu.
"Enak dong.. kita bisa liat monyet hahahaha..." kata Rose senang.
__ADS_1
"Bisa..loe monyetnya rose...hahahaha..." canda Jean. Rose menjadi kesal dan mengerucutkan bibirnya.
Alexa dan teman-temannya asyik bercanda. Di pintu masuk kantin, Vallerie datang bersama teman-temannya. Ia melihat Alexa sedang tertawa bersama teman-temannya. Ia masih kesal dengan tindakan Alexa yang sok dekat dengan Sean.
"Vall.. gimana ?? Loe mau minta bantuan cowok gue nggak ??" tanya Yuna.
"Oke.. nanti kita akan membalas Alexa setelah dia pulang sekolah" kata Vallerie dengan senyum seringai yang menghiasi bibir cantiknya.
////////////////
Negara S
Mama Nessa menghubungi Alexa dan menanyakan kabar putri kesayangannya. Alexa memberitahu Mama Nessa bahwa 3 hari lagi ia akan Study Tour ke luar kota. Ia bercerita dengan sangat antusias hingga Mama Nessa ikut senang mendengarnya.
"Sayang, kamu jaga diri kamu yaa.. jangan keluar malam. Kalau perlu apa-apa minta sama Mbok Ningsih." pesan Mama Nessa.
"Iya Ma.. Aku kangen banget sama Mama.. sama Papa.." kata Alexa yang kini mulai meneteskan air mata.
"Mama sama Papa juga kangen sama kamu sayang. Satu minggu lagi kita akan pulang kok" kata Mama Nessa. Papa Kevin mengambil alih ponsel Mama Nessa dan berbicara kepada Alexa.
"Sayang.. kamu jangan khawatir, Papa akan mempercepat pekerjaan Papa disini. Kamu jaga diri baik-baik ya.. jangan lupa makan." kata Papa Kevin. Alexa kembali menangis mendengar suara Papa Kevin kemudian menutup panggilan orang tuanya.
///////////////
Jean mengelus punggung Alexa untuk menenangkan sahabatnya. Ia merasa kini ia dan Alexa bernasib sama, sama-sama ditinggalkan orang tua ke luar negeri.
"Udaah Lex.. manja banget sih.." ejek Sally. Alexa pun melotot ke arah Sally. Jean dan Rose khawatir jika kedua sahabatnya akan bertengkar. Akan tetapi kebalikannya, Alexa memeluk Sally sambil menangis.
"Sally... temenin gue dirumah yaa.. loe harus menginap di rumah gue.." kata Alexa sambil memeluk Sally. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo melihat mereka seakan menonton melo drama.
"Oke.. gue akan menginap di rumah loe Lex.. gue akan menemani loe sampai orang tua loe kembali dari luar negeri." kata Sally sambil membalas pelukan Alexa. Jean dan Rose ikut berpelukan bersama Sally dan Alexa.
"Kita juga akan ikut menemani loe Lex" kata Jean dan Rose bergantian.
Bel pulang sekolah berbunyi. Sesuai dengan rencana, Alexa, Jean, Rose dan Sally akan pergi ke Mall. Alexa bersama Jean, Sally dan Rose berada dalam satu mobil. Jonathan melihat kepergian mereka sambil tersenyum. Ia mengajak Sean, Martin dan Kenzo mengikuti para cewek ke Mall. Sean menolak ajakan konyol Jonathan. Sean, Martin, Jonathan dan Kenzo pergi ke Cafe untuk membicarakan tentang anak buah Steve yang akan datang ke Negara K.
Alexa duduk di samping Sally yang mengemudikan mobil. Sedangkan Jean dan Rose duduk dibelakang. Selama perjalanan mereka saling mengobrol dan bercanda. Tanpa mereka sadari, di belakang ada satu mobil yang mengikuti mereka. Mobil tersebut kini mulai berjalan disamping mobil Sally.
"Mobil itu gimana sih ?? mereka mau nyari gara-gara yaa sama kita" kata Sally kesal.
Lama kelamaan, mobil tersebut semakin menghimpit mobil Sally hingga saling bergesekan. Sally mulai panik karena kini mobilnya tidak bisa bergerak dengan leluasa. Rose mulai menangis karena takut terjadi kecelakaan antara mobil yang ia tumpangi dengan mobil disebelahnya.
"Kita berhenti aja Sall, biar mobil itu jalan duluan" saran Alexa. Sally pun menghentikan mobilnya. Mobil di sebelahnya pun ikut berhenti tepat di depan mobil Sally.
Penumpang dari mobil di depannya turun dari mobil. Terdapat tiga orang pria berbadan kekar memakai topi dan jaket berwarna hitam. Mereka menggedor mobil Sally dan memaksa Sally beserta teman-temannya keluar dari mobil. Dengan terpaksa, Sally, Alexa, Jean dan Rose keluar dari mobil.
Salah satu dari mereka mengambil foto dari saku celana mereka. Mereka melihat foto kemudian membekap Alexa dengan sapu tangan hingga Alexa pingsan. Ketiga pria tersebut membawa Alexa bersama mereka. Sally mencoba memukuli 3 orang pria tersebut sedangkan Jean dan Rose mencoba menarik Alexa agar tidak dibawa pergi oleh ketiga pria itu. Tenaga Sally, Jean dan Rose tidak sebanding dengan ketiga penculik itu. Akhirnya mereka berhasil membawa Alexa. Jean, Sally dan Rose menangis melihat Alexa dibawa pergi oleh orang tidak dikenal. Rose segera menghubungi Jonathan untuk meminta bantuan kepadanya.
__ADS_1
"Baby.. tolong..hiks..hikss.. tolong.." kata Rose yang tidak mampu melanjutkan perkataannya.
"Kamu kenapa sayang ?? bicaralah yang jelas, jangan menangis !!" kata Jonathan yang khawatir dengan Rose. Jean mengambil alih ponsel Rose.
"Jo.. hiks ..hiks..Alexa diculik, hiks..hiks..kita nggak tahu siapa yang menculik Alexa. Bantu kami mencari Alexa hiks..hiks.." kata Jean sambil menangis tersedu-sedu. Jonathan segera memutuskan panggilan setelah menanyakan posisi mereka bertiga.
Sean, Martin dan Kenzo masih asyik mendiskusikan senjata terbaru yang didapatkan oleh Zayn. Jonathan kembali bergabung bersama Sean setelah menerima telepon dari Rose. Ia pun memberitahu Sean, Martin dan Kenzo tentang Alexa.
"Guys.. gue dapat kabar dari cewek-cewek katanya Alexa diculik orang tidak dikenal" kata Jonathan.
"Gimana bisa ???" tanya Kenzo seakan tidak percaya.
"Mana gue tahu ???" jawab Jonathan yang juga bingung dengan apa yang terjadi.
Sean beranjak dari tempat duduknya dan berjalan dengan tegas menuju ke parkiran. Jonathan memberi tahu Sean posisi terakhir Alexa berada. Kini Sean menaiki mobil sportnya dan mulai mencari Alexa. Jonathan, Martin dan Kenzo pergi bersama di belakang Sean. Martin dan Kenzo merasa aura kini Sean berubah. Wajah Sean di penuhi dengan amarah dan siap membunuh siapa pun yang menghalangi jalannya..
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di lokasi Jean, Sally dan Rose. Rose memeluk Jonathan sambil menangis. Jean dan Sally heran dengan tingkah Rose dan Jonathan. Mereka curiga jika Rose dan Jonathan memiliki hubungan lebih dari teman. Mereka akan menanyakannya kepada Rose saat Alexa sudah ditemukan.
Sean meminta Kenzo melacak keberadaan Alexa. Kenzo pun segera bergerak karena Sean telah mengeluarkan perintah. Sally memberitahu Kenzo bahwa mobilnya dilengkapi dengan dashboard camera. Kenzo segera masuk ke mobil Sally dan membuka rekaman dari Dashcam. Dalam hitungan menit, Kenzo berhasil menemukan mobil yang membawa Alexa. Ia menelusuri pemilik dan alamat pemilik mobil. Setelah beberapa menit, posisi Alexa sudah ditemukan. Kenzo melaporkannya kepada Sean.
"Sean ternyata mobil itu milik Peter Bright. King Scorpions. Kemungkinan besar Alexa berada di markas mereka." kata Kenzo. Sean mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahang, pertanda Sean sedang dikuasai amarah.
Tanpa berkata apapun, Sean menaiki mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju markas Scorpions. Martin, Jonathan, Kenzo, Jean, Rose dan Sally berangkat bersama.
"Kenapa Sean tidak seperti biasanya ya ?? Dia terlihat sangat menakutkan" tanya Jean.
"Sean belum pernah berekspresi seperti itu sebelumnya. Kita juga baru tahu jika Sean akan se-marah ini saat mengetahui penculikan Alexa.
"Jadi kesimpulannya, Sean menyukai Alexa ??" tanya Sally penasaran.
"Sepertinya benar. Sean akan melindungi orang yang dia cintai. Dia akan mempertahankan apa yang dia anggap miliknya." jawab Kenzo
//////////////
Markas Scorpions
Darwin Morrisete, salah satu anak buah Peter Bright. Darwin adalah pacar Yuna, sahabat Vallerie. Darwin bersama Marcus dan Leon menculik Alexa atas permintaan Yuna. Disaat penculikan terjadi, Vallerie bersama Yuna, Angel dan Anna menunggu Darwin dan teman-temannya di perempatan jalan. Setelah mereka mendapatkan Alexa, Yuna meminta Darwin menyembunyikan Alexa di Markas mereka.
"Sayang, jika King Peter tahu kalau aku menyembunyikan wanita ini di Markas, bisa-bisa kita dalam masalah" kata Darwin ragu.
"Lalu dia mau ditempatkan dimana sayang ? cuma markas kamu aja satu-satunya tempat ter-aman untuk menyembunyikannya" paksa Yuna.
"Tidak apa-apa win, lagian kita bisa bersenang-senang dengan gadis ini. Lihatlah dia sangat cantik." kata Leon sambil menatap Alexa dengan tatapan mesumnya.
Dengan terpaksa, Darwin bersedia menyembunyikan Alexa di Markas Scorpions. Mereka membawa Alexa ke sebuah gudang yang berisi tumpukan jerami. Yuna memberitahu Leon dan Marcus bahwa mereka bebas melakukan apa saja kepada Alexa. Vallerie tersenyum puas karena berhasil memberikan pelajaran kepada Alexa.
~bersambung~
__ADS_1