Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia
Misi Anak Buah Fire


__ADS_3

Matahari mulai terbenam yang menandakan malam mulai datang. Kilauan cahaya lampu taman menemani dua insan yang masih asyik berbincang dan saling mencari tahu kepribadian calon pasangan mereka. Sesekali mereka saling curi pandang di sela-sela pembicaraan mereka.


"Sudah malam nih.. kita pulang yuk ??" ajak Rachel.


"Baiklah.." jawab Steve diiringi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


Steve mengulurkan tangannya kepada Rachel berharap agar Rachel mau bergandengan tangan saat berjalan menuju ke tempat parkir. Akan tetapi Rachel bingung dengan maksud Steve. Ia hanya menatap Steve dengan fikiran yang tidak jelas.


"Bukankah kita sudah menjadi pasangan kekasih ??" tanya Steve. Rachel hanya mengangguk.


Oleh karena Rachel tak kunjung membalas uluran tangannya, perlahan Steve menurunkan tangannya. Saat Steve menunduk dengan wajah kecewa, tiba-tiba Rachel tahu maksud Steve. Ia meraih tangan Steve dan menggandengnya menuju ke tempat parkir. Rasa kecewa Steve pun sirna saat Rachel menggandeng tangannya.


//////Mansion Sean dan Alexa //////


Sean dan Alexa baru saja selesai membersihkan tubuh mereka. Sean berbaring ke tempat tidur sambil mengirimkan pesan kepada Papa Robbert. Sean meminta Papa Robbert untuk turun tangan langsung dalam masalah Alexa fan Vallerie. Ia tidak ingin istrinya mendapat hukuman skorsing akibat fitnah seperti yang ia rasakan saat ini.


Setelah mengirimkan pesan kepada Papa Robbert, Sean meletakkan ponselnya diatas nakas. Ia mengamati Alexa yang sedang asyik menyisir rambut indahnya. Seanpun menghampiri Alexa dan memeluknya dari belakang sambil mencium tengkuk Alexa.


"Istriku cantik sekali siih !!!! jadi pengen meraba gunung kamu nih sayang.." kata Sean sembari meremas dua gunung Alexa dengan kedua telapak tangannya secara bersamaan.


Alexa tersenyum dan menutup matanya merasakan sentuhan Sean. Tanpa sadar tangan Alexa meraba junior Sean. Tidak memerlukan waktu lama, tangan lembut Alexa berhasil membuat Junior Sean berdiri dengan kokohnya.


"Sayang, rudal kamu siap bertempur loh.." kata Alexa dengan senyum nakalnya.


"Baiklah.. mari kita bertempur sayang.." kata Sean sambil melepaskan pakaian kimono Alexa.


Sean menggendong Alexa ke tempat tidur kemudian ia melepaskan boxer yang ia kenakan dan menindih tubuh Alexa. Terjadilah pertempuran panas antara Sean dan Alexa. Cucuran keringat keduanya menjadi saksi betapa liarnya pertempuran kedua remaja yang akan beranjak dewasa itu.


"Emmmmh... Ahhh.. Se..Seaaanhhh.." erang Alexa yang merasakan kenikmatan sembari menarik rambut Sean.


"Aaaah... sayanghhh.. aku akan keluar emmmh..." kata Sean sambil mempercepat tempo pompaan juniornya kedalam sumur Alexa.


Sean meremas kedua gunung kembar Alexa dengan kencang dan semakin mempercepat pompaan juniornya. Tak lama kemudian keluarlah mayones alami Sean kedalam sumur Alexa. Setelah menghasilkan cairan suci, Sean merasa sangat mengantuk. Ia berbaring dan mensejajarkan kepalanya dengan dada Alexa. Alexa yang merasa kelelahanpun tidak sadar jika Sean sedang mengincar dadanya. Akhirnya Sean mulai menghisap gundukan batu pegunungan di dada Alexa.


"Sayang, apa yang kamu lakukan ???" tanya Alexa yang terkejut karena Sean tiba-tiba menghisap dadanya.


"Aku mau ***** sayang. Seperti apa yang kamu katakan kepada teman-teman kamu tadi sore." kata Sean sambil tersenyum manis.


"what ????!!!! jadi kamu menguping pembicaraan kita ???" tanya Alexa kesal.


"Aku dengar sendiri sayang.. suara kamu kan seperti toa.. hehehehe.." kata Sean sambil terkekeh menertawai Alexa. Alexa merasa kesal karena Sean menertawainya. Ia pun mencubit perut sixpack Sean.


"Tapi kamu tahu sendiri kan kalau aku hanya membohongi mereka ??" tanya Alexa.


"Iya sayang, aku tahu kok !!! tapi aku tidak ingin kamu jadi seorang pembohong !! biar kamu tidak menjadi pembohong, maka berikanlah aku ***** sebelum tidur, saat bangun tidur, sebelum mandi, setelah mandi, sebelum sarapan, setelah makan, sebelum berangkat ke sekolah dan saat pulang sekolah" kata Sean dengan gaya bicara cepat hingga Alexa terbengong mendengar perkataan Sean. Ia tidak menyangka Sean dapat mengingat semua yang ia katakan kepada sahabat-sahabatnya.


"Tapi tadi sudah ***** kan sayang ???" kata Alexa mencoba menolak dari permintaan Sean.

__ADS_1


"tapi aku mau lagi sayaaang" rengek Sean sembari menciumi dada Alexa. Alexa tersenyum saat Sean merengek kepadanya.


"apakah ada king mafia yang terkenal arogan, kejam dan tidak punya hati merengek manja kepada wanita seperti ini???" tanya Alexa penasaran. Sean tersenyum mendengar pertanyaan Alexa.


"karena wanitanya itu kamu sayang.. bahkan aku tidak pernah sekalipun bermanja kepada Mama. Kamu sangat berarti untukku sayang" kata Sean sembari mengusapkan wajahnya ke dada Alexa. Alexa tersenyum senang mendengar jawaban Sean ia mengelus rambut Sean.


"Ka..karena kamu bilang hanya bisa bermanja kepada..kepadaku, mmm... ka..kamu ***..boleh kok ***** sampai pagi" kata Alexa sedikit ragu dan malu.


"Yesssss !!!!! I love you sayang.." kata Sean kemudian segera ***** ke dada Alexa.


"I Love You more sayang" jawab Alexa. Tak lama kemudian Alexa tertidur karena kelelahan setelah melakukan pertempuran, sedangkan Sean memanfaatkan situasi sebaik-baiknya untuk menikmati dada Alexa.


///////Ke Esokan Harinya///////


Alexa bangun dari tidurnya setelah mendengar bunyi alarm di ponselnya. Saat ia hendak bangkit untuk bersiap ke sekolah, ia merasa tubuhnya sangat berat. Ia melihat ke dalam selimut yang ia kenakan. Ia terkejut saat tahu Sean tidur dengan mulut masih menempel di dadanya. Ia pun membangunkan Sean agar Sean juga bersiap ke kantor.


Saat Alexa hendak membangunkan Sean, ia merasa sangat mual. Alexa mendorong Sean dengan keras kemudian ia berlari ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa mualnya hingga ia tidak menyadari jika Sean jatuh ke lantai akibat dorongannya yang terlalu kuat. Sean terbangun seketika saat dirinya merasakan dinginnya lantai yang merasuk ke kulitnya. Sean mendengar suara Alexa yang sedang muntah, ia pun bergegas memakai boxer lalu menyusul Alexa ke kamar mandi untuk memijat tengkuk Alexa agar Alexa lebih rilex.


//////Markas Fire//////


David telah bersiap pergi ke sekolah. Ia mengajak Samuel berangkat bersama, akan tetapi Samuel menolaknya dengan alasan ia akan berangkat bersama Vallerie. David pun meninggalkan Samuel dan berangkat ke sekolah sendiri.


Setelah melihat David meninggalkan markas, Samuel mengumpulkan anak buahnya. Ia memberikan perintah kepada anak buahnya agar melaksanakan apa yang telah direncanakan sebelumnya.


"Gue tidak mau mendengar kegagalan karena misi kita sebelumnya tidak pernah gagal !!!" kata Samuel dengan nada dinginnya.


"Siap King !!!" kata anak buah Samuel secara bersamaan.


//////Markas 6666//////


Kenzo menerima pesan dari salah satu anak buahnya. Setelah membaca pesan tersebut, Kenzo memberitahu Martin, Jonathan, Thomas dan Zayn tentang pesan itu.


"Misi apa yang akan mereka lakukan ya??" tanya Jonathan.


"entahlah, dia tidak tahu detail misinya. Yang jelas Fire sedang menjalankan misi hari ini" kata Kenzo.


"Loe harus memberitahukan informasi ini kepada King Ken.." kata Zayn.


"Gue setuju dengan Zayn.." kata Martin.


"Gue akan memperketat keamanan Markas kita !!! kalian berangkatlah ke sekolah, sekarang sudah siang loh !!" kata Thomas. Martin, Jonathan dan Kenzo pun berangkat ke sekolah.


/////Sekolah/////


Sean telah mengantar Alexa ke sekolah. Ia mencium bibir Alexa kemudian melajukan mobilnya ke SA. Company. Saat dalam perjalanan, Kenzo menghubunginya.


"King.. kata salah satu mata-mata kita, Fire sedang menjalankan misi, tapi ia tidak tahu misi apa yang akan mereka lakukan !!!" kata Kenzo. Sean terdiam sejenak untuk berfikir.

__ADS_1


"Loe beritahu kepada Thomas untuk memperkuat penjagaan Markas !!! Beritahu Zayn untuk memperketat keamanan Mansion gue !!! Satu tugas untuk loe bersama Martin dan Jonathan, jaga Alexa !!!! gue dan Darren akan memperketat keamanan SA. Company !!!" perintah Sean kepada Kenzo.


"Siap King !!!!" jawab Kenzo kemudian ia memberitahu semua rekannya tentang perintah Sean.


Alexa bergegas menuju ke kelasnya untuk menemui Jean, Rose dan Sally. Saat melewati lapangan olah raga, Vallerie beserta ketiga sahabatnya menghadang langkah kaki Alexa. Alexa hanya diam sambil menatap tajam Vallerie.


"Gue pastikan loe akan mendapat hukuman atas pemukulan yang loe lakukan kemarin !!!" kata Vallerie sambil mengarahkan jari telunjuknya di depan wajah Alexa.


"Jangan mimpi Loe !!!! Suami gue pemilik sekolah ini !!! Dia tidak mungkin membiarkan istri cantiknya ini mendapat hukuman !!!" kata Alexa penuh percaya diri dengan senyum seringainya. Alexa menangkis jari telunjuk Vallerie kemudian berlalu menuju ke kelasnya.


"Brengsek !!!!!! Seharusnya semua yang loe punya itu milik gue wanita ******* !!!!" teriak Vallerie saat Alexa meninggalkannya begitu saja.


//////Kelas Alexa///////


Jean, Rose dan Sally melihat dari kejauhan saat Alexa membela dirinya di depan Vallerie. Mereka sangat bangga saat melihat Alexa dengan berani melawan Vallerie dan ketiga sahabatnya. Jean segera menghampiri Alexa yang hampir tiba didepan pintu kelas.


"Ini dia queen kita !!!!" kata Jean sembari merangkul pundak Alexa.


"Kalian apaan sih !!!!" kata Alexa salah tingkah karena ketiga sahabatnya tiba-tiba menyanjung dirinya.


Rose menceritakan semua yang ia lihat kepada Alexa dan menceritakan betapa bangganya mereka memiliki teman pemberani seperti Alexa. Di saat bersamaan, Martin, Jonathan dan Kenzo masuk ke kelas mereka. Martin tersenyum kepada Jean dan mengelus kepala Jean kemudian duduk disamping Jean. Jonathan mencium kening Rose dan Kenzo memeluk Sally. Alexa tampak kesal melihat keromantisan teman-temannya.


"Waaah.. ada yang nggak punya pasangan nih !!!" sindir Jonathan.


"Hahahaha... pasangannya sedang bekerja di luar negeri guys.." sahut Sally.


"Aduuuh.. kasihan banget yaa.." celetuk Jean.


"Apaan sih !!!!" kata Alexa kesal kemudian pergi meninggalkan kelas. Martin meminta Jean menyusul Alexa yang sedang kesal. Jean pun bergegas menyusul Alexa


Dari kejauhan Jean melihat Alexa duduk di taman. Jean hendak menghampiri Alexa akan tetapi saat ia mendekat, ia melihat beberapa orang membekap Alexa hingga Alexa tidak sadarkan diri. Mereka menggendong Alexa memasukkannya kedalam mobil. Jean sangat terkejut hingga ia tidak bisa berbuat apapun.


Saat mobil hendak meninggalkan sekolah, Jean bergegas lari mengejar mobil itu, akan tetapi ia tidak dapat mengejarnya karena laju mobil semakin kencang. Jean menangis dan khawatir jika terjadi yang sesuatu yang tidak diinginkan kepada Alexa. Jean memutuskan memanggil Martin yang masih berada di dalam kelas.


Dengan nafas yang terengah-engah karena berlari, Jean menceritakan semua yang terjadi kepada Martin, Jonathan, Kenzo dan kedua sahabatnya atas apa yang menimpa Alexa. Semua terkejut saat mendengar cerita Jean. Martin, Jonathan dan Kenzo bergegas pergi mencari Alexa.


"Baby.. kita ikut ya..???? aku masih hafal nomor plat mobilnya kok" kata Jean.


"Bagus !!!! Jean.. loe boleh ikut, Rose dan Sally tetap di sekolah ya.. doakan agar Alexa baik-baik saja !!" kata Kenzo. Rose dan Sally mengangguk. Dalam perjalanan, Kenzo menghubungi Sean bahwa istrinya diculik yang kemungkinan besar pelakunya adalah anak buah Fire.


//////SA. Company//////


Sean yang sibuk memeriksa dokumen perusahaan menerima panggilan dari Kenzo. Ia terdiam saat mendengar anak buah Fire berhasil menculik Alexa.


"Kerjaan kalian itu apa bangsat !!!!! kalau kalian tidak sanggup menjaga Alexa kenapa tidak bilang !!!" bentak Sean sambil menggebrak meja hingga lapisan kaca pada meja pecah. Darah segar mengalir dari telapak tangan Sean yang terluka akibat pecahan kaca


"Maaf King !!!!" kata Kenzo penuh penyesalan.

__ADS_1


"Brengsekkk !!!!" umpat Sean kemudian bergegas mencari Alexa.


~bersambung~


__ADS_2