Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Menangis Sendiri


__ADS_3


Nayra memandang sebuah kamar kecil seadanya, begitu ia datang dirinya di terima oleh ibu panti disini, yah...ibu panti menempatkannya tidur bersama Dena di sebuah kamar tidur sederhana, mereka lalu mandi dan duduk makan bersama anak panti yang lain...


Nayra tersenyum...


Ini pengalaman baru dan dia tak ingin pulang, disini hampir semua anak mengalami hal yang sama dengannya, mereka di buang orang tuanya, tak ada ibu atau ayah, disini tak ada keluarga yang sempurna...tidak ada, jadi Nayra nyaman tinggal disini tanpa takut akan di tanya oleh teman-temannya dimana ayahnya berada..


Terutama oleh Damian, anak itu sering sekali mengejek Nayra karna dia tak punya ayah, bahkan Damian bilang, ayahnya mungkin tidak menginginkan kehadiran Nayra, karna itu ayahnya pergi meninggalkannya..


Airmata Nayra menetes kala mengingat hal itu...dia tak perlu mengingat semua kenangan pahit itu lagi bukan, Damian tak ada disini dan tak akan mengejeknya, Nayra bersumpah kalau dia benci sekali dengan Damian...dan tak akan pulang kembali kerumah, karna dia tak ingin bertemu dengan Damian yang jahat.


''Mengapa kau menangis Nayra, apakah makanannya kurang enak..''tegur ibu panti dengan nada lemah lembut..


Nayra menggeleng tanpa suara, hanya airmata yang menumpuk di dalam matanya, ia kembali menangis dan meluapkan segala kesedihannya...sungguh teramat menyakitkan ketika dia tak punya sosok ayah dalam hidupnya..


Dena menoleh sedih, dan menyentuh bahu Nayra yang bergetar karna menangis..


''Nay...sudahlah..jangan menangis, kau membuatku ikut sedih..''bisik Dena ikut meneteskan airmata..


''Sudahlah...selesaikan makan kalian berdua setelah itu kita ke taman dan ibu ingin bicara pada Nayra dan juga kau Dena,...''


''Baik bu...''


Dena segera membujuk Nayra untuk makan, agar tubuhnya tidak sakit....sampai akhirnya, Nayra mau menghabiskan makanannya...


**************


Ditaman....


Ibu panti bernama Ratih, duduk di depan keduan anak berusia 7 tahun itu dan menatap mereka secara bergantian..


''Nay.....apakah Nayra pergi dari rumah...''


Nayra menggeleng....


''Aku tidak punya orang tua...''ucap Nayra berbohong..


Ratih menghela nafas...


''Baiklah...kalau begitu ibu ingin Nayra tau bahwa disini Nayra di terima, jadi jangan kwatir,.....Nayra boleh tinggal disini sampai kapanpun...ibu akan berjanji mencintai Nayra...dan juga Nayra punya banyak saudara sekarang....''


Nayra mengangguk dan menghapus airmatanya...

__ADS_1


''Apakah mereka juga tidak punya ayah dan ibu...''


''Yah....Nayra benar, tapi mereka tidak kekurangan kasih sayang karna ada banyak saudara disini...ibu yakin kalau Nayra akan mencintai saudara-saudara Nayra kan...''


''Yah......''


''Jangan menangis lagi, Tuhan akan menjadi ayah dan ibu bagi Nayra saudara-saudara Nayra disini..jangan sedih....''


Nayra tersenyum....


''Bisakah aku menanyakan satu pertanyaan pada ibu...''


''Katakan.......''


''Apakah ibu melihatku anak yang nakal,atau cengeng karna itu aku di beri hukuman tak punya ayah dan ibu...begitu..''isak Nayra sedih..


''Tidak sayang, itu tidak benar....ayah Nayra mungkin ada disuatu tempat di surga sedang membantu Tuhan disana...jadi ayah sedang sibuk, ayah akan sedih jika Nayra sedih...jadi jangan menangis lagi sayang...''


Tangisan Nayra pecah, di ikuti Dena hingga sang ibu panti hanya bisa memeluk tubuh kecil mereka dan menenangkan..


''Jika kau rindu ayah dan ibu, Nayra cukup berdoa saja...Nayra akan tenang...''


Nayra mengangguk, sesegukan....


*************************


Pedro membeku, untuk sesaat ia merasa ini adalah mimpi yang menjadi nyata..bagaimana bisa dia melihat sosok Nada di depannya, Nada,..ia benar-benar mengenali istrinya sendiri...itu Nada, bahkan berkali-kali dia mendengar Bibi Widya dan lainnya memanggil nama Nada kepada wanita itu..


Jadi benar kalau yang datang adalah Nada...? Apa hubungan Nada dengan keluarga ini, mengapa dia memanggil bibi Widya dengan sebutan Ibu...?


Ada sejuta pertanyaan yang timbul di benak Pedro namun semua itu berusaha di tahannya hingga pria itu hanya bisa pasrah dan menunggu gilirannya bertanya kepada Nada..waktunya belum tepat karna Nayra...menghilang..


Berbicara tentang Nayra...apakah mungkin Nayra adalah,....?


jantung Pedro berdebar dengan kencang ketika membayangkan kemungkinan kalau Nayra mungkin adalah putrinya...?


Pedro menatap Nada yang masih menangis di dalam pelukan bibi dan juga Vanessa dan Valerie yang menghampirinya..dan menguatkan Nada..


Sosok Nada setelah 7 tahun berubah menjadi lebih dewasa, selain dia terlihat semakin cantik..aura keibuannya begitu terpancar hingga Pedro tanpa sadar tersenyum...rasa rindu yang sudah lama ia rasakan begitu memukul hatinya dengan kuat, berdiri di hadapannya wanita yang begitu dia cintai seumur hidupnya..wanita yang sangat cantik dan membuatnya tergila-gila dan tak pernah bisa dia lupakan,


''Maafkan ibu,....nak..ibu yang salah, mengapa tidak menunggunya di sekolah...''isak Widya dengan sesegukan..


Tubuh Nada melemah, hingga tersungkur jatuh....

__ADS_1


''Ibu....bagaimana bisa aku kehilangan putriku,....dia adalah hidupku ibu..''Nada semakin terisak..


''Kita akan mencarinya Nada..tenang saja...Nayra pasti akan di temukan dengan selamat..''ucap Vanessa dan Valerie mencoba menguatkan sosok Nada yang begitu hancur...


Satu persatu mendekatinya dan memberinya pelukan sebagai kekuatan, mulai dari ayah, adiknya, Dary dan Dars juga anak-anak...


Sampai akhirnya...sosok yang tak pernah di bayangkan Nada muncul di depan matanya...Pedro mendekatinya hingga membuat wajah Nada begitu syok....tubuhnya bergetar hebat melihat Pedro setelah 7 tahun berlalu...


''Nada...''


''Tidak........jangan mendekat...''


Hening.......


Semua saling memandang, mereka tidak menyangka kalau ternyata Pedro dan Nada saling mengenal...


''Nada...kau mengenal Pedro...dia adalah keponakan ibu...''


Deg!!!!!


''Apa....''


Nada memegang pelipisnya...semua informasi yang dia terima sangat memukul kesadarannya hingga membuat Nada tidak kuat menanggung semua perasaan di dalam dadanya...


''Arrghhh...''


Tubuhnya menjadi goyah dan nyaris jatuh, namun beruntung karna tubuhnya tidak menyentuh tanah, Pedro dengan sigap menahan tubuhnya tepat waktu..


Hening....


Airmata Nada menetes namun dia memilih memalingkan wajahnya ke arah lain,...hingga Pedro hanya menghela nafas...


''Akhirnya aku menemukanmu istriku...''


''Istri....'' desah Nada dengan isakan yang terurai dari matanya..


Sungguh keputusannya meninggalkan Pedro amat dia sesali selama ini...karna ia terus di hantui rasa bersalah, dia ingin kembali namun dia sangat takut kalau Pedro akan marah dan mengira dia benar-benar selingkuh..apalagi di saat yang sama..


Nada ternyata mengandung anak Pedro, yaitu Nayra...ia memilih menjauh dan menghilang, ia sungguh takut kembali dan mendapat kemarahan Pedro...


''Mengapa kau menangis Nada..apa kalian saling mengenal...'' tanya Widya yang mewakili rasa penasaran semua yang ada di tempat itu...


Pedro menoleh pada Nada yang hanya menangis, wanita muda itu tetaplah seperti seorang remaja setelah mereka berpisah, usianya 24 tahun sekarang, dia sudah cukup dewasa,...

__ADS_1


''Sebenarnya kami adalah..........''


__ADS_2