
Mengapa aku merasa berdebar, bukankah ini aneh..tidak...aku tidak ingin merasakan perasaan ini..bisakah aku tukar saja dengan satu rasa sakit....
Karna lebih baik bagiku adalah merasakan sakit dari pada merasakan cinta...tidak untukmu..aku takut jatuh cinta kepadamu....
******************************
Dokter menatap mata Dars dengan lekat.
''Nyonya Valeri mengalami peradangan di tenggorokannya, nyonya juga mengalami masalah pencernaan...jadi..''
Dars mendekat hingga sang dokter merasa tertekan..tajamnya tatapan Dars seakan menusuk jiwanya.
''Lalu dari semua penjelasan dokter istriku akan sembuh..''
''Yah..tapi harus di rawat inap untuk kami observasi...''
''Baiklah.....tap apakah semua baik-baik pada istriku..''
Dokterpun mengngguk...
''Dia sangat baik Dars..tapi hanya perlu istirahat...''
''Baiklah....terimakasih dokter..''
''Tentu tuan..''
Dokter melangkah dengan cepat menjauhi Dars yang tampak mempunyai aura menakutkan...
Sementara Dars tersenyum lega...Valerie hanya sakit radang biasa..Barron yang mendengarkan hal itu menjadi ikut lega, kini dia harus mencari tau semua tentang nyonya Valerie.
****************
Di dalam ruang perawatan...
Dars duduk di samping ranjang tempat Valerie berbaring..wanita itu masih tertidur dengan selang infus dan vitamin yang masih tertancap di tangannya, syukurlah panasnya sudah turun..sejak di pindahkan ke ruangan Dars tak pernah beranjak dari sana, dia tak ingin meninggalkan Valerie sendiri..
Teddy bear milik Valerie juga sudah di tempatkan di samping istrinya...Dars duduk disana sambil menatap layar ponselnya...tak lama kemudian,...Valerie mulai mengerang..dan akhirnya membuka mata..
Valerie membeku ketika melihat Dars duduk di samping ranjang dengan pandangan serius pada ponselnya, ia sepertinya tidak sadar kalau Valerie sudah terbangun..
Mengapa dia berada disini, mengapa dia bersikap seolah perduli..bukankah hal itu hanya membuat Valerie muak..astaga menjengkelkan sekali...Valerie menjadi tidak nyaman sekarang..
apalagi dia haus...namun menahan diri..
''Ehm,...''
Dars menoleh seketika dan terkejut ketika menyadari Valerie telah terbangun entah sejak kapan..
''Val...kau sudah...''
''Aku haus....''pinta Valerie dengan suara yang serak..
Dars pun bangkit mengambil minuman dan memberikannya pada Valerie, ah..segar sekali ketika air masuk ke tenggorokannya..Valerie pun menjadi lega...
Dars meletakan kembali air mineral dan menatap Valerie...
''Apa yang kau rasakan sekarang, apakah kau sudah lebih baik..''
__ADS_1
Valerie menganguk..
''Aku baik-baik saja..jadi kau bisa pulang sekarang..''
Wajah Dars berubah mengeras bukannya pergi ia malah duduk kembali kali ini memandang Valerie dengan lekat..
''Dengarkan aku sayang, aku adalah suamimu....aku ingin disini..''
''Apa kau sedang bercanda...''
''Tidak..''
''Apa yang kau rencanakan...''
''Tidak ada yang aku rencanakan Vall...''
Valerie tertawa kesal..
''Dars....jangan menakutiku...''
''Ssst..kau masih lemah jadi kau harus istirahat termasuk bibirmu..''lirik Dars penuh arti...
Valerie terdiam sebentar...tunggu dia tidak hamil bukan...tidak, Dars akan membunuhnya jika itu terjadi...apakah dia sedang berpura-pura baik saat ini..oh..Valerie takut sekali...
''Dengarkan aku Dars....aku tidak nyaman bersama denganmu, kau bisa mengutus pelayan untuk menjagaku dan aku akan baik-baik saja..''
Dars tampak tenang...
''Akulah yang akan menjagamu kau adalah istriku..''
Valerie menegakan tubuhnya dia ingin protes..
Dars lalu menyimpan ponselnya sembari bangkit dan mendekati Valerie...menatap kedalam matanya yang masih sayu...membayangkan tubuh lemah Valerie tadi membuatnya gila, kini wanitanya sudah bisa berdebat itu artinya dia baik-baik saja..tak ada yang lebih membahagiakan untuknya,..
''Valerie dengarkan aku...''
Dars baru saja ingin bicara, namun pintu ruangan terbuka seketika..dan tampak Mommy Rose, Daddy Jhon dan juga Dary muncul dan di mulailah drama tangisan sang Mommy..
''Oh....apa yang terjadi menantuku..''tangis Mommy Rose yang histeris hingga membuat Valerie sendiri terkejut...tubuhnya di peluk dengan erat oleh Mommy Rose..
''Apa kau baik-baik saja Valerie..apa yang Mommy bilang kau pasti menderita oleh kekejaman Dars...taukah kau Mommy sangat sedih...''
Dars memalingkan wajahnya dengan gusar, Mommy memang tak pernah menyerah..sementara Jhon tampak kesal..
''Hentikan Rose..jangan memulai drama dan kita harus mendengar apa yang terjadi..''
''Valerie...tinggalkan Dars..pilih aku sayang, aku bahkan tidak akan pernah membiarkanmu menderita apalagi sampai masuk rumah sakit..'' seru Dary tak tinggal diam..
Dars menoleh tajam...
''Jangan menguji kesabaranku Dary...''
''Kau pikir aku akan diam saja ketika kau menyakiti Valerie...aku tidak terima..''
Valerie menghela nafas...mengapa malah mereka bertengkar disini..bukankah dia butuh istirahat..? entah mengapa dia mulai kesal dengan Dary yang tak pernah ingin berhenti mendekatinya padahal dia sudah menikahi kakaknya..mana mungkin Valerie akan melemparkan tubuhnya pada dua kakak beradik ini sekaligus..Valerie memalingkan wajahnya..
''Cukup Dary...bukankah kau bersikap kurang ajar...Valerie adalah kakak iparmu sekarang, jadi kendalikan dirimu...''
__ADS_1
''Daddy....''
''Cukup.....kita datang untuk menyenangkan dan memberi dukungan pada Valerie dan Dars..bukan untuk membujuk untuk perpisahan...aku tak akan membiarkan pikiran jahat kalian berkembang...'' suara Jhon meninggi di dalam ruangan sehingga membuat ruangan menjadi hening seketika..
Valerie pun tersenyum lega, Daddy memang adalah yang terbaik, mendukungnya sejak awal....
Semua terdiam...
''Bagaimana keadaanmu anakku..''
''Aku....hanya mengalami radang dan juga gangguan pencernaan Dad...aku mengalami demam dan Dars membawaku ke rumah sakit..''
Rose menjadi kesal sendiri, begitu mendengar dari pelayan dirumah Dars kalau Valerie sakit dia berharap kalau Dars menyakiti Valerie dan ia bisa segera mengurus perceraian mereka demi Dary, betapa Rose frustasi...dia sudah berniat menjodohkan Dary dengan beberapa gadis namun Dary sma sekali menolak mereka dan hanya menginginkan Valerie...sial sekali..
''Syukurlah...kau sudah lebih baik, Dars...pehatikan lagi istrimu..makan dan minumnya...kau harus bisa mengawasinnya karna bagaimanapun dia adalah tanggung jawabmu sekarang..''ucap sang Daddy pada Dars..
''Aku mengerti Daddy...terimakasih..''
Valerie tanpa sadar ikut tersenyum ketika melihat wajah bahagia Dars ketika mendapat nasihat langsung dari Daddy..meski dia benci sekali...namun...tetap saja....kejadian ini indah di matanya...
Pandangan mata Dary mengarah pada Teddy bear yang di pegang Valerie...
''Kau sudah menemukan bonekamu kembali Val...''
Hening..
Dars mengangkat wajahnya menatap lurus pada boneka milik Valerie yang tengah di peluknya..
Entah mengapa jantung Dars berdebar kencang....
Valerie mengangkat teddy bear kecilnya dan menciumnya..
''Aku menemukannya lagi dalam edisi kusus di toko...aku benar-benar merindukannya..''bisik Valerie dengan mata berkaca-kaca..
Dars memegang dadanya...astaga mengapa dia berdebar begini...
Rose tampak penasaran...
''Apakah ada sejarah boneka itu Val..mengapa kau bilang merindukannya...''
Valerie mulai mengenang...matanya menjadi panas..
''Sebenarnya....boneka ini hanyalah boneka penggantiku Momm..milikku yang asli sudah aku berikan pada seseorang...''
Deg....
Deg......
Deg.........
Dars menajamkan tatapannya....
''Siapa...apakah kau mengenalnya Valerie...''
Valerie menggeleng...
''Aku tidak mengenalnya..saat itu usiaku masih 5 tahun...jadi aku melihat......''
__ADS_1
Mata Dars berkaca-kaca....
Valerie.............