
Malam harinya...
Nada melirik dari sudut matanya ketika Pedro sedang menyimpan beberapa pistol ke belakang punggungnya, Nada tak habis pikir mengapa pria ini harus menghiasi tubuhnya dengan banyaknya pistol disana, bahkan hanya dengan melihatnya saja Nada merinding.
''Apa kau mau mencoba menggunakan pistol ini..''
Suara berat Pedro menembus mata bening Nada yang tajam..gadis itu mengeraskan wajahnya, ia tidak bisa berhenti membenci pria ini..
''Aku bisa mencobanya..''Nada tertarik..
Kemudian bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Pedro yang sedang memegang pistol..dan pria ini meletakan pistol tanpa ragu di dalam genggaman tangan Nada, dan mulai mengajarkan cara Nada untuk memegang pistol dan gadis itu mendengarkannya dengan seksama tanpa ada satu informasipun yang tidak di hafalnya..
''Jadi kau harus menarik pelatuknya, arahkan ke sasaranmu lalu tembak, tubuhmu harus tegak...''bisik Pedro di telinga Nada...
Gadis itu mengangguk, namun ketika Pedro meminta pistolnya kembali....Nada malah melakukan sesuatu di luar dugaannya,...gadis itu mengarahkan tepat di kepala Pedro dengan sinar mata membara..
Hingga untuk beberapa saat, Pedro hanya bisa terdiam di tempatnya...
''Bagaimana kalau aku menembakmu sekarang, bukankah posisinya sangat pas...kau akan segera mati...''
Pedro tertawa hingga membuat Nada mengerutkan kening...walau tawa itu hanya sebentar, karna tatapan Pedro semakin mengeras...
''Coba saja...asal kau tau kalau aku bahkan akan menghindar...''
Pedro mendekat sementara Nada bergerak mundur,....matanya berkaca-kaca...
''Mengapa.....mengapa kau tidak ingin menghindar..''
Sementara pistol masih tertahan di udara, hingga keduanya bertatapan..tajam..
Pedro tersenyum terus mendekati Nada...
''Kau tau sejak aku kecil aku kehilangan orang tua...dan aku tak pernah merasa memiliki seseorang seperti perasaanku padamu Nada..''
''Apa.......''
Hati Nada bergetar.....sungguh, ia tak tau mengapa, apakah persamaan nasib di antara mereka yang membuatnya meragu,...dia mencari kebohongan di mata pria ini namun dia tidak mendapatkannya karna apa yang di katakan Pedro seperti kenyataan dan itu sangat menyakitkan untuk Nada..hingga jemarinya gemetar masih memandang Pedro yang kini menempelkan tubuhnya di depan pistol yang di pegang Nada, jika Nada mau inilah saatnya dia menembak Pedro dan semuanya selesai.
''Mengapa kau tidak menembak..ayo lakukan saja...''
Namun yang di lakukan Nada malah sebaliknya...pistol yang di pegangnya di turunkan karna Nada tak sanggup melakukannya...
Dan sesaat kemudian Pedro meraih tubuh Nada ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat...hingga isakan Nada pecah di dalam pelukan Pedro, tanpa bicara dan hanya menangis..
__ADS_1
''Nada.......''
''Aku tetap membencimu...aku sangat membencimu...Pedro..''
''Yah....aku akan pergi dan kau apakah tetap memelihara kebencianmu padaku..'' bisik Pedro lembut dan semakin memeluk Nada..
Dari awal pertemuan dia sudah jatuh cinta dan pria itu tak bisa berhenti untuk memikirkan gadis ini hingga dia melakukan sesuatu yang seharunya tidak di lakukannya..namun semua sudah terjadi dan Pedro hanya ingin cepat menikah dengan gadis ini...
''Pergi dan jangan kembali..''ucap Nada di dalam pelukannya..
''Wow...''
Pria itu menjauhkan tubuh Nada sembari menjebaknya dalam pelukan.
''Bukankah kata-kata itu sangat kejam...jika aku tak kembali bagaimana denganmu...apakah aku akan membiarkanmu di kelilingi hiu penjaga pulau..''
Pedro menemukan senyum Nada dan itu melegakan dirinya..sungguh,
''Aku akan meminta Adam membawaku pulang..''balas Nada ketus..
Kata-katanya membuat Pedro gemas karna itu sang pria kembali melum** bibir Nada dengan lembut lalu melepaskannya..
''Mari kita liat...apakah aku akan kembali atau tidak...''
Ketukan di pintu membuat Nada dan Pedro menoleh....pria itu mengulurkan tangan pada Nada yang beku di tempatnya, karna tak sabar..Pedro mendekat dan setengah menarik Nada untuk mengikuti langkahnya..
''Ayolah aku senang jika kau melihatku pergi dan jika aku beruntung aku bisa menemukan lambaian tanganmu Nada..''bisik Pedro penuh harap.
Nada hanya diam dan menatap genggaman tangan mereka disana, tak lama kemudian ia menaikan sudut bibirnya sedikit tersenyum..yah...anggaplah dia gila, tapi...Nada merasa tersentuh dengan semua perlakuan Pedro kepadanya, pendekatannya..
Selama ini Nada selalu merindukan kasih sayang kedua orang tuanya, ibunya meninggal ketika dia masih kecil dan sudah punya ibu tiri yang sedikit keras,...Nada juga jarang mendapatkan kasih sayang ayahnya karna ayah..lebih sering menghabiskan waktu dengan ibunya..
Namun...sikap Pedro serasa mengisi rasa kosong di hati Nada, yah.....pria ini sangat tampan juga sikapnya yang manis...apalagi dia memperlakukan Nada dengan baik..
Mereka keluar dari kamar, dan langsung berhadapan dengan Adam yang menundukan kepalanya..
''Pesawat sudah siap tuan Pedro..''
''Yah.....aku akan pergi...''
Pedro menarik Nada bersamanya dan merasa lega, karna Nada mengeratkan gengaman tangan mereka apakah gadis ini tidak sadar melakukannya...? Apapun itu Pedro menikmatinya..
Hingga mereka sampai di bandara kecil di pulau itu dan Pedro harus melepaskan genggaman tangannya...ia menoleh...
__ADS_1
''Aku harus pergi...''
Nada memandang pegangan tangan mereka dengan anggukan kepala, ketika dia ingin melepaskan pegangan itu, Pedro kembali menariknya mendekat, menyentuh bahunya sedikit menekan disana...
''Nada....bisakah aku memintamu untuk menungguku....''
Hening.....
''Apakah kau tidak terlalu percaya diri mengatakannya..''
''Tidak...aku sangat percaya diri Nada...kau tak bisa lepas dariku itu pasti....dan aku akan terus menuntut hatimu agar menerimaku, aku tidak menerima penolakan Nada....'' bisik Pedro tersenyum..
''Terserah...''balas Nada dengan suara yang pasrah..
Pedro lalu akhirnya melepaskan pegangannya setelah mengecup kening Nada....
''Aku harus pergi dan tolong, jangan mengutukku di dalam hatimu..''bisik Pedro lembut..
Ucapan itu sontak membuat Nada tersenyum....
''Kau sangat cantik, sebagai milikku..''bisik Pedro lalu melepaskan pegangannya..
Hatinya sungguh berat meninggalkan Nada namun belum saatnya Pedro mengenalkan Nada pada keluarganya..
Mungkin setelah menikah dia akan melakukannya..
Pedro lalu membalikan tubuhnya dan melangkah menjauhi Nada yang masih berdiri tak jauh dari sana dan memeluk tubuhnya sendiri, sementara itu Adam menatap Nada dari belakang..
Mereka menunggu hingga pesawat mulai lepas landas dan Nada menatap ke arah kaca jendela milik Pedro dan sesaat kemudian Nada mengangkat tangannya dan melambai disana...
Deg!!!!
Di atas pesawat, Pedro tersenyum dan menempelkan tangannya di kaca dengan mata yang yang berkaca-kaca, mengapa dia jatuh cinta secepat ini pada Nada,...dia harap semua urusannya selesai dan ia kembali untuk menikahi Nada...
Sedangkan...
Di bawah Nada menurunkan tangannya ketika pesawat mulai terbang jauh...ada rasa kosong di dalam hatinya..entah mengapa...
Gadis itu segera berbalik dan menemukan Adam berdiri di hadapannya..
''Adam........''
''Aku ingin bicara....Nada..''desisnya mengepalkan tangan...
__ADS_1