
Bulan berganti bulan menjadi tahun, dan tepatnya sudah 7 tahun Nada menghilang dari sisihnya pergi dengan membawa harapan dan juga angannya tentang pernikahan indah, sosok Nada seolah hilang di telan bumi sementara...Pedro merasa hilang separuh hidupnya..
ia berhenti total menjadi seorang Mafia, dan memilih membuka sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik Dars juga Dary..pria itu lalu memilih apartemen sebagai tempat tinggalnya meski begitu, dia masih sering mengunjungi keponakannya dari Vanessa dan yang tampan dan bermain bersama dengannya..juga sekaligus melihat bibi Widya dan suaminya..juga putra mereka Daness yang kini telah berusia 10 tahun. Meski setiap kali melihat mereka hatinya teramat perih membayangkan jika saja, Nada tidak melarikan diri maka, ia juga sudah punya anak..mungkin usianya sudah 7 tahun.
Pedro hanya menghabiskan waktunya tak tentu arah dan selalu tenggelam dalam minuman keras...
*****************
Sementara hal berbeda di tunjukan oleh, Nada...dia sudah hampir selesai kuliah bisnis, di samping itu hubungannya dengan kedua orangtuanya mulai membaik termasuk ibu tirinya Widya..semua itu bermula ketika 7 tahun lalu dia melahirkan seorang putri yang di beri nama, Nayra...dan yang menamakan Nayra adalah sang ibu tiri..karna di rumah anak Vanessa adalah dua laki-laki di tambah anak Dars juga laki-laki maka hati Widya begitu senang ketika Nada melahirkan cucu perempuan baginya,.
Nayra sangat cantik dan cerewet..ketika dia berbicara sangat lucu dan mengikuti gaya Widya...
''Biarkan kami membawanya lebih dahulu Nada, kau kan akan pulang bulan depan...''bujuk Widya sambil menyisir rambut Nayra yang begitu halus dan sedikit ikal di bawahnya..
Nada hanya mengangguk pasrah ketika sang ibu tiri dan juga ayahnya akhirnya membujuknya, dia tengah menyelesaikan tahap akhir kuliahnya dan akan selesai bulan depan setelah itu Nada akan kembali ke negaranya..dan masuk ke perusahaan milik ayahnya bersama sang kakak Vanessa.
Nada hanya mengangguk pasrah...
''Baiiklah...Nay,...apakah Nay mau lebih dahulu pulang bersama Granpa dan Granny..''
''Yah Mom...aku kesepian disini, kata Grany disana aku bisa bermain bersama kak Damian dan juga kak Zoe..''ucap Nay yang tak sabar,.
Nada menghela nafas, Damian adalah putra kak Valerie dan juga kak Dars, sedangkan kak Zoe adalah putra kak Vanessa dan juga kak Dary....
''Apakah kau melupakan paman Daness...''bisik Nada mencium putri kecilnya yang cantik..
''Aku merindukan paman kecilku juga,....''Nay tersenyum malu.
Nada pun mengangguk patuh,
''Baiklah bu....bawalah Nay pulang lebih dahulu dan aku akan menyusul nanti..setelah semuanya benar-benar selesai..''ucap Nada tersenyum..
Widya begitu bahagia...
__ADS_1
''Nay..bilang pada Granpa...kita akan pulang hari ini juga..''bisik Widya tak sabar..
''Asyik.....''
Nay melompat senang dan mulai berlari menuju pintu untuk menemui Granpa Sebastian yang sedang menonton televisi..
Widya menatap Nada yang sedang merias dirinya di cermin, masih di ingatnya ketika 7 tahun lalu Widya mendapat kabar keberadaan Nada, lalu dirinya bersama dengan Sebastian, menyusul ke negara ini untuk menemui putrinya, sejak kepergian Nada rasa bersalah memenuhi hati Widya, ia semakin bertambah umur dan lagi Vanessa putrinya terus memberinya nasihat agar berhenti bersikap kejam kepada Nada..bagaimanapun dia adalah putri kandung ayahnya Sebastian yang baik hati dan memberi perhatian penuh..
Widya dan Sebastian menemukan Nada dalam keadaan hamil, ada cincin pernikahan namun Nada tidak menyebut dengan siapa dia menikah, putrinya hanya bilang dia sudah bercerai...dan ingin membesarkan putrinya sendirian karna itu Widya dan juga Sebastian hanya bisa mendukung keputusan Nada apalagi ketika melihat Nayra begitu cantik dan menyentuh hati Widya yang keras selama ini..
Nada yang menyadari sang ibu hanya menatapnya dalam lamunan menghentikan polesan di wajahnya..ia melirik dari cermin dan berdehem..
''Ibu..mengapa menatapku seperti itu..''
Widya tersenyum dengan mata berkaca-kaca..
''Melihatmu sejauh ini ibu sangat bangga anakku...''
''Ibu.....''
''Ibu....terimakasih telah bangga padaku, aku ingin ibu tau kalau aku sangat bahagia.mendapat cintamu..''
''Ibu menyakitimu dengan sangat dalam Nada dan ibu tak menyangka kalau kau akan mempunyai hati yang luas dan memaafkan ibu..''
''Ibu ingat kalau aku juga mencintaimu....ibu...aku sangat mencintaimu...dan aku harap ibu bisa bahagia sepanjang hidupmu...semua kemarahan dan dendam semua telah aku kubur setelah kelahiran Nayra, aku ingin hidup baru...aku ingin hidup bahagia bersama keluargaku.''
Airmata Widya menetes di wajahnya, sesaat kemudian ia meraih tubuh Nada dan memeluknya dengan erat, tangisan pun pecah dalam kamar yang sepi ..
''Mulai sekarang ibu akan melindungimu dan Nayra...terimakasih kau memberi kami hadiah di masa tua yaitu cucu yang cantik...dia sangat cantik dan menjadi cahaya dalam rumah kita nanti sayang...''
''Tentu Ibu....tentu saja...''
Disaat yang sama pintu kamar terbuka dan sosok Sebastian muncul bersama Nayra...keduanya saling menatap...
__ADS_1
''Granpa.....mengapa Granny dan Mommy menangis...''tanya Nayra di wajah polosnya..
Sebastian segera menarik Nayra keluar dari kamar dan membawa cucunya menuju kamar milik Sebastian untuk terus merapikan barang-barangnya..
Sebastian bahagia ketika melihat di depan matanya istri dan juga anaknya berdamai tentu saja, ketika Nayra lahir Widya langsung jatuh cinta dan merubah semua sikapnya..dia menjadi bucin pada cucu perempuannya sendiri..
''Nayra,....Granny hanya memberikan pelukan perpisahan untuk Mommy Nada..kita akan berangkat besok pagi...''
''Yey....aku tak sabar lagi bertemu semua saudaraku disana..''
''Tentu sayang....''balas Sebastian dengan senyuman bahagia.
***************
Akhirnya waktu yang di tunggu datang, Widya juga Sebastian kembali ke negara asal mereka dengan membawa sebuah hadiah cantik yang akan menjadi kebanggaan keluarga mereka..
Nayra adalah anak yang menyenangkan dan cantik, dia juga pengertian itu sebabnya Widya sangat mencintainya.
Mereka sampai di negara asal, lalu sudah di jemput oleh kedua saudaranya Daness dan juga Zoe...
Di perjumpaan pertama, Nayra sudah mencuri hati Vanessa, wanita itu langsung memeluk erat tubuh Nayra..
''Kau cantik sekali sayang, tidur dirumah kakak dan bermain bersama Zoe...''
''No...Nayra akan tetap di rumah ibu, lagi pula dia akan memulai sekolah bersama Daness pamannya..''ucap Widya tegas..
''Ibu....serakah sekali...'' jerit Vanessa kesal..
Widya lalu mendekati Zoe...bagaimana kalau kau tidur dirumah Granny....dan bermain bersama adikkmu..''goda Widya tersenyum..
''Baiklah..mungkin aku akan mengajak Dami....''
''Oh...Damian tak suka keramaian sayang.'' Vanessa menghela nafas..
__ADS_1
''Non Ma...Damian akan ikut....''ucap Zoe tersenyum menatap Nayra..