
Vanessa tetap melangkah menuju pintu tak perduli bagaimanapun ia di hentikan..
''Vanessa....''
Vanessa sontak menoleh dan menyipitkan matanya dengan tajam..
''Aku sedang kesal sekarang Valerie,....aku sudah tidak tahan...''
Valerie sebenarnya baru keluar dari toilet ketika ia menatap Vanessa yang sedang memandang foto keluarga mereka dengan tatapan tajam, di saat yang sama Valerie baru menyadari kalau ada yang berbeda dari tatapan Vanesa tentu saja,tadi dia melihat jelas gadis ini tersenyum namun tidak di sangka oleh Valerie jika hati dan apa yang di perlihatkan oleh Vanessa berbeda...
Wanita itu mendekati Vanessa yang sedang terdiam seakan menahan rasa sesak di dadanya...Valerie tentu sudah berpengalaman menghadapi kedua kembaran Dary dan Dars...jadi paling tidak dia sudah tau sifat mereka masing-masing.
''Apa yang sedang kau sembunyikan di dalam hatimu Vanessa...dengarkan aku, kita mungkin baru kenal...aku juga tidak bisa menjanjikan diriku bahwa aku bisa menjaga rahasia...aku juga anak tunggal dan tidak punya teman...dan ketika aku melihatmu menolongku, saat itu juga aku merasa kalau kita dekat dan aku merasa aku telah menjadi temanmu...aku benar-benar ingin menolongmu juga Vanessa...''
Vanessa merasa sedikit lega entah mengapa, tatapan Valerie, senyuman teduhnya,..menandakan kalau benar dia adalah wanita yang baik dan bisa menjaga rahasia..perasaan Valerie terasa penuh dan rasanya dia benar-benar butuh di dengar saat ini...
Vanesa masih terdiam, ketika Valerie menyentuh jemarinya..
''Aku punya tempat khusus di rumah ini...kita bisa bicara disana tanpa rasa terganggu...bagaimana kalau kau ikut aku sekarang..''ucap Valerie dengan nada lembut..
''Baiklah....''
Vanessa menurut, ia juga tak bisa pergi dalam keadaan marah atau dia akan melampiaskan kemarahannya di jalan atau sembarang orang dan akibatnya juga fatal.
Sementara...
Para ibu tengah berpesta bersama geng arisan mereka, baik Rose dan Widya sedang asyik bercerita rencana penyatuan kedua anak mereka masing-masing, bahkan mereka sudah membahas drescod apa yang nanti di pakai para geng mereka, Dary dan juga Dars sedang bersama beberapa teman bisnis mereka dan Valerie pikir ini waktu yang tepat untuk menculik Vanessa sebentar..
***********
Cerita itu mengalir dari bibir Vanessa tanpa ada yang terlewatkan, ia sampai sesegukan ketika menceritakan kisah pertemuannya dengan Dary dan juga bagaimana pria itu menjebaknya dengan kejam...
''Aku sangat membencinya...dan bagaimana bisa dia melakukan itu, memberi pengumuman pada semua orang kalau kami adalah kekasih yang saling mencintai dan akan segera menikah..bagaimana bisa dia melakukan itu padaku Vall...dia pria yang sudah menghancurkan hidupku..''isak Vanessa dengan suara yang bergetar...
Valerie cukup terkejut karna yang dia tau Dary berbeda dengan yang dia kenal dulu, kalau Dars memang kejam tapi Dary adalah pria yang berbeda...
''Menangislah jika itu akan membuatmu lega Valerie,..''
__ADS_1
''Katakan aku harus bagaimana...katakan Valerie...aku tak akan bisa menerima pernikahan ini tapi dia menjebakku..''
Tangis Vanessa pecah saat itu juga dan membuat Valerie hanya bisa memeluknya dengan erat..
''Vanessa tenanglah....''
''Bagaimana aku bisa tenang Valerie..kisahmu berbeda kau dan suamimu saling mencintai kalian terlihat bahagia dan itu berbeda jika kau membandingkannya denghanku..''isak Vanessa dengan suara serak..
''Kau tidak tau apa yang telah aku jalani selama ini sebelum aku menemukan kebahagiaan Vanessa..kau tidak tau bagaimana menjadi aku...kau tidak tau apapun Vanessa..''
Vanessa mengerutkan keningnya dan tertegun...melihat Valerie yang sempurna sungguh tak menyangka jika dia juga mengalami hal yang nyaris sama dengannya..
Valerie tersenyum..
''Aku akan menyebutkan ini sebagai rahasia seorang teman..''
''Rahasia seorang teman..''ulang Vanessa mulai sedikit tenang..
''Yah...kita adalah teman sekarang, mau tidak mau kita berhubungan dengan dua saudara kembar...jadi aku ingin mengatakan segalanya padamu Vanessa...aku mengenal benar siapa Dary..''
Valerie terkekeh...mendengar ucapan Vanessa yang di rasa lucu olehnya..
''Sebenarnya aku adalah kekasih Dary...sebelum menikah dengan Dars..''ucap Valerie jujur..
Dan pernyataan jujur Valerie membuat Vanessa sungguh terkejut..
''Bagaimana bisa...''
Valerie tersenyum lagi sebelum menjelaskan..
''Hubunganku dan Dary berlangsung selama dua tahun, kami hampir menikah namun sepertinya kami bukan jodoh...Dars merebutku dari kekasihku sendiri yaitu Dary...''
''Apa...'' mata Vanessa membulat sempurna..ia sama sekali tak menyangka kalau Dary dan Valerie pernah menjadi sepasang kekasih.
Valerie melanjutkan perkataannya..
''Saat itu aku membenci Dars seperti kau membenci Dary saat ini...dia memaksaku menikah ketika Dary sedang kecelakaan...ketika aku sadar semuanya terlambat...walau pada akhirnya aku menyerah dan mencintai Dars Dalton....dan perlu kau ingat sesuatu Vanessa, antara aku dan Dary saat ini kami adalah kakak adik yang akan saling mendukung,.''
__ADS_1
Vanessa tampak syok mendengar ucapan Valerie, memang benar nasibnya sama persis dengan yang di alami Valerie..gadis itu kembali mendengar perkataan Valerie.
''Tapi selama menjadi kekasihnya Dary tak pernah melakukan sesuatu di luar kendali apalagi bersikap posesif seperti yang kau katakan...''
''Mungkin kau beruntung karna dia tak melakukan sikap posesif padamu..Valerie..''ucap Vanessa mengeluh..
''Jika dia bersikap seperti itu mungkin dia takut kehilanganmu..mungkin saja dia sudah mencintaimu hanya saja dia belum sadar semuanya, Vanessa.''
''Seperti kau yang butuh waktu Valerie aku juga sama...aku bahkan tidak membayangkan akan memiliki masa depan bersama dengannya..''ucap Vanessa tegas..
''Vanessa...aku mengrti perasaanmu kau marah, harga dirimu tersakiti karna aku pun merasakan hal yang sama.....tapi satu hal yang aku yakini kalau Dary pasti sangat mencintaimu jadi dia ingin mengikatmu segera..''
''Dia sengaja melakukannya karna egonya Vall...aku yakin sekali..berbeda denganmu yang dia cintai namun aku...hanya sebuah pelampiasan dan aku tak akan pernah menerimanya..''
''Kau tak bisa lari darinya Vanessa...''
Vanesa menutup wajahnya dengan tangan..tanda dia sangat stres dengan semua yang terjadi dengannya..
''Lalu menurutmu aku menerima saja menjadi istrinya,...tidak...aku tak bisa menerimanya...''
''Vanessa dengarkan aku....jika kau ingin menenangkan diri itu wajar, namun ketika kau ingin pergi darinya itu hal yang berbeda....Dars maupun Dary, adalah kembar yang punya obsesi yang sama..mungkin dulu dia tidak bersikap posesif padaku karna cintanya belum terlalu dalam..tapi denganmu berbeda..cara dia menatapmu membuatku sadar Dary telah menemukan belahan jiwanya...kau harus mengerti jika mungkin kalian adalah jodoh yang sebenarnya..''
Vanessa terdiam sebentar meresapi kata-kata Valeerie kepadanya meski dia masih belum percaya...
''Terimakasih Valerie...aku merasa lebih baik bicara denganmu...''
''Kita akan menjadi saudara ipar jika kau menikah dengan Dary....dan aku ingin kau tau aku akan selalu di sisihmu dan mendukungmu Vanessa...''ucap Valerie tersenyum...
Vanessa mengangguk dengan mata yang basah walau ia lega namun belum bisa menyerah...
******
Setelah pembicaraan itu, Valerie mengajak Vanessa keluar dari kamar dan bergabung dengan para tamu...
Vanessa menyapu pandangan di sekelilingnya menyadari tawa sang ibu yang kencang dan bahagia...gadis itu pun menghela nafas...
Mengapa dia merasa asing di tempat ini..mengapa masih ada yang mengganjal di hatinya...?
__ADS_1