
Kandungan Valerie semakin besar dan ia semakin terlihat menggemaskan di mata Dars...seperti malam ini..
Dars sengaja memindahkan pekerjaannya dirumah karna Valerie mengeluh dan bersikap manja kali ini dan membuat pria itu mengalah..
Sejak tadi Valerie hanya makan camilan miliknya sambil sesekali mencuri pandang pada Dars yang sedang bekerja dan hal itu cukup menggelikan dan membuat Dars ia sedikit tidak nyaman..meski ia sedang di perhatikan istrinya sendiri..karna Dary tak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.. Valerie sesekali menatapnya dan tertawa kecil..
Beberapa kali Dars mengangkat muka namun yang ada Valedie menatap ponselnya..
hingga membuat pria itu tak tahan..mengalihkan pandangannya sejenak dari labtopnya pria itu menatap Valerie dengan gemas..
Tubuh Valerie lebih berisi pada tempatnya..karna dia mengandung bayi kembar jadi Valerie bahkan tidak bisa menahan laju pipinya yang mulai montok..
''Hentikan sayang...''bisik Dars tersenyum tipis..
''Aku tidak melakukan apapun, aku juga tidak mengganggu kalau itu maksudmu tuan Dars Dalton...aku..benar-benar tak bersalah..''ucap Valerie dengan tatapan tak berdosanya.
Sementara Dars lalu bangkit dari tempat duduknya dan mendekati Valerie yang sedang bersandar di sofa lalu mendekatkan wajahnya..
''Kau mulai sengaja memancingku...''
Dars mengecup bibir Valerie yang memerah...dahinya mereka bertautan dan saling menggenggam tangan..
''Bagaimana apa kau baik-baik saja sayang...apa kau lelah..''
Valerie menggeleng sembari membiarkan Dars mengusap perutnya dengan lembut...keduanya bertatapan..
''Aku bahagia,...''
''Bahagia...''ulang Dars tak melepaskan tatapan dari Valerie sedikitpun..
''Yah....kau menjadi pria yang sangat manis dan aku senang....kau menghabiskan waktu dirumah denganku..''
''Tentu...aku sudah mengatakan kalau aku menyerahkan hidupku untukmu dan anak kita...''
''Yah...itu bagus....tapi sayang...apakah kau pernah berpikir kalau suatu saat kau bisa berdamai dengan Dary...''
Dars terdiam sebentar lalu kembali tersenyum....
''Aku menunggu waktu yang tepat...Dary masih menghindar dan aku pikir aku harus membiarkan dia waktu untuknya berdamai dengan dirinya sendiri dan menerima keadaan...''
Valerie mengangguk...
''Aku selalu mendoakannya agar bertemu dengan seseorang yang baik yang bisa membuat dia bahagia..''
Dars tersenyum penuh harap...meraih Valerie bersandar di pelukannya dan mendekapnya dengann erat...
''Aku yakin waktu itu akan datang,...''balas Dars..
''Aku juga yakin....oya Dars..bisakah aku memulai bisnis jika anak kita lahir..''
Dars membeku sesaat..
__ADS_1
''Bagaimana kalau kita bicara itu nanti....tapi aku adalah pria yang cemburu dan ada banyak persyaratan ketika kau ingin bekerja sayangku...''
Valerie memasang ekspresi cemberut..
''Aku kan membantumu....''
''Tidak...aku bisa menghidupimu aku masih mampu...jika itu maksudmu sayang...tapi jika kau ingin menjadi wanita karier maka itu tidak jadi masalah asal kau benar-benar memenuhi persyaratan yang aku ajukan dan pertama-tama kau harus menunggu si kembar berusia 10 tahun...''
''10 tahun...''ulang Valerie seakan tak percaya..
''Yah...''
''Mengapa harus 10 tahun...itu terlalu lama...aku akan berusia 34 tahun dan akan sangat terlambat memulai semuanya...katakan hal yang paling masuk akal agar aku mengerti.''
Dars menatap Valerie dengan pandangan serius...
''Aku tak mau anakku kekurangan kasih sayang itu saja....aku tak mau nasibku akan sama dengan anak-anakku...''
Deg!!!
Perkataan serius Dars menyentuh hati Valerie yang terdalam dan membuat Wanita itu merasa sedikit bersalah karna tidak peka...
Bahkan Dars memindahkan pekerjaannya dirumah agar bisa dekat dengannya malah dia meminta hal yang kejam...
Valerie yang merasa bersalah lalu memeluk sang suami dengan erat...membiarkan tubuh mereka menyatu..mata Valerie berkaca-kaca...ia melupakan trauma yang di alami Dars..dan menjadi bingung bagaimana bersikap...?
''Aku..lapar..bagaimana kalau kita makan diluar...''
''Apa yang anakku inginkan...''bisiknya dengan suara yang berat....
''Sesuatu yang pedas...''gumam Valerie tak sabar...
Namun Dars menatapnya dengan tajam...
''Apa maksudmu Vall...''
''Ya ampun aku cuma bercanda..kau serius sekali..''tawa Valerie dan membuat Dars hanya menggeleng...Valerie suka sekali memancingnya agar marah...
Pria itu akhirnya tersenyum....
********
Vanessa sudah keluar dari rumah bibinya, syukurlah ijasah dan surat-surat penting lainnya telah dia simpan di loker khusus miliknya dan dia telang mengambilnya..
Vanessa lalu memesan sebuah kamar kecil yang berada di tengah kota untuk mencari pekerjaan, dan sisanya untuk makan dan berbagai kebutuhan lainnya..
Vanessa menatap kartu nama milik Dary Dalton dan mencibir,...dia orang kaya dan pasti tak akan butuh uang 10 jutanya kembali..
Vanessa lalu membaringkan tubuhnya di kasur kamarnya yang tipis...dia harus menghemat pengeluarkan sebelum mendapatkan pekerjaan atau dia akan hancur di kota besar ini..
Tak berapa lama kemudian...ada pesan dari temannya yang sudah lebih dahulu bekerja di sini...
__ADS_1
Ada lowongan sebagai CS atau Cleaning Servis di perusahaannya Group D...dan Vanessa diminta segera menyiapkan beberapa dokumennya untuk masuk kerja...karna hanya sisah 1 orang yang di butuhkan..Dengan tanggap Vanessa langsung mengiyakan ajakan temannya, dia butuh pekerjaan untuk bertahan hidup...lalu mencari ibunya...jika ibu tak ada di kota ini maka Vanessa akan pindah kota...
''Aku akan menyiapkan dokumentku Reni..''balas Vanessa dengan cepat..
********
Akhirnya hari yang di tentukan oleh Reni datang, mereka bersama-sama mengantar lamaran pekerjaan ke perusahaan D..setelah kembali dari sana, Vanessa dan Reni masih menyempatkan diri untuk mampir di salah satu toko eskrim dan makan disana...
''Jadi kau sudah pergi dari rumah bibimu..''
''Yah...bayangkan saja dia mau menikahkanku dengan pria yang jauh lebih tua...bukankah dia sangat kejam..''
''Bibimu tak pernah baik..astaga...aku merasa kesal hanya dengan mendengar ceritamu..Vanessa...''
Vanessa menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi...lalu membuang pandangan di jendela...
''Aku ingin segera bertemu ibuku...''
''Ibumu...''ulang Reni...
Dan pandangan Vanessa berhenti pada pasangan suami istri yang sedang melangkah menuju parkiran...matanya melebar dengan senyuman..
Seketika dia berdiri dan menatap penuh binar bahagia..
''Ibu....itu adalah Ibu...''ucapnya dengan bibir gemetar...
Reni juga tak kalah terkejut dan mengikuti pandangan Vanessa...
dan membenarkan dia adalah ibu Vanessa yaitu nyonya Widya....dan di sampingnya adalah seorang pemilik Group W....dan mereka suami istri..
''Vaness....''
Kata-kata Reni menggantung ketika Vanessa sudah berlari keluar dan mengejar sang ibu yang akan menaiki mobil...
Jantung Vanessa berdebar bahagia ketika dia melihat wanita yang telah melahirkan dirinya...hal itu sungguh membuatnya begitu bahagia..akan dia buktikan bahwa ibunya tidak selingkuh dan perkataan sang Bibi salah...
Ibunya menjaga kesetiaan...
''Ibu.....'' jerit Vanessa dengan senyuman yang cerah di wajahnya...walau itu tidak lama...
Senyumnya menguap menyadari sang ibu sedang menggendong seorang anak kecil berusia 5 tahun dan di sampingnya ada seorang gadis remaja yang menatapnya dengan kerutan di dahinya...
Melihat sebuah keluarga baru di depannya membuat Vanessa menjadi sedih dan hancur...
Ibunya telah menikah lagi dan hidup kaya raya...itu yang terlintas ketika melihat sosok sang ibu yang saat ini berada di depannya...
Tidak mungkin...
Airmata Vanessa menetes dan membalikan tubuhnya...
''Vanessa Widya....''ucap wanita itu dengan suara bergetar....
__ADS_1