Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Dary Yang Tak Rela


__ADS_3

Jhon berdiri di antara para putranya yang saling berhadapan dengan tatapan membunuh, hancur hatinya menyadari dendam itu sudah seperti jurang dalam dan lebar yang tak bisa di satukan lagi..


''Aku tak akan pernah membiarkan kau menghancurkan keluargaku Dary...jika sekali lagi kau ikut campur maka aku tak akan membiarkanmu..''


Dars mengepalkan tgangannya lalu membalikan tubuhnya hendak melangkah pergi...


''Semua ini karna dirimu...aku mencintai Valerie...kembalikan dia padaku baru aku akan mengalah padamu Dars...''


Dars membalikan tubuhnya dan tersenyum...sambil melirik sang Daddy yang tampak hancur....


''Sampai kapanpun Valerie adalah milikku kau tak bisa merubah kenyataan itu Dary...''


''Kau....''


''Cukup Dary.....cukup....bukankah kau sudah keterlaluan..jika sekali lagi kau mengatakan hal yang tidak masuk akal maka Daddy tak akan tinggal diam...kau dengar itu..''ucap Jhon penuh peringatan..


Dary hanya mengerang marah menyimpan luka di dalam hatinya..


Sementara Dars mendekati sang Daddy hingga keduanya saling menatap..


''Aku mengadakan makan malam besok, aku harap semua keluarga hadir karna aku akan punya kabar gembira...''


''Kabar gembira...''ulang Jhon tampak antusias...


Mungkin saja anak dan menantunya sudah berdamai..bukankah itu adalah kabar paling membahagiakan...?


''Baik...kami akan datang Dars...''


''Aku menunggu Dadd...dan untukmu Dary..berhentilah...bukankah kau harus berpikir dewasa saat ini...Valerie bukanlah milikmu dia adalah milikku..tak akan ada yang mampu merubah kenyataan itu..''


Dars lalu membalikan tubuhnya dan melangkah meninggalkan ruangan, meninggalkan Dary di wajah tak relanya..ia sungguh masih tak terima karna Dars telah menghancurkan hidupnya..


''Biar bagaimanapun kalian adalah saudara, jadi Dary,...berhentilah...menyerahlah soal Valerie karna dia kakak iparmu sekarang..''


Ucap Jhon membujuk sang anak..namun Dary masih saja tak terima..tentu saja, jika Dars tidak merebut Valerie mungkin saja...dia dan Valerie sudah bahagia...sudah bahagia...


***********


Valerie dan Vania memutuskan berjalan-jalan sebentar dan mampir ke sebuah Mall terbesar di kota itu..keduanya berkeliling sambil berbelanja..


''Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku Van,....kau tau aku merasa lebih berat sekarang..''keluh Valerie memperlihatkan tubuhnya dengan wajah sedikit kesal..tentu saja selama ini Valerie sudah menjaga bentuk tubuhnya agar terlihat ideal..bukan karna ingin menyenangkan Dars namun lebih kepada kepuasan dirinya sendiri ketika menatap cermin atau mengagumi dirinya ketika memakai pakaian..


Vania mendekat ikut membenarkan, tubuh Valerie yang terlihat lebih berisi...


''Kau pasti terlalu bahagia,....kata orang pernikahan bahagia akan membuat kita akan semakin subur...''


''Apa kau sedang bercanda...aku tidak mau, alasan itu tidak masuk akal Van...''


Vania terkekeh sambil memeluk Valerie dan mengobati rasa kecewanya, Valerie tadi ingin mencoba sebuah gaun tapi ukurannya tidak pas dan ia harus rela melepaskan gaun yang indah itu...


''Aku kesal sekali Van....''keluh Valerie tak terima..

__ADS_1


Vania hanya mampu membujuk sang sahabat...


''Bagaimana kalau kita makan dulu...''


''Aku tidak mau..''Valerie menggeleng enggan...


Sementara itu Vania terus membujuk..


''Kau boleh memilih menu diet bagaimana..ayolah...aku sudah lapar sekali..''pinta Vania..


Valerie akhirnya tak bisa menolak karna memang ia juga lapar...baiklah untuk hari ini dia tak akan diet namun berikutnya Valerie akan lebih menjaga makanannya...


Ketika mereka memasuki sebuah Restoran, Valerie terlalu buru-buru sehingga menubruk seseorang di depannya hingga ia terkejut, hal yang sama juga di alami pria di depannya..dia pun terkejut...


''Valerie...''


''Pedro...''ucap Valerie dengan mata yang melebar dengan dramatis..


Betapa bahagianya Pedro kali ini..menyadari wanita di depannya adalah Valerie....senyumnya mengembang sempurna sementara Vania membeku, terpana dengan pria tampan di depannya, ia pun tersenyum jatuh cinta..


''Hai.....''


Pedro mengulurkan tangannya dengan mata berbinar, dan Valerie menyambut tangan Pedro lalu melirik Vania yang memang tampak tertarik pada pria di depannya..


''Bagaimana kabarmu Val..kau tak membalas...''


Kata-kata Pedro menggantung, ketika Valerie lebih memilih memperkenalkan dirinya pada gadis di sampingnya..hingga mau tak mau terpaksa Pedro menoleh..


Pedro pun tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Vania...namun tak lama karna perhatiannya justru tertuju pada Valerie...


''Maaf Pedro kami akan makan disini..''ucap Valerie bermaksud pamit, namun Pedro tampak antusias..


''Bisakah aku ikut bergabung....aku juga lapar...''


''Tentu saja...jika tuan ingin makan...kami tak keberatan...''balas Vania terlihat antusias...


Valerie akhirnya terpaksa mengiyakan karna Vania tampak sekali menyukai Pedro...


''Baiklah...ayo...''


********


Mereka pun duduk bertiga dengan Vania yang meminta duduk di samping Pedro yang terpaksa di iyakan pria itu...karna perhatiannya justru tertuju pada Valerie..


''Kau mau pesan apa Pedro....'' tanya Valerie..


Pedro tersenyum jatuh cinta, mengapa ada wanita secantik ini....mengapa dia sangat cantik...?


''Terserah kau saja Valerie...aku akan menyamakan dengan pesananmu..''ucap Pedro..


Sementara Vania tampak terus menatap Pedro hingga pria itu sedikit tak nyaman..

__ADS_1


''Valerie apa kau sudah sembuh, mengapa kau tidak membalas pesan dariku...''tanya Pedro lurus pada Valerie..


Valerie dan Vania sontak saling menatap...


''Kalau boleh tau kalian bertemu dimana....''tanya Vania sedikit heran, mengapa Pedro bertanya seolah dia adalah kekasih Valerie yang butuh penjelasan..


Raut wajah Vania sedikit kesal...


Valerie menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan kembali menatap Vania dan Pedro...


''Kami bertemu di sebuah toko boneka....jadi mulai dari situ kami berteman Vania..''


Vania mengangguk...


''Ehm....tuan Pedro...bisakah aku meminta nomor ponselmu...aku dan Valerie sahabat dekat jadi...aku juga mau menjadi sahabatmu kalau boleh..''pinta Vania menujukan wajah imutnya..


Pedro mengerang...dia menyukai Valerie, namun mengapa gadis bernama Vania ini malah mencari perhatian darinya...jemarinya terkepal di bawah meja..ia benci jika seorang gadis yang menggoda..terlalu murahan dan bukan tipenya...namun, mungkin Pedro akan memanfaatkan dirinyaaa untuk mendapatkan Valerie..tentu saja...


Pedro tersenyum...


''Tentu saja......aku akan memberikannya Vania..''


''Asikk...'' Vnia tampak berbunga-bunga..


Namun Valerie hanya tersenyum tipis....ketika dia tak sengaja menatap Pedro..ia sedikit gugup menyadari Pedro dari tadi malah memandangnya dengan tajam..


Mengapa tatapannya aneh....astaga apakah dia menyukai Valerie..batin Valerie menjadi bingung sendiri..bagaimana sekarang..?


Valerie mencoba berpikir positif kalau mungkin Pedro hanya kebetulan menatapnya..


''Aku akan ke toilet sebentar...''ucap Valerie tersenyum..


''Pergilah Vall...''ucap Vania tersenyum..


*******


Valerie masih berada dalam toilet ia tampak sedikit takut...entah mengapa tatapan Pedro aneh padanya..


Bukankah dia harus mengatakan kalau dirinya sudah menikah...yah,..dengan begitu Pedro tak akan berharap lebih padanya..


Valerie melangkah keluar dari toilet namun ia sedikit terkejut ketika seseorang menarik tangannya sedikit kuat...


Valerie meronta namun tubuhnya malah di hempas di tembok..


Hening...


''Pedro....''


''Valerie....ikut aku sekarang........''


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2