Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Ancaman


__ADS_3

Sebastian menatap Nada dengan sangat tajam hingga gadis itu sedikit takut...


''Ayah...''


''Minta maaf pada ibumu sekarang juga Nada..kau sama sekali tidak tau berterimakasih padanya..ibumu telah merawatmu sejak kecil..bukankah kau harus selalu bersikap hormat dan tunduk padanya.''


Airmata Nada menetes....dasarnya memang dia adalah anak yang penakut namun dia hanya ingin mempertahankan apa yang dia punya, dan ibu Widya terlihat sangat pintar...


''Sayang..kau tau benar bahwa aku tidak pernah membedakan Nada dan Daness,....aku sangat mencintaimu anakku dan percayalah kalau kedatangan anak ibu Vanessa, tak akan merebut apapun yang kau punya...ibu...''


Mendengar sikap rendah diri dan mengalah sang istri membuat Sebastian meradang...


'''Kau bukan pelayan dirumah ini Widya...kau adalah ibu dari anakku...''


Airmata Widya menetes sakit hati...


''Tapi sayang...aku tak ingin ada pertengkaran..kau tau benar kalau aku tidak mau kau dan putrimu bermusuhan karna diriku dan putriku yang akan datang...''Widya menghapus airmatanya namun masih terus menangis...


Hingga Nada memalingkan wajahnya penuh airmata, ia tak akan menang melawan Ibu Widya....dia wanita jahat yang mengerikan jika Nada melawannya entah apa yang akan terjadi...


Sebastian menatap putrinya dengan tajam...


''Mulai sekarang....semua pengeluaranmu akan di atur oleh Ibumu, termasuk perusahaan akan di berikan pada saudaramu Vanessa....''


Nada mengangkat wajahnya dengan tatapan tidak terima..


''Ayah....''jerit Nada dengan sedih luar biasa..bagaimana bisa ayahnya bertekuk lutut pada wanita ini..


Dan menyerahkan hidup Nada kepadanya...


Mendengar hal itu Widya menatap suaminya...


''Sayang...apa kau percaya padaku...aku hanya ibu tiri baginya dia...''


Sebastian menatap Widya yang masih terlihat sangat cantik di usianya...dia menggenggam tangan Widya berbicara..


''Aku bahkan lebih mempercayaimu dari pada diriku sendiri sayang....kau sudah merawat Nada dari kecil dan itu tak mudah..bagiku kau bukanlah ibu tiri namun ibu kandung yang akan selalu mencintainya dengan caramu..''


''Aku tidak mau ayah,....aku berhak atas hidupku usiaku sudah 17 tahun jadi aku..''


''Tutup mulutmu Nada....Sebastian bersedekap dengan tatapan tajam...''


''Jika sekali lagi kau mengatakan hal itu maka Ayah akan mengirim kau sekolah asrama di luar negri tanpa kebebasan...''


''Tidak....''Nada menggeleng ngeri...sekolah di luar sangat mengerikan..mereka bahkan tak bisa keluar kemanapun seperti di dalam penjara..


Membayangkan saja membuat Nada merasa ngeri...


''Kalau begitu minta maaf pada ibumu cepat...''


''Baiklah ayah..''tangis Nada menggertakan gigi karna dia tidak bisa melawan sang ibu sedikitpun...bahkan dia tak bisa protes...


Widya menatap Nada dengan tajam ketika gadis itu mendekat...senyum keibuan seperti malaikat menghiasi wajah Widya yang menyambut Nada dalam pelukan..


''Putriku.......''

__ADS_1


''Maafkan aku bu...aku minta maaf...''suara Nada serak penuh siksa...


Widya membelai rambut Nada penuh penekanan....hingga Nada merasa nyeri walau dia menahan itu semua..


''Aku mencintaimu Nada...''


Melihat hal itu membuat Sebastian menjadi lega luar biasa...dia bahkan tersenyum dan memeluk dua perempuan yang dia cintai itu....dan mendekapnya dengan erat...


"Aku mencintai kalian berdua...sebentar lagi Vanessa akan datang dan kita akan semakin bahagia bersama...''


''Tentu saja sayang...'' balas Widya...


Wanita itu mengerutkan kening..anak nakal itu akan dia seret kerumah suka atau tidak....Widya mengeraskan tatapannya..


Begitu sebastian pergi meninggalkan mereka...Widya mendorong tubuh Nada menjauh dan memperbaiki tatanan rambutnya yang berantakan...lalu menatap Nada dengan dingin...


''Ibu.....''


''Kau lihat sendiri aku bisa mematahkan sayapmu dalam sekejap Nada...jadi jangan pernah menentangku...kau harus patuh padaku apa kau mengerti....''jerit Widya dengan keras...


Nada mau tak mau mengangguk patuh, ia sungguh takut sekli pada sang ibu tiri yang mengerikan apalagi di tambah kakak tirinya akan datang...bukankah akan lebih mengerikan...mereka berdua pasti akan semakin menyiksanya...


Hoh...Nada takut sekali...


*********


Pagi ini.......


Dary turun dari mobil mewahnya dan melangkah ke perusahaan..Daddy memintanya kembali karna sang ayah sangat kewalahan di usia senjanya...


''Aku minta kopi pahit segera..aku ingin ada di ruanganku sekarang juga..''ucap Dary singkat pada sekertarisnya...sebelum Dary masuk ke dalam ruangan sang ayah..


''Baik tuan Dary...''


*************


''Kopi di ruangan Direktur...aku bahkan tidak tau dimana ruangan itu...''jerit Vanessa panik...


''Kau tinggal bertanya apa susahnya, aku harus menyiapkan jamuan di ruangan rapat sekarang....''ucap Reni sedikit cepat..


Vanessa hanya menghela nafas berkali-kali...sebelum menyeduh kopi..ketika dia ingin bertanya lagi Reni sudah menghilang ke ruang rapat..


''Aku harus bagaimana dia suka kopi pahit atau manis...''


Vanessa terlalu gugup di pagi hari dan malah mengambil dua sendok garam yang bersebelahan dengan gula...


Lalu membawanya dengan cepat....ke dalam ruangan sang direktur...Vanessa tersenyum sendiri ketika berada di dalam lift khusus milik direktur yang mengarah langsung ke ruangannya..


Ting...


Sampai disana dia langsung melirik meja luas dan meawah milik Direktur lalu meletakan kopi disana..dan kembali ke dalam lift lalu turun...


Vanessa kembali tersenyum...


Ternyata pekerjaannya gampang juga hanya membuatkan kopi teh..lalu selesai...ia tersenyum dengan santai...saatnya dia istirahat karna pekerjaannya sudah selesai...

__ADS_1


Ting...


Vanessa keluar dari lift dan langsung menuju Pantry....dan duduk disana sambil mengambil ponselnya..


Wajah Vanessa langsung berubah cemberut...


Ibu mengirimnya pesan....dari mana dia tau nomor ponsel Vanessa..astaga wanita ini benar-benar....mengerikan...


Vanessa lalu membaca pesannya..


Widya...


Vanessa, jika kau membaca pesan ibu..maka hubungi ibu dan mari kita tinggal bersama...jika kau menolak maka ibu akan memakai kekerasan...kau tau ibu tak pernah gagal...


Vanessa menghela nafas..apakah dia benar-benar anak kandung seorang Widya..astaga....mengapa wanita itu sangat pemaksa...?gadis itu segera membalas..


Vanessa


Ibu...lakukan sesukamu, ayo kita berperang...siapa yang menang maka dia yang mengalah..


Widya


Jangan pernah menarik kata-katamu Vaness, ibu telah menyimpan pesanmu...baiklah, perang dimulai sayang...


Vanessa tersenyum kesal...ia yakin dia akan menang..lagipula siapa yang akan mengejarnya..dia gadis yang bebas tanpa tekanan...


**********


Dary kembali dari ruangan sang Daddy dengan setumpuk pekerjaan yang harus dia tanggani...


tau begini Dary tak perlu repot meminta waktu toh..akhir liburan dan masa tenangnya langsung membuat Dary kelelahan..


Pria itu menghampiri meja...dan merasa lega, kopinya sudah siap..


Pria itu duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengangkat cangkir untuk minum..namun dalam sepersekian detik wajahnya berubah merah padam..


''Aaarrgghh...kopi yang asin...''


Dary sangat marah lalu meleparkan cangkir itu begitu saja...


lalu meraih telp..


''Bawa siapapapun yang membuat kopi untukku pagi ini cepat atau kau di pecat..'' teriak Dary murka pada sang sekertaris...


Dary melonggarkan dasinya..ini baru hari pertama dan dia harus mengalami mood yang buruk..


Dan tidak berapa lama...pintu terbuka dan sekertarisnya membawa seorang gadis di hadapannya...


''Tuan Dary...dia adalah petugas yang membuatkan tuan Kopi pagi ini..''


Dary menoleh dan membeku.......


Sementara Vanessa hampir pingsan menyadari sosok di depannya...


Matilah kau Vanessa......batinnya lemah...

__ADS_1


__ADS_2