Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Season Kedua ( Penyesalan Dary )


__ADS_3

Dary membuka pintu apartemennya, kegelapan menyambutnya dan Dary membiarkan kegelapan itu menyapanya..


Yah..kegelapan adalah temannya sekarang, dia lebih suka ruangan yang redup dan minim cahaya dari pada cahaya yang terang apalagi menyilaukan..


Dary menatap ruangan yang masih kosong itu dengan sedikit miris...


Sebenarnya apartemen ini rencananya akan dia gunakan ketika sudah menikahi Valerie,...tentu saja dan kini semuanya telah berlalu...Dars masih dirumah sakit dan kedua orang tuanya juga sibuk disana karna itu...kesempatan yang sama di gunakan Dary untuk pindah dari kediaman orang tuanya..


Entahlah...setelah apa yang dia lakukan, Dary bahkan tidak mampu menatap wajah sang Mommy..selama ini Mommy selalu mendukungnya..namun lihatlah..karna keserakahannya dia bahkan telah menyakiti hati keluarganya sendiri..


Masih berdiri di tengah ruangan itu, Dary terkejut mendapat telp dari sang Daddy yang menelfonnya..


''Baiklah...ayo bertemu, aku juga ingin bicara pada Daddy..'' ucap Dary memutus sambungan telp...


Pria itu kembali memejamkan matanya, kehangatan sebuah keluarga telah ia hancurkan sendiri..dan Dary mengeraskan hatinya mulai sekarang...


Dia adalah seorang pendosa...


*********


Di sebuah Restoran Jepang.


Jhon duduk di hadapan sang putra Dary yang tak banyak bicara...


''Makanlah yang banyak Dary..kau butuh tenaga setelah kau mendonorkan darah yang banyak untuk kakakmu..''ucap Jhon lembut..


Dary mengangkat wajahnya, ia tertawa...bagaimana bisa Daddy tau padahal ia sudah meminta pihak rumah sakit merahasiakan semuanya..


Dary mengambil sepotong sushi yang di berikan Daddy padanya dan mengunyah dalam diam..matanya berkaca-kaca...


''Jangan terus menyalahkan dirimu sendiri, bersyukur karna kakakmu sudah pulih..''


''Aku minta maaf, Daddy....''ucap Dary dengan suara bergetar...


Jhon menghentikan makannya sebentar...lalu menatap putranya yang tampak emosional...pria dewasa itu meletakan sumpit dan berkonsentrasi menatap Dary yang terguncang...


''Dary...''


''Aku yakin aku bukan anakkmu...''ucap Dary tajam..


''Mengapa kau berkata begitu,....''


''Tak ada anak yang akan menyakiti orang tuanya..dan aku melakukannya..''ucap Dary tak tenang.


Sementara Jhon tertawa hingga membuat Dary mengerutkan kening...


''Semua orang melakukannya Dary....apa kau tau Daddy juga pernah melakukan kesalahan besar dan nenekmu sangat marah...''


Dary menggeleng..


''Daddy hanya ingin menghiburku..''


Wajah Jhon berubah serius, ia menggeleng...


''Tidak...dulu...Daddy pernah melakukan sesuatu yang membuat Nenek bahkan marah pada Daddy...''


Dary penasaran..


''Apa kesalahanmu Daddy....''


Jhon tersenyum..

__ADS_1


''Daddy pernah membakar mobil kesayangan Nenek....hanya karna protes dengan sikap keras kepala Nenek yang meminta Daddy kuliah di luar negri..bukan cuma itu saja....Daddy pernah memukul saudara Daddy sampai jatuh koma..''


Dary kehilangan kata...jangan bilang kalau sifatnya dan Dars menurun dari Daddy...?


''Daddy hebat juga..''


Jhon tersenyum hingga suasana menjadi cair...


''Jadi.....Daddy melihat lemarimu kosong Dary....jangan bilang kalau...''


''Aku ingin meminta Daddy memberikan Hotel D padaku...aku akan tinggal di apartemen untuk sementara waktu...aku pikir aku akan menenangkan diri juga....aku perlu waktu untuk menghadapi Mommy..Dars juga Valerie..''


''Kau benar...''Jhon menghela nafas...


Lalu menatap Dary dengan tajam...


''Daddy pikir inilah saatnya kau mengambil alih perusahaan anakku..sudah saatnya Ayah pensiun dan menikmati hari tua..''


''Berikan aku waktu Daddy....agar aku bisa memaafkan diriku sendiri dan meminta maaf....sampai saat itu tolong jangan berhenti...aku bahkan masih merasa bersalah sekali..''


Jhon menganggukan kepalanya..


''Ambil waktu sebanyak mungkin Dary...dan jangan lupa menghubungi Daddy jika ada masalah..''


Mendengar hal itu membuat Dary sedikit lega bercampur sedih...kasih sayang orang tua memang sepanjang masa...dan rasa kagum Dary pada Daddynya semakin besar saja..


Pria itu mengangguk...


''Terimakasih Daddy..''balas Dary dengan wajah yang tertunduk menyesal.


*********


''Tidak...aku mohon padamu Valerie jangan mengangkat sesuatu yang berat..anakku..''suara Dars meninggi..


Dars sudah keluar dari rumah sakit dan perlahan pulih...Mommy juga sering menginap karna ia tak mau jauh dari Dars dan calon cucunya, Rose ingin menebus semua kesalahan yang dia lakukan di masa lalu..


Serang pelayan mengambil alih sebuah pot keramik yang di peluk Valerie...dan membantunya untuk menghias..


''Ya ampun aku hanya sedang hamil dan tidak sakit....''ucap Valerie menjelaskan...


Dars lantas meletakan labtopnya lalu melangkah mendekati Valerie dan memeluknya dari belakang sekaligus menyapa anak-anaknya lewat usapan lembut di permukaan perut Valerie..


Dars mengecup pipi Valerie..


''Masih terlalu pagi...''bisik Valerie terkekeh..


''Dan aku sudah lama menahan diri..''


''Sampai aku melahirkan...''


Dars menjauhkan tubuhnya....menatap Valerie dengan kerutan dahi..


''Mengapa kau yang berubah kejam...''tatap Dars seakan tak percaya..


Valerie membalikan tubuhnya membiarkan Dars memeluknya ia lantas mengalungkan tangannya di leher Dars...


''Aku sedikit terinspirasi darimu..''


''Jangan sayang,....''


''Aku istri Mafia...''

__ADS_1


''Valerie...''


''Aku bisa menggunakan pistol..''Valerie kali ini keceplosan hingga Dars melebarkan matanya..


''Apa maksudmu siapa..yang mengajarimu..''


Di saat bersamaan, Barron muncul dengan membawa setumpuk map dan ia begitu terkejut menyadari tatapan suami istri itu berbeda...pandangan Dars menajam..


''Barron....''


''Astaga aku lupa membawa beberapa file yang tuan minta...aku akan segera kembali, maafkan aku tuan..''


Seperti bisa tau bahaya mendekat, Barron segera melesat meninggalkan tempat itu dengan cepat..


Dars hanya tertawa...


''Barron...apakah dia adalah asistenmu sekarang..''


''Yah...dia adalah tangan kananku sekarang.''balas Valerie seraya mengecup bibir Dars dan membuat pria itu terbakar...


''Bagaimana kalau kita ke kamar...''


''Tidak...''balas Valerie melangkah cepat meninggalkan Dars yang terlanjur bangkit...


''Valerie...awas kau...''


*************


Dary melangkah malas ke sebuah restoran mewah, ia sedang ada janji dengan teman bisnisnya..baru saja akan memasuk area restoran..


Dary terkejut ketika seorang gadis memakai gaun pengantin...ia berlari hingga akhirnya berhenti ketika ia terjebak di depan Dary...


Hening....


Gadis itu sangat cantik dengan rambut panjang yang tergerai sampai ke punggungnya...


kulitnya begitu mulus tanpa noda...gadis itu menatap Dary dengan tatapan beku..


Ketika beberapa orang mengejarnya di belakang gadis itu sudah tak bisa melarikan diri,...


Bagaimana sekarang, Vanessa cobalah berpikir cepat..hardik gadis itu,..sementara di belakangnya ada banyak orang yang mengejarnya..


''Vanessa.....''


Gadis itu segera mendekati Dary dan tanpa di duga segera mengalungkan tangannya di lengan Dary...lalu ia menoleh pada Keluarganya..


''Aku sudah mengandung anak pria ini..''ucap Vanessa dengan sungguh-sungguh..


Dan Dary membeku ia menatap Vanessa dengan tajam...


''Apa maksudmu...kau bilang apa...'' jerit sang Bibi tampak marah...


''Ayolah Bi....jangan nikahkan aku..''


Dary tertawa kesal...lalu dengan kasar dia mendorong tubuh Vanessa hingga gadis itu terkejut...


''Aku akan membunuhmu jika kau menciptakan kebohongan ini lagi...'' desis Dary mengancam..


''Oh...shitt....pria ini bahkan tidak membantunya...


Vanessa menjadi ketakutan...

__ADS_1



__ADS_2