
Dars tampak syok karna ternyata Dary yang telah menghancurkan gudang terbesar milik Pedro dan membuat pria itu sangat marah...tentu saja..gudang itu adalah sumber utama kekayaan Pedro dan sebagian hartanya adalah berasal dari sana...kini hancur tak terselamatkan..
Bughhhh...
Tanpa di duga...
Pedro membalas pukulan Dars kepadanya hingga tubuhnya goyah dan tersungkur...darah mengalir dari mulutnya..pistol itu terlepas dari genggaman Dars..karna dia tidak awas...
Pedro mendekat dan menatap Dars dengan tajam...
''Aku akan memastikan kau juga hancur Dars...seperti kau menghancurkan aku..jadi....tunggulah pembalasanku segera...''
Pedro juga menghapus darah dari mulutnya akibat pukulan Dars...lalu melangkah meninggalkan tempat itu dengan wajah kesal..
Sialan Dary...mengapa dia bertindak atas nama Dars.....jemari Dars terkepal dengan kuat lalu bangkit dari sana dan meninggalkan tempat itu...
***********
Mobil Dars memasuki rumah dan pria itu menyandarkan tubuhnya di sandaran mobil..sembari melihat di kaca mobil, Dars mencoba menghapus noda darah di bajunya lalu menghapus bekas darah di sudut bibirnya agar Valerie tidak curiga kepadanya..
Pria itu lalu turun dari mobil dan melangkah masuk ke halaman rumah...
Sementara Valerie sedang duduk di sofa ruang tamu sembari menonton drama kesukaannya...
ketika Dars melangkah masuk tanpa menyapanya...Valerie berdehem..mengapa sikap Dars aneh...
Pria itu langsung melangkah menuju lift dan menghilang dari sana...hingga meninggalkan sejuta pertanyaan Valerie sendiri...ia berusaha mengabaikan Dars, mencoba bersikap dingin namun malam membuatnya tidak tenang....
Apa yang terjadi pada Dars....mengapa dia terlihat begitu dingin...apa yang dia sembunyikan..?
Valerie bangkit dan melangkah mendekati lift dan segera masuk menuju kamarnya..
Keluar dari sana, Valerie kemudian membuka pintu perlahan dan menemukan Dars sedang berada di balkon sendirian, sedang mengusap sesuatu di bibirnya...
Apa yang terjadi...?
Dengan perlahan Valerie melangkah mendekati Dars yang sedang serius mengusap pinggir bibirnya...ia terlihat mengerang..
''Apa yang terjadi...''
Suara Valerie menembus kesadaran Dars hingga dia menoleh..
''Vall.....''
''Kau terluka..'' suara Valerie bergetar...
Dars memalingkan wajahnya..
''Hanya luka kecil dan aku baik-baik saja,...''
Dars berusaha menyembunyikan lukanya..
Valerie mendekat lalu mengambil tempat duduk di depan Dars dan mulai mengambil alih untuk membersihkan darah Dars...
''Aku bisa melakukannya Val...''
__ADS_1
''Kau punya istri...biarkan aku melakukan untukmu..''ucap Valerie lembut...
Dars tersenyum salah tingkah, hatinya berdebar kencang saat ini dan ia merasa bahagia karna Valerie memberi perhatian kepadanya dengan tulus....
''Aaww......''
Valerie sengaja menekan di tempat luka Dars hingga pria itu meringis..
''Vall...ini sakit..''
''Apa yang terjadi...mengapa kau berkelahi..dengan siapa..''
''Hanya perkelahian kecil sayang...aku..''
Dars kembali mengerang ketika Valerie sengaja menyakitinya..
''Kau seharusnya sadar dengan usiamu...jangan berkelahi seperti anak kecil..''lirik Valerie tajam..
''Baiklah...tapi...disini dadaku sakit sekali..''
Valerie terkejut dan bangkit berdiri lalu mendekati Dars saat itu juga Dars menariknya di dalam pelukannya hingga ia jatuh dan terduduk di atas tubuh Valerie..hingga keduanya bertatapan...
''Kau berbohong padaku yah..''
Dars tersenyum...
''Maaf...''
Valerie hanya menggeleng sedikit kesal...lalu duduk kembali dan menyelesaikan tahap akhir yaitu memberi obat merah di permukaan luka Dars...
''Selesai...sekarang mandi dan istirahatlah Dars...''
''Apapun yang terjadi di masa lalu kita aku akan tetap meminta maaf kepadamu Valerie..aku minta maaf atas semua yang aku lakukan padamu..''
Valerie menghela nafas...
''Aku mengerti Dars...''
''Oya besok kita akan makan malan dengan orangtuaku...dan Dary...aku ingin memberi sebuah kejutan...kepada semua orang..''
''Kejutan...''ulang Valerie sedikit penasaran..
''Tentu saja..kejutan ini akan terasa menyenangkan...Valerie..''
''Baiklah....sebelum itu aku ingin menemui Vania kami sedang janjian hari ini...apakah kau memberiku ijin keluar...''tanya Valerie dengan tatapan penuh harap..
Dars mengangguk..
''Baiklah..tapi jangan lama pergi....''
''Baiklah aku berjanji..''balas Valerie penuh senyum...
********
Dengan sebuah kesepakatan Vania sang sahabat menjemput Valerie dirumah setelah itu mereka pergi..
__ADS_1
Dars pun melanjutkan aktifitasnya dengan meminta Barron untuk mengawasi gerak-gerik Dary karna adiknya sudah berani ikut campur urusan antara Dars dan juga Pedro..bahkan dia tidak punya hak untuk melakukannya..dan Dars akan memberi perlajaran untuk sang adik..
Seperti siang ini, Dars mendatangi kantor sang adik pada jam makan siang...
Kedatangan Dars membuat heboh seluruh karyawan yang baru pernah melihat saudara kembar bos mereka..
Dars dengan aura dinginnya menyapu seluruh ruangan yang dia lalui dan meninggalkan kesan misterius yang membius terutama bagi karyawan perempuan yang mengagumi ketampanan kembaran sang bos..
Dars menuju lift dan tak lama kemudian masuk ke dalam sana...para karyawa mulai berbisik satu dengan lain mengenai kedatangan sang pewaris pertama...beberapa dari mereka terus saja membahas betapa beruntungnya wanita yang bisa menaklukan pria dingin itu..
*********
Ting....
Dars keluar dari lift dan melangkah menuju rungan, ke meja sekretaris Dary..melihat kedatangannya sang sekretaris itu menundukan kepalanya..
''Tuan Dars Dalton...''
''Dimana tuan Dary...aku ingin menemuinya..''
''Tuan Dary sedang berada di dalam ruangan dan kebetulan ada bersama tuan besar Jhon...apa mungkin...''
''Ssst....aku akan masuk...''ucap Dars dengan tatapan dingin..
Dars lalu melangkah menuju pintu ruangan dan membuka pintu dengan kasar..disana terlihat Dary sedang bersama sang Daddy sedang membahas sesuatu tentang proyek...
Jhon dan Dary menoleh dan terkejut..
''Dars.....''
Ini pertama kalinya bagi sang Daddy melihat kedatangannya di perusahaan induk milik Group D...
hal ini cukup membuat Jhon senang,....
Dars menatap sang Daddy dan memberi hormat..
''Dars..Daddy senang melihatmu disini...angin apa yang membawamu nak..mungkinkah kau.....''
Dars menoleh dingin...
''Aku tidak tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan ini Daddy..aku datang karna Dary telah berani ikut campur dalam urusannku dengan musuhku...dia menghancurkan musuhku dengan memakai identisku padahal itu adalah hakku Dadd..''desis Dars dengan geram...
Jhon menatap Dary yang tampak pucat dan salah tingkah..dia hafal betul wajah para putranya jika mereka sedang berbohong atau menyembunyikan sesuatu...
''Dary...apa lagi yang kau lakukan kali ini..''
Dary bangkit berdiri dan mendekati Dars..ia bersedekap..
''Itu belum seberapa Dars,...aku bahkan memiliki rencana yang jauh lebih besar untuk menghancurkanmu..''
Bughhh!!!!!!!
Dars belum sampai memukul namun ia cukup terkejut melihat Daddy lah yang melakukannya memukul Dary cukup kuat...
''Dad........'' teriak Dary protes..ia begitu malu karna selama ini ia adalah putra kesayangan dan tak pernah mendapatkan nada tinggi atau sebuah pukulan dan mengapa kini semua berubah dalam sekejap...?
__ADS_1
''Aku tidak prnah membayangkan kalian berdua akan saling berhadapan dan saling menghancurkan seperti ini...apa kalian berdua sudah gila...'' teriak Jhon dengan murka..
Dars dan Dary saling menatap tajam....