
Mobil milik Pedro dan Nada akhirnya sampai di sebuah Hotel di kota kecil itu dan melangkah bersama, Pedro melangkah lebih dahulu untuk memesan Hotel sedangkan Nada menunggu di belakangnya, sementara itu...kedatangan mereka menjadi pusat perhatian, karna Nada sangat muda sementara Pedro telihat seperti seorang pria kesepian yang butuh kehangatan, beberapa pengunjung Hotel kedapatan berbisik tentang mereka, hingga akhirnya Nada merasa terganggu...
Apakah mereka berpikir dia adalah wanita panggilan, enak saja...Nada hendak melangkah namun lengannya malah di cekal dengan sedikit kuat hingga dia berbalik dan menubruk dada bidang Pedro...
Deg!!!!
''Keduanya bertatapan tajam..
''Kau mau kemana....''
''Aku mau menghajar mereka, lihatlah cara mereka menatap rasanya aku ingin mencungkil mata mereka satu persatu...''
Untuk pertama kalinya sejak mereka pergi, Pedro terlihat tertawa...
''Tak perlu meladeni mereka, tujuan kita datang kemari ingin mencari putri kita bukan mencari masalah...ayo kita harus istirahat sekarang...''
Pedro kemudian menarik tangan Nada dan menggenggamnya, sekaligus memutus emosi Nada yang masih terbakar, mereka menuju lift dan akhirnya sampai di lantai 20, dan masuk ke kamar..
Dan hal yang pertama membuat Nada terkejut adalah, bisa-bisanya Pedro memesan dua tempat tidur terpisah, padahal mereka suami istri...apakah pria ini takut tergoda olehnya...padahal kalau seranjang pun Nada tak akan menggoda, dan ketika Pedro melakukan ini, sama saja dengan menabuh genderang perang dengannya..
Pedro melirik Nada yang masih berdiri dan terheran-heran...
''Ehm....aku sengaja memesan dua tempat tidur karna sudah lama kita tidak tidur bersama...aku takut kau akan merasa tidak nyaman,...''
Nada mendekat...
''Aku yang tidak nyaman atau justru kau yang tidak nyaman....''
Nada berbicara sambil melepaskan beberapa kancing atasannya..hingga Pedro membalikan tubuhnya dia melonggarkan tenggorokan, sialan Nada...apa wanita ini sengaja menggodanya, dan celakanya adalah miliknya mulai meronta...pria itu memejamkan matanya memang sudah lama dia tidak merasakan percintaan...dan ketika bersama Nada seakan sisi liarnya lepas kendali...pria itu mengusap wajahnya..tidak...dia tidak boleh lemah, jika dia menyerah dalam godaan Nada maka sia-sia kemarahannya selama ini..dan Nada akan merasa menang..
''Aku terbiasa tidur tidak memakai pakaian, apakah kau tidak akan terganggu..'' bisik Nada di belakang Pedro..
Pria itu tersenyum dingin, ia membalikan tubuhnya...
''7 tahun aku bisa menahan godaan, jadi aku tak akan menyerah kepadamu Nada...''
''Benarkah...'' suara Nada meninggi di tengah kamar..
''Yah....jadi walau kau tidak memakai apapun aku tak akan tergoda,...''
Wanita muda itu terbakar, tentu saja...selama 7 tahun ini Nada merawat tubuhnya dengan baik, dan bisa-bisanya Pedro mengatakan tak akan tergoda...apakah dia sedang bercanda....baiklah...Nada akan membuktikannya sendiri..
__ADS_1
''Baiklah...siapa yang akan mandi lebih dahulu...aku atau kau..''tantang Nada..
''Kau lebih dahulu, kau akan sakit jika terlalu malam mandi..''
Nada tersenyum menang...
''Baiklah....''
Nada mulai melepaskan kancing atasannya hingga Pedro melebarkan matanya..
''Masuk ke kamar mandi lalu ganti disana Nada...''
''Tidak....kau tidak terganggu bukan...jadi tak mengapa aku disini, anggap saja aku sebuah patung...bagaimana...''
''Nada......''suara Pedro meninggi..
''Yah.........''
Keduanya saling menatap tajam...
''Bagaimana bisa kau tidak malu sama sekali...''
''Mengapa harus malu, kau suamiku...aku telah melahirkan anakmu...''desis Nada tak perduli..
''Terserah....''
Pria itu melangkah menuju sofa santai dan duduk disana dan ironisnya dia berbaring miring membelakangi Nada, hingga wanita muda itu merasa kesal sendiri karna usahanya bisa di bilang sia-sia...
Nada menatap tubuhnya di cermin, dia masih muda dan tubuhnya bagus...pujinya pada diri sendiri...hingga ia sedikit kesal...jika saja Pedro mau mengintip sedikit dia pasti akan tergoda...
Dengan langkah pasrah,...Nada masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintu, dan Pedro melompat dari sofanya sembari mengumpat terang saja...tubuhnya berkeringat bukan karna cuaca yang panas...kej*ntanannya mengeras di bawah sana walau tidak melihat apapun..membayangkannya saja membuat Pedro pusing..
Bagaimana dia melewati malam ini..bagaimana kalau dia pindah kamar saja..? Tapi dia khawatir jika meninggalkan Nada sendirian disini...
Pedro berdehem...
Ia melepas jasnya berikut dasinya lalu, meninggalkan kaos kutangnya berwarna putih...dia harus mandi air dingin dengan cepat dan memandamkan gairahnya...kalau tidak Pedro mungkin akan menyerah dengan menyentuh Nada malam ini..
Kacau..pikirannya kacau setengah mati, dulu setiap hari dia menyentuh Nada, tak ada seharipun yang dia lewatkan tanpa menyentuh wanita itu..
Pedro melangkah kesana kemari, dia berkeringan astaga...jika Nada melihat apa yang terjadi maka wanita itu akan menertawakannya...
Sial....
__ADS_1
********
Sementara di dalam...
Nada masih berdiri di bawah shower, membiarkan air hangat jatuh dan membuatnya lebih rilex, Nada tersenyum..ketika bertemu kembali dengan Pedro...semua bebannya seakan hilang seketika, di ganti rasa tenang dan terlindungi....
Nada sungguh merindukan perasaan ini...ia sungguh merasakan hal yang berbeda ketika menatap mata Pedro yang begitu ia rindukan..tentu saja...Pedro tak pernah menghianatinya sedikitpun dan hal itu snagat menyentuh hati Nada hingga dia sadar, semua ini adalah kesalahannya..ia salah karna mendengarkan Adam, dia salah karna terhasut oleh pria lain yang bukan suaminya...
Nada berjanji akan mendapatkan kembali hati Pedro dan menebus waktu yang hilang...ia tak akan pernah menyerah kepada Pedro, terlebih di antara mereka ada Nayra sang putri...Nayra pasti senang kalau Pedro adalah ayahnya...
Nada tersenyum sambil mematikan shower, rencana malam ini adalah menggoda Pedro...
**********
Suasana malam ini terasa berbeda, ketegangan se*sual di antara mereka sangat kuat, terlebih Nada menggunakan gaun tidur tipis yang tembus pandang hingga Pedro dengan mudah dapat melihat tubuh polosnya..belum lagi aroma parfum milik Nada yang harum dan menggoda, semua itu merupakan cobaan terbesar Pedro malam ini..
''Tidurlah Nada....besok pagi kita harus berangkat...''ucap Pedro lalu mendekati ranjangnya dan berbaring terletang disana..
''Baiklah..''
Nada berbaring miring menghadap Pedro yang sedang tidur dan menatapnya..
''Jangan menatapku tidurlah....''
Nada berdehem...
''Sudah lama...aku tidak merasakan kau memelukku Pedro....apakah...aku terlalu lancang jika memintamu memelukku sampai aku tertidur...''bisik Nada dengan wajah memelas..
Deg!!!!
Pedro mengerutkan kening,...memeluk Nada sama saja menyerahkan dirinya...
''Tidak...maafkan aku...aku tak bisa...''ucap Pedro berusaha menahan perasaannya..
Airmata Nada menetes,....usahanya terbilang sia-sia...airmata itu terlihat oleh Pedro hingga dia menjadi dilema...
''Baiklah...tidak apa....''
Nada menghapus airmatanya, dan membalikan punggungnya membelakangi Pedro hingga pria itu membeku...
Apakah Nada menangis lagi..?
Pedro bergerak turun dari ranjang dan mendekati Nada,....
__ADS_1
Sementara Nada menaikan sudut bibirnya tanda kemenangan....