
Dary mencoba menghubungi nomor ponsel Valerie sedari tadi namun tidak tersambung dan hal itu sanggup membuatnya semakin frustasi, semua sahabat dan teman-temannya mendadak mengganti nomor ponsel sehingga mereka tak bisa di hubungi, Dary semakin cemas apa yang sebenarnya terjadi..
Karna itu dia tak akan menunggu sampai lusa karna besok dia akan segera terbang pulang ke negaranya.
untuk mencari tau sendiri apa yang terjadi pada Valerie. Dary sudah selesai mandi lalu keluar dari kamar dan kemudian menuruni lift..
dan ia melihat sosok sang Mommy sedang menelfon seseorang..
''Momm....''
Melihat kedatangan Dary sanggup membuat Rose menjadi gugup, wanita itu lalu memutuskan sambungan telp begitu saja tanpa bicara hingga Dary sedikit heran..
Sambil memeluk sang Mommy ia menatap dengan penasaran..
''Bagaimana kabarmu pagi ini...''ucap sang Mommy dengan senyum bahagia melihat putranya telah sembuh..
''Aku semakin baik Mom..tapi hatiku berbeda...hatiku sakit dan aku tak bisa melakukan apapun selain memikirkan Valerie..''
''Valerie...''
''Yah....Valerie...aku tak bisa berhenti memikirkannya Mom...aku rindu sekali dan besok aku akan pulang...''
Rose memijit pelipisnya..
''Kau akan melewati jadwal kontrol sayang kau...''
''Aku sudah meminta rekomendasi dari dokter agar aku di periksa di negara kita saja Momm..aku tak bisa menunggu lebih lama untuk kepastian kabar Valerie..aku sangat putus asa ketika semua orang menggantikan nomor ponselnya..''
''Mereka mungkin.........'' suara Rose menggantung di udara ketika Dary segera memotong pembicaraan..
''Jangan mengatakan sibuk Mom...ini sudah di luar batas kewajaran...''sambung Dary dengan tegas..
Velerie menghilang dan tidak menampakan wajahnya di rumah sakit berikut teman-teman dan bahkan keluarga Valerie sulut untuk di hubungi...hal itu cukup untuk membuat Dary curiga mungkin terjadi sesuatu pada Valerie...
''Baiklah sayang maafkan Mommy...''ucap Rose menjadi bingung..bagaimana sekarang..kedua anaknya akan saling membunuh..
Rose sedikit gugup ketika Dary sudah ingin meninggalkan rumah...wanita itu berdiri dan mendekati putranya.
''Dars dia ingin bertemu denganmu..''ucap Rose dengan susah payah...
''Dars...'' kali ini Dary menoleh dengan tatapan tajam...
Selama ini Dars bahkan tidak perduli kepadanya mengapa malah ingin bertemu dengannya...
pria itu mengangguk walau dalam hatinya masih sangat terkejut. Dars sangat membencinya dan itu adalah rahasia umum bahkan di beberapa acara keluarga yang sama-sama mereka hadiri namun tak juga menghapus rasa kaku antar keduannya..Dars begitu dingin dan tak tersentuh dan sering menganggap Dary tak ada meski mereka berada di ruangan yang sama..Dars seperti memendam bara api di dalam dadanya untuk Dary..
__ADS_1
''Untuk apa dia ingin menemuiku dan mengapa...''
''Kau akan tau sayangku....''
''Baiklah dimana dia akan menemuiku...''
''Mungkin dia akan menghubungiku...''
''Baiklah...aku akan menemuinya tapi Mom...apakah Mommy tak merasa ada sesuatu yang aneh..''
''Aneh mengapa.....''
''Dars...bukankah selama ini dia membenciku...''
Deg!!!!
Rose menyentuh bahu putranya dan menatapnya..
''Mommy tak tau harus mengatakan apa kepadamu...namun Mommy hanya ingin mengatakan satu hal kalau...Dars dan kau kalian saudara kembar yang sudah berbagi dari dalam kandungan Mommy...harapaan Mommy adalah kalian berdamai....kalian......''
''Momm.....apa yang kau harapkan...? Dia bahkan membenciku...dia mengatur jarak denganku sehingga aku tak bisa dekat dengannya..Mommy...biarkan waktu yang akan menyembuhkan luka...sekarang aku harus pergi...aku harus menginap di dekat bandara karna aku takut ketinggalan pesawat Mom, aku mencintaimu..'' Dary mengecup kening sang Mommy lalu melangkah pergi..
Sementara Rose memejamkan matanya, dan mulai merasa takut...Dars menghubunginya pagi ini agara mengatur pertemuan dengan Dary...Rose ingin ikut dalam pertemua namun Dars tidak mengijinkannya..
Sekarang Rose hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi, semoga semua baik-baik saja...
Pagi yang sama setelah percintaan yang melelahkan untuk Valerie..wanita itu duduk di depan cermin dan mulai menyisir rambutnya pelan, wajahnya tampak sedikit pucat karna Dars bahkan tidak melepaskannya...ia terikat di ranjang dan tak bisa kemanapun..hal itu membuat Valerie merasa sakit...
Airmatanya menetes sekali lagi, jemarinya terkepal...dia tak akan pernah mau melahirkan darah daging ibl*s ini tidak meski dia tau Dars akan marah....Valerie kembali memejamkan matanya dengan penuh dendam....suatu saat dia akan pergi dari kehidupan Dars...
Pintu di ketuk pelan dan sesaat kemudian terbuka..seorang pelayan menunduk kepada Valerie...
''Nyonya...tuan bilang nyonya harus siap dalam 30 menit...karna tuan akan mengajak nyonya keluar...dan nyonya akan memakai gaun yang telah di siapkan tuan Dars..''
Valerie melirik tajam..pada sebuah gaun yang terpasang di patung manekin, gaun malam itu menjuntai elegan dan begitu pas dengannya..
namun Valerie tak akan pernah membiarkan Dars menang...ia harus mengingatkan pria itu bahwa,..tak semua yang dia inginkan bisa di capai..
''Aku tak akan pergi kemanapun...''
Wajah sang pelayan sudah pucat pasi..
''Tapi nyonya..helikopter sudah siap....''kata-katanya menggantung di udara...
Ketika Valerie bangkit dari tempat duduknya....mendekati gaun malam itu dan..
__ADS_1
Srak........
Gaun malam itu di robek oleh Valerie hingga tak bisa di selamatkan....
''Nyonya..apa yang sudah nyonya lakukan....'' jerit sang pelayan gemetar..tubuhnya melemah saat itu juga..
Namun.....
Valerie tak terpengaruh sedikitpun ia menatap sang pelayan dengan dingin..
''Katakan pada tuanmu aku.....tak ingin pergi kemana-mana..katakan padanya dia tak akan mendapatkan apa yang dia inginkan.....'' teriak Valerie dengan frustasi..
Pelayan itu tergopoh-gopoh pergi dari kamar dan meninggalkan Valerie yang masih berdiri dengan jantung berdebar...ini pertama kalinya dia bersikap menatang..karna ia sudah tak punya pilihan..tak ada yang bisa dia lakukan lagi selain membuat pria itu marah dan melihat apa yang akan dia lakukan..mungkin saja Dars akan marah lalu membunuhnya itu lebih baik dari pada dia hidup bersama ibl*s ini...
Tak berapa lama kemudian tampak Dars masuk...dengan seorang desainer yang cukup terkenal...desainer itu juga pernah mendesain gaun untuk pertunangan dirinya dan Dary..
Pria gemulai itu menggelengkan kepala mengirim sinyal agar Valerie berhenti melakukan apapun yang bisa membuat tuan Dars marah...
Dars melangkah mendekati Valerie yang berdiri dengan wajah yang pucat,...ia tersenyum dingin...
''Bukankah aku sudah memperingatkan dirimu agar jangan mengujiku...''
Valerie menggertakan gigi...
''Kau tak akan bisa mendapatkan segalanya tidak bisa...hatiku tidak mengijinkannya Dars....aku tak akan tunduk kepadamu dan aku tak akan pernah takut jika kau mungkin akan membunuhku..''
Mendengar hal itu Dars tertawa dengan suara yang lantang dan membuat Valerie menjadi pucat...
''Aku tak akan mungkin menyakitimu sayangku..tapi aku bisa menyakiti orang lain karna dirimu..''
Valerie masih menantang Dars...
''Barron........'' teriak Dars dengan suara lantang...
Tak berapa lama kemudian sosok bernama Baron masuk dan menundukan kepalanya..
''Tuan Dars,.....''
Masih memenjara mata Valerie..Dars menaikan sudut bibirnya dengan dingin..
''Lemparkan pelayan muda bernama Bela di pasar gelap..jual dia dengan harga yang mahal..''desis Dars tanpa belas kasih..
Deg!!!!
Wajah Valerie memucat...
__ADS_1
''Apa,.....''