
Valerie membeku ketika menyadari Dars menatapnya dengan dalam..ia bergerak mundur seketika...
Namun Dars berhasil mencengkram tangannya...keduanya bertatapan....
''Valerie.....kau...''
Valerie menjadi gugup seketika...ia segera berdehem menetralisir rasa takutnya lalu memandang Dars yang tak ingin melepasnya..
Hening......
''Valerie....mengapa kau melakukannya...''
Valerie menghempas pegangan tangan Dars padanya dan membalikan tubuhnya menjauh...
''Jangan berpikir aku menolongmu karna aku ingin...kebetulan kemarin dokter menelfon dan menjelaskan segalanya kepadaku jadi aku mengingatnya dengan baik...Valerie menoleh lagi....bertatapan dengan mata Dars yang begitu tajam..semua yang aku lakukan hanyalah kebetulan Dars....''
Valerie melangkah ke sofa luas di depan ranjang lalu duduk disana..sementara Dars hanya tertawa kesal..dia sempat berpikir bahwa Valerie perduli kepadanya tapi ternyata..wanita ini sama saja dengan wanita lain di luar sana yang tak mungkin akan bersikap tulus kepadanya..
Dars mengangkat muka...
''Jangan melakukannya lagi Valerie..''
Valerie terkejut dengan ucapan Dars, wanita itu hanya terdiam...
''Lain kali jika kau melihat aku terluka maka jangan menolongku..itu lebih baik..''
Valerie membeku mendengar ucapan Dars yang begitu dingin, ia hanya memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain..matanya berkaca-kaca seketika, mengapa Dars harus mengatakan hal ini kepadanya..? Mengapa....apakah dia lebih suka merasakan sakit sendirian...?
Jantung Valerie berdebar seketika, namun dia tak mengerti ada apa dengannya...
****
Pagi hari...
Valerie melangkah menuju jendela kamar dan membukanya agar udara luar bisa masuk ke dalamnya, Dars masih tertidur di sana penuh kedamaian...Valerie pun tanpa sadar tersenyum, jika tidur begini dia tidak berbahaya..
Valerie masih betah berdiri sambil tersenyum memandang Dars yang tertidur lelap..wanita itu melangkah mendekati meja di sebelah ranjang dan mengambil kotak obat yang harus di minum oleh Dars...dan meletakannya perlahan hingga tidak menimbulkan bunyi..
Valerie kemudian menoleh dan menatap Dars sekali lagi...dia tampan juga, yah..tentu saja..wajahnya sama dengan Dary kekasihnya jadi wajar kalau Valerie betah memandang wajah ini karna dia membayangkan Dary...
Hanya Dary...
Disaat bersamaan, mata Dars terbuka dan langsung berhadapan dengan wajah pagi Valerie yang begitu cantik dan segar..
__ADS_1
Hening...
Untuk beberapa detik mereka saling memandang tanpa bicara..dan hanya saling memandang, sampai akhirnya Valerie bergerak mundur ketika alrm di kepalanya berbunyi...
''Apa yang kau lakukan lagi Valerie...''
''Aku....hanya....mematikan lampu tidurmu, hanya itu saja..''
Dars menggertakan gigi ketika dia berpikir kalau Valerie mendekatinya untuk mengolok dirinya...
''Aku sudah bilang jangan melakukannya..''
Valerie menyipitkan matanya kesal...
''Kau pikir aku menyukaimu yah..aku membencimu...kau dengar itu..sampai kapanpun tak akan pernah ada cinta dalam diriku untukmu Dars...jadi berhenti berpikir aku perduli padamu, aku bahkan tidak perduli sedikitpun padamu..''ucap Valerie susah payah..mengapa dia tak suka mengatakan hal ini..?
Dars tersenyum dingin...
''Tentu saja..jangan kasian padaku jangan pernah perduli padaku Valerie hanya karna kau melihatku tak berdaya sekarang..aku tetaplah Dars yang kejam dan akan menekanmu jika aku sembuh...aku tak akan berubah meski kau memberikan aku cinta..''
Valerie tersenyum...
''Silahkan saja...itu adalah hakmu untuk tetap bersikap baik atau kejam....tapi kau harus ingat semua akan ada balasannya...kau tak akan pernah bisa menghindar....''
''Tidak....aku hanya mengingatkanmu kalau mungkin kau akan lupa...jika kau terus bersikap seperti ini maka masa tuamu akan sangat menyedihkan...aku pergi...''
Valerie melangkah menuju pintu namun langkahnya terhenti setelah mendengar suara pecahan beling di belakangnya..
Crang.....
Wanita itu berbalik dan membeku ketika melihat Dars sudah memecahkan beberapa pajangan keramik yang ada di dekatnya...pria itu berdiri dengan sorot mata tajam...
Valerie berdiri dengan ekspresi menantang...
''Siapa kau yang berani mengatakan hal itu padaku....kau bukan siapa-siapaku...kau mengerti...''
''Aku bahkan tidak bermimpi untuk menjadi bagian dari dirimu atau menjadi milikmu Dars..dengan semua sikapmu sekarang semakin menjelaskan siapa dirimu....aku bahkan sangat menyesal menolongmu...mengapa aku begitu bodoh dan bebal..''
Dars mengepalkan tangannya....
''Valerie..........''
''Yah...kau akan merana dan tua sendirian karna apa...tak akan ada cinta yang tulus untukmu tidak ada....kau hanyalah manusia yang kejam dan tak seharusnya ada.....kau...bahkan tak di inginkan siapapun juga untuk di cintai....apa kau mengerti...aku akan melepaskan diri darimu....suatu saat nanti...dan ketika aku pergi aku lebih baik mati dari pada kembali kepadamu..''
__ADS_1
Sesuatu di dada Dars begitu nyeri seolah memukul hatinya...kata-kata Valerie terlalu tajam kepadanya seolah memebenarkan bahwa dia memang tidak pantas di cintai..tatapan Dars berubah dingin...
''Yah....begitu lebih baik....jadi tak ada hutang di antara kita Valerie...''
Dars berbalik sementara Valerie yang kesal meninggalkan kamar, meninggalkan Dars yang tersungkur di pinggir ranjang sembari menahan rasa sakit di dadanya..
Dars memejamkan mata berusaha tidak terpengaruh kata-kata Valerie kepadanya..
Dia tidak butuh cinta..sama sekali tidak butuh.,..dan Valerie benar...dia tidak membutuhkan apapun dalam hidupnya, persetan dengan cinta..dia bukan Dary yang hidup penuh cinta...dia tidak di takdirkan untuk mendapatkan cinta namun dia akan baik-baik tanpa cinta...dia akan baik-baik saja...
*********
Valerie menyesali kata-katanya yang penuh emosi..mengapa dia mengatakan hal sejahat itu..meski Dars kejam tapi bukankah kata-katanya juga kejam...?
Valerie menyadarkan tubuhnya di pintu dan memejamkan matanya..
Tidak..bagaimana sekarang, apakah Dars akan dendam karna kata-katanya...? tapi bukankah Valerie mengatakan kebenaran...Dars memang kejam...
Valerie lalu melangkah pergi dan berharap kata-katanya tidak terlalu kasar untuk menyakiti Dars...
**********
Valerie beruntung ketika dia keluar dari kamar mandi namun Dars masih tertidur, wanita itu lalu melangkah ke kamar ganti dan hendak memakai pakaiannya, ia sedikit tidak enak karna sudah menyakiti pria itu,..dan kata-katanya sedikit kejam...
Usai berpakaian Valerie hendak keluar dari ruang ganti namun langkahnya terhenti mendengar suara seorang wanita di kamar, dan segera menyadari jika itu suara Mommy Dars...
Tentu saja seorang ibu pasti mengkhawatirkan anaknya bukan...? Valerie tersenyum...namun tak lama senyumnya langsung menguap ketika mendengar kata-kata pertama Mommy kepada Dars...
Valerie mulai menguping...
****
Rose menatap Dars yang tertidur lelap di kamarnya....wanita itu menatap sinis...dan sengaja membanting tas untuk membuat Dars bangun....dan tentu saja bunyi sekeras itu membuat Dars membuka matanya.....
ia memalingkan wajahnya ke arah wanita yang melahirkannya dan berusaha untuk bangun...
''Mommy......kau datang untuk menjenggukku..aku senang......''
''Jangan pernah bermimpi Dars...matahari terbit dari barat jika aku berubah untuk mencintaimu anak pemberontak sepertimu...''ucap Rose dengan nada dingin..
Sementara Valerie membeku....hingga airmatanya menetes....
mengapa Mommy begitu tega mengatakan hal itu pada Dars..meski dia kejam..dan mengapa Valerie merasa nyeri mendengar kata-kata itu keluar dari seorang ibu..?
__ADS_1