
Dary bersandar di dalam mobilnya, ia sudah berkeliling semua tempat yang dia kunjungi hnay untuk mencari seorang Vanessa yang entah berada dimana sekarang....sungguh Dary menjadi sangat putus asa, kerinduan yang teramat besar kian menyiksanya dengan kuat hingga ia tak punya kekuatan sama sekali atau sekedar sesuatu yang bisa menolongnya dari rasa sedih karna kehilangan yang begitu besar, sungguh Dary teramat tersiksa kehilangan Vanessa, bahkan anak buahnya kembali tidak mendapatkan kabar apapun, Vanessa seperti menghilang di telan bumi, hingga ia tak bisa melacaknya sedikitpun, hal itu tentu saja membuat Dary semakin merana.
''Kau dimana Vanessa, apa maumu sebenarnya..apakah kau hanya butuh aku mengungkapkan cinta padamu, apakah kau sangat ingin mendengarnya sayang....yah....aku menyerah Vanessa...kalau mungkin perasaan yang aku alami adalah cinta...aku sungguh tak bisa jauh darimu,seakan semua yang aku lakukan tidak ada artinya tanpa dirimu Vaness....''
Dary berbicara sendiri di dalam mobil sambil memejamkan mata...sesaat kemudian ada pesan dari kakaknya Dars kalau mereka akan mengadakan makan malam sekaligus untuk mendoakan kelancaran kelahiran putra sang kakak kembar,...
Dary lalu membalas pesan dengan bilang dia akan segera kesana, sebenarnya Dary sedikit malas untuk bepergian sendirian karna Mommy pasti akan menanyakan tentang Vanessa,...bagaimana kabarnya..apakah semua persiapan sudah di lakukan..?semua pertanyaan itu membuat Dary keras kepala....sungguh,...namun dia juga tak bisa mengabaikan undangan sang kakak, bagaimanapun hubungan mereka semakin baik dan Dary tak ingin menghancurkan hubungan itu..tidak...baginya cukup dia yang menanggung rasa sakit ini..
Baik...aku akan pergi nanti malam..terimakasih kakak....
Dary..
Pria itu kembali termenung di sebuah jalanan yang sepi.dia harus kembali mencari kekasihnya yang hilang dan kali ini...Dary tak akan menyerah..
********
Makan malam keluarga Pearl terasa hangat, meski mereka masih sedih karna Vanessa belum kembali, bagi Nada kehidupannya sekarang terasa lengkap, kakak tirinya sudah pergi entah kemana, dia juga tidak berhenti bersyukur karna dengan kepergian Vanessa, dia mendapat kasih sayang full dari kedua orang tuanya..termasuk ibu yang semakin perhatian kepadanya.
''Makan yang banyak sayang..''bisik Sebastian mengusap rambut putrinya dengan lembut,....
''Terimakasih ayah..''balas Nada tersenyum...
Tak berapa lama kemudian...Widya melangkah menuju ruang makan, dan ia tersenyum seperti malaikat saja..hingga Nada terpana...sungguh betapa beruntungnya Vanessa memiliki ibu yang cantik ini..
''Selamat malam sayang..''bisik Widya dengan suaranya yang lembut...
''Selamat malam ibu..''balas Nada tersenyum..
''Selamat malam putriku..''
Sebastian sangat bahagia dengan keakraban yang di tunjukan oleh Widya dan putrinya Nada..
''Ehm...makan yang banyak sayang, sebelum kau menghadapi ujian yang sulit nanti..''bisik Widya sambil meletakan sepotong daging di dalam piring Nada..
Gadis itu mulai curiga..
''Ibu apa maksud Ibu...kalau aku..''
Widya mengangkat wajahnya dan menatap lurus kepada Nada yang masih bingung, lalu dia kembali melirik Sebastian..
__ADS_1
''Katakan padanya sayang, karna aku sebenarnya tidak rela...''
Sebastian tersenyum..
''Sayang, ada sebuah beasiswa ke Eropa yang di tawarkan padamu...dia bilang dia menyukai semua stile mu dan semua hasil rancanganmu...dia memintamu sekolah di Eropa selama 7 tahun....karna kau masih muda maka ayah akan setuju...itu tidak lama sayang, ayah sudah menandatangani kontrak kalau kau harus masuk ke sana paling lambat akhir bulan ini..''
Crang...........
Gelas yang di pegang oleh Nada jatuh tanpa mampu di cegah,..matanya menjadi panas karna terlalu terkejut mendengar apa yang ada di hadapannya..
''Apa maksud Ayah..''
Gadis itu berdiri dan tidak terima kalau ayahnya memutuskan sesuatu di luar kendalinya...
Widya menyipitkan matanya dengan tajam...
sementara sang ayah tampak terkejut mendapat amarah sang putri yang selama ini terkenal pendiam dan penurut..
''Nada tenang dulu...ini demi kebaikanmu..''
''Apakah ayah merencanakan ini semua untuk menyingkirkan aku...''jerit Nada dengan suara lantang..
''Kalau begitu batalkan saja..karna aku tidak mau pergi ayah aku tidak mau..'' tangisan Nada pecah saat itu juga..
Widya pun menatap Sebastian dan mengangkat sebelah alisnya penuh penekanan...
''Ayah tidak perduli Nada, siapkan semua barang-barangmu dan kau akan berangkat akhir bulan ini juga...''
''Tidak mau..aku tidak mau pergi...''jerit Nada kesal...
Dalam sekejap Nada menjatuhkan semua makanan di atas meja karna tak mampu menahan emosinya...Widya menarik sudut bibirnya dengan dingin...ia berhasil menghancurkan hubungan mereka...dan itu adalah hukuman untuk Nada yang telah berani membohonginya...ia kehilangan putrinya itu artinya Sebastian juga harus merasakan hal yang sama..
''Apa yang kau lakukan...bukankah kau terlalu liar Nada...''
''Hoh.....''Nada seperti tersadar dengan kesalahan besar yang telah dia lakukan..
Widya bangkit berdiri....ia menatap tajam kepada Nada...
''Bukankah ibu telah memberikan segalanya kepadamu Nada....kau malah membiarkan Vanessa pergi padahal kau bisa mencegahnya..''
__ADS_1
Kali ini Nada menoleh tajam...
''Ibu tiri...ternyata kau licik juga yah..''
''Kau bersikap sangat kurang ajar pada ibumu Nada...ayah benar-benar sangat kecewa kepadamu...kau akan membayar semua yang harus kau bayar dan ayah tak akan pernah menunda semua ini...akhir bulan terlalu lama...besok pagi kau harus pergi ke Eropa..hidup mandiri akan membuat kau lebih mengerti dan arti menghargai orang tua..''ucap Sebastian kesal..
Sebastian melangkah meninggalkan ruang makan, dan di ikuti Widya namun kali ini Nada mencekal tangan sang ibu..
Keduanya bertatapan tajam...
''Ibu..apa kau ada di balik semua keputusan ayah...''
''Sayangnya yah...lalu kau mau apa...''
Nada melebarkan matanya tak percaya...
''Mengapa kau melakukannya...mengapa...''
Widya menarik ujung kemeja Nada dan menatapnya dengan kejam...
''Kau telah berani melakukan hal menjijiklan dengan sengaja menulis surat palsu atas nama putriku untuk membuatku membencinya, tapi satu hal yang harus aku katakan padamu...tak ada seorang ibu yang membenci anak yang dia lahirkan sendiri...kecuali dia gila...aku tidak gila Nada aku mencintai putriku.....kau punya kesempatan untuk mencegahnya pergi tapi apa...kau malah membiarkanya pergi dengan maksud yang licik...''
''Apa.......''
Mata Widya menjadi panas...
''Putriku yang telah membujukku agar memberikan kasih sayang seorang ibu kepadamu dan demi dia...aku melakukan semua yang aku bisa Nada...tapi kau....apa yang kau lakukan ini...kau malah melakukan hal yang mengerikan.....aku bahkan tak tau apa yang terjadi pada Vanessa sekarang..''airmata Widya menetes di wajahnya..
''Ibu......aaaku...''
''Semua terlambat bagimu Nada....mulai sekarang kita tak akan pernah bisa dekat...''desis Widya dengan dingin, ia menghempaskan pegangan Nada dan melangkah pergi..
Nada tersungkur di ruang makan..
********
Sementara...
Seseorang membuka pintu dan menatap seorang gadis yang tertidur..ia mendekatinya dengan langkah yang teratur...
__ADS_1
''Vanessa..........''