Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Kejutan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Dary tidak berhenti untuk tertawa mendengar umpatan Vanessa untuk dirinya sepanjang jalan bahkan Vanessa menyanyikan umpatan itu untuk mengganti bait lagu yang dia dengar..


Astaga gadis yang unik...


Dary seolah tak bosan mendengar suara Vanessa yang tidak lelah mengutukinya..


''Kita baru saja bertemu dan mengapa aku sudah merindukanmu lagi..''


Dary tersenyum...


*************


Vanessa mengendap-endap ketika masuk ke dalam rumahnya namun tidak di sangkanya kalau sang ibu sudah berdiri di depannya dengan tatapan tajam..


''Kali ini apalagi alasanmu Vanessa Widya mungkikah temanmu meninggal..hingga kau harus mengurus pemakamannya..''


Deg!!!


Vanesaa menjadi gugup..namun bisa mengendalikan keadaan...


''Sebenarnya temanku membaik ibu aku mengantarnya kerumahnya karna dulu dia sudah banyak menolongku...''


Widya tersenyum...


''Siapa namanya sayang, ibu ingin bertemu kita bisa berkunjung dan memberi bantuan padanya..ibu sangat penasaran..''


''Hah......''


''Katakan saja sayang...''senyum Widya dengan penuh arti..


Vanesa mendekat dan mengalungkan tangannya di lengan sang ibu dan ini pertama kalinya dia menyentuh ibunya dengan akrab dan hal itu sanggup membuat Widya Pearl bahagia,...


''Bukankah kita harus bersiap-siap ke acara teman ibu....aku akan bersiap sekarang.....''


''Vanessa...''


''Yah....''


''Ibu senang kau bersikap manja seperti ini..kau membuat ibu bahagia.,..''


Deg!!!


Vanessa melonggarkan tenggorokannya dengan susah payah....namun ia segera tersenyum..


''Bukankah kau adalah ibu kandungku, semarah apapun aku...tetap saja....aku adalah anakmu..''


Widya mengangguk dengan mata berkaca-kaca...


''Baiklah...gaunmu sudah ibu siapkan...kau tinggal memakainya dan berdandalah yang cantik...''


''Tentu saja....aku mandi dulu bu...''


Vanessa langsung melangkah menuju lift dan ia mengerutkan kening..mengapa malah ia terlena dengan ucapan ibu...mengapa dia bahagia...?


Vanessa tersenyum...


*********

__ADS_1


Malam harinya di kediaman keluarga Jhon Dalton sudah di penuhi dengan berbagai aneka hiburan, sebenarnya baik Rose dan juga Jhon bisa mengadakan hari spesial mereka di salah satu Hotel mereka, namun Rose memikirkan kondisi menantunya yang sedang hamil besar dan akan muda merasa lelah jika berdiri lama di Hotel namun jika dirumah suasana akan lebih santai dan akrab...hal itulah yang membuat Rose akhirnya memutuskan kalau acara di adakan di rumah mereka..


Dars dan Valerie tampak sedang berbicara dengan beberapa teman bisnis Dars yang sudah datang sementara Dary dalam perjalanan...


Rose dan Jhon tampak bahagia di hari istimewa mereka sebentar lagi mereka akan di karuniai cucu kembar yang lucu...hal itu membuat Rose dan Jhon antusias..


Tak berapa lama kemudian sebuah mobil tampak mendekati parkiran sebuah rumah yang sangat mewah...dan keluar dari dalam mobil sosok Widya Pearl dan juga Vanessa Widya...kedua pasangan ibu dan anak yang begitu mirip itu langsung mendapatkan perhatian dari para tamu disana..


''Ibu...aku malu sekali..''bisik Vanessa ketika menggenggam jemari sang ibu dengan erat..


Widya menatap putrinya yang begitu cantik hari ini...


''Kau sangat cantik sayang, mengapa harus malu lagi pula ini teman baik ibu..jadi kau tak akan merasa tegang...''


''Baiklah ibu...''


Widya begitu bangga ketika mengenalkan Vanessa pada semua orang termasuk para teman bisnis dan juga arisanny beberapa dai mereka langsung meminta Vanessa menjadi calon menantu mereka..


''Putrimu cantik sekali Wid....kalian seperti kembar...'' ucap teman arisannya..


''Tentu saja,....dia putriku satu-satunya jadi semua kecantikanku aku wariskan padanya,..''


Ya..ya..yah...mengapa Vanessa menjadi rebutan padahal ibu bilang dia tidak akan merasa tegang namun semuanya malah mengerubuninya dan ingin berkenalan dengannya...bahkan sampai memanggil putra mereka untuk di kenalkan pada sosok Vanessa yang cantik..


''Tentu saja kau beruntung memiliki putri yang mirip denganku sedangkan aku dan putriku sudah wajah kami berbeda karna dia mirip papanya yang jelek..kami selalu bertengkar setiap hari..''


Widya tertawa...


''Kalau begitu aku sangat beruntung, putriku sangat mencintaiku dan penurut..benarkan itu sayang..''lirik Widya penuh penekanan...


''Cepatlah nyonya Rose sudah menunggumu..''ucap seorang wanita sebaya dengan Widya...


''Oh..ya ampun kita harus pergi sekarang Vanessa,...''ucap sang ibu menggenggam tangan Vanessa dan setengah menyeretnya ikut


''Baik ibu..hati-hati...''


Karna Widya yang terlalu buru-buru...hingga gaun panjang Vanessa tersangkut di sepatunya..sedangkan mereka sudah berada dekat dengan Rose dan juga Jhon Dalton...


Vanessa tak sengaja menginjak gaunnya sendiri dan tubuhnya menjadi goyah dan hampir membentur lantai namun sebuah tangan merengkuh pinggangnya dan mencegahnya jatuh..


Widya juga terkejut dan menjadi panik namun lega karna melihat putra sahabatnyalah yang menolong Vanessa..


Melihat insiden ini membuat Rose dan Jhon mendekat dengan khawatir...


Sementara,....


Vanessa membeku ketika menyadari tatapan yang begitu tajam itu berada di depan matanya, seseorang yang begitu dekat dengannya namun selalu di bencinya...seseorang yang dengan tidak tau malu merenggut semua darinya...dan seseorang itu adalah


Dary Dalton...


Hal yang sama juga di alami Dary...sungguh dia tidak menyangka kalau gadis yang dia tolong adalah Vanessa, gadis yang telah menjadi miliknya..mengapa ini terasa indah..mengapa Vanessa ada disini...ia tau nyonya Widya...dan nama belakang Vanessa adalah sama...eajah mereka mirip apakah itu artinya..


Vanessa adalah putri nyonya Widya Pearl...? Sungguh kebetulan yang berpihak padanya...


''Dary....'' desah Vanessa dengan wajahnya yang pucat...


''Dunia kita sangat kecil sayang..''bisik Dary dengan sorot mata tajam..

__ADS_1


Sementara para orang tua sama terkejutnya ternyaata putra dan putri mereka saling mengenal?


Vanessa buru-buru menghempas pegangan Dary kepadanya dan memalingkan wajahnya dia juga lebih terkejut ketika melihat nyonya Rose yang pernah dia temui di Mall bersama Valerie..


Astaga...seharusnya Vanessa bisa waspada..nama belakang mereka sama yaitu Dalton...jadi mereka tntu saja punya hubungan..


Apakah Dary adalah...


''Widya apakah dia putrimu..''tanya Rose tak sabar..


''Yah..dia putri pertamaku..namanya Vanessa...''pamer Widya bangga..


Vanessa menunduk hormat di hadapan Rose dan juga Jhon..


''Kau yang menolong menantuku di Mall kan...'' ucap Rose dengan senyuman bahagia..


Valeerie yang mendengar namanya di sebut lantas mendekat bersama Dars...jadilah mereka mengelilingi Vanessa...


''Vanessa hay...''jerit Valerie langsung menghambur memeluknya..


Sedangkan Dary melirik Dars soal Vanessa...


Dars mengangkat jempolnya tanda setuju...


''Ada apa ini..mengapa kalian mengenal putriku..''ucap Widya penasaran..


Valerie menyentuh lengan Widya dengan lembut..


''Vanessa menolongku yang kelelahan di Mall...dan kami berkenalan disana..jika bukan karna Vanessa mungkin aku bisa pingsan..''


Bertambahlah kebanggaan Widya..


Sementara Dary berdehem..


''Maaf bisakah aku bicara sebentar....''


Vanessa memalingkan wajahnya ke arah lain mencoba mundur untuk menghindar namun...


Vanessa terkejut ketika Dary mengenggam tangan Vanessa dengan posesif dan membuat gadis itu menoleh geram..


Mata Widya dan Rose melebar melihat genggaman tangan Dary pada Vanessa masing-masing dengan rasa penasaran yang sama..


''Dary..'' suara Rose terputus,...


''Aku ingin mengumumkan satu hal kalau sebenarnya Vanessa adalah kekasihku...kami bahkan sudah memilih cincin bersama..''


Seharusnya Vanessa melepas cincin ini...


Vanesaa pasrah ketika Dary menunjukan cincin pasangan mereka...


''Apa....'' jerit mereka bersamaan..


Oh....mengapa jadi begini... desah Vanessa di dalam hatinya..


Deg!!!


__ADS_1


__ADS_2