
Kepergian Vanessa membuat rumah seketika heboh, betapa terkejutnya Widya ketika dia mendapati kenyataan kalau Vanessa meninggalkan rumah, meninggalkan dirinya ketika Widya merasa hidupnya sudah lebih tenang dengan kehadirannya..
''Aku menemukan surat kakak di atas meja ibu..''
Nada meneteskan airmata ketika memberikan surat kepada Ibu tirinya yang sedang menangis...
Widya merasa hancur saat ini, bagaimana bisa putrinya meninggalkannya tanpa sedikitpun perasaan...?
Nada lalu memeluk Widya sambil menangis...
''Ibu jangan terlalu menangis, bukankah kau punya dua putri sekarang...''isak Nada dengan mata yang basah..
''Yah....aku sangat bahagia memilikimu Nada,...kau adalah anugrah untuk ibu...''isak Widya sesegukan, walau begitu tapi tetap saja dia tak bisa kehilangan Vanessa seperti ini...
Widya lalu bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju kamarnya,sementara Nada hanya menghela nafas sembari menghapus jejak airmatanya...sekarang tinggal menunggu reaksi ibu atas surat palsu yang sudah di rubah oleh Nada...gadis itu tersenyum menang.
Sementara Widya masuk dan mengunci dirinya di kamar, tentu saja dia tak bisa menerima begitu saja keputusan Vanessa, surat itu di lemparkan begitu saja ke dalam tong sampah di kamarnya, dia tak perlu membaca dan bersedih, dia bukanlah wanita yang lemah bukan...karna itu Widya tak akan pernah menyerah..
Wanita itu lalu mengambi ponselnya dan menghubungi seluruh anak buahnya untuk mencari putrinya yang hilang, tentu saja dia tak ingin kehilangan Vanessa..
''Sebar wajah putriku di penjuru kota atau di luar kota kalian harus mencarinya sampai ketemu..''ucap Widya mematikan sambungan telp, ia lalu menundukan kepalanya..
Mengapa Vanesa pergi..apa yang terjadi, apakah dia tak ingin ada pernikahan dengan Dary tapi...bukankah Dary dan dirinya tampak bahagia...?
Ataukah Vanessa cemburu karna akhir-akhir ini Widya mulai memperhatikan Nada,...tapi Widya melakukannya karna permintaan Vanesa sendiri...astaga dia harus mencari tau atau akan menjadi gila sendiri karnanya..
Widya lalu segera menghubungi Dary...
*****************
Aku tak akan pernah, menikha denganmu...persetan, apakah kau sangat tampan Dary sehingga kau begitu sombong seolah tak ingin terlibat dengan cinta...cih...aku tak akan kembali kepadamu.......
Astaga,....ini dimana, aku tersesat...perasaan tadi arahnya bukan kesini....
Gelap sekali....ini dimana, astaga,....aku takut......
Dary memejamkan matanya, ia berkali-kali mengutuk dirinya sendiri karna dia tidak mendengar rekaman suara Vanessa di dalam mobil, yah....Dary memasang penyadap di mobil milik Vanessa dan semua yang dia dengar tadi adalah suara Vanessa tenagh malam tadi, kemana dia...mengapa malah kata-katanya sangat aneh....
Dary bangkit dari tempat duduknya seraya meraih jasnya dan memakainya lagi...dia ingin kerumah Vanessa dan memastikan kalau gadis itu baik-baik saja sekaligus memberinya hukuman kecil karna Vanessa sudah berani pergi malam-malam tanpa ijin darinya, bukankah hal itu sangat menjengkelkan...
Pria itu segera melangkah menuju pintu dan terkejut ketika ponselnya berdering, Ibu Widya..
__ADS_1
Dary : Halo ibu.....
Widya : ( Menangis...) Dary....Dary, apakah Vanessa bersama denganmu...dia menghilang dari rumahnya semalam..ibu sudah mencarinya namun dia benar-benar tidak ada disini...
Dary : (Terkejut, Syok) Apa maksud ibu dengan Vanessa pergi...?
Widya : Entahlah tapi dia benar-benar pergi Dary...dia bahkan tidak meninggalkan jejak, hanya sebuah surat tapi ibu membuangnya karna takut membacanya...Dary bagaimana sekarang, apa kalian punya masalah...?
Dary : (Bersandar di dinding seraya mengusap wajahnya dengan gusar, mau tak mau dia mengingat ucapan Vanessa ketika kemarin mereka bertemu, apakah Vanessa marah karna dia bilang dia tak menyukai ucapan cinta, dan meminta Vanessa agar jangan menuntu, apakah karna itu dia marah) Ibu tenanglah...kami sama sekali tidak mempunyai masalah, hanya saja Vanessa bilang dia memiliki trauma...tapi ibu jangan khawatir...aku akan menemukan Vanessa...
Widya : Bisakah kau menjanjikan akan menemukannya Dary..tolong ibu nak..
Dary : Aku akan mencarinya Ibu dia calon istriku, aku akan membawanya pulang..
Widya : Baiklah aku akan lebih tenang sekarang.....
Dary : Baiklah ibu jangan kawatir okey...''
Widya : Baiklah..ibu mengerti...
Dary meletakan ponselnya dan menyadarkan tubuhnya di sandaran pintu, ia sungguh tak bisa kehilangan gadis ini..tidak bisa..
Dary kembali memakai earphonenya berharap bisa mendengar suara Vanessa yang membuatnya rindu..
Oh,..Vanessa....
Dary tak ingin membuang waktu dan segera menelfon anak buahnya untuk mencari keberadaan Valerie kemana saja...
pria itu juga tak mau berdiam diri, dia segera keluar dari ruangannya dan menuju mobilnya..
Gila..undangan sudah di sebar dan dirinya akan terancam gagal nikah untuk yang kedua kalinya, bagaimana mungkin ia bisa menerimanya kali ini..? Sungguh Dary tak ingin kehilangan Vanessa...
Dary meminta bantuan sang kakak Dars untuk mencari keberadaan Vanessa, sekaligus meminta ijin karna dia tak akan kembali ke kantor sebelum menemukan kekasihnya...
Dars mengerti dan memberi adik kembarnya Dary waktu, untuk mencari calon istrinya yang menghilang dari sisihnya..
Ketika masuk ke dalam mobilnya, Dary kembali mendengar suara dari earphonenya..kali ini suara milik Vanessa...matanya menjadi panas...sungguh, Dary tak dapat menyembunyikan rasa sedihnya...dia sangat merindukan Vanessa dengan begitu besar..
( Ah..astaga aku sangat lapar, kepalaku pusing...aku tak punya apapun untuk dimakan...oh ya ampun apakah aku akan mati disini....lalu tak berapa lama kemudian isakan kembali terdengar...ayah...ayah aku merindukanmu...ucap Vanessa dengan suara yang serak,..) lalu eardphone terputus...
''Tidak...Vanesaa, apa yang terjadi denganmu kau dimana..sayang...''bisik Dary dengan mata yang basah..
__ADS_1
Belum sehari dan dia merasa gila...ia kembali menghubungi anak buahnya namun, tak ada satupun yang menemukan Vanessa...
''Dimana kau Vanessa....apakah kau yang sedang menghukum aku....?'' teriak Dary memukul stir mobilnya dengan kuat...dia akan mencari Vanessa walau sampai ke ujung dunia...
*******
Sudah tinga hari lamanya dan sosok Vanessa belum juga kembali, ia juga tak bisa lagi di dengar dari earphone milik Dary dan hal itu cukup membuat Dary di landa stress..
Pernikahan mereka akan di lakukan minggu depan, dan sampai saat ini Vanessa seakan hilang di telan bumi dan tak tau dimana harus mencarinya...
Seluruh keluarga Widya juga terlihat begitu hancur, Sebastian telah kembali dan tidak berhenti mencari keberadaan Vanessa..hal yang sama juga di lakukan Nada dia ikut mencari sambil meneteskan airmatanya..
Sampai suatu ketika di sore hari, seorang pelayan menghampirinya..
''Nyonya Widya...''
''Yah...ada apa....''
''Aku menemukan rekaman cctv yang akan membuat nyonya terkejut dan tidak menyangka...''
Widya menoleh malas, dia tak ingin melihat cctv yang akan menyakiti hatinya sendiri, yah....hati ibu mana yang tidak akan merasakan sakit ketika melihat putrinya meninggalkan rumah, Widya tidak ingin melihat rekaman menyakitkan itu dan membuatnya semakin hancur..bahkan dia sakit-sakitan...
''Aku tak ingin melihat rekamananya Ani, pergi dan hapus saja rekaman itu mengapa kau malah ingin menunjukannya kepadamu...''
Ani sang pelayan kembali menundukan kepala...ia tak bisa menghapus bukti rekaman itu dan tak sabar ingin menunjukannya pada Widya yang tampaknya sudah salah menillai putri tirinya..
''Nyonya Widya harus melihat bagaimana ketika nona Nada sebenarnya mengetahui kepergian nona Vanessa hanya saja dia membiarkannya..bahkan ada banyak waktu yang bisa membuat nona Nada berteriak dan menghentikan nona Vanessa pergi, dia juga mengganti surat yang asli dengan tulisan tangannya...dengan kata lain surat yang di berikan nona Nada adalah yang palsu sedangkan ini adalah surat asli.''ucap Ani lalu memberikan sebuah surat yang asli yang di temukannya ketika Nada membuangnya di tempat sampah..
Widya mengambilnya dengan gemetar...ia mulai terbakar amarah ketika membayangkan beraninya sang putri tiri melakukannya, membohonginya dengan kejam...
''Jadi ini pembalasannya setelah aku memberikan kasih sayang kepadanya..apakah dia sudah gila...apa alasannya melakukan itu Ani, kau apa yang kau temukan...''desis Widya menoleh..
Ani sebenarnya adalah pelayan mata-mata yang di tempatkan Widya di sisih Nada untuk mengawasinya...dia juga adalah tangan kanan Widya...
''Nona Nada melakukannya untuk menyingkirkan nona Vanessa karna cemburu, dia takut hartanya akan terbagi dengan nona Vanessa juga kasih sayang nyonya...dia takut jika nyonya tidak akan menyayanginya jika masih ada nona Vanessa...karna itu nona Nada membiarkan nona Vanessa pergi..''
Widya bangkit dari tempat duduknya lalu tertawa dengan kejam...
''Nada....dia adalah seekor ular kecil yang baru saja belajar mematuk untuk menularkan bisanya...astaga....aku lengah...'' Wajah Widya mengeras.....
Nada akan mendapat hukuman darinya,...
__ADS_1
Widya lalu mengambil ponselnya dan menelfon seseorang....
''Selamat pagi kepala sekolah....''