
Begitu memasuki ruang tamu, Valerie kembali di kejutkan dengan beberapa hiasan yang di buat oleh Dars bertuliskan
SELAMAT DATANG KEMBALI DIRUMAH ISTRIKU.
Valerie terdiam mengamati semua pelayan dirumahnya berdiri dengan memegang balon dan senyum ceria...
''Selamat datang kembali nyonya Valerie...semoga sehat selalu..''
Dars tersenyum menatap semua pelayan rumahnya sementara Valeriepun tersenyum meski dia merasa ini berlebihan, dia sedang tidak hamil atau ulang tahun, tap perlu melakukan ini semua..
''Terimakasih kalian baik sekali padaku...''
''Kami sayang padamu nyonya Valerie..''balas salah satu pelayan kepadanya..
''Baiklah...terimakasih..silahkan kalian berpesta..aku akan istirahat sebentar...''
''Baik nyonya...''
Dars lalu membimbing Valerie masuk ke dalam lift untuk menuju kamar, sebelum itu ia tersenyum kepada Barron yang telah mengatur semua acara penyambutan ini..
Sementara Valerie tak bisa berhenti untuk terkejut..
''Mengapa mereka bersikap aneh...''
''Mereka hanya sayang padamu saja Val...kau saja yang belum menyadari semuanya..''ucap Dars menenangkan..
Di dalam kamar juga telah di hias,...dengan ruangan yang di dominasi warna putih sesuai warna kesukaan Valerie...ia masih terkejut namun Dars membimbingnya menuju ke atas ranjang dan mendudukannya...
''Kau suka dengan semua yang aku siapkan...''
''Mengapa kau melakukannya Dars....bukankah aku sudah bilang berhenti bersikap seperti ini kau hanya akn membuatku semakin tak nyaman...''ucap Valerie masih tak terima...
Dars menghela nafas...menyentuh pundak Valerie dan menatap matanya...
''Aku mohon bukalah hatimu Val....aku akan berubah demi dirimu, aku akan melakukan semua yang terbaik dari yang aku punya,...aku hanya tak bisa kehilanganmu aku tak bisa....''
Valerie membeku....
''Aku lebih suka kau tidak mengetahui kalau aku adalah gadis itu...aku lebih suka kau bersikap seperti dulu..karna bagiku itu sikap paling natural Dars....aku merasa aku sedang melakukan drama denganmu..''tatap Valerie dengan dingin..
Dars terdiam sebentar...apa yang harus dia lakukan sekarang, kata doktr bagi wanita yang sedang hamil..mood mereka akan berubah-ubah dan inilah yang dia rasakan dengan Valerie dia merasa kesal dengan hal yang sepele..
''Baiklah,....lalu kau mau aku bersikap seperti apa..''
Valerie menyipitkan matanya....mengapa sikap Dars membuatnya serba salah..
''Ehm.....aku pikir kau bersikap sebaliknya saja...seperti dirimu yang dulu aku akan merasa lebih baik..tapi jika kau bersikap seperti ini maka aku akan menjadi tak nyaman..''
Dars bangkit berdiri,....dia harus bagaimana, jika dia bersikap cuek lalu bagaimana dengan bayinya sedangkan Valerie belum tau dia hamil dan rencananya Dars akan memberikan suprise makan malam keluarga, dengan mengundang orangtuanya, termasuk Dary..
__ADS_1
Bagaimana sekarang..
''Ehm.....''
Dars membalikan tubuhnya, berusaha mengembalikan sikap tegasnya yang dulu dan selalu membuat Valerie segan..
''Aku punya aturan sayang, dan kau tau kau harus mengikutinya...''
Valerie mengangguk tanpa takut..
''Katakan saja..''
''Mulai sekarang kita akan makan malam bersama..''
''Mengapa kau berubah...''
''Karna aku ingin, dan kau tak bisa menolaknya..''
''Ini kejam....''
''Kau yang memintaku menjadi seperti aku yang dulu bukan...maka kau harus bersedia patuh..'' lirik Dars menekan..
''Apa,....tapi...''
Dars melangkah mendekati Valerie yang masih duduk dengan wajah protes...ekspresinya yang berubah-ubah di wajahnya membuat Dars merasa gemas...
''Mulai sekarang kau adalah milikku...milikku yang sebenarnya dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita sayang..'' ucap Dars mendekatkan wajahnya...
( Mungkin anda harus menahan diri tuan, setidaknya sampai janin anda menjadi kuat...karna ini saat yang rawan, sebaiknya hindari percintaan sampai melewati batas waktu yang saya tentukan...)
Shiitt.....itu artinya ia harus menunggu paling tidak dua minggu agar anaknya bertumbuh sempurna...
Astaga...
Dars menarik diri dan membuat Valerie merasa lega luar biasa....
''Aku mau tidur sebentar...''
Dars mengangguk....lalu mengecup kening Valerie dengan lembut dan membantu Valerie untuk tertidur di ranjang...Dars lalu bangkit dan melangkah keluar dari kamar dan menuju meja kerjanya...lalu mengambil boneka pemberian Valerie dulu dan tersenyum...
''Kau menemukan pemilikmu kembali...''
Dars lalu membuka laci meja kerjanya dan mengambil sebuah pistol kecil...Valerie sudah berada di rumah saatnya dia memperingatkan Pedro....
Dars lantas menyimpan pistol di balik sakunya dan melangkah kembali ke kamar...ia masih melihat Valerie yang tertidur...lalu meletakan boneka kecil pemberian Valerie dulu di samping ranjang..tepat di samping boneka Valerie yang baru...pria itu merenung sebentar..rupanya boneka yang mereka pegang berpasangan..sungguh kebetulan yang unik...
Dars tertawa kecil....sembari terus memperhatikan Valerie yang masih tertidur lelap....
Pandangannya menyapu pada permukaan perut Valerie yang masih rata...besar harapaannya agar melihat anaknya tumbuh dengan baik...bagi Dars itulah harapan terbesarnya sekarang...
__ADS_1
Dars lalu bangkit kembali dan ingin melangkah...
Aaarrghh.......
Valerie mulai merintih di dalam tidurnya....hingga Dars menghentikan langkahnya.,...sepertinya Valerie bermimpi buruk saat ini...
Mengalah dan membuka jassnya kembali, Dars bergerak naik ke atas ranjang dan meraih Valerie ke dalam pelukannya sembari menenangkannya..
Valeri masih terlelap dan ia terus mempererat pelukannya...hingga pria itu tersenyum lega...
Pelukan Valerie padanya terasa menyenangkan, tentu saja...perasaan merasa di butuhkan, perasaan merasa di perlukan memenuhi hati Dars..ia tak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya hingga menjadi candu baginya..
Keduanya berpelukan sampai menjemput pagi hingga Valerie terlelap dengan mimpi yang indah...
********
Pedro baru saja keluar dari sebuah Bar yang cukup terkenal di kota itu dan langsung mendapat pukulan keras dari seorang Dars Dalton...
Bughhh........
Pedro membeku di tempatnya ketika Dars berdiri dengan kemarahan yang nyata...
''Kaauu......''
Ketika Pedro hendak bangkit berdiri, Dars mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya kepada Pedro yang begitu ketakutan...
''Dars Dalton.......''
Pria itu mendekat dan meraih Pedro agar berdiri sejajar dengannya kemudian kembali melayangkan pukulan keras untuk pria itu...
Tubuh Pedro kembali rubuh di tanah..'
''Apa yang kau lakukan,.....''
''Bukankah aku yang seharusnya bertanya,..apa yang kau lakukan hah,..beraninya kau menembakku..''
''Lalu bagaimana denganmu Dars,....kau menghancurkan bisnisku dengan menghancurkan gudang terbesarku Dars...kau pikir aku akan diam saja...aku akan menghancurkanmu dan memastikan kau....akan menderita..'' desis Pedro dengan suara lantang..
Dars membeku ketika dia tidak pernah menghancurkan gudang...
''Apa buktinya kau menuduhku Pedro...''
Pedro bangkit dan mengepalkan tangannya..
''Kau terekam cctv melakukan aksimu dengan anak buahmu..aku tak menduga kau selicik dan seceroboh itu Dars...''
Dars membeku ketika satu nama muncul di kepalanya..
Apakah Dary yang melakukannya....??
__ADS_1
Dars terkejut...sialan Dary...mengapa dia harus bertindak ceroboh....
Dars mengepalkan tangannya.......