
Dengan sedikit kasar, Pedro melepas pegangan Nada kepadanya hingga wanita itu meneteskan airmata..
''Bukan saatnya bicara tentang kita Nada...lagi pula ketika kau menyangkalku di depan orang tuamu, bagiku saat itu kau sudah tidak punya perasaan padaku, jadi Nada....aku rasa kau sedang merasa bersalah atau mungkin kasihan pada pria tua sepertiku dan aku ingin kau tau bahwa aku benci.''desis Pedro dengan tatapan dingin,
''Tapi aku ingin menjelaskan tentang....''
''Bukankah sudah aku bilang aku tak ingin mendengar....? Saat ini hanya Nayra di dalam pikiranku...dan aku hanya akan memikirkannya mulai sekarang...'' suara Pedro meninggi dan membuat Nada segan...wanita itu mengangguk dengan cepat dan menutup mulutnya rapat-rapat..
''Baiklah..aku hanya ingin kau tau kalau aku minta maaf, aku sungguh minta maaf.'' airmata Nada menetes kembali..
Pedro lalu menghidupkan mesin mobil, dan melaju meninggalkan tempat itu, sementara Nada menjadi bingung sendiri, apa yang harus ia lakukan sekarang, sepertinya Pedro sangat tersinggung dengan apa yang dia lakukan...bagaimana ini...?
Nada memalingkan wajahnya keluar jendela, ingatannya terbang pada kenyataan bahwa selama 7 tahun Pedro bertahan sendirian, dia tidak menikah dan hanya menunggunya, Nada telah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya dan kali ini dia tau kalau Pedro terluka...sesekali Nada melirik Pedro yang terlihat dingin..
Mereka tidak bicara sepanjang jalan dan hanya diam saja...
sampai terdengar bunyi kriuk dari perut Nada,...pria itu menoleh sedikit...
''Kita akan singgah di restoran, dan makan sebentar...''ucap Pedro singkat.
''Baiklah....'' jawab Nada dengan suara pelan..
Mereka akhirnya tiba di sebuah restoran mewah...Pedro keluar dari sana, sementara Nada juga keluar dari mobil dan langsung menghampiri Pedro dan mengalungkan tangannya di lengan pria itu hingga Pedro melirik..
''Apa yang kau lakukan...kau bisa jalan sendiri, tak perlu menggandeng begini...''
Nada memijit pelipisnya...
''Sepertinya asam lambungku naik, aku merasa pusing, jika aku tidak bersandar padamu aku takut aku akan jatuh...''bisik Nada dengan suara pelan..
Pedro tak punya pilihan selain membiarkan Nada bersandar padanya, lagi pula dia memang sedikit khawatir pada Nada, apalagi wajahnya terlihat sedikit pucat..
''Ayo masuk...'' Pedro lalu mengalah dan menuntun Nada masuk ke dalam area restoran..
Dan kedatangan mereka menarik perhatian beberapa tamu restoran disana, bagaimana tidak, Nada masih begitu muda..dia cantik sementara Pedro terlihat matang dan berantakan, dia jarang bercukur dengan ketergantungan rokok...
Mereka pun duduk, dan Nada mulai memesan..sementara Pedro berusaha memalingkan perhatiannya pada ponselnya...
sementara Nada hanya tersenyum...ia akan meminta maaf pada Pedro, yah....ini kesalahannya dan ia akan menebusnya..
__ADS_1
''Aku akan mengirimkan semua foto Nayra dari bayi...tidak dari semenjak aku hamil anak kita....jadi berikan nomor ponselmu aku akan......''
Suara Nada menggantung ketika, mendapat tatapan tajam dari Pedro...pria itu tak menjawab perkataan Nada dan malah memalingkan wajahnya..
Nada hanya menghela nafas...lalu menyimpan ponselnya lagi...rupanya Pedro masih marah kepadanya...?
Tak berapa lama kemudian sang pelayan datang dan mendekati Nada dan Pedro...
''Anda beruntung mempunyai keponakan yang cantik, ada hadiah puding cinta dari manajer kami disana...''tunjuk pelayan pada seorang pria muda yang tampak menatap ke arah mereka..
Pedro melonggarkan dasinya, dia mulai gerah dan menahan emosinya, sementara seperti alarm, Nada masih menghafal betul dengan arti tatapan yang di tunjukan oleh Pedro jika dia sedang marah...
''Ehem....maaf, aku tidak menyukai puding cinta....atau apapun itu aku bukanlah seorang gadis, dan pria ini adalah suamiku...kami sudah punya anak berusia 7 tahun...apa kau sudah mengerti..''
Pelayan itu ternganga dengan jawaban Nada hingga ia menatap mereka bergantian seolah ingin meyakinkan penglihatannya, tidak mungkin bukan...tidak mungkin mereka suami istri..?
Sementara Pedro diam-diam, melirik Nada ketika dia bicara...tentu saja, Pedro memang tampan namun, dia sedikit tidak bisa mengurus dirinya hingga dia tampak lebih tua...sementara Nada, usianya baru 24 tahun, dan tentu saja dia masih muda...di tambah lagi dia pandai merawat tubuhnya..
''Jadi tolong sampaikan pada managermu, jangan menggoda istri orang lain..''
''Baiklah nyonya, kami mohon maaf...''ucap pelayan itu dengan tatapan menyesal, lalu pergi dan tak lama kemudian wajah sang manager berubah kecewa, pria itu segera masuk ke dalam ruangannya..
''Lain kali katakan saja aku adalah pamanmu Nada, aku kesal sekali kau harus berbohong..mungkin saja setelah ini aku akan menceraikanmu dan kau bisa bebas...''tatap Pedro dengan tajam...
Mata Nada berkaca-kaca, namun dia berusaha menahan perasaannya..
''Aku lapar sekali...''
Nada mengambil sup panas, dan segera melahapnya tanpa memperhitungkan jika sup itu sangat panas, dan ia mendesah...karna bibirnya seakan melepuh..
''Aaaarrrgghhh....''
Pedro terdiam.....
''Maafkan aku.....ini panas sekali..'' mata Nada berair, yah...sekali lagi dia menyembunyikan perasaannya..
Sepanjang makan malam itu Pedro hanya menatap Nada tanpa berkedip, pria itu kemudian meletakan ponselnya..di atas meja...setelah Nada selesai makan...
''Pasword ponselku adalah gabungan nama kita, aku belum sempat menggantinya...''
__ADS_1
Nada membeku ketika menatap ponsel milik Pedro dan segera mengambilnya, jemarinya sedikit bergetar...ketika melihat layar ponsel, disana ada foto pernikahan mereka di pulau 8 tahun lalu...
tanpa bicara Nada mulai membuka ponsel Pedro dan ternyata semua isi galery adalah di penuhi dengan fotonya, pernikahan mereka, ketika dia tidur atau ketika sedang melukis...
''Aku akan menghapus fotomu...dan hanya meninggalkan foto putriku...''ucap Pedro dengan singkat..
Sementara...
Nada mengepalkan tangannya..
Pedro...beraninya dia melakukan itu...astaga, bukankah dia sudah minta maaf, mengapa pria ini masih jual mahal...?
''Terserah padamu Pedro, aku akan mengirimkan foto Nayra..''
Pedro hanya mengangguk acuh...setelah memindahkan foto Nayra di ponsel Pedro, wanita itu merasa kenyang..ia lalu menatap Pedro..
''Lalu kita harus kemana sekarang...kemana kita harus mencari Nayra...''tanya Nada mulai di liputi rasa khawatir..
Pedro melirik jam tangannya,
''Ada panti asuhan di kota ini namun jaraknya lumayan jauh dari sini....kita akan mencarinya kesana besok pagi...''
''Panti asuhan...''ulang Nada mengerutkan kening..
''Yah...panti asuhan, anak buahku baru saja mendapatkan kabar jika Nayra terlihat bersama anak-anak panti...mungkin saja dia disana...''
Nada menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi....airmatanya kembali menetes...
''Aku harap kita benar-benar bertemu dengannya besok...''ucap Nada penuh harap..
''Tentu...perasaanku mengatakan kalau dia ada disana..''ucap Pedro juga berharap..
''Lalu apakah kita akan tidur malam ini di mobil..tubuhku kesakitan..''
Pedro berdehem...
''Kita akan menginap di Hotel malam ini...''ucapnya singkat..
Nada melebarkan matanya...
__ADS_1
''Hotel.....''