Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam

Ternoda Oleh Sang Mafia Kejam
Kasih Sayang


__ADS_3

Entah bagaimana caranya Dary meyakinkan ibunya hingga dia bisa bebas masuk ke kamar dan sekali lagi dia memanfaatkan keadaan dengan baik untuk sebuah percintaan panas di siang hari, dan dia berhasil melakukannya tanpa perlawanan berarti dari seorang Vanessa, percintaan itu terjadi dan Vanessa tak bisa melakukan apapun karna memang posisi dia sedang tidur dan tak bisa melarikan diri...


Setelah kegiatan panas itu selesai, Dary membersihkan dirinya dan menatap Vanessa yang sedang melirik tajam kepadanya di depan cermin, pria itu tersenyum puas..mendekati Vanessa dan mencium pipi Vanesa yang cemberut.,..


''Kita akan memilih cincin sekarang..''


''Tidak aku sedang tak ingin pergi kemanapun Dary...jadi aku pikir aku tak bisa...mengikutimu..''


''Bukankah aku sudah bilang tidak menerima penolakan..''


''Terserah padamu...''gerutu Vanessa cuek..


''Cepatlah Vanessa atau aku tidak akan pernah pergi dari sini...'' Dary melangkah ke atas ranjang dan berbaring disana..


''Jangan bertindak seperti anak kecil Dary...''


''Kau yang memaksaku bertindak seperti itu..'' Dary mengedipkan matanya..


Vanessa sungguh tak bisa berkutik di hadapan pria ini, semua di putuskan oleh Dary secara egois..pria ini memanfaatkan waktunya dengan baik...


hingga Vanessa terjebak tanpa mampu keluar dari situasi yang mengerikan ini.


''Baiklah...ayo pergi, apa kau puas..''ucap Vanessa menyerah..


Dary bangkit seketika dan langsung mendekati Vanessa dan menggenggam tangan Vanessa untuk membawanya pergi. mereka keluar dari kamar dan sempat bertemu Nada...gadis itu memberi hormat ketika berpapasan dengan Dary juga Vanessa...namun gadis remaja itu menangkap tatapan sedih di wajah Vanessa kaka tirinya..


Ada apa dengan kakaknya...? Nada mengerutkan kening bahkan masih menatap dari jendela kepergian kakaknya..


Gadis itu lalu mengangkat bahu, percintaan orang dewasa yang tidak di mengertinya...Nada memutuskan melangkah ke taman dengan membawa beberapa tugas sekolah dan beberapa contoh desain gaun yang dia rancang sendiri..


Nada memang memiliki bakat dalam dunia fasion gaun sampai kalung, namun bakat terpendam itu selalu di sembunyikan terutama dari sang ibu tiri yang akan sangat marah padanya,...


Nada mengerjakan tugasnya dengan cepat lalu beralih pada gambar sebuah desain kalung dan gaun untuk pesta,...lama Nada berada disana masih menggambar dengan penuh konsentrasi,...ia terlalu serius sampai tidak menyadari bahwa sang ibu telah kembali dari perjalanan..


Widya turun dari mobil dan melihat Nada sedang berada di taman dan sedang belajar, ia teringat dengan perkataan Vanessa tentang memberi kasih sayang, walau setiap kali melihat Nada dia kesal sekali...bukan karna apa..dalam hidupnya Widya tidak pernah percaya siapapun termasuk suaminya..dia selalu berpegang teguh pada dirinya dan prinsipnya namun ketika Vanesa kembali dalam hidupnya Widya kembali memberikan kepercayaan kepada anak perempuaannya...karna putranya Daness masih sangat kecil..


Widya mendekati Nada tanpa di sadari gadis itu..dan matanya melebar sempurna melihat hasil rancangan sang putri tiri yang begitu indah...hingga Widya sendiri merasa kagum...


''Nada...apa yang sedang kau lakukan..''


Nada begitu terkejut seperti sedang melihat hantu, gadis itu hampir pingsan menyadari siapa di hadapannya, Widya menatapnya dengan tajam..


Sontak Nada menyembunyikan hasil desainnya dan berdiri dengan gugup, ia takut sekali kalau sang ibu tiri akan kembali memotong uang sakunya...


''Ibu...kapan datang, aku minta maaf aku tidak menyadarinya....''


''Jadi aku harus datang dan pergi dengan ijinmu bagitu...''

__ADS_1


''Tidak bu...aku minta maaf..tapi aku akan pergi...''


Ketika Nada hendak pergi dari sana Widya malah duduk di kursi taman dan menatapnya dengan tajam hingga membuatnya merasa bingung harus bersikap apa...hubungan mereka sangat dingin,...jika dia pergi ibu pasti akan menuduhnya anak kurang ajar namun ketika dia duduk pasti ibu akan marah...


Apa yang harus dia lakukan...?


''Ibu....''


''Duduk...aku ingin melihat hasil rancanganmu..''ucap Widya..


''Hah....''


Nada masih ketakutan dan langsung duduk, ia menunjukan hasil desainnya dengan pasrah, dia pasrah kalau sang ibu akan menghancurkannya...


Namun...


Hening...


Widya mengerutkan kening ketika menatap gaun indah di depannya..


''Apakah ini hasil rancanganmu...''


''Benar..tapi jika ibu ingin merobeknya aku....''


''Bagus....apakah kau bisa membuatkan gaun yang cocok dengan ibu...ayahmu akan pulang 3 hari lagi dan kami akan menghadiri satu undangan ada drescode yang khusus....''


''Mengapa kau diam...apa kau keberatan membuatkannya...''


''Ah tidak ibu...duduklah jangan marah...aku akan membuatkan satu gaun untuk ibu, jika ibu tak suka ibu bisa memilih desain yang biasa di buat desainer ibu..''


''Baiklah...apa kau bisa menggambarnya sekarang...''tanya Widya sedikit tidak yakin..


''Tentu....aku bisa membuatkannya bu..sebutkan drescod ibu...''


Widya lalu mengatakannya sambil memperhatikan Nada yang bertumbuh semakin cantik..


''Nada...''


''Ya ibu....''


''Tak terasa kau sudah berusia 16 tahun, kau bertumbuh cepat..''


Nada mengangkat wajahnya dengan airmata menumpuk...masih dia ingat ketika ia masih kecil dan Ibu menikah dengan ayah, sejak saat itu ibulah yang merawatnya...


''Aku tumbuh berkat ibu...segala yang aku dapatkan sekarang karna ibu...aku minta maaf sempat curiga pada ibu atau memberontak..aku merasa malu karna aku sadar kau adalah ibu keduaku..''


Widya mengangguk..

__ADS_1


''Maafkan ibu...jika selama ini ibu menyakiti hatimu Nada...''


Deg!!!


Nada menatap sang ibu dengan kerutan di dahi...mengapa ibunya tiba-tiba berubah...?


''Ibu....''


Widya membayangkan bagaimana masa remaja putrinya Vanessa yang kelam dan selalu kurang kasih sayang, hatinya teriris mendengar cerita Vanessa..bahkan harimau yang ganas pun akan menangis jika anaknya terluka..


''Dengarkan ibu....jika kau butuh apapun dari ibu, katakan saja...ibu hanya ingin hubungan kita menjadi lebih dekat dari sebelumnya...kau bisa menganggapku seperti ibu kandungmu sendiri Nada dan ibu juga akan mencoba menjadi yang terbaik untukmu..''


Widya bangkit dari tempat duduk dan melangkah, namun sedetika kemudian, wanita itu membeku ketika Nada memeluknya dari belakang..


''Nada......''


''Hanya sebentar bu..walau hanya seperti ini aku sudah bahagia dan aku tidak meminta lebih...''isak Nada dengan suara serak.


Namun Widya berbalik dan meraih Nada di dalam pelukannya...


''Mulia sekarang kau bisa memelukku Nada,...''ucap Widya lembut..


Betapa bahagianya Nada saat ini...


**********


''Vaness.....Vanessa tunggu,....''


Dary mencengkram tangan Vanessa ketika mereka keluar dari butik..


''Kau bilang hanya ingin mencari cincin, mengapa sekarang kau memaksaku mencoba gaun dan lainnya, Dary aku tidak suka caramu..kau memutuskan sendiri tanpa bicara padaku..''


''Tapi Vaness, aku memang ingin menikahimu kita tetap akan menikah bukan...lalu mengapa kau ragu sekarang...''


Vanessa sudah benar-benar tak sanggup lagi, dia sama sekali tidak mengerti alasan Dary ingin menikahinya bahkan, pria itu tampak sangat buru-buru dan memaksa...


Vanessa bersedekap...


''Apa kau mencintaiku Dary...atau paling tidak kau mencintaku selain tubuhku yang kau butuhkan...''


Dary menghela nafas...mengapa harus menanyakan cinta..itu tidak perlu bukan, lagi pula dia juga belum mengerti perasaan yang dia rasakan sebenarnya untuk Vanessa...dia menyukai gadis ini, mereka bercinta dan dia puas, lalu dia tak bisa jauh dari Vanessa karna ketergantungannya..mirip candu...apakah itu bisa di sebut cinta...


''Vanessa...''


''Jangan membujukku Dary,...aku hanya ingin tau perasaanmu dan aku ingin kau jujur...''


Dary mengeraskan wajahnya...ia mendekati Vanessa dan menatapnya tajam..

__ADS_1


''Sebenarnya aku........''


__ADS_2