
Dars membuka matanya lambat dan menatap langit-langit kamar sembari menghela nafasnya..
pagi ini dia bangun dengan tubuh yang lebih segar, luka di bahunya sudah mulai mengering walau masih merasakan sedikit nyeri..
Pria itu melirik ke samping ranjang namun Valerie sudah tak ada di sampingnya...entah dimana dia...Dars lalu bergerak bangkit dari ranjang dan menuju toilet dan membersihkan dirinya disana...
Setelah segalanya selesai ia menghampiri lemari dan ingin mengambil pakaian namun, ternyata pakaiannya sudah di siapkan oleh Valerie...dia berani menyebut Valerie karna para pelayan tentu tak berani menyentuh pakaiannya apalagi menyiapkan untuknya..
Dars pun tersenyum sembari mengambil pakaian yang telah di siapkan oleh Valerie hatinya sedikit merasakan bahagia..pria itu lalu melangkah ke ruang ganti dan mengganti pakaian yang di pilih Valeri..ia tak sabar menemui wanita itu..
******
Sebuah mobil memasuki halaman rumah dan saat itu Valerie baru saja keluar dan hendak ke teras samping, namun langkahnya terhenti ketika menyadari sosok Mommy Rose turun dari sana,..
Begitu melihat Valerie, senyum wanita itu langsung terbit di wajahnya namun sebaliknya Valerie memalingkan wajahnya tak nyaman...ingatan tentang bagaimana Mommy mengatakan hal menyakitkan tentang Dars membuat Valerie merasa malas menghadapi wanita itu..
Ketika Valerie hendak mengambaikan Rose,..wanita itu mendekatinya dengan cepat dan menghalangi langkah Valerie...
''Mommy ingin bicara kepadamu Val....''
Wanita itu membalikan wajahnya dan bersedekap, ia sungguh kecewa menyadari wanita di depannya tega membedakan anak-anaknya sendiri..
''Aku tak ingin bicara dengan Mommy...aku lelah jika kita harus bertengkar sekali lagi...mengapa Mommy kesini...apakah lebih baik menemui putramu...''
Rose menghela nafas, ia sudah frustasi karna keadaan dirumah semakin tak terkendali Dary mulai curiga tentang apa yang terjadi pada hubungan Valerie dan Dars karna salah seorang teman Dary mengatakan kalau Valerie sudah menikah..karna itu Rose sudah tak bisa berbuat apapun, semua ini adalah kesalahan Dars...
''Valerie tolonglah...sekali ini saja Mommy ingin bicara denganmu..''ucap Rose memohon..
Valerie pun tak bisa menghindar selain mengikuti kemauan Mommy..
''Baiklah...kita bicara di taman belakang saja Momm...''
''Baik..terimakasih Val...''
Keduanya lalu melangkah ke arah taman belakang, sambil minum teh..Rose mulai berdehem...apapun akan ia lakukan demi mengembalikan keadaan dan tidak melihat putranya Dary terluka..
''Ada apa..''
Valerie membuka pembicaraannya..sementara Rose mulai berkaca-kaca..
__ADS_1
''Dary....dia sedang hancur saat ini,..''
Deg!!!
Valerie menoleh...biar bagaimanapun Dary adalah pria yang di cintainya jadi Valerie tentu masih menyimpan perasaan untuk pria itu, walau dia sadar kini dia sudah menikah...
''Dia akan baik-baik saja..''balas Valerie dengan nada suara yang bergetar..
Rose tertawa walau airmatanya menetes, dan itu sangat mengejutkan untuk Valerie karna sekali lagi dia merasakan perbedaan antara Dars dan Dary di mata Mommy Rose...
''Sepertinya Dary sudah mencurigai pernikahan kalian dan saat ini setiap malam dia selalu menghukum dirinya dengan minum-minum...hal itu sungguh menyakitkan untuk Mommy...''
Valerie memalingkan wajahnya ketika ia marasa ikut hancur menyadari Dary pasti terluka...
namun ia tak bisa kembali lagi, pernikahan sudah terjadi meski Dars hanya menganggapnya pemuas..namun..ia adalah seorang istri...kakinya sudah terikat dan dia tak dapat melarikan diri lagi...
''Lalu...aku bisa apa Mom...seandainya saja Mommy jujur padaku..seandainya saja Mommy mengatakan segalanya..aku dan Dary tak akan terpisah...aku dan Dary tak akan pernah menjadi korban bukan...''
Rose mengangguk sedih,...meraih jemari Valerie dan menggenggamnya, ia menatap ke dalam mata Valerie dan bersyukur masih ada cinta untuk Dary disana,...
''Mommy salah...ini memang kesalahanku....saat Dary kecelakaan Mommy merasa bingung dan takut apalagi saat itu Daddy dalam sebuah proyek besar..jika para investor tau tentang kecelakaan yang di alami Dary maka itu adalah kesempatan untuk menghancurkan proyek Daddy...di saat yang sama Dars menawarkan diri namun Mommy tidak menyangka dia menginginkanmu dengan serakah..''
''Mommy bisa bilang padaku kan...aku bisa menunda pernikahan demi kesembuhan Dary..aku bisa menemaninya dirumah sakit tapi apa yang Mommy lakukan...bahkan keputusan Mommy dan Daddy untuk menikahkan kami adalah kesalahan besar....jadi bagaimana sekarang...tak ada jalan untuk kembali Momm....''
''Mommy....''
''Untuk apa kau bertahan dengan monster itu Valerie...Mommy yang mengandungnya dan Mommy tau sisi gelapnya sayang jadi kau harus...''
''Mengapa kau membencinya...apa kesalahan Dars hingga Mommy begitu membencinya..dia anak kandungmu,....''airmata Valerie menetes..sungguh semua ini terlalu aneh baginya..
Rose mengerutkan kening...ia mulai curiga apakah Valerie mendengar percakapan mereka di kamar...?
Rose mencoba mengingat kalau saat itu dia sedikit curiga dan menatap ke arah kamar ganti milik Dars dan Valerie yang bergerak-gerak...
''Apa kau mendengar semua pembicaraan kami di kamar Valerie...''
Deg!!!
Valerie tak menduga dia hilang kendali, namun ia tak ingin lagi melarikan diri dan bersembunyi dan berbohong...
__ADS_1
''Yah...aku mendengar semuanya Momm..bagaimana kau dengan kejam menabur garam di atas luka hati Dars...'
Rose mengepalkan tangannya..
''Kau sama sekali tidak tau apapun tentang apa yang terjadi Valerie..''
Suara Rose meninggi hingga membuat Valerie terdiam..ia pun tersenyum dingin...
''Alasan apa yang membuat seorang ibu membenci anak kandungnya sendiri...''
Rose menggertakan gigi, seolah kedatangannya hanya sia-sia karna Valerie bahkan seakan membela Dars dan menyalahkan dirinya..
''Valerie...dengarkan aku baik-baik, jika kau tidak meninggalkan Dars maka kau akan melihat sendiri betapa kejamnya Dars..dan saat itu kau sudah sangat terlambat untuk melepaskan diri,..''
Valerie pun bangkit dari tempat duduknya dan menoleh ke arah Rose bermaksud untuk menjawab pertanyaan Rose namun ia begitu terkejut ketika menemukan tatapan membunuh Dars yang entah sejak kapan berdiri di belakang mereka,
Rose membeku menyadari perubahan di wajah Valerie yang kentara....
''Dars..'' suara Valerie menggantung..
Sementara Dars tersenyum..
''Kalian berdua dekat sekali, itu bagus...kau harus dekat dengan mertuamu...'' Dars tertawa seakan tak terjadi apapun, meski tawa itu terdengar mengerikan bagi Valerie maupun Rose..
Rose dan Valerie terpaku kehilangan kata..
Dars lalu mengarahkan tatapannya pada sang Mommy...
''Oh ya Mom...besok adalah makan malamnya, aku pikir akan lebih sempurna jika Dary datang dengan di dampingi Mommy...''
''Apa katamu....Dars..apa yang kau rencanakan kali ini...''
Pria itu tersenyum lagi....
''Makan malam Mom...apalagi, apa sebenarnya yang Mommy inginkan...aku akan memperkenalkan istriku kepada adikku...apakah itu sebuah masalah...''
Kali ini bukan hanya Rose yang tak setuju namun Valerie..dia tidak suka berada di dalam permainan ini...ia hanya ingin tenang...dan mulai menerima pernikahan ini bukankah itu cukup..
''Dars...Mommy tak akan membiarkan kau menghancurkan Dary...''
__ADS_1
Namun Dars trsenyum kejam....
''Tak ada yang bisa menghalangiku Mom,....''