
Di bawah shower air yang mengalir di kamar mandi..Valerie terpaku disana dan membiarkan air itu membasahi tubuhnya, tatapan matanya kosong seperti tak ada harapan..tubuhnya seakan hancur karna sekali lagi Dars menyentuhnya dengan kasar..
''Dary.....Dary maafkan aku..Dary....maafkan aku...''isak Valerie mulai merintih..
Sudah beberapa jam dia berada di sana entahlah Valerie sudah tak perduli, ia sudah tak sanggup lagi menghadapi hidupnya yang gelap, rasanya tak ada jalan untuk kembali, bahkan menembus batas kamar saja Valerie tidak mampu...hidupnya telah dirampas dengan kejam hingga ia sungguh putus asa, bahkan sampai sekarang Dars belum mengijinkan dirinya untuk menghubungi orang tuanya... setelah percintaan mereka tadi Dars meninggalkan dirinya entah kemana...Valerie bahkan sudah tak perduli..jika memang dia selesai sekarang maka itu lebih baik..
Seluruh tubuhnya dingin, bibirnya membiru dan Valerie sudah mulai berhalusinasi..sedikit lagi...dia harus bertahan sedikit lagi jika ia ingin bebas..Valerie hanya perlu menunggu agar ia bisa menggapai ketenangan...
Sementera itu....
Dars sedang menerima telp dari sang Daddy yang mengabarkan jika Dary telah sadar dan meminta dirinya meminta maaf langsung pada Dary karna sudah merebut tunangan Dary..
Dars : Maaf...tapi aku tak akan pernah melakukan itu..aku tak pernah meminta maaf pada Dary....dialah yang lebih dahulu menyakitiku jadi kita satu sama Daddy...
Jhon : Dars..tolonglah jangan bersikap seperti ini...biar bagaimanapun Dary adalah adikmu..
Dars : Adik....seorang adik, bukankah Daddy dan Mommy yang telah membuat jurang itu...yah...aku tetaplah si jahat yang tak akan pernah menjadi baik jadi...jangan pernah meminta kebaikan dariku karna kalian tak akan mendapatkannya dan mengenai Dary..aku akan mengatakannya dengan caraku...
Jhon : Dars....Daddy mohon..maafkan kamu Dars...bisakah kau melupakan semua itu..kami yang salah dan kami minta maaf, namun jangan membalaskan semua dendammu pada Dary karna dia tak bersalah..
Dars : Bahkan sampai saat ini..kalian selalu membelanya maka dengarkan aku baik-baik Daddy, tak akan ada siapapun yang bisa menahan kehancuran yang akan aku berikan padanya, sekuat apapun kalian melindunginya aku....akan tetap menghancurkannya..
Jhon : Dars...dengarkan....
Titttt.............
Ponsel itu terputus ketika Dars sudah melemparkan ponsel itu ke dinding dan hancur seketika...pria itu mengerang ketika ia mengingat kejadian di masa lalu yang membuatnya berubah menjadi sosok jahat...seumur hidup Dars tak akan melupakan kejadian buruk yang telah dia alami..
Tak berapa lama kemudian..seseorang mengetuk pintu ruangannya dan masuk...sosok pelayan pria menunudk di hadapan Dars..
''Ada apa...''
''Sesuatu terjadi pada nyonya Valerie..''
Dars membalikan tubuhnya dan mengeraskan tatapannya..
''Apa maksudmu..''
''Pelayan Lani menemukan nyonya mengunci diri di kamar mandi dan sesuai dugaan kalau nyonya akan melakukan bunuh diri...''
Amarah Dars bangkit seketika...
''Bunuh diri...beraninya dia melakukan itu..'' teriaknya dengan murka..
__ADS_1
Dars melangkah dengan cepat mendekati lift dan segera naik ke lantai 3, tatapannya berubah dingin...seringai tajam muncul...bahkan Valerie mulai menunjukan perlawanan dengan ingin bunuh diri..? dia pikir dia bisa melakukannya..
Tidak...tak ada yang bisa melepaskan diri darinya..tidak...tak ada...bahkan Dars tak akan membiarkan Valerie melawannya...wanita itu harus tau bahwa sekarang hidupnya bukan miliknya lagi melainkan milik Dars..
Pintu terbuka dan ada beberapa pelayan dan dokter yang mengelilingi tubuh Valerie yang terbaring dengan wajah pucat..semua yang menyadari kehadiran Dars lalu menundukan kepalanya dalam-dalam memberi penghormatan pada sang mafia yang kejam...
Seorang dokter menghampiri Dars dan menundukan kepala..
''Tuan Dars.....saat ini kondisi nyonya sudah lebih baik..nyonya akan segera sadar..''
''Apa yang dia lakukan...''desis Dars dengan sorot mata yang dingin..
Dokter menatap ke arah Valerie yang masih tertidur...
''Nyonya Valerie sengaja membiarkan dirinya kedinginan di bawah shower selama berjam-jam, juga nyonya mencoba memotong urat nadinya hingga ia kehilangan banyak darah..''
Dars menggertakan giginya....
''Jika sudah selesai aku ingin semua meninggalkan ruangan ini..biarkan aku bersama istriku...''ucap Dars dengan suara yang dingin...
Semua mengangguk patuh..siapa yang berani membantah seorang Dars Dalton..?
''Baik tuan..''
Tengah malam.....
Valeri terbangun ketika ia merasa haus...nafasnya terengah-engah karna rasa haus yang mengeringkan tenggorokannya...Valerie mencoba bangkit untuk mengambil minum namun tanpa disangka jika sebuah tangan menyerahkan gelang berisi air..
Valerie mengankat wajah, ia sungguh terkejut melihat tatapan mata tajam dari sosok Dars...
''Minum.....''titahnya penuh tekanan..
Valerie merebut gelas itu dan melemparkannya begitu saja hingga gelas berisi air itu jatuh dan pecah di lantai..
Hening yang mencekam..
Dars menatap mata Valerie yang terlihat marah...
''Kau...''
''Aku bahkan tidak sudi menerima pemberianmu...aku tidak sudi..kau begitu menjijikan hingga aku tak akan bergantung padamu..'' ucap Valerie dengan suara yang bergetar..
Dars sama sekali tidak tersinggung atas perlakuan Valerie..dengan ketenangan yang menakutkan dia mendekati Valerie...
__ADS_1
''Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk tidak melawanku Val...''
Air mata Valerie menetes di wajahnya...ia menatap Dars dengan penuh dendam..
''Sampai kapanpun aku tak akan melunak...sampai kapanpun..aku tak akan pernah melupakan satu hal bahwa dimataku kau adalah pria paling kejam..kau jahat, kau juga menjijikan..kau........''
Valerie membeku ketika ia merasakan Dars mencengkram kedua tangannya hingga ia merasa ngilu...
''Wanita sialan..kau pikir dengan melakukan ini maka aku akan iba padamu...? kau pikir aku akan menyerah dan melepaskanmu...dengar baik-baik karna kau sudah menantangku hari ini dan aku akan memberi hukuman untukmu.''
Wajah Valerie begitu pasrah, yah,...dia berani melakukannya karna Valerie sudah pasrah,...
''Apa maksudmu....''
Dars mengangkat jemarinya dan menyentuh wajah Valerie dan mengusapnya dengan lembut,...
''Kau ingin bunuh diri sebagai bentuk perlawanan kepadaku begitu....''
''Aku ingin melepaskan diri darimu, aku ingin pulang Dars...''
Dars meradang..jemarinya terkepal dengan kuat..pria itu lalu mendekat mencengkram rahang Valerie sedikit keras...
''Maka kau tak akan pernah bisa melepaskan diri dariku..selamanya.''
''Apa maumu sebenarnya Dars....kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan...aku tak sanggup lagi..lebih baik aku mati.....''
Dars tertawa dengan sinar mata tajam..
''Bahkan untuk mati pun kau harus perlu ijin dariku..''
''Bajingan...aku membencimu..''
Dars tersenyum dingin...
''Kau pikir aku akan berbelas kasih hah.....kau pikir aku juga perduli dengan kebencian darimu, aku bahkan tak butuh cinta.'' teriak Dars dengan murka...
''Dars..........''
Terlambat bagi Valerie karna pria itu sudah melangkah ke arah pintu,....sementara Valerie hanya bisa menangis...
''Dars......''
Pria itu membalikan tubuhnya dengan senyuman jahat...
__ADS_1
''Tak ada yang bisa mengancamku..termasuk kau atau siapapun juga apa kau mengerti...'' Dars menggertakan gigi..