
Tubuh Rose membeku mendengar pengakuan sang putra mengenai Valerie..ia menggeleng tak ingin percaya..tidak mungkin bukan..sangat tidak mungkin kalau Valerie dia..telah tidur dengan Dars...namun ketika Rose melihat senyum kemenangan di wajah sang putra, tubuhnya melemah seketika...rasanya dunia runtuh saat itu juga..bagaimana bisa dia percaya pada Dars...
Wanita itu mendekat di ikuti Jhon yang juga tak kalah terkejut dengan pernyataan Dars,..
''Dars...apa yang kau lakukan ini...''
Dars menaikan sudut bibirnya sambil menatap mata kedua orangtuanya..
''Aku menginginkan Valerie...dan aku harus mendapatkannya..''
''Tapi bagaimana mungkin kau melakukannya dia milik Dary...''
''Kemarin dia memang milik Dary namun hari ini...dia adalah milikku, dan selamanya dia milikku...apakah kalian berdua mengerti...?''
''Tidak....aku tidak mengerti,....mengapa aku melahirkan anak yang jahat sepertimu Dars...mengapa...''
Semakin Rose berteriak histeris, semakin juga Dars keras kepala, sudah menjadi rahasia umum kalau di kalangan keluarga Dary yang paling di agungkan dan di lebih-lebihkan..karna Dary penurut dan mau menjadi penerus keluarga sedangkan Dars lebih suka menjadi Mafia yang hidup penuh kekerasan..orangtuanya pilih kasih dengan kentara...sehingga hal itu menumbuhkan dendam tersendiri di hati Dars..
Dars tersenyum...
''Mengapa kau tidak membunuhku sejak dulu Mom...bukankah kau sudah sangat terlambat untuk menyesal..''
''Dars....hormati Mommymu...atau...''
Dars memalingkan wajahnya dengan dingin pada sang ayah, pria ini sama saja yang bertekuk lutut pada keputusan istrinya...Dars tak habis pikir cinta bisa membuat Daddy seperti pria bodoh..itu adalah kesalahan besar karna itu Dars tak akan pernah membiarkan cinta datang dalam hidupnya..tidak akan pernah..
''Atau apa Dad...lebih baik kalian berdua tersenyum dengan lebar...ini adalah pernikahan anak kalian bukan...? setelah itu kembalilah dan rawat putra kesayangan kalian...karna aku tak butuh...apapun..''
''Dars........''
''Yah....''
''Daddy tak menyangka kau mampu menyakiti saudaramu sendiri dengan menikahi kekasihnya dan menginginkannya...tidakkah kau takut kebohonganmu akan terbongkar...Valerie akan...''
Kata-kata Jhon menggantung di udara ketika tiba-tiba saja Valerie muncul di belakang mereka...
__ADS_1
''Kebohongan apa yang akan terbongkar Om dan Tante...''ucap Valerie penasaran..
Jhon dan Rose membeku, mereka kehilangan kata untuk sesaat..hingga Dars menertawakan mereka dengan penuh isyarat, sambil memeluk tubuh Valerie dengan posesif ia menatap mata kedua orangtuanya dengan tajam...
''Sayang..sebenarnya orangtuaku ingin memberi kita berdua kejutan berupa hadiah pernikahan yang masih dirahasiakan tapi kata Mommy itu itu sama saja membohongimu..''
Rose dan Jhon terpaksa tersenyum, walau mereka menyimpan sumpah serapah pada Dars...namun sekali lagi mereka harus menjaga nama baik, karna kalau sampai keluarga Valerie tau kalau bukan Dary yang menikahi putrinya melainkan kakaknya maka mereka akan di cap keluarga pembohong..dan tentu saja Rose tak mau kalau dirinya akan menanggung malu dan di kucilkan dari kalangan sosialita..
''Benarkah Tante...sebenarnya tidak perlu memberi kami hadiah pernikahan..aku sungguh tak enak...''
''Terima saja sayang, aku yakin Mommy dan Daddy sudah mempersiapkan semua ini sudah sejak lama..'' ucap Dars lembut...
''Dary benar..aku dan juga om Jhon akan menghadiahkan kalian berdua tiket bulan madu ke luar negri dalam hal ini kota A, disana sangat indah....''ucap Rose sengaja...namun Dars jelas tau apa maksdu sang Mommy.
Rose ingin kalau mereka pergi ke kota yang sama tempat Dary di rawat..mungkin keadaan akan berubah..
''Tidak Mommyku sayang...aku minta maaf soal bulan madu..aku tak setuju ke negara A...''
''Negara itu bagus sayang..tidakkah kita menghormati orangtua..''bisik Valerie dengan nada lembut..
Hal ini yang membuat Dars bahagia karna cara bicara Valerie sangat lembut dan mampu menenangkan seorang Dars...
''Dimana kalian akan pergi...''
''Rahasia Momm....tentu saja..'' Dars mengedipkan matanya..
Jhon hanya mampu menghela nafas...bagaimanapun Dars juga putranya jadi dia tak ingin terlalu menyimpan marah pada pria muda ini..
''Baiklah...terserah kalian berdua...pergilah dan berbahagialah..''ucap Jhon tampak sungguh-sungguh..
Dars hanya terdiam....
''Sayang...aku ingin kau melihat gaunku...apakah itu cocok untukku..'' bisik Valerie dengan manja..
''Baiklah..ayo kita pergi...''
__ADS_1
Dars dan Valerie lalu melangkah meninggalkan Jhon dan juga Rose yang berdiri disana..kedua pasangan suami istri itu saling menatap dengan tajam..
''Apa yang harus kita lakukan sekarang Dad...jika Dary bangun..apa yang akan kita katakan...bahwa kakaknya merebut tunangannya..? aku bisa mati jika menghadapi ini terus menerus...aku sungguh bingung Dad...''
Jhon juga tak kalah bingung keduanya adalah putranya dan tak mungkin dia memilih salah satunya..memang dia mencintai Dary karna penurut tapi Dars bukan orang lain namun putranya...
''Entahlah Mom...aku juga tidak tau apa yang akan kita lakukan..takdir seperti apa yang telah kita jalani...namun Dars juga putra kita..bagaimana mungkin kita membuangnya..''
''Aku mengkhawatirkan Dary..bagaimanapun perasaannya akan terluka..''
''Aku tau Mom...tapi kita akan menyerahkan semua pada anak-anak kita...mereka akan belajar dan menjadi dewasa...''
''Anak itu...aku kesal sekali kepadanya...''desah Rose masih tak rela..
''Sudahlah...berhenti marah-marah...kau akan membuat semua orang curiga dan mulai bertanya mengapa kau harus menangis ketika putramu akan menikah..?''
''Tapi Daddy........''
''Setelah pernikahan selesai..kita akan menemui Dary dan mendampinginya melewati ini semua dan mengenai Dars...dia akan menemui takdirnya sendiri...sebagai orangtua kita hanya bisa mendoakan..lagipula mereka sudah terlanjur melakukan itu..tak mungkin pernikahan ini batal...''ucap Jhon dengan bijak....
Rose mau tak mau harus menerima kenyataan..ia hanya tak bisa membayangkan bagaimana bisa kedua putranya sama-sama mencintai satu orang gadis yang akan menjadi sumber pertengkaran di masa depan...sungguh Rose merasa takut sekali dengan keadaan yang ia rasakan saat ini..hal yang paling dia takutkan terjadi kepada kedua putranya,.
************
Valerie berdiri di depan pintu masuk Gereja, di dampingi sang ayah Doni Winola, dan dari jarak yang jauh dari mereka orangtua Dars duduk berdampingan dengan orangtua Valerie...
Seperti seorang putri kecantikan Valerie begitu memukau dan menjadi pusat perhatian tak terkecuali Dars yang terpesona dengan calon istrinya..senyumannya terukir indah penuh kemenangan...ketika Doni Winola mengantarkan Valerie ke hadapannya...lalu Dars menyambut tangannya...acara pernikahan pun akhirnya di mulai..
Di tengah acara...Valerie sedikit terkejut ketika sang Pendeta mengucapkan sebuah nama yang menjadi suaminya yaitu Dars Dalton...apakah dia tidak salah dengar...?Valerie sempat menoleh pada sosok Dary yang sedang menatap Pendeta dengan serius...apakah dia sungguh hanya salah mendengarkan nama...? Tidak mungkin kalau yang dia nikahi adalah Dars Dalton bukan...? Jantung Valerie mulai berdegup kencang..
''Dengan demikian kalian berdua di nyatakan sebagai suami istri..apa yang telah di satukan oleh Tuhan tidak dapat di ceraikan manusia...'' ucap sang Pendeta mengakhiri upacara pernikahannya..
Keanehan lain di temukan Valerie ketika mereka menandatangani dokumen pernikahan ada nama Dars disana walau pria itu sengaja menutupi huruf yang lain,...karna takut salah Valerie menandatanganinya walau ragu...
Deg!!!!
__ADS_1
Jantung Valerie berdebar ketika ia menatap sosok suaminya yang tersenyum kepadanya..
Tidak mungkin...dia tidak mungkin adalah Dars bukan..?